Episode 14

"Dirly kita harus pulang ke rumah" Perintah Tuan Anas kepada Dirly sang asisten

"Baik Tuan" Ucap Dirly segera menyalakan mesin mobil miliknya dan segera pergi

Dengan tergesa-gesa Tuan Anas masuk ke dalam rumahnya di ikuti oleh Dirly sang asisten yang selalu setia mengikuti kemanapun perginya Tuan Anas.

"Bu..." Panggil Tuan Anas dengan berteriak

"Bu... Ibu" Teriak Tuan Anas dengan lantang dan berkacak pinggang berada di lantai bawah

"Tuan... Tuan sudah pulang?" Tanya Bu Mijah dengan tersenyum

"Dimana Ibu ku, Bu?" Tanya Tuan Anas balik

"Nyonya... Nyonya ada di kamarnya Tuan" Jawab Bu Mijah dengan menundukkan kepalanya

Dengan segera Tuan Anas pergi menuju ke kamar Bu Anna. Tuan Anas membanting pintu kamar Bu Anna dan segera masuk ke dalam kamar tersebut.

"Bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar orang?" Tanya Bu Anna segera berdiri dari tempat duduknya

"Tidak bisa" Jawab Tuan Anas dengan membentak

"Anas... Aku ini Ibumu" Ucap Bu Anna

"Dimana Ibu menyembunyikan wanita ku?" Tanya Tuan Anas penuh dengan penekanan

"Apa kau bilang wanita" Jawab Bu Anna menampar pipi Tuan Anas dengan sangat keras

"Tuan..." Panggil Dirly yang melihat Tuan Anas di tampar oleh Bu Anna dan segera menolongnya

"Kau tetaplah diam di situ! Ini urusan ku dan anakku" Ucap Bu Anna memelototkan kedua bola matanya kepada Dirly. Dengan segera Dirly keluar dari kamar tersebut dan berdiri di luar kamar

"Bu... Di mana Syuhada?" Tanya Tuan Anas

"Ibu tidak tau" Jawab Bu Anna membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke atas tempat tidur miliknya

"Bu... Aku tau Ibu yang sudah membawa Syuhada dari villa" Ucap Tuan Anas

"Pergilah dari kamar ku! Aku ingin beristirahat!" Usir Bu Anna dengan segera Tuan Anas keluar dari kamar milik Bu Anna dan mencari Syuhada di setiap sudut rumah miliknya

"Syu... Syuhada" Teriak Tuan Anas begitu kencang

"Dirly kau cari di lantai bawah dan aku akan mencari Syuhada di lantai atas" Perintah Tuan Anas segera berlari menuju ke lantai atas

"Anas apa yang kau lakukan di rumah ku" Teriak Bu Anna yang keluar dari dalam kamar miliknya dan geram melihat Anas seperti orang yang sedang kesurupan

Semua kamar yang berada di lantai atas sudah terbuka semua dan hasilnya nihil tidak ada Syuhada. Saat melewati ruang kerja miliknya, tanpa sengaja Tuan Anas melihat bayangan seorang wanita dalam cermin besar yang tergantung di dinding.

"Siapa itu" Ucap batin Tuan Anas

"Siapa yang sudah berani masuk ke dalam ruang kerja milikku" Ucap Tuan Anas segera masuk ke dalam

"Kau siapa?" Tanya Tuan Anas

"Kau..." Jawab Syuhada terbata-bata saat membalikkan tubuhnya melihat Tuan Anas yang berdiri tepat di hadapannya saat ini

"Rupanya kau di sini, Sayang" Ucap Tuan Anas dan segera memeluk Syuhada dengan begitu erat

"Lepaskan aku" Jawab Syuhada memberontak dan segera berlari menuju ke lantai bawah

"Bu... Ibu... Tolong aku penjahat itu ada di rumah ini" Teriak Syuhada segera berlari menuju ke arah Bu Anna dan memeluk Bu Anna dengan ketakutan

"Mana penjahatnya?" Tanya Bu Anna dengan melihat keadaan sekitarnya

"Itu Bu orangnya" Jawab Syuhada segera melepaskan pelukannya dan menunjuk ke arah Tuan Anas yang baru menuruni anak tangga

"Anas... Ibu sudah katakan kepada mu bukan. Pergilah dari rumah ku" Usir Bu Anna dengan kesal

"Bu... Aku datang kemari untuk membawa pergi Syuhada" Ucap Tuan Anas berjalan menuju ke arah Ibunya yang berdiri bersama Syuhada yang merasa ketakutan

"Tetaplah di tempat mu Anas dan jangan mendekat" Bentak Bu Anna

"Bu. Kenapa Ibu jadi seperti ini kepada Anas?" Tanya Tuan Anas

"Bu... Ibu... Kenapa Tuan Anas selalu memanggil Bu Anna dengan sebuah Ibu? Apa Tuan Anas anaknya Bu Anna" Ucap batin Syuhada yang tidak tau

"Ibu menjadi seperti ini, itu semua karena ulah mu Anas. Umurmu sudah tidak lagi muda Anas. Tetapi kenapa tingkah laku mu seperti menandakan kau itu masih seperti anak SMA. Kau salah Anas, kau menjadi orang jahat dengan merampas kehormatan Syuhada" Jawab Bu Anna dengan menangis

