Ingatannya tentang beberapa tahun yang lalu kembali berputar di benak Qinli.
>>FLASH BACK ON
GEDUK ... GEDUK ... ANGKAT
Terlihat seorang kakek tua berjubah datang pada Qinli, ia pun memberinya sebuah kitab untuknya.
“Anak kecil, asalkan kau latihan menggunakan buku ini, kau akan menjadi orang luar biasa di sepuluh tahun nanti.”
“Tapi kau perlu mengunci rapat-rapat (pintu suara) selama sepuluh tahun agar bisa mengembangkan (kekuatan spiritual) yang ada di dalam tubuhmu.”
“Ini adalah takdirmu, sisanya tergantung pada nasib baikmu.”
Lalu kakek itu tiba-tiba menghilang.
“Kedepannya, kita akan bertemu lagi.”
>>FLASH BACK OFF
“Aku tidak membohongimu, aku memang bisu...”
“Hng, lupakanlah kalau kau tidak ingin cerita, tapi kenapa dari awal kau setuju menikah denganku,” ucap Qingyin sambil membuang muka.
Ia lebih memilih melihat pemandangan luar ketimbang melihat suaminya. Apalagi Qinli seolah berbelit-belit ketika mengatakan hal tentang masa lalunya.
“Apa kau masih ingat kejadian dulu?” Tanya Qinli.
>>FLASH BACK ON
“Hi, bisu sialan, apa kabar?”
Tiba-tiba salah satu ketua geng di kampus menuangkan satu mangkuk sup di atas kepala Qinli.
“Sup-ku enak tidak? Kau merasa sup-ku enak tapi tidak bisa berbicara ya, ha ha ha!” Ucapnya sambil menancapkan putung rokoknya di dalam mangkuk makanan milik Qinli.
CCSSSTTT!!!
Bunyi rokok yang padam ketika menyentuh makanan Qinli.
PLAK!
Tiba-tiba Qingyin datang dan berdiri di samping Qinli.
“Apa kalian kira merasa hebat bisa menindas yang lemah!” ucap Qingyin membela Qinli.
>>FLASH BACK OFF
“Ah, aku ingat,” ucap Qingyin yang mulai mengingat aksi hero-nya sewaktu kuliah.
“Jadi, ketika kau datang mencariku untuk menikah denganku setelah lulus kuliah, aku sebenarnya sangat senang.”
“Meskipun aku tahu aku hanya sebuah alasan untukmu.”
“Kalau begitu, apa kau tidak membenciku?” ucap Qingyin mulai tidak enak hati.
Ia pun menjadi tidak nyaman untuk duduk.
GELIANG ... GELIYUT ...
“Bagaimana mungkin aku membencimu.”
“Keluarga Chu tidak melakukan kesalahan apapun padaku, begitu pula denganmu!”
“Dan di dalam lubuk hatiku, aku selalu menganggapmu sebagai istriku.”
Hmm..
Tiba-tiba bunga-bunga mulai bermekaran di dalam mobil. Terlebih Qinli barusan mengatakan sesuatu yang membuat Qingyin terpesona.
“Qin ... Qinli tengik, kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu!” gumam Qingyin.
Dengan kedua pipinya yang sudah memerah, membuat Qingyin merona. Keduanya pun dilanda kecanggungan yang luar biasa akibat perbincangan barusan.
Terlebih Qinli dan Qingyin sama-sama duduk di kursi depan.
“Oh ... oh iya, besok toko obat China akan mulai beroperasi, kau datang dan lihat-lihat saja,” ucap Qinli memecah kecanggungan mereka.
“Apa?! Aku kira kau hanya bercanda, ternyata kau bersungguh-sungguh!”
“Menolong dan mengobati pasien tidak semudah dengan apa yang kau pikirkan,” ucap Qingyin mulai hawatir.
“Aku hanya akan mengobati penyakit kecil seperti demam dan pilek, tenang saja.”
“Hng, kalau terjadi apa-apa, tidak akan ada yang mau menggantikanmu masuk penjara!”
“Hmm ..” gumam Qinli
“Cih ...” Qingyin sedikit kecewa dengan sikap Qinli yang selalu seenaknya.
“Dasar bodoh, apa dia tidak sadar kalau aku mengkhawatirkannya,” gumam Qingyin.
^^^... keesokan harinya^^^
Suara petasan begitu ramai terdengar dari sebuah kedai obat China yang baru saja dibuka.
Nama toko obat China itu adalah “QIAN KUN TANG" dengan semboyannya menyelamatkan dunia, menolong orang-orang, alam semesta terus berputar.
Lagu-lagu China pun di putar disana, mengalun mengiringi setiap orang yang berkunjung di kedai Qingyin.
~SEMOGA KEBERUNTUNGAN DATANG PADAMU~🎵
Terlihat banyaknya orang-orang yang datang kesana secara bergerombol.
~KEBERUNTUNGAN MEMBAWA KEGEMBIRAAN DAN CINTA~🎵
~KEBERUNTUNGAN DATANG, KEBERUNTUNGAN KITA DATANG~🎵
Seluruh keluarga Chu datang, termasuk ayah dan bibi. Bahkan mereka masih membicarakan Qinli.
