Usia Hanako kini delapan tahun dan duduk di kelas tiga SD. Sedangkan si kembar baru masuk TK A di usianya yang ke empat tahun. Hubungan mereka kian erat karena Faiq sengaja mengatur jadwal khusus untuk ketiganya agar bisa bertemu di akhir pekan.
“ Abang mau Iyaz, Izar dan Hanako jadi dekat dan bisa saling mengenali aura mereka masing-masing dari jarak
beberapa meter. Jadi mereka bisa tau apa yang dibutuhkan saudaranya di saat tertentu. Kalo untuk Iyaz dan Izar jelas ga ada masalah karena mereka terlahir kembar dan sudah memiliki ikatan khusus sejak dalam kandungan. Tapi di sini kan ada Hanako yang juga harus belajar mengenal karakter si kembar begitu pun sebaliknya...,” kata Faiq saat Efliya menanyakan tujuan sang kakak meminta Hanako datang di akhir pekan secara rutin.
“ Tapi kenapa ga di rumah Aku aja Bang, yah maksudku gantian lah sesekali si kembar yang berkunjung ke rumah...,” sahut Efliya.
“ Apa Kamu siap kalo rumahmu punya aura yang kurang nyaman El...?” tanya Faiq.
“ Maksud Abang apaan sih...?” tanya Efliya tak mengerti.
“ Kita kan lagi melatih Anak-anak supaya bisa memanfaatkan kelebihan mereka. Kalo di sini kan Abang bisa menghandle karena rumah ini udah biasa didatangi makhluk tak kasat mata yang sering minta tolong sama Abang, beda sama rumah Kamu. Makanya Abang minta Kita kumpul di sini aja sekalian melatih tiga bocil itu...,” sahut Faiq.
“ Oh gitu. Ya udah, Aku aja yang ke sini Bang. Aku ga siap kalo harus ngeliat penampakan atau sejenisnya di rumahku...,” kata Efliya sambil menggedikkan bahunya hingga membuat Faiq tersenyum.
“ Kita ga harus stay di rumah El. Bisa juga Kita melatih mereka di alam terbuka sekalian refreshing biar ga jenuh...,” kata Faiq.
“ Wah boleh tuh Bang. Kemana dan kapan...?” tanya Efliya antusias.
“ Sekarang Kita ke Pulau seribu. Insya Allah Kita nginap semalam di salah satu pulau di sana...,” sahut Faiq cepat.
“ Sekarang, kok mendadak sih Bang. Aku kan belum nyiapin apa-apa...,” kata Efliya gusar.
“ Emangnya Kamu mau nyiapin apaan sih Ef...?” tanya Shera sambil tersenyum.
“ Yah namanya juga punya anak kecil, pasti ada yang harus disiapin kan Kak...,” sahut Efliya.
“ Udah Kamu tenang aja. Semua udah Kakak siapin kok. Kita tinggal jalan aja. Tuh, si Heru aja udah stand by di depan...,” kata Shera sambil menunjuk Heru yang duduk di teras depan.
Efliya menoleh dan melihat suaminya sedang bersenda gurau dengan Hanako dan si kembar di teras rumah. Efliya tersenyum lalu bergegas menyusul suaminya.
“ Bundaaa...!” panggil Hanako sambil menghambur ke pelukan Efliya.
“ Iya Sayang. Kita mau jalan-jalan hari ini, Hanako senang ya...?” tanya Efliya sambil merapikan hijab Hanako.
“ Senang dong Bun. Apalagi jalan bareng sama Iyaz dan Izar...,” sahut Hanako antusias.
“ Tapi Aku ga suka jalan sama Cici Bun. Abisnya Cici kan cerewet...,” sahut Izar ketus hingga membuat Efliya tertawa.
“ Sembarangan aja kalo ngomong. Aku bukan cerewet ya, tapi Aku tuh ngasih tau supaya Kamu ga jatuh...,” sahut
Hanako tak terima.
“ Tapi kalo ngasih taunya kaya gitu itu namanya cerewet Cici...,” kata Iyaz sambil merangkul bahu kembarannya dan diangguki Izar.
