Malam hari
Tuan Anas baru pulang kerja pada pukul sembilan malam dan dirinya segera masuk ke dalam kamar miliknya. Beberapa menit kemudian Tuan Anas akan pergi kembali dengan setelah pakaian santai yang Ia kenakan.
"Kau akan pergi ke mana, Anas?" Tanya Bu Anna yang duduk di ruang tengah sedang membaca buku
"Aku pergi sebentar, Bu" Pamit Tuan Anas segera pergi
"Tunggu" Ucap Bu Anna dengan lantang dan menghentikan langkah kaki Tuan Anas
"Apa lagi sih, Bu?" Tanya Tuan Anas dengan malas membalikkan tubuhnya
"Apa kau pikir ini hotel? Sehingga kau bebas keluar masuk menginap di sini seenak mu saja" Jawab Bu Anna berdiri tepat di depan Tuan Anas
"Bu... Aku akan pergi sebentar dan setelah itu aku akan pulang" Ucap Tuan Anas dengan santai dan berjalan
"Anas... Kenapa kau sekarang menjadi anak yang tidak tau diri. Ibu tau kau di luar sana sedang mencari perempuan untuk kau kencani setiap malam mu dan kau pulang selalu larut malam" Jawab Bu Anna dengan lantang
"Bu. Aku hanya pergi ke rumah temanku saja. Jadi kenapa Ibu berpikiran seperti itu kepada ku" Ucap Tuan Anas berbohong
"Kau jangan berbohong kepada Ibu, Anas" Jawab Bu Anna geram
"Bu. Sudahlah, Ibu hanya menuduhku saja tanpa alasan yang jelas dan bukti yang jelas" Ucap Tuan Anas
"Kau bisa menjawab seperti itu, Anas. Lihatlah ini semua" Teriak Bu Anna dengan melemparkan begitu banyak foto Tuan Anas sedang tidur bersama seorang wanita
"Apa ini, Bu" Ucap Tuan Anas berjongkok dan melihat foto tersebut
Deg
"Dari mana Ibu mendapatkan ini semua" Ucap batin Tuan Anas
"Apa kau akan menyangkal lagi?" Tanya Bu Anna dengan marah
"Bu. Dari mana Ibu mendapatkan foto ini semua?" Tanya Tuan Anas balik
"Kau tidak perlu mengetahuinya Ibu mendapatkan semua foto itu dari mana" Jawab Bu Anna dengan memalingkan wajahnya
"Bu semua foto ini jelas-jelas editan dan Ibu percaya begitu saja" Ucap Tuan Anas dengan gugup
"Kau sudah berubah Anas. Kau bukan Anas anak Ibu yang dulu, Anakku tidak mungkin mau tidur dengan wanita ******" Jawab Bu Anna menangis dan duduk di kursi
"Bu jangan menangis. Aku tidak seperti yang ada di dalam foto itu, Bu. Percayalah" Ucap Tuan Anas meyakinkan kepada Bu Anna dan menghapus air mata Ibunya
"Ibu tau kau kecewa kepada Namira. Bukankah seharusnya kau lebih dewasa menerima itu semua dan memilih wanita lain untuk kau jadikan istrimu" Jawab Bu Anna yang menangis
"Iya, Bu. Anas mengerti" Ucap Tuan Anas lirih dengan memeluk Bu Anna
"Berjanjilah kepada Ibu mu ini jangan lagi kau melakukan hubungan **** kepada wanita ******. Ibu takut kau akan mendapatkan masalah dan bahkan bisa-bisa kau akan mendapatkan penyakit nanti" Jawab Bu Anna cemas
"Bu... Aku tidak seperti itu" Bantah Tuan Anas
"Kau tau wanita seperti mereka hanya ingin bersenang-senang dan membuat mu jatuh cinta terus wanita itu akan menguasai seluruh harta milikmu, Nak" Ucap Bu Anna dengan mengusap wajah Anas
"Bu sudahlah jangan berlebihan" Jawab Tuan Anas segera berdiri
"Anas dengarkan ucapan Ibumu ini, Nak" Ucap Bu Anna
"Baiklah sekarang Ibu tenangkan diri dan masuk ke dalam kamar Ibu" Perintah Tuan Anas mengantarkan Bu Anna ke kamarnya
"Anas" Panggil Bu Anna dengan lirih
"Iya Bu. Anas akan di sini menemani Ibu" Ucap Tuan Anas segera duduk di samping tempat tidur Ibunya
Tuan Anas yang menemani Bu Anna ikut terlelap tidur bersama Ibunya. Beberapa jam kemudian Tuan Anas bagun dan sadarkan diri kalau dirinya ketiduran.
