18. Akting Nadia

Malam itu Arya terlihat gelisah. Ia memiliki firasat  jika sesuatu yang buruk akan terjadi karena sejak tadi ia selalu menjatuhkan benda apa pun yang dipegangnya. Setelah meletakkan barang yang dijatuhkannya tadi ke tempat

semula, kemudian Arya menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur sambil memejamkan mata.

“ Ya Allah ada apa ini. Kok rasanya kaya dejavu ya. Perasaan ini sama persis kaya waktu menjelang kematiannya

Andini...,” gumam Arya yang teringat almarhumah istri pertamanya yang merupakan ibu kandung Adi.

Kemudian Arya meraih ponselnya dan mendial nomor Nadia. Arya bermaksud menanyakan kabar Nadia dan Adi. Saat itu Arya sedang menjalankan tugasnya di luar kota. Sudah dua minggu Arya ada di tempat itu dan rencananya dia akan kembali ke Jakarta dalam waktu dekat.

“ Kenapa ga aktif terus sih. Ada apa ya...,” gumam Arya sambil melempar ponselnya ke atas tempat tidur dengan

kesal.

Sudah dua hari ini Nadia tak bisa dihubungi dan itu membuat Arya kesal. Arya ingat pembicaraan terakhirnya dengan Nadia adalah saat Nadia minta ijin padanya untuk mengikuti acara di lingkungan tempat mereka tinggal. Nadia mengatakan jika akan ada rekreasi bersama warga. Arya mengijinkan Nadia pergi asal mengajak Adi. Sempat terjadi perdebatan antara Arya dan Nadia. Nampaknya Nadia memilih mematuhi permintaan suaminya itu

walau dengan perasaan kesal.

“ Ck, masa gara-gara disuruh ngajak Adi jalan-jalan dia malah ngambek sih...,” gerutu Arya sambil mengacak

rambutnya karena mengira Nadia sedang ngambek.

Karena lelah akhirnya Arya pun tertidur lelap. Arya nampak gelisah dalam tidurnya karena ia bermimpi buruk. Dalam tidurnya Arya melihat almarhumah Andini sedang berjalan di sebuah taman bunga yang cantik. Arya pun bahagia karena melihat Andini kembali sehat dan bisa berjalan lagi.

“ Kamu sudah sembuh Andini, syukur lah Aku senang melihatnya...,” kata Arya sambil tersenyum.

Andini tak menjawab. Ia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum seolah mengiyakan pernyataan Arya

tadi. Sesaat kemudian Arya melihat Adi berlari kecil kearah mereka. Arya merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Adi ke dalam pelukannya. Namun sayangnya Adi mengabaikannya dan memilih menghambur kearah Andini lalu memeluknya dengan erat. Andini pun membalas pelukan Adi dan menggendongnya. Kebahagiaan nampak jelas di wajah Andini karena bisa menggendong anaknya lagi. Andini pun menciumi wajah Adi dengan sayang.

“ Adi ga kangen sama Papa ya, kok ga mau digendong sama Papa...?” tanya Arya pura-pura ngambek.

Adi tertawa mendengar pertanyaan Arya kemudian memajukan tubuhnya untuk mencium pipi Arya.

“ Aku kangen sama Papa, Aku juga sayang sama Papa. Tapi sekarang Aku mau ikut Mama dulu ya. Daaah... Papa...,” kata Adi sambil melambaikan tangannya dalam gendongan Andini.

Perlahan tubuh Andini dan Adi menjauh dan makin menjauh lalu lenyap begitu saja meninggalkan Arya seorang

diri. Arya memanggil nama Adi berulang kali namun tak ada sahutan, hanya gema suaranya yang ia dengar dan membuat bulu kuduknya meremang. Kemudian Arya berlari ke sana kemari mencari anaknya hingga ia terbangun dengan tubuh dan wajah basah dengan keringat.

“ Adi...!” panggil Arya sambil membuka matanya.

Sepi tak ada sahutan. Arya mengusap wajahnya yang berkeringat itu dengan telapak tangannya sambil berusaha

menggapai botol berisi air mineral yang ia letakkan di dekat kepalanya. Kemudian Arya meneguk air minum itu perlahan.

“ Mimpi aneh. Apa maksudnya ya...?” tanya Arya sambil melirik kearah gorden jendela kamar yang nampak bergerak ke kanan dan ke kiri.

Arya menatap lekat gorden jendela kamar yang bergerak makin cepat seolah ada tangan kecil yang coba membuka

gorden itu. Karena penasaran Arya mendekat kearah jendela dan menyibak gorden jendela itu. Arya terkejut saat mendapati tangan kecil tanpa tubuh di balik gorden. Tangan kecil dengan kulit kering mengelupas seperti kekurangan darah itu menghilang dengan cepat saat Arya menjerit tertahan saking terkejutnya.

“ Apaan sih, masa mendadak ada tangan hantu. Udah lebih dari seminggu di sini ga ada apa-apa kok menjelang

pulang malah dikasih liat yang aneh-aneh...,” gerutu Arya sambil merapikan gorden jendela dan berniat menutupnya.

