Episode 12

"Hm" Suara Dirly berdehem

"Tuan. Kita sudah sampai" Ucap Dirly yang pandangannya masih fokus ke depan

"Oh... Iya" Jawab Tuan Anas dengan melihat keadaan sekitarnya

Dengan segera Tuan Anas mengendong Syuhada untuk masuk ke dalam villa tersebut.

"Tuan... Turunkan aku" Bisik Syuhada dengan memukul dada bidang milik Tuan Anas

"Diamlah atau aku akan menjatuhkan dirimu" Ucap Tuan Anas memicingkan sudut bibirnya

"Aku malu" Jawab Syuhada menutupi wajahnya dan bersembunyi di bawah ketiak Tuan Anas

Pemandangan yang seperti ini sudah menjadi terbiasa di mata Dirly.

"Astaga mereka benar-benar uwu" Ucap Dirly mengusap wajahnya dengan kasar

Sesampainya di dalam kamar, Tuan Anas menurunkan Syuhada dan membaringkannya.

"Tuan kita ada di mana sekarang?" Tanya Syuhada yang tidak tau

"Kau berada di villa milik keluarga ku" Jawab Tuan Anas dengan duduk di atas tempat tidur di samping Syuhada

"Maksud ku di mana kita sekarang? Sepertinya kita jauh dari kota?" Tanya Syuhada kembali yang ingin tau

"Oh... Kita sekarang ada di daerah puncak" Jawab Tuan Anas merebahkan diri di samping Tuan Anas

"Hm" Gumamnya

"Apa kau menyukai tempat ini?" Tanya Tuan Anas melihat wajah Syuhada yang begitu cantik

"Tidak" Jawabnya dengan singkat

"Kenapa?" Tanya Tuan Anas

"Aku ingin hidup seperti biasanya dan tidak ada gangguan dari orang lain" Jawab Syuhada dengan membelakangi tubuh Tuan Anas

"Apa maksudmu aku ini termasuk orang lain menurut mu?" Tanya Tuan Anas memeluk tubuh Syuhada dari belakang

"Iya benar. Kau orang lain bagiku" Jawab Syuhada yang diam mendapatkan pelukan dari Tuan Anas

"Apa kau lupa kalau Bapakmu sudah menjual dirimu kepada ku? Sekarang kau menjadi milikku" Ucap Tuan Anas segera bangun dan keluar dari kamar tersebut

"Bisakah kau melepaskan ku! Aku akan mengembalikan uang yang kau sudah berikan kepada Bapakku?" Tanya Syuhada segera duduk di atas tempat tidur

"Tidak bisa" Jawab Tuan Anas menghentikan langkah kakinya

"Kenapa? Bukankah dirimu sudah mendapatkan apa yang kau mau?" Tanya Syuhada

"Aku masih membutuhkan mu" Jawab Tuan Anas segera pergi dari kamar tersebut

"Ha..." Ucap Syuhada terkejut mendengarkan ucapan Tuan Anas dan menangis

.

.

Ditempat lain

Dalam waktu semalam Pak Adam sudah menghabiskan uang yang di berikan oleh Tuan Anas. Pak Adam sedari tadi duduk dan bermain judi di salah satu tempat yang biasa dirinya kunjungi.

"Ah... Sial. Kenapa bisa begini" Umpat Pak Adam dengan menendang meja judi

"Adam apa yang kau lakukan?" Tanya Pak Fatan yang kesal sedang bermain dengan yang lainnya malah di ganggu oleh Pak Adam

"Berikan aku modal satu juta. Kalau aku menang, maka aku akan menganti uang mu" Ucap Pak Adam memohon kepada Pak Fatan orang yang menang berturut-turut

"Ah... Kau ini. Hutang-hutang terus yang bisa kau lakukan. Pergi sana cari modal dan kembali saat kau sudah memiliki uang banyak" Jawab Pak Fatan acuh

"Dasar bajingan. Kau tidak perlu berbicara seperti itu. Aku hanya ingin kau meminjami uang mu itu kepada ku" Ucap Pak Adam mencekik leher milik Pak Fatan

"A..." Pekiknya kesakitan

"Pak Adam. Lepaskan Bos ku" Bentak Sofian anak buah Pak Fatan

"Kau menyingkir lah" Ucap Pak Adam dengan marah dan memelototkan kedua bola matanya

"Bukkk" Sebuah pukulan yang keras di layangkan oleh Sofian kepada Pak Adam dan mengenai bagian punggung Pak Adam

"Kau berani memukulku" Ucap Pak Adam membalas pukulan Sofian

"Bukkk" Sebuah pukulan yang keras di layangkan oleh Pak Adam kepada Sofian dan mengenai pipi bagian kiri Sofian

"A..." Pekiknya saat darah mengalir dari bibirnya

"Pak jangan membuat keributan di tempat ini" Ucap Seorang Bodyguard yang mencekal lengan Pak Adam

"Lepaskan aku" Teriak Pak Adam kesal dan mengibaskan tangannya

"Bukk... Bukk... Bukk..." Pak Adam di keroyok oleh Sofian dan para anak buahnya

"A..." Ucap Pak Adam kesakitan dan berdiri sempoyongan

Saat mereka semua lengah, Pak Adam segera mengambil semua uang yang ada di atas meja judi. Pak Adam memasukkan uang tersebut kedalam tas dan berlari ke luar dari tempat itu.

