Episode 19

Setelah selesai bersiap-siap Tuan Anas segera keluar dari dalam kamar miliknya. Tuan Anas berjalan menuju ke ruang makan. Di sana sudah ada Bu Anna dan Syuhada yang tengah sarapan.

"Anas duduklah, Nak" Perintah Bu Anna

"Hm" Jawab Tuan Anas segera duduk di samping Syuhada

"Syu hari ini kau akan pergi dengan Anas ke butik untuk fitting baju pengantin" Ucap Bu Anna dengan tersenyum kepada Syuhada

"Aku rasa tidak perlu, Bu" Jawab Syuhada dengan melirik wajah Tuan Anas yang sedang makan

"Kau tidak perlu menolaknya karena Anas sudah menyetujuinya" Ucap Bu Anna dengan melihat wajah Tuan Anas. Namun tidak ada tanggapan dari Tuan Anas

"Bukan begitu Anas" Ucap Bu Anna kepada Tuan Anas dengan lembut

"Iya" Jawab Tuan Anas dengan singkat

"Kau makanlah! Apa kau ingin tambah lagi?" Tanya Bu Anna kepada Syuhada

"Tidak, Bu. Cukup" Jawab Syuhada tersenyum dan mencegahnya ketika Bu Anna akan menuangkan mie goreng ke piring miliknya

"Aku sudah selesai" Ucap Tuan Anas segera berdiri dari tempat duduknya

"Hei... Kau baru saja memakan dua sendok. Kenapa terburu-buru?" Tanya Bu Anna

"Aku harus pergi" Jawab Tuan Anas

"Syu kau ikutlah Tuan Anas! Segera kabari Ibu jika kalian sudah sampai di butik. Berikan foto kalian jika sudah memakai baju pengantin tersebut" Perintah Bu Anna dengan tersenyum

"Baik Bu" Jawab Syuhada menganggukkan kepalanya

"Aku pergi dulu, Bu" Pamit Tuan Anas segera berjalan dan di ikuti oleh Syuhada

"Hm. Hati-hati di jalan, Nak" Ucap Bu Anna

Tuan Anas berjalan ke luar rumah di ikuti oleh Syuhada.

"Apa kau senang?" Tanya Tuan Anas membalikkan tubuhnya

"Aku" Jawab Syuhada dengan menunjuk ke dirinya sendiri

"Iya. Aku lihat kau dan Ibuku begitu dekat?" Tanya Tuan Anas dengan berkacak pinggang

"Iya aku sudah mengenal Bu Anna sejak aku bekerja di restoran Ranum dan hubungan ku semakin hari semakin baik di karenakan iya memang Bu Anna baik kepada setiap karyawannya" Jawab Syuhada menjelaskannya

"Oh ya" Ucap Tuan Anas segera berjalan kembali

Sampailah di garasi mobil, Tuan Anas memilih salah satu mobil dari banyaknya koleksi mobil miliknya.

"Masuklah" Perintah Tuan Anas dengan segera Syuhada masuk ke dalam mobil tersebut

Tuan Anas menyalakan mesin mobil tersebut dan segera menuju ke butik. Setelah sampai di butik Syuhada maupun Tuan Anas sedang melakukan fitting baju pengantin dan mengirim foto mereka berdua kepada Bu Anna. Dengan begitu Bu Anna akan merasa lega sebelum Tuan Anas melakukan rencana selanjutnya.

Tuan Anas kembali menyalakan mesin mobil miliknya setelah selesai melakukannya fitting baju pengantin.

"Kita akan pergi ke mana?" Tanya Syuhada yang mengetahui mobil yang dikendarai oleh Tuan Anas tidak menuju ke arah jalan pulang ke rumah

"Diamlah kau harus ikut dengan ku" Jawab Tuan Anas dengan melihat wajah Syuhada

"Turunkan aku di sini" Perintah Syuhada

"Kau... Diamlah" Bentak Tuan Anas yang membuat Syuhada ketakutan

Tuan Anas memarkirkan mobil miliknya di salah satu tempat yang tidak di ketahui oleh Syuhada apa tempat itu sebenarnya.

"Tempat apa ini?" Tanya Syuhada yang masih duduk di dalam mobil tersebut

"Cepat turun dan kita masuk ke dalam!" Ajak Tuan Anas

"Aku akan menunggu Tuan di dalam mobil saja" Ucap Syuhada dengan lirih dan menundukkan kepalanya

"Kau... Apa kau akan menunggu ku hingga berjam-jam di dalam mobil ini?" Tanya Tuan Anas dengan memelototkan kedua bola matanya

"Iya tidak masalah jika aku harus menunggu di sini berjam-jam" Jawab Syuhada

"Turun aku harus meeting bersama dengan rekan bisnis ku" Ucap Tuan Anas dengan menarik lengan Syuhada

"Tuan..." Jawab Syuhada lirih

"Ayo!" Ajak Tuan Anas dengan merangkul Syuhada

Syuhada mulai risih dengan melihat keadaan di sekitarnya begitu banyak wanita-wanita cantik yang berpakaian minim dan seksi.