Namun di luar jendela Arya melihat sekelebat bayangan anak kecil laki-laki yang berlari ke sana kemari. Semula

Arya ingin mengabaikannya tapi saat melihat kemeja yang dipakai anak kecil itu mirip dengan kemeja miliknya, Arya pun teringat anaknya. Almarhumah Andini memang menyiapkan pakaian Arya dan Adi dengan motif dan warna yang sama untuk menandakan jika mereka adalah ayah dan anak. Dan Arya kembali menggumamkan nama anaknya untuk kesekian kalinya saat melihat bayangan anak kecil itu melintas lagi di depan jendela kamarnya.

“ Adi...?” gumam Arya sambil menajamkan penglihatannya.

Seolah mendengar panggilan Arya, anak kecil itu berhenti berlari dengan posisi membelakangi Arya. Perlahan anak

kecil itu menolehkan kepalanya kearah Arya yang sedikit tak nyaman karena melihat kepala itu berputar 180 derajat sedangkan tubuhnya tetap menghadap kearah depan.

Arya nampak shock saat melihat wajah anak kecil itu. Selain pucat, kulit wajah anak itu terlihat kering dan mengelupas dengan bola mata yang putih. Senyumnya mengembang memperlihatkan deretan gigi putihnya. Jika diperhatikan dengan seksama wajah anak itu mirip dengan anaknya Adi.

Arya menjerit tertahan hingga terbangun dari posisi tidurnya. Rupanya Arya baru saja mengalami mimpi di dalam

mimpi. Arya menatap ke penjuru ruangan dan berhenti di gorden jendela kamar. Bergegas Arya menghampiri jendela dan menyibak gorden dengan kasar. Tak ada apa pun di luar sana. Hanya ada pepohonan dan langit malam yang menghitam. Perlahan Arya menutup gorden jendela kamar lalu kembali berbaring di atas tempat tidur. Bisa dipastikan Arya tak bisa lagi memejamkan matanya karena teringat dengan dua mimpinya yang seakan membawa pesan untuknya.

\=====

Sedangkan di Jakarta terlihat Nadia tengah menari gembira di salah satu pesta yang digelar di sebuah apartemen mewah. Nadia nampak bahagia karena tak lagi direpotkan dengan rengekan Adi. Sejak Adi dinyatakan hilang, Nadia merasa beban hidupnya hilang seketika.

Nadia bukan tak tahu jika Adi tertinggal di pulau. Nadia berpura-pura sibuk bicara dengan warga saat kapal mulai meninggalkan pulau dan Nadia tetap seperti itu hingga masuk ke dalam bus. Nadia pura-pura tersadar saat tiba di rumah dan asisten rumah tangganya menanyakan keberadaan Adi.

“ Lho Adinya mana Bu, kok ga keliatan...?” tanya asisten rumah tangga bernama Hani sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Adi.

“ Bukannya Adi udah sampe rumah, kan waktu bis sampe Anak-anak langsung lari pulang ke rumahnya masing-masing tadi...,” sahut Nadia asal.

“ Tapi Adi belum pulang Bu...,” kata Hani panik.

“ Jangan bercanda ya Han, Saya capek nih...!” kata Nadia marah.

“ Saya ga bercanda Bu, tapi Adi emang belum sampe rumah kok...,” sahut Hani hampir menangis.

Mendengar jawaban Hani membuat Nadia bergegas keluar menemui panitya rombongan yang masih berkumpul di kantor sekretariat RW.

“ Kok balik lagi Bu Nadia, ada yang ketinggalan ya...?” tanya ketua RW.

“ Iya Pak. Anak Saya Adi ga ada di rumah...,” sahut Nadia.

“ Maksudnya gimana ya Bu...?” tanya ketua Rw tak mengerti.

“ Kayanya Adi ketinggalan di pulau itu Pak...,” sahut Nadia hampir menangis.

“ Apa...?!” tanya ketua RW dan panitya lainnya.

“ Tenang dulu Bu Nadia, coba Kita cari pelan-pelan ya. Pak Dasrul tolong hubungi pengurus pulau dan tanyakan ada Adi ga di sana...,” kata ketua RW.

“ Baik Pak...,” sahut Dasrul lalu menghubungi salah seorang pengurus pulau.

Pengurus pulau yang dihubungi pun meminta waktu untuk mengecek pulau. Dua jam kemudian mereka mengabarkan jika tak ada siapa pun yang tertinggal di pulau itu. Nadia pun pulang ke rumah dan berniat mencari Adi besok. Nadia sengaja menon aktifkan ponselnya karena tak ingin Arya tahu apa yang terjadi.

Keesokan harinya Nadia mulai mencari Adi ke berbagai tempat. Ia menanyai semua warga yang ada di lingkungan

rumahnya. Saat itu Nadia terlihat tenang seolah sudah tahu dimana Adi. Hingga tak sengaja Nadia bertemu dengan temannya yang mengundang Nadia menghadiri pesta ulang tahunnya di apartemen miliknya sore ini. Nadia nampak menyambut undangan teman wanitanya itu.

Sore itu Nadia pun pergi menghadiri undangan pesta sang teman. Hani nampak mengerutkan keningnya saat melihat Nadia pergi.

“ Bilangnya mau nyari Adi, tapi kok pake bajunya kaya orang mau ngedugem gitu...,” gumam Hani tak suka sambil

menutup pintu.

