Episode 13

Keesokan harinya

"Pak... Aku dengar Anak Bapak hilang. Apa itu benar?" Tanya Seorang sipir penjaga penjara

"Apa yang kau tanyakan kepada ku? Aku tidak tau" Jawab Pak Adam acuh

"Kau ini Bapaknya atau bukan, sih?" Tanya Sipir tersebut dengan kesal dan meninggalkan Pak Adam di dalam jeruji penjara

"Apa urusanmu aku ini Bapaknya atau tidak" Jawab Pak Adam dengan berteriak

"Hei... Kau diamlah" Ucap Napi yang lainnya

"Kau" Jawab Pak Adam dengan menunjuk ke arah wajahnya

"Dasar orang tidak waras" Umpat Napi tersebut

"Hei... Apa yang kau katakan kepada ku" Jawab Pak Adam yang marah dan menendang jeruji besi itu hingga kesakitan

"Heh... Orang itu" Ucap Napi tersebut dengan mengelengkan kepalanya

Lukman hari ini pergi ke kantor polisi terlebih dahulu. Sebelum dirinya pergi menuju ke restoran Ranum.

"Selama siang, Pak" Sapa Lukman kepada polisi yang sedang berjaga

"Selamat siang, Pak. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Polisi tersebut

"Pak... Kemarin aku datang kemari melaporkan orang hilang yang bernama Janna Riskati Syuhada. Apa Bapak sudah menemukan orangnya?" Tanya Lukman balik

"Maaf Pak. Kami belum menemukan kebenaran orang tersebut" Jawab Pak Polisi

"Syu... Kau berada di mana saat ini? Aku sangat menghawatirkan dirimu" Ucap Lukman lemas dan duduk di kursi yang berada di depan Pak Polisi

"Pak... Apa Bapak sudah tau kalau semalam Pak Adam di tangkap oleh Polisi?" Tanya Polisi tersebut

"Pak Adam di tangkap" Jawab Lukman dengan lirih

"Iya. Bahkan sekarang Pak Adam ada di dalam sel tahanan" Ucap Pak Polisi

"Apa Pak Adam membuat ulah lagi?" Tanya Lukman yang penasaran

"Iya Pak. Semalam ada seseorang yang melaporkan kepada kami. Kalau dirinya sedang kehilangan uang dan ternyata pelakunya adalah Pak Adam" Jawab Pak Polisi menjelaskannya

"Astaga orang tua itu tidak ada kapok-kapoknya, iya" Ucap Lukman geram

"Iya begitulah Pak Adam dari dulu tidak pernah berubah" Jawab Polisi tersebut

"Baiklah Pak. Aku permisi dulu, aku harus pergi ke tempat kerja. Jika kalian sudah menemukan Syuhada, tolong segera hubungi diriku" Ucap Lukman berpamitan

"Anak itu baik sekali! Apa dia pacar Syuhada" Ucap batin Polisi tersebut dengan tersenyum

.

.

Bu Anna selama ini membayar orang untuk mengawasi gerak-gerik Tuan Anas. Setelah Bu Anna mendapatkan informasi dari orang kepercayaannya. Bu Anna tidak habis berpikir kepada Tuan Anas yang sudah menyembunyikan seorang perempuan di villa miliknya. Bu Anna segera bergegas menuju Villa yang berada di puncak.

"Nyonya" Panggil para penjaga villa tersebut

"Kenapa kalian berada di sini? Mana Tuan mu?" Tanya Bu Anna

"Nyonya kami..." Jawab Brian anak buah kepercayaan Dirly

"Heh... Sudahlah kalian diam saja" Bentak Bu Anna segera masuk ke dalam

"Nyonya maaf. Nyonya di larang masuk oleh Tuan Anas" Ucap Brian deng menghadang di depan Bu Anna

"Apa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak takut dengan ku" Jawab Bu Anna dengan berkacak pinggang

"Nyonya. Tapikan" Ucap Brian lirih

Bu Anna bertepuk tangan dengan segera anak buah Bu Anna meringkus anak buah Tuan Anas. Dengan begitu Bu Anna bebas masuk ke dalam villa tersebut.

"Anas..." Panggil Bu Anna saat berada di ruang tengah mencari keberadaan Tuan Anas

"Anas..." Panggil Bu Anna dengan berteriak. Namun tidak ada jawabannya

Bu Anna membuka semua kamar yang berada di dalam villa tersebut namun tidak ada Tuan Anas. Dan tinggal satu kamar yang belum di buka oleh Bu Anna yaitu kamar yang berada di lantai atas.

"Brakkk" Bu Anna membuka pintu tersebut dan membantingnya

"Tuan..." Ucap Syuhada dengan membalikkan tubuhnya

"Kau..." Ucap Bu Anna terkejut melihat Syuhada yang berada di dalam kamar tersebut

"Bu Anna. Bu Anna kenapa bisa berada di sini?" Tanya Syuhada yang terkejut

"Aku sedang mencari anak ku" Jawab Bu Anna dengan berkacak pinggang

"Anak... Siapa anak Bu Anna? Dan kenapa Bu Anna mencarinya di tempat ini" Ucap batin Syuhada

"Bu... Tolong selamatkan aku" Ucap Syuhada bersujud di bawah kaki Bu Anna dengan memohon

"Apa yang kau lakukan, Syu? Berdirilah, Nak. Jangan seperti ini kepada ku" Perintah Bu Anna dengan membantu Syuhada untuk berdiri

"Tolong selamatkan aku! Hidupku dalam bahaya, Bu" Ucap Syuhada dengan memeluk Bu Anna dan menangis tersedu-sedu

"Ayo, Ikut Ibu sekarang juga!" Ajak Bu Anna

"Tapi Bu... Di depan banyak penjaga mana mungkin kita bisa keluar" Ucap Syuhada ketakutan

"Kau jangan takut! Ada Ibu di sini yang akan menjagamu" Jawab Bu Anna tersenyum dengan merangkul tubuh Syuhada yang gemetaran

Bu Anna dan Syuhada sudah keluar dari villa tersebut.