"Jam berapa ini" Ucap Tuan Anas mengusap wajahnya melihat jam tangan miliknya yang menunjukkan pukul satu malam
"Astaga aku harus pergi" Ucap Tuan Anas segera pergi ke luar kamar Bu Anna dan menutup pintunya kembali
"Anas..." Panggil Bu Anna dengan lirih dan tidak di dengarkan lagi oleh Tuan Anas
Tuan Anas mengendarai mobil miliknya menuju ke salah satu Bar. Setelah Tuan Anas sampai di Bar tersebut Tuan Anas di sambut oleh Dirly sang asisten.
"Tuan. Kenapa Tuan baru sampai?" Tanya Dirly
"Hm... Ada sedikit masalah tadi" Jawab Tuan Anas segera duduk di pojok tempat favoritnya dan mulai meminum birnya
"Masalah apa? Kenapa Tuan tidak meneleponku?" Tanya Dirly
"Ini soal Ibuku" Jawab Tuan Anas dengan melihat para wanita yang berjalan lalu lalang di depan matanya
"Oh..." Ucap Dirly lirih dan duduk di samping Tuan Anas
"Apa kau akan berdiam diri saja?" Tanya Tuan Anas yang melihat Dirly hanya mengotak-atikkan ponsel miliknya
"Hm" Jawabannya
"Kau tidak minum? Ini untuk mu" Ucap Tuan Anas menuangkan Bir untuk Dirly
"Maaf Tuan. Untuk malam ini aku tidak akan minum. Jika aku mabuk maka aku akan susah membawa Tuan Anas pulang" Jawab Dirly lirih
"Astaga kau ini. Minumlah sedikit saja" Ucap Tuan Anas mendesaknya
"Tidak Tuan" Jawab Dirly
"Ok baiklah. Dirly apakah kau sudah menemukan wanita perawan untuk ku?" Tanya Tuan Anas dengan meminum kembali bir miliknya
"Maaf aku belum menemukannya, Tuan. Di jaman sekarang susah mencari wanita yang masih perawan" Jawab Dirly
"Hm... Kau itu. Kerjamu sangat lambat" Ucap Tuan Anas
.
.
Di tempat lain
"Dasar bajingan" Umpat seseorang laki-laki kepada Pak Adam
"Berikan aku waktu satu minggu, maka aku akan segera melunasi semua hutang milikku" Ucap Pak Adam dengan memohon
"A... Bukk bukkk bukkk" Sebuah pukulan keras yang mendarat di bagian perut Pak Adam hingga dirinya memuntahkan darah
"Kalau kau tidak memiliki modal untuk berjudi sebaiknya kau tidak usah berjudi, merepotkan saja. Kau pikir cari uang itu gampang" Bentak laki-laki itu dengan menendang Pak Adam
"A..." Teriaknya kesakitan
"Bos sepertinya dia memiliki motor baru" Ucap Anak buahnya yang memberitahu bosnya
"Benarkah. Dari mana dia mendapatkan uang untuk membeli motor?" Tanyanya
"Entahlah, Bos" Jawabannya
"Bawa motor itu! Lumayan jika kita jual" Perintah orang tersebut dengan tegas
"Siap Bos" Ucap Anak buahnya
"Jangan bawa motor ku" Teriak Pak Adam segera berlari dan memegang stang motor tersebut
Dengan segera para anak buah itu menyalakan mesin motor tersebut dan pergi begitu saja. Pak Adam yang memegangi stang motor tersebut terpental jatuh saat orang-orang itu mendorong tubuh Pak Adam begitu kuat
"Sial" Teriak Pak Adam segera berdiri
"A... Kemana lagi aku harus mendapatkan uang dalam satu minggu ini" Ucap Pak Adam berjalan kesakitan menuju ke salah satu tempat
"Berikan aku satu botol alkohol" Ucap Pak Adam kepada seorang pelayan
Pak Adam duduk di salah satu tempat yang tidak jauh dari tempat duduk Tuan Anas. Pak Adam mendengarkan semua pembicaraan antara Tuan Anas dengan Dirly sang asisten yang sedang mencari wanita yang masih perawan. Dan seketika Pak Adam memikirkan Syuhada.
Bersambung... ✍️
PROMO NOVEL BARU
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
As Lamiah
ayah yg kejam ih tega 😡
2022-07-01
1
🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ᭄
done mampir..
Salam manis dari "Reinkarnasi Untuk balas dendam"
2022-02-27
0
✰͜͡v᭄pit_hiats
iss kunaon sih😤😤
2021-12-17
0