Saat itu lah tak sengaja Hani melihat Adi tengah berdiri di depan pintu pagar sambil menatap kearahnya. Mengira Adi pulang, Hani pun langsung berlari kearah pintu pagar hingga tak sengaja menabrak Nadia yang sedang menunggu Taxi di depan rumah.

“ Apa-apaan sih pake lari-lari segala...?!” kata Nadia marah.

“ Maaf Bu, Saya liat Adi di sini tadi Bu...,” sahut Hani.

“ Adi, Adi. Ga ada Adi di sini. Jangan halu Kamu...!” bentak Nadia.

“ Tapi Saya liat Adi berdiri di sini tadi Bu. Dia pake kemeja yang terakhir Saya pekein itu lho Bu...,” sahut Hani bersikeras.

“ Ngeyel banget sih Kamu. Udah masuk sana, Saya pergi nyari Adi sekarang...!” kata Nadia sambil masuk ke dalam

Taxi.

“ Baik Bu...,” sahut Hani sambil mengunci pintu pagar.

Hani masih berdiri mengamati jalan di depan rumah majikannya itu berharap melihat Adi di sana. Namun setelah beberapa saat tak juga menemukan Adi, Hani pun memutuskan masuk ke dalam rumah.

“ Masa Aku salah orang sih. Yakin deh itu tadi emang Adi. Tapi kok Ibu ga ngeliat ya, apa jangan-jangan Aku yang salah liat...,” gumam Hani sambil mengunci pintu rumah.

\=====

Setelah mengetahui identitas Adi, polisi pun mendatangi kediaman Arya dimana Adi tinggal selama ini. Saat itu

bersamaan dengan Arya yang baru saja turun dari Taxi tepat di depan rumahnya. Melihat ada dua orang polisi di depan pintu rumahnya membuat Arya terkejut dan bergegas menyapa mereka. Nadia yang melihat kedatangan Arya pun nampak tersenyum.

“ Itu Suami Saya Pak...,” kata Nadia sambil menunjuk kearah Adi.

“ Assalamualaikum, ada apa Nad...?” tanya Arya hingga membuat kedua polisi itu menoleh kearahnya.

“ Wa alaikumsalam. Ga tau Ar, Bapak Polisi baru sampe juga...,” sahut Nadia sambil mencium punggung tangan Arya.

“ Selamat siang Pak, Kami ke sini untuk menjemput Bapak Arya dan Istri...,” kata salah satu polisi.

“ Selamat siang, Saya Arya. Maaf, tapi ada apa ya Pak...?” tanya Arya mulai panik.

Kedua polisi itu saling menatap sejenak seolah ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.

“ Jenasah Anak Anda yang bernama Adrian Pramana ada di Rumah Sakit dan Kami minta Bapak dan Ibu ikut Kami ke kantor sekarang...,” kata salah seorang polisi dengan tegas.

“ Je, jenasah...?” tanya Arya dengan suara bergetar.

“ Iya Pak, silakan...,” sahut polisi sambil menunjuk kearah mobil patroli polisi yang terparkir di depan rumah.

“ Tu, tunggu. Jenasah Adrian Pramana, maksudnya apa ya Pak. Nad, ada apa ini. Kemana Adi...?” tanya Arya gugup.

Bukannya menjawab pertanyaan suaminya, Nadia malah menangis sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan. Tentu saja hal itu membuat Arya makin panik. Ia sibuk menenangkan Nadia sedangkan dua polisi di hadapan mereka nampak tenang dan tak terusik dengan akting Nadia.

“ Sebaiknya Bapak dan Ibu ikut Kami sekarang...,” kata salah seorang polisi lagi sambil menatap lekat kearah

Arya dan Nadia.

“ Bisa minta waktu sebentar kan Pak. Saya baru aja pulang dan ga tau apa-apa. Ini ada apa sebenarnya...?” tanya

Arya dengan nada marah.

“ Semua akan dijelaskan nanti di kantor Polisi. Silakan...,” sahut kedua polisi itu sambil memegang lengan Arya

dan Nadia.

Dengan terpaksa Arya mengikuti polisi itu. Setelah meletakkan koper di dalam rumah, Arya dan Nadia pun masuk

ke dalam mobil patroli polisi. Diiringi tatapan bingung para tetangga, mobil patroli polisi itu melaju dengan kecepatan sedang lalu meninggalkan kerumunan warga di depan rumah Arya.

Tak ada pembicaraan apa pun di dalam mobil karena Arya masih sibuk menenangkan Nadia yang menangis. Hingga mobil tiba di kantor polisi, Arya dan Nadia dibawa masuk ke dalam ruangan. Di sana Arya dan Nadia mendengar langsung alasan pemanggilan mereka.

Arya terkejut saat mendengar anaknya ditemukan meninggal di dalam perahu di salah satu pulau yang ada di

Kepulauan Seribu.

“ Saya ga yakin itu Anak Saya Pak. Nadia, bilang sama Polisi kalo Adi ada di rumah sekarang dan Adi baik-baik

aja...,” kata Arya sambil mengguncang tangan Nadia.

“ Maafin Aku Ar. Adi ga ada di rumah, dia ga pulang ke rumah sejak seminggu yang lalu...,” sahut Nadia sambil

menundukkan kepalanya.

“ Maksud Kamu Adi hilang...?” tanya Arya tak percaya.

“ Iya...,” sahut Nadia sambil menganggukkan kepalanya.