"Bu... Bapak dia yang sudah menjualnya kepada ku dan aku berhak atas hidupnya" Ucap Tuan Anas tertawa melihat Syuhada

"Plakk" Sebuah tamparan keras yang dilayangkan oleh Bu Anna kepada Tuan Anas di pipi sebelah kanan

"Aw..." Pekiknya

"Apa Ibu selama ini mengajarkan seperti itu kepada dirimu? Kau tidak pernah berubah Anas, Kau semakin gila dengan wanita setelah kau di campakkan oleh Namira" Ucap Bu Anna yang masih menangis dan Syuhada yang melihat pertengkaran di antara mereka hanya berdiam diri di belakang tubuh Bu Anna

"Bu... Sudahlah jangan menangis" Jawab Tuan Anas segera menghapus air mata Ibunya

Bu Anna yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Tuan Anas hanya terdiam saja.

"Ayo, Kau harus ikut dengan ku!" Ajak Tuan Anas dengan menarik tangan Syuhada

"Tuan Anas Mikail. Jika dirimu ingin membawa pergi Syuhada dari rumahku. Maka kau harus menikahi Syuhada terlebih dahulu" Teriak Bu Anna yang menghentikan langkah kaki Tuan Anas

Deg

"Apa aku tidak salah mendengarkannya?" Tanya Tuan Anas membalikkan tubuhnya dan melepaskan tangan Syuhada

"Tidak" Jawab Bu Anna dengan berkacak pinggang

"Aku tidak akan pernah menikahi wanita ini. Wanita murahan" Ucap Tuan Anas dengan menunjuk ke arah wajah Syuhada dan Syuhada mulai menangis dengan ucapan Tuan Anas

"Apa kau sedang menentang keputusan, Ibu mu?" Tanya Bu Anna geram

"Tidak" Jawab Tuan Anas kembali membawa Syuhada dengan cara paksa

"Lepaskan perempuan itu" Teriak Bu Anna

"Bu... Dia itu wanita ku. Jadi Ibu jangan ikut campur urusan ku" Jawab Tuan Anas

"Urusan mu menjadi urusan ku juga. Kau itu anakku dan dia itu karyawan ku. Jika kau ingin membawa dia pergi maka kau harus menikahi Syuhada terlebih dahulu" Ucap Bu Anna

"Aku tidak ingin menikah" Jawab Tuan Anas segera pergi dari rumah Bu Anna dan membawa paksa Syuhada untuk ikut bersamanya

"Prittt" Suara bunyi pluit milik Bu Anna dengan begitu keluarlah para anak buah Bu Anna dari tempat persembunyiannya

"Astaga kalian siapa?" Tanya Tuan Anas saat di kepung oleh mereka

"Tuan" Ucap Dirly yang ingin menolong Tuan Anas. Namun di cegah oleh para anak buah Bu Anna

"Ck. Dasar lemah" Umpat Tuan Anas kepada Dirly

"Bawa Tuan Anas ke dalam kamar miliknya dan berikan pelajaran untuknya" Perintah Bu Anna

"Siap Bos" Ucap Agung Kepala anak buah Bu Anna dan segera membawa Tuan Anas masuk ke dalam kamar miliknya

"Apa maksud Ibu?" Tanya Tuan Anas dengan memberontak kepada Agung yang sudah menyeretnya menuju ke kamar Tuan Anas

"Kunci dan pastikan dia tidak kabur" Ucap Bu Anna dengan tegas

"Siap Bos" Jawabannya dan pergi

"Tuan..." Panggil Dirly melihat Tuan Anas di bawa pergi

"Dan untuk kau Dirly pulanglah ke rumah mu. Aku bosan melihat wajah mu! Kau selalu saja mengikuti setiap ucapan dan perintah Anas. Apa kau tidak bosan menjadi asistennya?" Tanya Bu Anna dengan menunjuk ke arah wajah Dirly sang asisten Tuan Anas

"Maaf. Nyonya aku harus menolong Tuan Anas" Jawab Dirly dengan menundukkan kepalanya

"Bawa dia keluar dari rumahku! Aku tidak ingin berbicara dengannya lagi" Perintah Bu Anna kepada anak buahnya

"Siap Bos" Jawabannya dan segera membawa Dirly keluar

"Syu... Maafkan anakku" Ucap Bu Anna dengan memeluk Syuhada

"Bu... Aku tidak mengerti apa yang sudah terjadi di hadapan ku saat ini. Apa benar yang aku dengarkan kalau Tuan Anas adalah anak Ibu?" Tanya Syuhada dengan melihat wajah Bu Anna yang tengah bersedih

"Iya benar, Syu... Anas adalah anakku" Jawab Bu Anna dengan melihat wajah Syuhada

Deg

Bersambung... ✍️

Terpopuler

Comments

◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉

◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉

Ceilehh bu Anna keyennn euyyy....

2023-02-20

0

✰͜͡v᭄pit_hiats

✰͜͡v᭄pit_hiats

hai dirly👋👋

2021-12-16

0

Teteh Nadia

Teteh Nadia

hai kak saling dukung ya

"terpaksa menikah lagi".

2021-12-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!