Episode 20

"Bukk..." Sebuah tendangan yang mengenai punggung Riswan hingga terjungkal di lantai dan tidak sadarkan diri

"Kau siapa?' Tanya Salman dengan menunjuk kepada orang itu dengan sempoyongan

"Ah... Buk... Buk... Buk..." Orang itu kembali menendang perut Salman dengan penuh emosi yang membabi buta

"A..." Pekiknya kesakitan dan berusaha berdiri. Namun terjatuh lagi dan lagi

"Buk..." Sebuah pukulan yang mengenai pipi Salam sebelah kanan

"Lukman cukup" Teriak Syuhada ketakutan

"Syu. Biarkan aku memberikan pelajaran kepada orang-orang ini" Ucap Lukman dengan emosi

"Cukup" Teriak Syuhada mencegah Lukman agar tidak memukulinya kembali

"Lukman apa yang kau lakukan" Ucap Syuhada ketakutan dengan melihat Salman dan Riswan berlumuran darah

"Bagaimana dengan mu apa kau baik-baik saja?" Tanya Lukman dengan memeriksa keadaan Syuhada

"Iya aku baik-baik saja" Jawab Syuhada dengan lirih

"Syu... Kenapa kau bisa berada di tempat ini?" Tanya Lukman yang semakin penasaran

"Aku datang kemari bersama dengan..." Jawab Syuhada terpotong

"Kita harus pergi! Biarkan saja orang tidak berguna itu di sini" Jawab Lukman dengan menarik lengan Syuhada. Namun Syuhada masih terpaku di tempatnya

"Ayo, tunggu apa lagi!" Ucap Lukman melepaskan jaket miliknya dan memakaikannya untuk menutupi tubuh Syuhada dan segera mengajaknya untuk pergi dari tempat itu

"Man... Di dalam ada" Jawab Syuhada dengan terbata-bata

"Sudah lupakan saja orang itu! Kau harus ikut dengan ku sekarang juga" Perintah Lukman segera berjalan dan mengandeng Syuhada yang tubuhnya masih bergetar ketakutan

Syuhada mengikuti langkah kaki Lukman hingga sampai ke tempat parkiran.

"Naiklah!" Ajak Lukman yang ingin membonceng Syuhada dengan segera Syuhada menaiki motor milik Lukman dan meninggalkan tempat itu

Lukman mengajak Syuhada pergi ke rumah miliknya. Sesampainya di rumah Lukman, Syuhada segera turun dari motor milik Lukman.

"Man... Kenapa kau membawaku ke mari?" Tanya Syuhada yang tidak mengerti

"Kau akan aman jika berada di rumah ku" Jawab Lukman dengan tersenyum

"Tapikan Man... Aku tidak ingin merepotkan mu" Ucap Syuhada menundukkan kepalanya

"Sudahlah. Ayo, kita masuk ke dalam!" Ajak Lukman dengan mengandeng tangan milik Syuhada

Ibu Lukman yang berada di dalam rumah mendengarkan suara motor milik Lukman dan segera menuju ke luar rumah.

"Bu..." Panggil Lukman dari luar rumah

"Iya Man. Ada apa kau pulang jam segini?" Tanya Bu Denok dengan segera membukakan pintu tersebut

"Lukman" Ucap Bu Denok dengan terbata-bata dengan melihat penampilan Lukman saat ini yang cukup berantakan

"Bu biarkan aku masuk" Jawab Lukman yang melihat Ibunya masih berdiri di depan pintu rumah miliknya

"Oh... Masuklah, Man" Ucap Bu Denok

Dengan segera Lukman dan Syuhada masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu, di ikuti oleh Bu Denok yang masih berdiri melihat ke arah wajah Syuhada dengan tatapan tidak suka melihat kedatangan Syuhada di rumahnya.

"Hm..." Suara Bu Denok yang berdehem

"Bu" Panggil Lukman dengan lirih

"Kenapa kau pulang jam segini? Apa Bos mu memecat mu?" Tanya Bu Denok dengan melipat kedua tangan miliknya dan masih berdiri di hadapan Lukman dan Syuhada

"Tidak Bu" Jawab Lukman dengan singkat

"Kenapa kau membawa perempuan ini ke rumah ku?" Tanya Bu Denok dengan melihat wajah Syuhada

"Oh begini, Bu. Tanpa sengaja saat aku sepulang mengantarkan pesanan makanan. Aku melihat Syuhada di bawa paksa oleh lelaki dan aku menolongnya" Jawab Lukman menjelaskannya

"Begitu rupanya. Kau tidak menanyakan siapa laki-laki itu atau jangan-jangan laki-laki itu simpanan Syuhada" Ucap Bu Denok