“ Kok Kamu ga bilang sama Aku...?” tanya Arya lagi.

“ Aku ga mau bikin Kamu cemas Ar. Tapi Aku udah lapor ke Polisi kalo Adi hilang...,” sahut Nadia sambil menangis.

Arya menggebrak meja dan hampir memukul Nadia jika polisi tak sigap menghalangi niatnya. Arya menjerit memanggil nama anaknya. Ia tak menyangka jika mimpi buruknya merupakan pertanda jika ia akan kehilangan putra semata wayangnya itu untuk selamanya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

Kapok...... Salahmu dewe Ar......luwih milih kebutuhan manuk mu timbang anak bojomu.mata mu ketutupan napsu setan Nadia. Saiki rasakno dewe hasile....... Anakmu mati goro2 setan wadon siluman ular rubah betina pilihanmu BASTARD....... 😠😠😠😠😠😠👿👿👿👿👿👿😤😤😤😤😤

2022-08-30

3

neng ade

neng ade

Nadia hrs mempertanggung jawabkan perbuatan nya .. Arya sadarlah selama ini Nadia itu memang selalu memperlakukan Adi dngn sangat buruk ..

2022-08-06

0

Ghiets'Enay

Ghiets'Enay

mimpi didalam mimpi 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️


itu kayaaaakk nyata bgt,tau ga sih?????