"Hei... Dia membawa kabur uang itu" Teriak para penjudi yang lainnya

"A... Sial. Bajingan berengsek" Umpat Pak Fatan

"Bos kita harus bagaimana?" Tanya Sofian

"Dasar goblok. Kejar dia! Jangan biarkan dia sampai lolos" Perintah Pak Fatan, dengan segera para anak buahnya mengejar Pak Adam

"Aiss.... Bagaimana dengan semua uang ku" Ucap Pak Fatan mengusap wajahnya dengan kasar

Pak Fatan segera menghubungi Polisi.

"Hallo Pak" Ucap Pak Fatan

"Iya. Selamat malam Pak dengan kantor polisi Kamboja ada yang bisa kami bantu" Jawab Pak Polisi

"Pak ada seseorang yang sudah mencuri uang ku dan orang itu sudah pergi melarikan diri. Kejadian itu terjadi di jln.pamungkas. Tolong Bapak tangkap pencuri itu dengan segera" Ucap Pak Fatan

"Bagaimana dengan ciri-ciri orang itu, Pak?' Tanya Pak Polisi

"Dia Pak Adam, Pak. Orang yang sudah keluar masuk dalam penjara" Jawab Pak Fatan segera mengakhiri pembicaraannya

"Ah... Dia lagi" Ucap Pak Polisi

Setelah Pak Polisi mendapatkan informasi tersebut. Memerintahkan kepada Polisi yang lainnya menuju tempat kejadiannya.

Pak Fatan ikut mengejar kemana perginya Pak Adam dan para anak buahnya.

"Bagaimana apa kau menemukannya?" Tanya Pak Fatan saat menelepon Sofian

"Kita kehilangan jejak, Bos" Jawab Sofian dengan lirih

"Goblok... Menangkap tikus saja kau tidak bisa" Umpat Pak Fatan dengan membanting setir mobil miliknya dan menepikannya

Polisi masih mencari keberadaan Pak Adam yang sudah membawa kabur uang sebesar seratus juta milik Pak Fatan. Polisi melihat Pak Adam berjalan menuju ke rumah miliknya melalui jalan tikus lainnya.

"Angkat tangan" Teriak Pak Polisi

"A... Polisi" Ucap Pak Adam terkejut dan berlari

"Kejar dia" Perintah Polisi tersebut menyuruh para anak buahnya

"Siap" Jawabannya

Pak Adam masuk ke dalam hutan dekat rumah miliknya. Beberapa jam kemudian para anak buah tersebut dapat meringkus Pak Adam dan membawa Pak Adam ke kantor polisi untuk di interogasi.

"Pak... Aku tidak bersalah" Ucap Pak Adam membela diri

"Sudah Pak. Jangan dengarkan semua ucapan omong kosong, Pak Adam" Sambung Pak Fatan dengan kesal

"Kau yang bersalah kenapa tidak mau meminjamkan uang kepada ku" Ucap Pak Adam geram

"Ck. Daras bajingan" Umpat Pak Fatan dengan memalingkan wajahnya

"Sudah-sudah kalian ini. Pak Fatan ambillah uang itu dan segera pergi dari tempat ini. Jika ada pertanyaan yang ingin kita tanyakan lagi. Bapak harus datang kembali ke kantor ini" Perintah Pak Polisi dengan tegas

"Baik Pak" Ucap Pak Fatan mengambil uang tersebut dan langsung pergi

"Woy... Bajingan tunggu aku" Teriak Pak Adam

"Pak Adam... Mau pergi ke mana?" Tanya Pak Polisi yang lainnya dengan mencengkeram lengan Pak Adam

"Hi..." Ucap Pak Adam dengan meringis

"Bawa Pak Adam masuk" Perintah Pak Polisi

"Pak... Apa yang Bapak ingin kan dari ku?" Tanya Pak Adam lirih

"Maaf. Pak Adam kami tangkap! Kami akan melakukan tidak pidana kepada Bapak. Sudah kami peringatkan kepada Bapak dan ini adalah peringatan terakhir untuk Bapak" Jawab Pak Polisi segera membawa Pak Adam masuk ke dalam jeruji penjara

"Pak... Aku tidak bersalah" Teriak Pak Adam marah dan kesal melihat para Polisi tersebut memasukkan dirinya ke dalam penjara

Bersambung... ✍️

Terpopuler

Comments

@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙

@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙

penjara tempat terbaik buat pak Adam biar syuhada hidup tenang dari gangguan ayah nya

2021-12-11

4

🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ

🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ

orang tua macam apa itu.yang tega menjual putrinya dan duitnya di buat judi. astaghfirullah..

2021-12-11

7

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!