Pak Adam segera menghampiri Tuan Anas yang duduk tak jauh darinya.
"Tuan" Panggil Pak Adam
"Siapa kau?" Tanya Tuan Anas dengan sinis
"Kau pergilah. Jangan menganggu kami" Usir Dirly
"Maafkan aku Tuan. Aku tidak sengaja menguping pembicaraan kalian" Ucap Pak Adam
"Apa maksud mu?" Tanya Dirly
"Sudah biarkan dia berbicara dulu, Dirly" Ucap Tuan Anas dengan melihat wajah Dirly
"Hm" Jawabnya
"Apa yang sudah kau dengarkan katakan" Ucap Tuan Anas kepada Pak Adam
"Apa Tuan sedang mencari perempuan yang masih perawan?" Tanya Pak Ahmad tersenyum
"Iya. Kenapa?" Tanya Tuan Anas balik
"Aku memiliki anak perempuan yang masih perawan" Jawab Pak Adam segera duduk di kursi bangku depan Tuan Anas
"Terus" Ucap Tuan Anas
"Kalau Tuan menginginkannya, maka aku siap memberikannya kepada Tuan" Jawab Pak Adam
"Apa kau sedang bercanda dengan ku?" Tanya Tuan Anas
"Tidak Tuan" Jawab Pak Adam tersenyum
"Laku kenapa kau memberikan anakmu kepada ku?" Tanya Tuan Anas
"Bukankah Tuan mencari perempuan yang masih perawan dan aku akan memberikan anakku kepada Tuan. Maksud ku kalau Tuan mau memberiku uang 1 miliyar" Jawab Pak Adam menjelaskannya
"Apa" Ucap Tuan Anas terkejut
"Terserah Tuan mau apakan anakku, yang terpenting saat ini aku membutuhkan uang 1 milyar" Jawab Pak Adam
"Pak sebaiknya Bapak pergi saja! Aku rasa Bapak sedang mabuk" Ucap Dirly mengusirnya
"Aku pastikan setelah Tuan tidur bersama anakku. Aku jamin Tuan akan puas" Ucap Pak Adam tersenyum dan memicingkan bibirnya
"Dirly kau berikan nomor ponsel milikmu dan kau atur semuanya" Perintah Tuan Anas kepada Dirly
"Tapi kan Tuan. Apa sebaiknya Tuan memikirkannya lagi" Jawab Dirly dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Tidak. Aku bosan beberapa hari ini kau tidak mendapatkan perempuan yang masih perawan" Ucap Tuan Anas segera berdiri dari tempat duduknya
"Apa Tuan akan memberikan uang 1 miliyar kepada ku?" Tanya Pak Adam segera berdiri dari tempat duduknya dan menanyakannya kembali
"Iya aku akan memberikan uang itu kepada dirimu. Kalau anakmu itu tidak perawan, maka bersiaplah dirimu" Jawab Tuan Anas segera pergi dan di ikuti oleh Dirly
"Tuan..." Panggil Pak Adam mengejar Tuan Anas yang sudah keluar dari bar
"Apa lagi?" Tanya Tuan Anas menghentikan langkah kakinya
"Apa Tuan bisa memberikan ku uang 10 juta sekarang?" Tanya Pak Adam
"Ck. Aku saja belum menikmati anakmu dan kau sudah meminta uang kepada ku" Jawab Tuan Anas
"Tolong Tuan beri aku uang 10 juta sebagai Dpnya" Ucap Pak Adam
"Dirly berikan uang itu kepada Pak Adam" Perintah Tuan Anas
"Tapikan Tuan" Ucap Dirly tidak percaya
"Aku harus pergi. Dirly kau urus saja orang ini" Jawab Tuan Anas dengan malas
"Baik Tuan" Ucap Dirly dengan menundukkan tubuhnya
"Dan kau Pak. Ingat kau harus membawa anakmu itu besok ke apartemen milik ku. Nanti Dirly yang akan menjelaskannya kepada Bapak" Ucap Tuan Anas kepada Pak Adam dan segera pergi meninggalkan tempat itu
"Siap Tuan" Jawab Pak Adam dengan gembira
Dirly dan Pak Adam melihat kepergian Tuan Anas. Mereka masih berdiri di depan bar.