2022-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bukan Buaya Biasa
2 2. Dialog Mereka
3 3. Pendamping Ghaib
4 4. Dideketin Hantu
5 5. Pertama Kali Mengawal
6 6. Rafi Yang Malang
7 7. Banyak Rahasia
8 8. Hantu Asti
9 9. Kata Maaf
10 10. Bertemu Lagi
11 11. Lagi Lagi
12 12. Kok Ada Hantu ?
13 13. Khawatir
14 14. Celoteh Hanako
15 15. Penjelasan
16 16. Main Sama Hantu
17 17. Tentang Adi
18 18. Akting Nadia
19 19. Pamit
20 20. Bayi Siluman ?
21 21. Senjata Makan Tuan
22 22. Karena Lalai
23 23. Bersiap
24 24. Perginya Sang Guru
25 25. Ssstt, Jangan Berisik !
26 26. Team Pemburu Hantu ?
27 27. Di Pabrik Roti
28 28. Baik Baik Aja
29 29. Sumpah Balas Dendam
30 30. Yang Tersisa
31 31. Wahana Hantu
32 32. Mau Lihat
33 33. Ternyata...
34 34. Siluman Babi Hutan
35 35. Penemuan Kerangka
36 36. Tentang Dante
37 37. Ditangkap
38 38. Hukuman
39 39. Adik Untuk Hanako
40 40. Cermin Palsu
41 41. Kenangan Pahit
42 42. Asal Muasal Cermin
43 43. Siapa Ratu ?
44 44. Sang Pewaris
45 45. Mimpi Jadi Nyata
46 46. Atraksi Sulap
47 47. Arwah Sejoli
48 48. Teman Lama Ayah
49 49. Mengunjungi Kampung Sebelah
50 50. Bantuan Wahyu
51 51. Adzan Perdana
52 52. Salah Sasaran
53 53. Melintas Waktu
54 54. Mengejar
55 55. Monster Ulat Bulu
56 56. Hancur
57 57. Lega
58 58. Ulah Hanako
59 59. Cerita Itu
60 60. Hilang
61 61. Bukan Aku
62 62. Memberi Pengertian
63 63. Petunjuk
64 64. Lemah
65 65. Ingatan Hendrik
66 66. Terror Desiree
67 67. Minta Tolong
68 68. Berhenti Desiree...
69 69. Pulih
70 70. Mengerjai
71 71. Ada Yang Ngikutin
72 72. Dipaksa Melihat
73 73. Saling Jaga
74 74. Kerasukan
75 75. Ga Nyangka
76 76. Menyusul
77 77. Mencari Bukti
78 78. Berbaik Hati
79 79. Pesan Terakhir Laudya
80 80. Perubahan
81 81. Senyum - Senyum
82 82. Mimpi Hanako
83 83. Hantu Possesif
84 84. Kemarahan Faiq
85 85. Masa Lalu Abin
86 86. Opa Darius Kritis
87 87. Absensi
88 88. Ketemu Rima
89 89. Menawarkan Bantuan
90 90. Jin Muslim
91 91. Berhasil Membujuk
92 92. Kerja Sama
93 93. Saat Melahirkan
94 94. Melepas Rima
95 95. Dideketin Albani ?
96 96. Siapa Dia ?
97 97. Kasih Tau Aja
98 98. Bercerita
99 99. Udah Clear
100 100. Kejutan Hanako
101 101. Tania..
102 102. Misteri Kematian Tania
103 103. Bazaar
104 104. Komplain
105 105. Kasir Ghaib
106 106. Pusing
107 107. Memudar
108 108. Gara Gara HP
109 109. Drama Keluarga
110 110. Ooo..., Pantesan
111 111. Selesai Tania...
112 112. Lulus Pesantren
113 113. Saran Ayah
114 114. Jangan Lagi !
115 115. Jangan Menghakimi
116 116. Kenapa Sandria ?
117 117. Bukan Salah Sandria
118 118. Izar Kenapa ?
119 119. Mimpi Izar
120 120. Kemana Suharsa ?
121 121. Jampi Jampi ?
122 122. Pelet
123 123. Cinta Inar
124 124. Ketemu Niken
125 125. Mendatangi Sanggar
126 126. Hutan Larangan
127 127. Berubah Jadi Siluman
128 128. Lariii...!
129 129. Hanya Arwah...?
130 130. Mengantar Iyaz
131 131. Membujuk Izar
132 132. Gagal Bunuh Diri
133 133. Tiarania
134 134. Hantu Di Kamar
135 135. Halu Tingkat Tinggi
136 136. Namanya Banas
137 137. Mau Bantuin
138 138. Kiriman
139 139. Menikah ?
140 140. Menghadang
141 141. Ga Ada Apapun
142 142. Kesempatan
143 143. Berkumpul
144 144. Gadis Misterius
145 145. Namanya Marwah
146 146. Keluarga Marwah
147 147. Kekasih Gelap
148 148. Mencari Raqiya
149 149. Kenapa Aku Ibu ?
150 150. Akhir Hidup Marwah
151 151. Surat Marwah
152 152. Kebenaran Terungkap
153 153. Berakhir Sia - Sia
154 154. Drama Pagi
155 155. Pacar Brondong
156 156. Hanako Panik
157 157. Anti Cewek
158 158. Siapa ?
159 159. Hantu Mirip Viona
160 160. Masih Tentang Dia
161 161. Sang Eyang
162 162. Pelakunya Eyang
163 163. Ke Kantor Hanako
164 164. Rahasia Katrina
165 165. Menyesatkan Hanako
166 166. Ilmu Sirep
167 167. Hantu Dalam Goa
168 168. Karena Cinta
169 169. Terbakar
170 170. Viona Cemburu
171 171. Ternyata
172 172. Pengganti Suraj
173 173. Mulai Dari Nol
174 174. Bertemu Bintang
175 175. Bersyukur
176 176. Penasaran
177 177. Keluar Hidup Hidup
178 178. Izar Kena Batunya
179 179. Balikin
180 180. Melihat Jelas
181 181. Kakeknya Bintang
182 182. Nguping
183 183. Interogasi
184 184. Mantan Preman
185 185. Reuni Di Penjara
186 186. Berakhir Damai
187 187. Korban Lagi ?
188 188. Ketemu Hantu Bundir
189 189. Menuntut Tanggung Jawab
190 190. Luka Sydra
191 191. Bukan Bunuh Diri