"Apa maksud Ibu berbicara seperti itu kepada Syuhada?" Tanya Lukman segera berdiri dari tempat duduknya

"Man... Ibu mohon kau jangan berurusan lagi dengan perempuan itu. Aku tidak ingin kau terkena masalah hanya karena kau ingin menolong perempuan itu" Jawab Bu Denok dengan menunjuk ke arah wajah Syuhada yang masih duduk di ruang tamu

"Masalah apa, Bu?" Tanya Lukman yang bingung dengan ucapan Bu Denok

"Kau tau kan siapa Bapak dia? Bapaknya seorang penjahat! Di mata orang-orang Bapaknya hanya sebagai sampah masyarakat" Jawab Bu Denok dengan memelototkan kedua bola matanya kepada Syuhada

"Bu jangan pernah berbicara seperti itu kepada Bapakku. Tolong jaga ucapan Ibu!" Ucap Syuhada segera berdiri dari tempat duduknya dan tidak terima dengan ucapan Bu Denok

"Toh nyatanya benar apa yang aku ucapkan selama ini. Bapakmu keluar masuk dalam penjara, bahkan sampai saat ini Bapakmu masih berada di dalam terpuji besi untuk menebus semua kesalahannya" Jawab Bu Denok menjelaskannya

"Apa" Ucap Syuhada dengan terkejut

"Hahaha....Kau sebagai anaknya saja tidak tau. Hello... Selama ini kau pergi ke mana saja?" Tanya Bu Denok kepada Syuhada

"Bu sudahlah jangan di besar-besarkan lagi" Sambung Lukman

"Apa benar Man, Bapakku saat ini berada di dalam penjara?" Tanya Syuhada dengan menangis

"Iya benar lah" Sahut Bu Denok dengan sinis

"Astaga Bu" Ucap Lukman

"Apa benar, Man?" Tanya Syuhada

"Iya benar Syu. Aku juga baru mengetahui saat diriku melaporkan kepada Polisi atas menghilangnya dirimu" Jawab Lukman menjelaskannya

"Hahaha" Suara tertawa Bu Denok

"Bu tolong jangan seperti itu kepada Syuhada!" Ucap Lukman yang merasa kasihan kepada Syuhada

"Sudah lah kau pulang saja ke rumah milikmu dan aku sudah malas melihat wajahmu itu" Perintah Bu Denok dengan menunjukkan arah pintu keluar rumah

"Bu" Bentak Lukman dengan kesal

"Man. Ibu ingatkan sekali lagi kepada mu. Kau jangan pernah temui perempuan itu dan jangan pernah membantunya lagi" Teriak Bu Denok segera masuk ke dalam kamar miliknya dan membanting pintu kamar tersebut dengan cukup keras

"Astaghfirullah" Ucap batin Syuhada

"Man... Aku harus pergi" Ucap Syuhada segera berjalan ke luar rumah

"Tunggu Syu" Cegah Lukman dan menghentikan langkah kaki Syuhada

"Aku harus pergi! Terimakasih kau lagi-lagi sudah menolongku" Jawab Syuhada dengan membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepada Lukman

"Aku akan mengantarmu pulang" Ucap Lukman

"Tidak perlu atau Ibumu nanti akan memarahi mu lagi" Jawab Syuhada segera pergi

"Baiklah kalau kau menolak. Kau harus berhati-hati di jalan, hubungi aku jika sampai di rumah dan segera menelepon ku jika dirimu sedang mengalami masalah" Ucap Lukman dengan lantang

"Terimakasih Man" Jawab Syuhada tersenyum kembali kepada Lukman

"Astaga senyuman mu itu yang membuat diriku semakin jatuh cinta kepada dirimu, Syu" Gumam Lukman yang masih melihat kepergian Syuhada

"Apa yang kau lihat?" Tanya Bu Denok saat keluar dari kamar miliknya

"Bu... Kenapa Ibu berbicara seperti itu kepada Syuhada. Padahal Syuhada tidak pernah melakukan kesalahan kepada Ibu?" Tanya Lukman balik kepada Bu Denok

"Stop! Jangan pernah kau menyebut lagi nama Syuhada di rumah ini" Jawab Bu Denok kembali masuk ke dalam kamar miliknya

Lukman yang melihat kelakuan Ibunya hanya bisa mengelus dada miliknya.

Bersambung... ✍️

Yuk Kak baca novel baru ku yang berjudul HATI PEREMPUAN

Terpopuler

Comments

🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ

🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ

ibu Lukman jahat banget...

2021-12-19

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!