Episode 16

Sedari tadi Syuhada tengah duduk berdiam diri di dalam ruangan milik Bu Anna. Seperti orang tahanan baginya yang tidak di perbolehkan berbuat apa-apa.

"Bu... Bisakah aku pergi ke toilet sebentar" Ucap Syuhada dengan lirih

"Iya pergilah dan cepat kembali" Jawab Bu Anna dengan singkat. Dengan segera Syuhada berlari menuju ke luar ruangan Bu Anna

"Huh... Ada apa dengan, Bu Anna? Aku tidak pernah melihat dirinya seperti ini" Ucap Syuhada membuang nafasnya dengan lega dan segera pergi menuju ke arah dapur

"Tara..." Ucap Syuhada mengejutkan Ritika dan Lukman yang berada di dalam dapur tersebut

"Syu" Teriak Ritika segera memeluk Syuhada. Sedangkan Lukman terpaku melihat kedatangan Syuhada

"Kau dari mana saja? Aku sangat merindukanmu" Ucap Ritika kembali memeluk Syuhada dengan erat

"Lepaskan pelukanmu, Ritika! Aku tidak bisa bernafas" Bisik Syuhada dengan lirih

"Maaf" Ucap Syuhada tersenyum

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Lukman menghampiri Syuhada

"Iya aku baik-baik saja" Jawab Syuhada tersenyum kepada Lukman

"Aku melihat dirimu seperti ada sesuatu yang sudah terjadi kepada dirimu" Ucap Lukman dengan intens

"Man... Kau ini berbicara apa? Lihatlah sekarang Syuhada sudah kembali dan baik-baik saja bukan" Sambung Ritika dengan menepuk pundak Lukman dan tertawa

"Aku lebih mengenal Syuhada ketimbang diri mu. Jadi aku tau segala sesuatu yang terjadi kepadanya" Ucap Lukman dengan melihat wajah Ritika

Deg

"Baiklah jika kalian ingin berbicara secara berduaan. Maka aku akan kembali melanjutkan pekerjaan ku" Pamit Ritika dengan lirih

"Hei... Kenapa begitu" Ucap Syuhada mencegah Ritika

"Sudah kalian lanjutkan saja ngobrolnya atau masakan ku akan gosong nanti" Teriak Ritika dengan tertawa dan segera melanjutkan memasaknya

"Kau dari mana dan kenapa sekarang baru kembali? Apa yang sudah terjadi kepada dirimu?" Tanya Lukman yang ingin tau

"Kau ini, Man. Banyak sekali pertanyaan mu, aku harus menjawab yang mana dulu iya" Jawab Syuhada dengan meringis dan segera duduk

"Aku tidak ingin bercanda dengan dirimu, Syu. Aku mencari mu kemana-mana, bahkan aku melapor kepada Polisi atas menghilangnya dirimu. Dan bahkan sekarang kau malah asyik tertawa" Ucap Lukman dengan wajah marah dan segera duduk di samping Syuhada

"Maaf" Jawab Syuhada menundukkan kepalanya

"Tolong jelaskan kepada diriku! Aku pergi ke rumah mu dan tetangga mu mengatakan kalau Pak Adam membawa dirimu pergi dengan terburu-buru malam itu. Kalian pergi ke mana malam itu?" Tanya Lukman

"Bapak mengajakku ke taman hiburan" Jawab Syuhada

"Setelah itu?" Tanya Lukman

"Aku pulang" Jawab Syuhada dengan lirih

"Kau berbohong Syu!" Bentak Lukman

"Aku mengatakan yang sebenarnya" Jawab Syuhada segera berdiri dari tempat duduknya

"Kau membohongiku. Lihatlah kau tidak bisa memandang wajahku ketika kau berbicara dengan ku" Bentak Lukman dengan marah

"Kenapa aku harus berbohong kepada dirimu?" Tanya Syuhada dengan mengangkat wajahnya dan melihat ke arah wajah Lukman

"Kau tidak berkata jujur kepada ku. Pakaian siapa yang kau kenakan itu?" Tanya Lukman

"Ini pakaian milik orang lain dan aku meminjamnya" Jawab Syuhada

"Ck. Kau seharusnya bersyukur, Syu. Walaupun hidup kita miskin kita harus tetap ingat kepada Allah. Jangan mencari jalan pintas untuk menjadi orang kaya" Ucap Lukman dengan kesal

"Apa maksudmu?" Tanya Syuhada yang tidak mengerti

"Aku tau pakaian yang kau kenakan itu sangat mahal. Aku tau kau tidak memiliki uang untuk membeli pakaian itu. Dari mana kau mendapatkan semua uang itu. Apa kau pergi menjual dirimu dan tidak ingin hidup susah lagi" Ucap Lukman berbisik lirih di telinga Syuhada

"Plakkk" Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi sebelah kanan Lukman

"Aku tidak pernah berpikir mulutmu itu akan berbicara seperti itu kepada ku" Ucap Syuhada dengan mata yang berkaca-kaca

"Hah... Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk merendahkan diri mu" Jawab Lukman yang sudah menuduh Syuhada tanpa alasan

Syuhada tidak lagi menjawab pertanyaan Lukman. Dirinya segera berlari ke luar dari dapur tersebut dalam keadaan menangis.