192 192. Perkelahian
193 193. Maling...?
194 194. Penyesalan Sydra
195 195. Arwah Harlan
196 196. Pergi Lah Sayang
197 197. Sudah Mati
198 198. Fitnah Itu Kejam
199 199. Jadi Sarjana
200 200. Pulang
201 201. Solusi Dan Sesaji
202 202. Tumbal Pesugihan?
203 203. Dua Pertempuran
204 204. Menuntut Balas
205 205. Ngajak Kenalan
206 206. Tentang Pandu
207 207.Bayi Uzur
208 208. Minta Ijin
209 209. Bayinya Pindah ?
210 210. Nangkap Tuyul
211 211. Pocong Hitam
212 212. Menyerah Kalah
213 213. Pemilik Tuyul
214 214. Mencari
215 215. Kemarahan Sang Dukun
216 216. Kiriman
217 217. Tuduhan Tak Terbukti
218 218. Menghantar Nyawa
219 219. Hukuman Atau Ujian
220 220. Melamar Hanako
221 221. Jalan Belakang
222 222. Nikah Siri
223 223. Pemberontak Ditangkap
224 224. Hampir Saja
225 225. Senjata Makan Tuan ?
226 226. Cari Bantuan Lain
227 227. Datang
228 228. Kembali
229 229. Menyamar
230 230. Sedikit Drama
231 231. Terkejut Dua Kali
232 232. Rapat Perdana
233 233. Kasih Pelajaran
234 234. Resepsi
235 235. Percaya Diri
236 236. Berkunjung
237 237. Siapa Putri ?
238 238. Penyesalan Putri
239 239. Serangga Kecil
240 240. Hantu Ndas Meringis
241 241. Gadis Bergaun Kuning
242 242. Pemilik Kepala
243 243. Ketiban Kepala
244 244. Takut
245 245. Kabur
246 246. Ning Dan Janisa
247 247. Ibu Yang Buruk
248 248. Untuk Obi
249 249. Pembalasan
250 250. Datang Lagi
251 251. Rumah Baru
252 252. Istri Surya ?
253 253. Tolong Sempurnakan
254 254. Pencuri ?
255 255. Sembunyi Bareng Hantu
256 256. Ritual Vena
257 257. Ambruk
258 258. Tumbal Vena
259 259. Tolooonngg...!
260 260. Penculikan Hanako
261 261. Melintas Dimensi
262 262. Ketemu Vena
263 263. Kejar Mereka !
264 264. Tempat Baru
265 265. Raja Graha
266 266. Masalah Klasik
267 267. Mengusir
268 268. Mencuri ?
269 269. Izar Galau
270 270. Menjebak Gayatri
271 271. Memilih Pergi
272 272. Tanda Lahir
273 273. Terima Kasih
274 274. Menikah Lagi
275 275. Keanehan Hanako
276 276. Nostalgia
277 277. Menikahi Lizara
278 278. Melanggar Sumpah
279 279. Karma ?
280 280. Tali Pengikat
281 281. Harus Memilih
282 282. Tunggu !
283 283. Interview
284 284. Iyaz Kesal
285 285. Kembaran
286 286. Cerita Nuara
287 287. Menegur Nadifa
288 288. Menyampaikan Pesan
289 289. Perjodohan Nuara
290 290. Melamar Nuara
291 291. Bukan Akting
292 292. Calon Istri ?
293 293. Guna Guna
294 294. Sekarang !
295 295. Menghalangi
296 296. Ga Main Main
297 297. Keluar
298 298. Berbalik
299 299. Kok Gagal ?
300 300. Jatuh Korban
301 301. Datang
302 302. Maaf
303 303. Semoga Bahagia
304 304. Liburan Bersama
305 305. Anggota S3I
306 306. Pembukaan
307 307. Melahirkan
308 308. Mikaila
309 309. Teman Khayalan ?
310 310. Menemui Mikaila
311 311. Dibantuin Om Izar
312 312. Membakar
313 313. Hantu Bule
314 314. Jumirah Pergi
315 315. Burna Juga Pergi
316 316. Ultah Perusahaan
317 317. Gadis Populer
318 318. Qiana ?
319 319. Jadi Itu Dia ?
320 320. Tak Bersambut
321 321. Datangi Proyek
322 322. Melawan Makhluk Merah
323 323. Kesempatan Bertobat
324 324. Cerita Qiana
325 325. Kuntilanak Laki-Laki
326 326. Kembali Ke Panti
327 327. Piring Sesajen
328 328. Air Mata
329 329. Obrolan Ringan
330 330. Direnovasi Lagi
331 331. Kabur Karena...
332 332. Ketemu Lagi
333 333. Mengejar Ratih
334 334. Mau Ikutan
335 335. Mengingatmu
336 336. Qiana Kesal
337 337. Menyelamatkan Ratih
338 338. Datangnya Bala Bantuan
339 339. Waktunya Berkemas
340 340. Banyak Korban
341 341. Niat Ratih
342 342. Fenomena Alam
343 343. Rahasia Batu Topaz
344 344. Usep Dan Tinah
345 345. Perasaan Aneh
346 346. Mimpi Basah
347 347. Curhatan Usep
348 348. Suara Ketukan
349 349. Wanita Berkebaya
350 350. Enggan Pergi
351 351. Ungkapan Perasaan
352 352. Bukan Pelakor
353 353. Peresmian Kantor Cabang
354 354.Ga Ikutan
355 355. Makhluk Apa Itu ?
356 356. Pilih Satu
357 357. Tekad Izar
358 358. Secret Admirer
359 359. Bergabung
360 360. Mendobrak Pintu
361 361. Jangan Ganggu Qiana !
362 362. Masa Lalu Oce
363 363. Tumbal
364 364. Kesempatan Yang Sama
365 365. Mencoba Jujur
366 366. Kambuh
367 366. Luka Qiana
368 368. Dehidrasi Parah
369 369. Ledakan Itu
370 370. Siuman
371 371. Tolong Maafkan
372 372. Ingin Menggantikan
373 373. Hancur Lebur
374 374. Nikah Yuk...
375 375. Merelakan
376 376. Ga Asing
Episodes