"Nyonya... Nyonya akan membawa kemana Nona kami?" Tanya Brian yang masih di cekal oleh anak Bu Anna

"Nyonya kumohon jangan membawa Nona kami pergi dari sini" Jawab Brian dengan memohon. Namun tidak di hiraukan oleh Bu Anna

Bu Anna dan Syuhada masuk ke dalam mobil milik Bu Anna. Dengan segera supir Bu Anna menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari villa tersebut di ikuti oleh para anak buahnya.

"A... Sial" Umpat Brian dengan mengacak-acak rambut miliknya sendiri

"Aku harus bagaimana? Bisa-bisa Tuan Anas mematahkan leherku ini. Jika mendengar Nona di bawa pergi oleh Nyonya" Ucap Brian mondar-mandir tidak karuan dengan perasaan ketakutan

"Tu... Tuan" Panggil Brian terbata-bata saat menelepon Tuan Anas

"Iya. Ada apa Brian" Jawab Tuan Anas yang berada di kantor Mikail Grup

"Tu... Tuan... Aku..." Ucap Brian terbata-bata

"Astaga kau ini. Apa sekarang kau sudah bisu" Umpat Tuan Anas kesal

"Siapa yang sudah menelepon, Tuan?" Tanya Dirly yang sedari tadi mendengarnya

"Brian" Jawab Tuan Anas dengan singkatan

"Biarkan aku yang berbicara dengannya, Tuan" Ucap Dirly dan segera Tuan Anas memberikan ponsel miliknya kepada Dirly

"Hallo Brian ini aku, Dirly" Panggil Dirly segera berbicara

"Dir... Sorry Nyonya datang ke mari dan membawa Nona Syu pergi dari Villa ini" Ucap Dirly dengan lantang

"Apa" Jawab Dirly terkejut

"Kenapa?" Tanya Tuan Anas

"Maaf, Tuan. Nyonya datang ke villa dan membawa Nona Syu pergi" Jawab Dirly dengan menundukkan kepalanya

"Apa kau tidak becus menjaga satu orang di dalam villa itu? Apa kau tidak bisa mencegah satu orang perempuan tua untuk tidak masuk ke dalam villa tersebut" Ucap Tuan Anas merampas ponsel miliknya dari Dirly dan berbicara kepada Brian

"Maaf Tuan. Nyonya membawa anak buahnya dan orang-orang tersebut sangatlah kuat" Jawab Brian lirih

"Kemana Ibuku membawa Syuhada pergi?" Tanya Tuan Anas dengan geram

"Mungkin Nyonya mengajak pulang ke rumahnya" Jawab Brian asal

"Kau tunggu saja. Anak buah ku akan memberikan pelajaran untuk mu" Ucap Tuan Anas penuh dengan penekanan dan mengakhiri pembicaraannya

.

.

Di dalam mobil

Sedari tadi Syuhada menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya saat ini kepada Bu Anna. Bu Anna yang mendengarkan cerita dari Syuhada hanya bisa menganggukkan kepalanya dan merasa kasihan kepada Syuhada.

"Jadi Bapakmu sudah menjual dirimu dan kau sudah di beli oleh Tuan Anas?" Tanya Bu Anna dengan lirih dan baru mulai mengerti

"Iya Bu" Jawab Syuhada menundukkan kepalanya dan menangis

"Jahat sekali Bapakmu itu, Syu. Masih ada orang tua yang seperti itu kepada anak kandungnya sendiri" Ucap Bu Anna dengan memeluk Syuhada dan menenangkannya

"Selamatkan hidup ku, Bu" Ucap Syuhada menangis dalam pelukan Bu Anna

"Iya. Kau akan aman bersamaku" Jawab Bu Anna dengan mengelus pucuk rambut milik Syuhada

Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Akhirnya mereka sampai di rumah Bu Anna.

"Ayo, turunlah!" Ajak Bu Anna dengan mengandeng tangan Syuhada dan Syuhada mengikutinya dari belakang

Saat masuk ke dalam rumah tersebut, Syuhada terheran-heran melihat keadaan rumah Bu Anna yang begitu megah dan mewah.

"Apa benar rumah ini milik, Bu Anna?" Tanya Syuhada dengan matanya yang berbinar-binar melihat rumah tersebut

"Iya benar ini rumah ku. Duduklah Syu... Jangan berdiri saja" Jawab Bu Anna yang sudah duduk di kursi ruang tamu

"Bu... Apa akan aman jika aku berada di sini?" Tanya Syuhada segera duduk di samping Bu Anna

"Iya kau akan aman bersamaku di sini" Jawab Bu Anna dengan tersenyum

"Bu Mijah..." Panggil Bu Anna kepada sang Art

"Iya Nyonya" Ucap Bu Mijah segera menghampiri Bu Anna

"Tolong antar kan dia ke kamarnya dan berilah dia pakaian yang layak" Perintah Bu Anna

"Baik Bu" Jawab Bu Mijah

"Ayo, Non. Ikut dengan Bu Mijah! Ibu akan menunjukkan kamarnya" Ajak Bu Mijah dan di ikuti oleh Syuhada

Bersambung... ✍️

Terpopuler

Comments

🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧

🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧

lanjut ntar like nya ya kk

2022-02-28

0

🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂

🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂

dgn senang hati Bu Anna bawa calon menantu

2021-12-17

2

@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙

@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙

syuhada calon menantu bu Anna

2021-12-11

14

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!