"Tempat apa ini" Ucap batin Syuhada

Tuan Anas mulai menyapa teman-temannya dan tidak menghiraukan Syuhada yang sedari tadi masih berdiri.

"Hei... Cantik duduklah di sini di samping ku" Ucap Salman dan tidak di hiraukan oleh Syuhada

"Cantik kemari lah sayang" Sambung Riswan

"Anas apa temanmu itu tuli?" Tanya Salman dengan kesal

"Tidak. Dia hanya malu-malu kucing" Jawab Tuan Anas dengan tertawa

"Oh begitu rupanya" Ucap Salman segera menghampiri Syuhada

"Sayang duduklah" Ucap Salman dengan menarik lengan Syuhada agar duduk di sampingnya

"Hei... Biarkan dia duduk bersamaku saja" Sambung Riswan yang sudah mabuk

"Anas kapan kau datang?" Tanya Tiara segera mencium bibir Tuan Anas. Syuhada yang melihat pemandangan seperti itu hanya memalingkan wajahnya

"Aku baru saja sampai Sayang" Jawab Tuan dengan Anas tersenyum kepada Tiara

"Terimakasih kau sudah mau datang ke acara reunian ini. Aku besok akan meninggalkan kota ini" Ucap Tiara bersedih dan bersandarkan diri di dada bidang milik Tuan Anas

"Oh... Sayang kenapa kau harus bersedih. Kita kan masih bisa berkomunikasi melalui ponsel dan melakukan video call" Jawab Tuan Anas dengan meminum alkohol yang sudah tersedia di atas meja

Tuan Anas dan Tiara mulai berbicara hingga dirinya tidak sadarkan diri lagi. Syuhada yang berada di samping dua laki-laki yang tidak tau harus berbuat apa. Sesekali kedua laki-laki tersebut mulai menggerayangi tubuh Syuhada. Syuhada yang tidak terima dengan perlakuan mereka. Syuhada menampar pipi kedua laki-laki tersebut.

"Hei... Ada apa dengan mu?" Tanya Tuan Anas yang berjalan sempoyongan menuju ke arah Syuhada

"Anas dari mana kau mendapatkan wanita murahan ini?" Tanya Salman

"Biasalah aku menemukan dirinya di tepi jalan" Jawab Tuan Anas ngelantur

"Ha. Hahaha" Suara tertawa Riswan

"Kau bayar berapa wanita murahan ini? Lihatlah dia berani sekali menampar pipi ku ini?" Tanya Riswan berjalan sempoyongan mengelilingi Syuhada

"Asal kau tau aku sudah membeli dia dengan harga yang sangat mahal" Jawab Tuan Anas dengan tertawa terbahak-bahak

"Oh ya" Sambung Salman yang tidak percaya

"Bapak dia yang menjualnya kepada diriku" Ucap Tuan Anas dengan menunjuk ke arah wajah Syuhada. Syuhada yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Tuan Anas dan teman-temannya mulai menangis

"Apa aku bisa mencobanya?" Tanya Riswan yang berbisik di telinga Tuan Anas dengan lirih

"Ya kau boleh memakainya. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi" Jawab Tuan Anas dengan merangkul Tiara dan mulai mengendus aroma tubuh Tiara

"Hei... Kau ikutlah denganku" Perintah Riswan

"Kau akan membawanya ke mana?" Tanya Salman yang lebih dahulu memegang tangan Syuhada

"Ke hotel aku ingin menikmati tubuh miliknya" Jawab Riswan menarik tangan Syuhada

"Kau tidak boleh melakukan itu. Seharusnya aku yang terlebih dahulu setelah itu baru kau" Ucap Salman kembali menarik tangan Syuhada

Dan terjadilah tarik-menarik di antara mereka berdua.

"Lepaskan aku. Aku tidak ingin ikut bersama dengan kalian" Teriak Syuhada dengan mengibaskan tangan mereka berdua. Namun sayangnya mereka lebih mencengkram tangan milik Syuhada

"Tuan Anas tolong aku" Ucap Syuhada yang tidak di hiraukan oleh Tuan Anas

"Iya sudah kita akan melakukannya secara bersamaan" Ucap Riswan dengan tersenyum penuh arti

"Baiklah" Jawab Salman segera keluar dari tempat tersebut dengan menyeret paksa Syuhada

"Lepaskan aku" Ucap Syuhada dengan memberontak

"Sayang kita akan bersenang-senang" Bisik Riswan dengan lirih di telinga Syuhada

Bersambung... ✍️

Terpopuler

Comments

Santi Rizal

Santi Rizal

si Anas kurang ajar

2025-01-01

0

❀_Ayu_❀

❀_Ayu_❀

kasian Syuhada... 🤐

2021-12-27

2

🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ

🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ

kurang ajar banget si Anas. brengseknya minta ampun jadi laki-laki.

2021-12-17

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!