Updated 376 Episodes

1
1. Bukan Buaya Biasa
2
2. Dialog Mereka
3
3. Pendamping Ghaib
4
4. Dideketin Hantu
5
5. Pertama Kali Mengawal
6
6. Rafi Yang Malang
7
7. Banyak Rahasia
8
8. Hantu Asti
9
9. Kata Maaf
10
10. Bertemu Lagi
11
11. Lagi Lagi
12
12. Kok Ada Hantu ?
13
13. Khawatir
14
14. Celoteh Hanako
15
15. Penjelasan
16
16. Main Sama Hantu
17
17. Tentang Adi
18
18. Akting Nadia
19
19. Pamit
20
20. Bayi Siluman ?
21
21. Senjata Makan Tuan
22
22. Karena Lalai
23
23. Bersiap
24
24. Perginya Sang Guru
25
25. Ssstt, Jangan Berisik !
26
26. Team Pemburu Hantu ?
27
27. Di Pabrik Roti
28
28. Baik Baik Aja
29
29. Sumpah Balas Dendam
30
30. Yang Tersisa
31
31. Wahana Hantu
32
32. Mau Lihat
33
33. Ternyata...
34
34. Siluman Babi Hutan
35
35. Penemuan Kerangka
36
36. Tentang Dante
37
37. Ditangkap
38
38. Hukuman
39
39. Adik Untuk Hanako
40
40. Cermin Palsu
41
41. Kenangan Pahit
42
42. Asal Muasal Cermin
43
43. Siapa Ratu ?
44
44. Sang Pewaris
45
45. Mimpi Jadi Nyata
46
46. Atraksi Sulap
47
47. Arwah Sejoli
48
48. Teman Lama Ayah
49
49. Mengunjungi Kampung Sebelah
50
50. Bantuan Wahyu
51
51. Adzan Perdana
52
52. Salah Sasaran
53
53. Melintas Waktu
54
54. Mengejar
55
55. Monster Ulat Bulu
56
56. Hancur
57
57. Lega
58
58. Ulah Hanako
59
59. Cerita Itu
60
60. Hilang
61
61. Bukan Aku
62
62. Memberi Pengertian
63
63. Petunjuk
64
64. Lemah
65
65. Ingatan Hendrik
66
66. Terror Desiree
67
67. Minta Tolong
68
68. Berhenti Desiree...
69
69. Pulih
70
70. Mengerjai
71
71. Ada Yang Ngikutin
72
72. Dipaksa Melihat
73
73. Saling Jaga
74
74. Kerasukan
75
75. Ga Nyangka
76
76. Menyusul
77
77. Mencari Bukti
78
78. Berbaik Hati
79
79. Pesan Terakhir Laudya
80
80. Perubahan
81
81. Senyum - Senyum
82
82. Mimpi Hanako
83
83. Hantu Possesif
84
84. Kemarahan Faiq
85
85. Masa Lalu Abin
86
86. Opa Darius Kritis
87
87. Absensi
88
88. Ketemu Rima
89
89. Menawarkan Bantuan
90
90. Jin Muslim
91
91. Berhasil Membujuk
92
92. Kerja Sama
93
93. Saat Melahirkan
94
94. Melepas Rima
95
95. Dideketin Albani ?
96
96. Siapa Dia ?
97
97. Kasih Tau Aja
98
98. Bercerita
99
99. Udah Clear
100
100. Kejutan Hanako
101
101. Tania..
102
102. Misteri Kematian Tania
103
103. Bazaar
104
104. Komplain
105
105. Kasir Ghaib
106
106. Pusing
107
107. Memudar
108
108. Gara Gara HP
109
109. Drama Keluarga
110
110. Ooo..., Pantesan
111
111. Selesai Tania...
112
112. Lulus Pesantren
113
113. Saran Ayah
114
114. Jangan Lagi !
115
115. Jangan Menghakimi
116
116. Kenapa Sandria ?
117
117. Bukan Salah Sandria
118
118. Izar Kenapa ?
119
119. Mimpi Izar
120
120. Kemana Suharsa ?
121
121. Jampi Jampi ?
122
122. Pelet
123
123. Cinta Inar
124
124. Ketemu Niken
125
125. Mendatangi Sanggar
126
126. Hutan Larangan
127
127. Berubah Jadi Siluman
128
128. Lariii...!
129
129. Hanya Arwah...?
130
130. Mengantar Iyaz
131
131. Membujuk Izar
132
132. Gagal Bunuh Diri
133
133. Tiarania
134
134. Hantu Di Kamar
135
135. Halu Tingkat Tinggi
136
136. Namanya Banas
137
137. Mau Bantuin
138
138. Kiriman
139
139. Menikah ?
140
140. Menghadang
141
141. Ga Ada Apapun
142
142. Kesempatan
143
143. Berkumpul
144
144. Gadis Misterius
145
145. Namanya Marwah
146
146. Keluarga Marwah
147
147. Kekasih Gelap
148
148. Mencari Raqiya
149
149. Kenapa Aku Ibu ?
150
150. Akhir Hidup Marwah
151
151. Surat Marwah
152
152. Kebenaran Terungkap
153
153. Berakhir Sia - Sia
154
154. Drama Pagi
155
155. Pacar Brondong
156
156. Hanako Panik
157
157. Anti Cewek
158
158. Siapa ?
159
159. Hantu Mirip Viona
160
160. Masih Tentang Dia
161
161. Sang Eyang
162
162. Pelakunya Eyang
163
163. Ke Kantor Hanako
164
164. Rahasia Katrina
165
165. Menyesatkan Hanako
166
166. Ilmu Sirep
167
167. Hantu Dalam Goa
168
168. Karena Cinta
169
169. Terbakar
170
170. Viona Cemburu
171
171. Ternyata
172
172. Pengganti Suraj
173
173. Mulai Dari Nol
174
174. Bertemu Bintang
175
175. Bersyukur
176
176. Penasaran
177
177. Keluar Hidup Hidup
178
178. Izar Kena Batunya
179
179. Balikin
180
180. Melihat Jelas
181
181. Kakeknya Bintang
182
182. Nguping
183
183. Interogasi
184
184. Mantan Preman
185
185. Reuni Di Penjara
186
186. Berakhir Damai
187
187. Korban Lagi ?
188
188. Ketemu Hantu Bundir
189
189. Menuntut Tanggung Jawab
190
190. Luka Sydra
191
191. Bukan Bunuh Diri
192
192. Perkelahian
193