“ Iiihh, Kalian tuh nyebelin banget sih...,” sahut Hanako sambil menghentakkan kakinya ke tanah lalu melangkah
masuk ke dalam mobil.
Heru dan Efliya kembali tertawa melihat keributan kecil diantara Hanako dan si kembar. Sedangkan Farah dan Erik yang juga tengah memperhatikan tingkah ketiga cucunya itu pun ikut tertawa.
“ Papa sama Mama ga ikut...?” tanya Efliya.
“ Ga dulu ya Nak. Ada undangan dari teman Papa yang harus Kami hadiri. Insya Allah lain kali Kami ikut...,” sahut Erik sambil mengusap punggung Efliya dengan lembut.
“ Ga seru dong, tapi gapapa deh...,” kata Efliya lalu memeluk Erik dan Farah bergantian.
Tak lama kemudian Farah dan Erik melepas kepergian anak, menantu dan cucu mereka yang akan berlibur itu dengan senyum mengembang.
\=====
Rombongan Faiq tiba di salah satu pulau di Kepulauan Seribu setelah menempuh perjalanan via laut. Saat tiba di pulau yang dimaksud mereka disambut oleh seorang pria yang ternyata teman Faiq yang bernama Zacki.
“ Assalamualaikum Zack...,” sapa Faiq.
“ Wa alaikumsalam Faiq. Apa kabar Bro, kirain ga jadi ke sini...,” sahut Zacky sambil merangkul Faiq erat.
“ Insya Allah jadi lah. Oh iya kenalin nih keluarga Gue. Ini Istri Gue, Adik Gue dan itu Suaminya yang Polisi itu...,” kata Faiq sambil memperkenalkan anggota keluarganya satu per satu.
“ Keren. Nah kalo tiga Anak cakep itu siapa...?” tanya Zacki sambil menunjuk Hanako dan si kembar.
“ Yang kembar itu Anak Gue, yang cantik itu keponakan Gue. Anak-anak, sini salam dulu sama Om Zacki...!” panggil Faiq.
Iyaz, Izar dan Hanako pun menghampiri Faiq lalu mencium punggung tangan Zacki sebagai salam perkenalan.
Setelahnya ketiganya berlarian di pantai sambil tertawa senang. Shera dan Efliya pun bergabung dengan ketiga anak mereka sedangkan Faiq dan Heru memilih berbincang dengan Zacki.
“ Situasinya rame gini ya Bang kalo weekend...?” tanya Heru.
“ Iya, makanya kalo Faiq ga bikin janji dulu sama Gue belum tentu ketemu sama Gue sekarang. Maklum lah Gue kan guide ngetop, jadi banyak tamu yang minta Gue jadi pemandu tour mereka selama ada di pulau ini...,” gurau Zacki hingga membuat Faiq berdecak sebal.
Heru pun tertawa melihat reaksi Faiq saat Zacki mengatakan hal itu. Apalagi saat Faiq membalas gurauan Zacki, ketiganya pun kembali tertawa. Sementara itu Shera dan Efliya asyik mengamati si kembar dan Hanako yang sibuk bermain pasir sambil menikmati air kelapa muda yang disajikan Zacki.
Iyaz, Izar dan Hanako sedang asyik membuat istana pasir. Masing-masing membuat bentuk yang berbeda. Dan saat itu lah Iyaz tak sengaja melihat sosok anak kecil yang tengah bermain seorang diri di dekat perahu yang bersandar di pantai.
Semula Iyaz ingin mengabaikan anak kecil itu, namun ia urungkan karena merasa iba. Lalu Iyaz mendekati anak kecil itu bermaksud mengajaknya bermain bersama. Iyaz sedikit ragu karena melihat penampilan anak kecil itu yang ‘agak berbeda’. Tubuh dan pakaiannya lusuh, wajahnya juga pucat dengan kulit yang kering seolah mengalami dehidrasi.
“ Hai, ngapain di sini sendiri. Gimana kalo main sama Aku dan saudaraku di sana...,” kata Iyaz ramah.