"Heh... Mana uang 10 juta ku" Ucap Pak Adam
"Bisakah kau memanggilku dengan tidak menyebut heh. Aku memiliki nama" Bentak Dirly
"Aku tidak tau siapa namamu" Ucap Pak Adam dengan berkacak pinggang
"Dasar orang tua tidak berguna" Umpat Dirly dengan geram
"Apa maksud mu berbicara seperti itu?" Tanya Pak Ahmad dengan menantang
"Kau itu orang tua mata duitan. Tega sekali kau menjual anakmu dengan harga 1 milyar" Jawab Dirly dengan menunjuk ke wajah Pak Admin
"Ini soal hidup ku. Aku berhak melakukan apapun soal anakku" Ucap Pak Adam marah
"Sebaiknya kau membatalkan saja niat buruk mu itu" Jawab Dirly
"Tidak bisa. Aku sangat membutuhkan uang itu untuk bertahan hidup" Ucap Pak Adam
"Ck. Tidak berguna" Umpat Dirly segera pergi
"Hei... Mana uang 10 juta ku" Teriak Pak Adam dengan mengikuti Dirly
"Diamlah berisik" Bentak Dirly yang masih terus saja berjalan
"Bukankah Tuan mu sudah menyetujuinya?" Tanya Pak Adam
"Iya itu Tuan ku. Tapi kalau dengan ku tidak" Jawab Dirly masuk ke dalam mobil miliknya dan segera menutup pintu mobilnya
"Haruskan aku mencari Tuan mu dan menanyakan perihal soal ini lagi" Ucap Pak Adam dengan lantang yang masih berdiri di samping mobil tersebut
"Diam dan pergilah. Besok kau harus membawa anakmu ke apartemen milik Tuan ku" Perintah Dirly dengan memberikan uang 10 juta tersebut dan selembar keras yang berisikan sebuah alamat dan nomor telepon miliknya
"Terimakasih Pak" Ucap Pak Adam segera mengambil uangnya
Dirly menjalankan mesin mobil miliknya dan pergi. Dirly masih berfikir kenapa Bapak itu yang tega menjual anaknya sendiri kepada orang lain semata-mata hanya karena uang. Apa tidak ada cara lain untuk mencari uang sehingga harus menjual anaknya.
Pak Adam yang sudah mendapatkan segepok uang 10 juta. Segera pergi ke tempat di mana dirinya mengutang dan akan melunasinya.
"Kau... Berani sekali datang ke tempat ini lagi" Ucap Anak buah Pak Yudi. Pak Yudi merupakan orang yang sudah meminjamkan uang kepada Pak Adam.
"Aku datang kemari untuk membayar semua hutang ku" Jawab Pak Adam segera masuk ke dalam
"Tunggu" Ucap Anak buah Pak Yudi
"Apalagi" Jawab Pak Adam
"Dari mana kau mendapatkan uangnya?" Tanya Anak buah Pak Yudi dengan lirih dan mencekal lengan Pak Adam dengan sangat erat
"Bukkk" Suara pukulan yang di layangkan oleh Pak Adam kepada Anak buah Pak Yudi
"Bukan urusanmu" Ucap Pak Adam berbisik di telinga Anak buah Pak Yudi
Pak Adam segera masuk ke dalam dan menemui Bos Yudi.
"Ada apa kau kemari?" Tanya Pak Yudi saat melihat Pak Adam masuk ke dalam markasnya
"Aku ingin membayar semua hutang ku" Jawab Pak Adam
"Duduklah" Perintah Pak Yudi
"Hm" Jawabnya dan segera duduk
"Lihatlah catatan ini" Perintah Pak Yudi dengan melempar buku catatan ke atas meja miliknya
"Oh... Jadi hutangku hanya 9 juta. Ck" Ucap Pak Adam
"Apa kau bilang hanya 9 juta? Kalau hanya 9 juta kenapa kau selama ini tidak bisa membayarnya?" Tanya Pak Yudi dengan geram
"Aku tidak memiliki uang waktu itu" Jawab Pak Adam santai
"Ck" Ucap Pak Yudi
"Ini uangnya pas 9 juta. Jadi semua hutang milikku lunas dan kita tidak memiliki hubungan lagi" Ucap Pak Adam memberikan uang tersebut kepada Pak Yudi
"Iya" Jawab Pak Adam
"Baiklah aku pergi dulu" Pamit Pak Adam segera pergi
"Tunggu" Ucap Pak Yudi mencegahnya
"Apa lagi. Bukankah sudah lunas" Jawab Pak Adam
"Jika kau membutuhkan uang lagi kau bisa datang ke mari aku akan memberikan uang berapapun yang kau minta" Ucap Pak Yudi tersenyum dan berjalan menghampiri Pak Adam dan menepuk pundak Pak Adam
"Tidak akan aku pinjam lagi uang di kau" Jawab Pak Adam tertawa dan pergi
"Sombong sekali kau. Baru juga melunasinya semua hutangmu sekarang setelah sekian tahun aku menagihnya" Ucap Pak Yudi geram
Bersambung... ✍️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
dyve
menyebut heh*
2022-10-09
1
✰͜͡v᭄pit_hiats
dih dasar🙄🙄
2021-12-16
0
@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙
lanjut seruu
2021-12-11
1