193. Maling...?
194
194. Penyesalan Sydra
195
195. Arwah Harlan
196
196. Pergi Lah Sayang
197
197. Sudah Mati
198
198. Fitnah Itu Kejam
199
199. Jadi Sarjana
200
200. Pulang
201
201. Solusi Dan Sesaji
202
202. Tumbal Pesugihan?
203
203. Dua Pertempuran
204
204. Menuntut Balas
205
205. Ngajak Kenalan
206
206. Tentang Pandu
207
207.Bayi Uzur
208
208. Minta Ijin
209
209. Bayinya Pindah ?
210
210. Nangkap Tuyul
211
211. Pocong Hitam
212
212. Menyerah Kalah
213
213. Pemilik Tuyul
214
214. Mencari
215
215. Kemarahan Sang Dukun
216
216. Kiriman
217
217. Tuduhan Tak Terbukti
218
218. Menghantar Nyawa
219
219. Hukuman Atau Ujian
220
220. Melamar Hanako
221
221. Jalan Belakang
222
222. Nikah Siri
223
223. Pemberontak Ditangkap
224
224. Hampir Saja
225
225. Senjata Makan Tuan ?
226
226. Cari Bantuan Lain
227
227. Datang
228
228. Kembali
229
229. Menyamar
230
230. Sedikit Drama
231
231. Terkejut Dua Kali
232
232. Rapat Perdana
233
233. Kasih Pelajaran
234
234. Resepsi
235
235. Percaya Diri
236
236. Berkunjung
237
237. Siapa Putri ?
238
238. Penyesalan Putri
239
239. Serangga Kecil
240
240. Hantu Ndas Meringis
241
241. Gadis Bergaun Kuning
242
242. Pemilik Kepala
243
243. Ketiban Kepala
244
244. Takut
245
245. Kabur
246
246. Ning Dan Janisa
247
247. Ibu Yang Buruk
248
248. Untuk Obi
249
249. Pembalasan
250
250. Datang Lagi
251
251. Rumah Baru
252
252. Istri Surya ?
253
253. Tolong Sempurnakan
254
254. Pencuri ?
255
255. Sembunyi Bareng Hantu
256
256. Ritual Vena
257
257. Ambruk
258
258. Tumbal Vena
259
259. Tolooonngg...!
260
260. Penculikan Hanako
261
261. Melintas Dimensi
262
262. Ketemu Vena
263
263. Kejar Mereka !
264
264. Tempat Baru
265
265. Raja Graha
266
266. Masalah Klasik
267
267. Mengusir
268
268. Mencuri ?
269
269. Izar Galau
270
270. Menjebak Gayatri
271
271. Memilih Pergi
272
272. Tanda Lahir
273
273. Terima Kasih
274
274. Menikah Lagi
275
275. Keanehan Hanako
276
276. Nostalgia
277
277. Menikahi Lizara
278
278. Melanggar Sumpah
279
279. Karma ?
280
280. Tali Pengikat
281
281. Harus Memilih
282
282. Tunggu !
283
283. Interview
284
284. Iyaz Kesal
285
285. Kembaran
286
286. Cerita Nuara
287
287. Menegur Nadifa
288
288. Menyampaikan Pesan
289
289. Perjodohan Nuara
290
290. Melamar Nuara
291
291. Bukan Akting
292
292. Calon Istri ?
293
293. Guna Guna
294
294. Sekarang !
295
295. Menghalangi
296
296. Ga Main Main
297
297. Keluar
298
298. Berbalik
299
299. Kok Gagal ?
300
300. Jatuh Korban
301
301. Datang
302
302. Maaf
303
303. Semoga Bahagia
304
304. Liburan Bersama
305
305. Anggota S3I
306
306. Pembukaan
307
307. Melahirkan
308
308. Mikaila
309
309. Teman Khayalan ?
310
310. Menemui Mikaila
311
311. Dibantuin Om Izar
312
312. Membakar
313
313. Hantu Bule
314
314. Jumirah Pergi
315
315. Burna Juga Pergi
316
316. Ultah Perusahaan
317
317. Gadis Populer
318
318. Qiana ?
319
319. Jadi Itu Dia ?
320
320. Tak Bersambut
321
321. Datangi Proyek
322
322. Melawan Makhluk Merah
323
323. Kesempatan Bertobat
324
324. Cerita Qiana
325
325. Kuntilanak Laki-Laki
326
326. Kembali Ke Panti
327
327. Piring Sesajen
328
328. Air Mata
329
329. Obrolan Ringan
330
330. Direnovasi Lagi
331
331. Kabur Karena...
332
332. Ketemu Lagi
333
333. Mengejar Ratih
334
334. Mau Ikutan
335
335. Mengingatmu
336
336. Qiana Kesal
337
337. Menyelamatkan Ratih
338
338. Datangnya Bala Bantuan
339
339. Waktunya Berkemas
340
340. Banyak Korban
341
341. Niat Ratih
342
342. Fenomena Alam
343
343. Rahasia Batu Topaz
344
344. Usep Dan Tinah
345
345. Perasaan Aneh
346
346. Mimpi Basah
347
347. Curhatan Usep
348
348. Suara Ketukan
349
349. Wanita Berkebaya
350
350. Enggan Pergi
351
351. Ungkapan Perasaan
352
352. Bukan Pelakor
353
353. Peresmian Kantor Cabang
354
354.Ga Ikutan
355
355. Makhluk Apa Itu ?
356
356. Pilih Satu
357
357. Tekad Izar
358
358. Secret Admirer
359
359. Bergabung
360
360. Mendobrak Pintu
361
361. Jangan Ganggu Qiana !
362
362. Masa Lalu Oce
363
363. Tumbal
364
364. Kesempatan Yang Sama
365
365. Mencoba Jujur
366
366. Kambuh
367
366. Luka Qiana
368
368. Dehidrasi Parah
369
369. Ledakan Itu
370
370. Siuman
371
371. Tolong Maafkan
372
372. Ingin Menggantikan
373
373. Hancur Lebur
374
374. Nikah Yuk...
375
375. Merelakan
376
376. Ga Asing

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!