“ Emangnya boleh...?” tanya anak kecil yang berusia lima tahun itu.
“ Boleh dong. Yuk ikut Aku...,” ajak Iyaz sambil menggamit tangan anak kecil itu.
“ Aku Adi. Nama Kamu siapa...?” tanya Adi sambil melangkah di samping Iyaz.
“ Aku Iyaz, kalo ini kembaranku namanya Izar. Kalo yang itu panggil aja Cici...,” sahut Iyaz sambil memperkenalkan Izar dan Hanako yang tampak tersenyum ramah menyambut Adi.
Merasa mendapat tempat, Adi pun ikut bergabung dengan si kembar dan Hanako untuk membangun istana pasir.
Beberapa saat kemudian permainan mereka berakhir setelah mereka berhasil membangun istana pasir sesuai keinginan mereka.
“ Kita ganti permainan yuk...,” kata Hanako.
“ Iya, Aku juga udah bosan main pasir...,” sahut Izar.
“ Terus main apa dong...?” tanya Iyaz.
“ Gimana kalo main petak umpet aja...,” saran Adi.
“ Petak umpet, ngumpetnya di mana. Kan ga ada tempat buat sembunyi...,” sahut Hanako.
“ Bisa, di sana di dekat perahu banyak tempat untuk sembunyi...,” kata Adi sambil menunjuk ke deretan perahu yang sedang bersandar di tepi pantai.
Hanako dan si kembar saling menatap sejenak lalu mengangguk. Lalu mereka berempat pun bergeser ke dekat perahu untuk bermain petak umpet. Efliya dan Shera tak terusik dengan pergerakan Hanako dan si kembar karena masih bisa dilihat langsung dari tempat mereka duduk.
Permainan petak umpet berlangsung seru. Mereka bergantian mencari. Hingga tiba lah giliran Hanako yang kalah dan harus mencari Iyaz, Izar dan Adi. Saat itu Iyaz sembunyi bersama Adi. Namun karena khawatir ketahuan, Adi pun memanjat ke dalam perahu.
“ Ga usah ngumpet di dalam sana Di, nanti Cici susah nyarinya...,” kata Iyaz mengingatkan.
“ Biar seru Yaz. Kalo gampang ketemu kan ga seru...,” sahut Adi yang telah berhasil naik ke atas perahu dan sembunyi di dalamnya.
Seperti dugaan Adi, dengan mudah Hanako menemukan Iyaz dan Izar yang sembunyi di sela deretan perahu. Namun Hanako kesulitan mencari Adi yang sembunyi di dalam perahu. Hanako pun memanggil nama Adi agar segera keluar dari tempat persembunyiannya namun gagal.
“ Adi Kamu ngumpet dimana sih...?!” tanya Hanako dengan suara lantang.
Sedangkan tak jauh dari Hanako tampak Iyaz dan Izar tersenyum diam-diam melihat Hanako yang mulai kesal karena kelelahan mencari Adi.
“ Aku capek nih. Kamu tau ga dimana Adi...?” tanya Hanako pada si kembar.
“ Aku tau, tapi apa imbalannya kalo Aku kasih tau Kamu...?” tanya Iyaz.
“ Mmm, jatah ice cream Aku buat Kamu...,” sahut Hanako asal.
“ Ok deal. Adi ada di dalam sana...,” kata Iyaz setengah berbisik sambil menunjuk ke dalam perahu tempat Adi sembunyi.
“ Di dalam sana, Kamu yakin...?” tanya Hanako ragu.
“ Iya, udah buruan deh...,” sahut Iyaz gemas.
Hanako, Iyaz dan Izar pun memanjat masuk ke dalam perahu yang dimaksud. Namun saat Hanako berhasil menginjakkan kakinya di bagian dalam perahu ia nampak terkejut dan berhenti melangkah hingga membuat Iyaz dan Izar protes.
“ Jalan dong Ci, ngapain berhenti di situ sih. Aku hampir jatuh nih...,” protes Izar.