"Syu. Kau di cari Bu Anna" Ucap Edwin yang berpapasan di depan pintu dapur tersebut

"Syu..." Teriak Edwin yang tidak di hiraukan oleh Syuhada

"Kenapa dengan dia" Gumam Edwin yang melihat Syuhada menangis

"Apa yang sudah terjadi diantara kalian?" Tanya Edwin kepada Lukman yang masih berdiri melihat kepergian Syuhada

"Tidak ada apa-apa" Jawab Lukman dengan memalingkan wajahnya dan mulai melakukan pekerjaannya

"Kenapa Syuhada menangis?" Tanya Edwin

"Entahlah" Jawab Lukman dengan singkat dan segera pergi

Syuhada yang dalam keadaan menangis dirinya berlari pergi menuju ke toilet. Syuhada masuk ke dalam toilet tersebut dan menyalakan keran air dengan begitu suara isak tangisnya tersamarkan.

Bu Anna sedari tadi menunggu Syuhada di ruangannya dengan perasaan cemas. Bu Anna berpikir tidak karuan kepada Syuhada.

"Di mana anak itu? Kenapa tidak balik-balik juga. Pamitnya ingin pergi ke toilet, tapi kenapa lama sekali" Ucap Bu Anna segera pergi mencari keberadaan Syuhada

"Man. Apa kau melihat Syuhada?" Tanya Bu Anna yang berpapasan dengan Lukman

"Tadi ada di dapur. Tapi sekarang entahlah Bu dia ada di mana" Jawab Lukman

"Kau pergilah bantu aku untuk mencari Syuhada" Perintah Bu Anna dengan segera Lukman mencari keberadaan Syuhada

Lukman menelepon Syuhada lagi-lagi ponsel Syuhada tidak bisa di hubungi dan berada di luar jangkauan.

"Kau di mana sih, Syu" Ucap batin Lukman dengan cemas

Syuhada keluar dari dalam toilet tersebut dengan perasaan yang lebih baik.

"Syu... Kau dari mana saja?" Tanya Bu Anna yang sudah berada di belakang Syuhada

"Bu" Jawab Syuhada membalikkan tubuhnya dan melihat Bu Anna

"Apa terjadi sesuatu dengan mu?" Tanya Bu Anna memegang tangan Syuhada

"Tidak" Jawab Syuhada menggelengkan kepalanya

"Kenapa wajahmu pucat sekali. Apa kau sakit?' Tanya Bu Anna

"Tidak" Jawab Syuhada dengan lirih

"Baiklah kita pulang ke rumah sekarang juga kau butuh istirahat" Ucap Bu Anna segera memapah Syuhada

"Bu... Biarkan aku berjalan sendiri! Aku baik-baik saja" Jawab Syuhada

"Jangan seperti itu, kau tidak boleh memaksakan diri" Ucap Bu Anna

Sedari tadi Lukman yang berada di belakang mereka mendengarkan pembicaraan antara Bu Anna dan Syuhada. Lukman masih mengikuti mereka berdua hingga Syuhada masuk ke dalam mobil milik Bu Anna.

"Kenapa Syuhada masuk ke dalam mobil, Bu Anna" Ucap batin Lukman yang tidak mengerti

"Apa Syuhada sakit" Ucap Lukman dan segera menelepon Bu Anna di karenakan tidak bisa menghubungi ponsel milik Syuhada

"Hallo Bu" Ucap Lukman saat telepon itu tersambungkan

"Iya, Man. Ada apa?" Tanya Bu Anna langsung

"Apa Syuhada bersama dengan Ibu?" Tanya Lukman balik

"Iya. Kenapa?" Tanya Bu Anna

"Bisakah aku berbicara kepada Syuhada sebentar" Ucap Lukman

"Boleh" Jawab Bu Anna

"Syu. Ada telepon untuk mu dari Lukman" Ucap Bu Anna memberikan ponsel miliknya kepada Syuhada

"Hallo" Ucap Syuhada dengan lirih

"Apa kau sakit?" Tanya Lukman

"Tidak" Jawab Syuhada dengan singkat

"Kenapa ponsel mu tidak bisa di hubungi?" Tanya Lukman

"Aku meninggalkan ponsel milikku di rumah" Jawab Syuhada

"Biasakan aku menemui mu setelah aku pulang kerja?" Tanya Lukman kembali

"Maaf. Aku tidak bisa" Jawab Syuhada segera mematikan ponsel tersebut dan mengembalikan kepada Bu Anna

Bu Anna yang melihat wajah Syuhada sedari tadi merasa ada yang aneh. Wajah Syuhada kembali murung sejak di restoran tadi.

Bersambung... ✍️

Terpopuler

Comments

IG: Saya_Muchu

IG: Saya_Muchu

next

2021-12-15

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!