“Keluarga Chu benar-benar mendapatkan menantu laki-laki yang baik, aku saja tidak tau kapan Qinli bisa mengobati orang,” ucap bibi setengah berbisik.
“Ha ha ... benar, tiba-tiba membuka toko obat China, ini namanya mau menipu orang,” ucap paman.
“Kalian berdua tidak perlu hawatir, menantu laki-lakiku ini memang suka menimpanya dalam hati,” ucap Ayah Chu Qingyin.
“Aku dengar dia baru saja menyelamatkan Walikota Liu dan keluarganya beberapa waktu lalu, Walikota Liu yang bersikeras untuk membuka toko obat China untuknya, kita juga tidak punya pilihan, sulit untuk menolak kebaikannya ha ha! Ayo minum teh dan makan camilannya,” ajak ayah pada semua.
“Hng, apa kau kira semuanya akan baik-baik saja setelah kau mendapatkan kepercayaan Walikota Liu,” ancam Chengwen pada Qinli.
“Berani membuka toko obat China, kau sudah tidak mau nyawamu ya.”
“Oh, aku tidak tahu kalau membuka toko obat China itu berarti sudah tidak mau nyawa sendiri,” ucap Qinli.
“Jangan lupa, wilayahmu juga akan diperiksa oleh orang-orangku!”
“Waktu itu, kau telah mempermalukanku, walaupun Walikota Liu juga ...”
“Tuan Qin...”
Tiba-tiba Walikota dan Nona Liu datang ke acara pembukaan toko obat China milik Qinli.
“Aku harap kau baik-baik saja, selamat atas pembukaanmu,” ucapnya.
“Selamat ya,” ucap Nona Liu.
“Walikota Liu ... Kak Wan ...” ucap Qinli menyapa ramah mereka.
Bibi, paman dan Chengwen pusat pasi seketika saat mereka menyadari kedatangan orang-orang penting tersebut.
“Pada perjamuan terakhir dia bersulang untuk Qinli, sekarang dia datang ke sini untuk memberi selamat pada Qinli. Sebenarnya ada hubungan apa Qinli dan Walikota Liu,” batin Chengwen.
“Qinli tempatmu ini lumayan bagus juga,” ucap Kak Wen.
“Selamat datang dan silahkan masuk,” ucap Qinli menyambut tamu pentingnya.
Mereka bahkan membawakan buah tangan untuknya.
“Barusan kalian memberikan komentar jelek, kenapa sekarang malah tidak bersuara,” sindir Qingyin pada keluarga ayahnya.
Tiba-tiba dari arah luar ada orang yang berteriak dan sempat membuat kepanikan. Hal itu sukses membuat orang di dalam toko obat milik Qingyin keluar untuk melihat hal itu.
“Tolong! Tolong selamatkan putraku!”
“Apa yang terjadi di luar?” tanya Walikota Liu.
“Anakku! Houlang!”
“Houlang! Ada apa denganmu!”
Ternyata di luar terdapat seorang bapak-bapak yang sedang memangku anaknya yang sudah membiru tubuh dan wajahnya. Dia terlihat begitu panik.
“Minggir, aku dokter,” ucap Qinli mencoba menerobos orang yang mengelilingi orang tersebut.
Pada saat Qinli sampai anak itu sudah muntah-muntah.
“Uek, uhuk ... uhuk ... ayah ...”
“Penyakit anak ini sudah parah, cepat bawa dia ke rumah sakit,” ucap Hangyin khawatir.
“Benar, anak ini sakit parah, kau tidak bisa mengobatinya,” imbuh ayah.
“Sepertinya pembukaan barusan akan ditutup selamanya,” bisik bibi pada Chengwen.
“He he, mampus, aku ingin lihat bagaimana Qinli berakhir,” ucap Chengwen.
“Tolong anakku, aku mohon...” ucap bapak itu.
“Aku bisa menyelamatkannya, cepat gendong dia masuk ke dalam,” titah Qinli.
Lalu dengan cepatnya bapak itu menggendong putranya masuk dan segera membaringkannya di atas brangkar. Lalu Qinli mulai memeriksa denyut nadinya.
“Putraku ... hu hu ...”
Qilni mulai menggunakan tenaga dalamnya, ia mulai memusatkan pikirannya lalu mendeteksi bagian tubuh mana yang sedang terluka.
“Bagian lambung,” gumamnya.
“Anakmu keracunan,” seru Qinli.
“Kau beri makan apa?”
.
.
...SEMOGA SUKA DENGAN PART INI KAK, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FAVORIT YA🙏...
.
.
...🌹Bersambung🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Dian Soedarminto
lanjooott♥️
2024-05-26
1
Eric ardy Yahya
selain Liu Minghao , Si Chengwen juga tidak tau diri . apalagi keluarganya Chengwen semuanya sampah yang tidak bernilai . berani mengancam orang lain hanya karena mendapat penghormatan dari si Walikota.
2023-09-22
1
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
💖💖💖💖💖💖💖
2023-01-30
0