“ Malah bengong lagi. Cici...!” sentak Iyaz hingga mengejutkan Hanako yang refleks menoleh kearah Iyaz sambil
menunjuk sesuatu dengan jari telunjuknya.
“ Ada apaan...?” tanya Iyaz dan Izar bersamaan.
“ Itu...,” sahut Hanako dengan suara tercekat.
Hanako, Iyaz dan Izar melihat Adi terduduk diam tak bergerak dengan tubuh yang mengering. Pakaian yang ia
kenakan masih sama meski pun nampak sobek di sana sini. Di sampingnya terlihat arwah Adi berdiri sambil menatapi jasadnya dengan tatapan sedih lalu menoleh kearah Hanako, Iyaz dan Izar.
" Makasih udah nemuin jasadku. Ga ada yang tau kalo Aku udah meninggal sejak beberapa hari yang lalu gara-gara Aku sembunyi di sini pas main petak umpet sama teman-temanku. Makasih Iyaz, Izar, Cici...," kata arwah Adi sambil tersenyum sebelum menghilang terbawa angin laut.
Hanako, Iyaz dan Izar tertegun sejenak menyaksikan fenomena aneh di hadapan mereka. Sedetik kemudian tanpa aba-aba ketiganya menjerit keras memanggil ayah mereka.
“ Ayaahh...!” jerit Iyaz, Izar dan Hanako bersamaan.
Bisa ditebak bagaimana reaksi Faiq dan Heru. Keduanya sontak menoleh kearah asal suara dan berlari secepat
mungkin. Shera dan Efliya yang mendengar jeritan ketiga anak kecil itu pun terlihat panik. Kini bukan hanya keluarga Faiq yang dibuat heboh, tapi seluruh wisatawan dan pengurus pulau.
Faiq dan Heru bergegas naik ke dalam perahu dan langsung memeluk ketiga anak kecil yang menjerit ketakutan itu. Setelah berhasil menenangkan ketiganya, Faiq dan Heru mulai mengurus jenasah Adi yang terbujur kaku di lantai perahu.
“ Kalian gapapa kan..?” tanya Faiq sambil mengusap kepala Hanako dan si kembar bergantian.
Hanako dan si kembar menggeleng lalu kembali membenamkan wajah mereka di pelukan sang bunda. Faiq meraih Iyaz dari pelukan Shera dan menggendongnya. Faiq tak menyangka jika liburan kali ini harus berhadapan langsung dengan hal mistis.
“ Kamu gapapa kan Nak...?” tanya Faiq sambil mengecup kepala Iyaz dengan sayang.
“ Gapapa Yah. Cuma kaget aja. Soalnya tadi Aku, Izar sama Cici abis main bareng sama Adi. Kok tau-tau Adi udah kaya gitu...,” sahut Iyaz lirih.
“ Kalian main bareng tadi...?” tanya Faiq takjub.
“ Iya Yah...,” sahut Iyaz mantap.
Faiq menggelengkan kepalanya karena salut dengan kemampuan Hanako dan si kembar yang bisa berinteraksi
dengan hantu Adi yang diperkirakan telah meninggal sejak beberapa hari yang lalu itu.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 376 Episodes
Comments
Lady Dimitri
penasaran dr jaman aku dan kamu berbeda.. yg keturunan chinese siapa si thor . heru apa efliya?
2023-07-12
0
Aya Vivemyangel
smpi skrg blm bs mengimajinasikan sosok Faiq 😄 kalau biasay karakter CEO / mafia gmpg aja anggep aja kyk Massimo 😂 apa oppa Korea , tp ini melokal bgt sosoky blm Nemu , kalau utk gestur tbh g kotak" bgt tp proposional ganteng kalem syg klrg , siapa ya kira" artis indo yg masuk 🤔 ,,, ooh Iko Uwais deh boleh 80/90% lah masuk jd visual Faiq , imajinasiq aja ya Thor 😂😂
2022-06-16
1
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
klo meninggal bbrp hari pasti bau menyengat seperti bangkai. masa gak ada yg tau sih. apa lg banyak perahu d sana pasti para nelayan masi pakai tu perahu.
2021-12-17
1