Tuan Anas dan Dirly bergegas mencari Syuhada di berbagai tempat, namun hasilnya nihil. Dirly yang kemarin mendapatkan nomor telepon milik Pak Adam. Kini nomor ponsel milik Pak Adam tidak bisa di hubungi lagi.
"Ah... Sial" Umpat Dirly saat nomor telepon tersebut di luar jangkauan
"Bagaimana apa Pak Adam bisa di hubungi?" Tanya Tuan Anas yang melihat Dirly sedang mengumpat
"Tidak" Jawabannya dengan singkat dan menundukkan kepalanya
"Di mana perginya Syuhada" Ucap Tuan Anas dengan mengepalkan kedua tangan miliknya
"Tuan bukan Syuhada bekerja di restoran Ranum dan kenapa kita tidak mencari dia di sana" Ucap Dirly yang baru mengingatnya kembali saat dirinya dan Tuan Anas bertemu dengan Syuhada di kantor Mikail Grup untuk pertama kalinya
"Oh... Iya kau benar. Ayo, kita pergi ke sana!" Ajak Tuan Anas segera masuk ke dalam mobil miliknya
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah di depan restoran Ranum. Tuan Anas segera masuk ke dalam dan mencari Syuhada di ikuti oleh Dirly sang asisten.
"Apa Syuhada ada di sini?" Tanya Dirly kepada Lukman yang saat itu sedang berada di meja kasir
"Syuhada..." Jawab Lukman dengan lirih dan melihat wajah Dirly
"Iya. Di mana Syuhada?' Tanya Dirly kembali
"Syuhada tidak ada di tempat ini dan sudah beberapa hari tidak masuk kerja" Jawab Lukman
"Benarkah seperti itu" Sambung Tuan Anas
"Kau siapa?" Tanya Lukman yang tidak tau
"Kau tidak perlu tau siapa aku sebenarnya" Jawab Tuan Anas segera masuk ke dalam dapur restoran tersebut
"Tuan. Apa yang Tuan lakukan? Sebaiknya Tuan keluar dan duduklah di sana! Jika Tuan ingin memesan sesuatu tolong sampaikan kepada pelayan kami" Ucap Lukman mencegahnya
"Kau menyingkir lah dari hadapan ku" Jawab Tuan Anas dengan segera Dirly memegang kedua tangan milik Lukman. Lukman yang tidak terima hanya bisa memberontak
"Diam" Bentak Dirly
Tuan Anas mencari Syuhada di dalam dapur tersebut. Saat di lihatnya di dalam dapur tidak ada siapa-siapa. Sehingga Tuan Anas keluar begitu saja meninggalkan dapur.
"Lepaskan dia" Perintah Tuan Anas
"Baik Tuan" Ucap Dirly segera melepaskannya
"Apa kau tau di mana rumah Syuhada?" Tanya Tuan Anas dengan berkacak pinggang
"Aku tidak tau" Jawab Lukman berbohong
"Katakan di mana rumah Syuhada?" Tanya Tuan Anas sedikit menggertak Lukman
"Apa kau ini penagih hutang? Berapa hutang Syuhada kepada mu? Sehingga kau mencari Syuhada ke mari?" Tanya Lukman menantangnya
"Apa kau tidak tau siapa Tuanku ini? Tolong jaga kata-kata mu itu. Ck" Jawab Dirly yang akan memukul Lukman. Namun di cegah oleh Tuan Anas
"Kau juga sama saja dengan Tuan mu. Ayo, kalian pergi saja dari restoran ini" Usir Lukman kesal kepada mereka
"Kau berani mengusir kita! Kau pikir kau ini siapa" Ucap Dirly
"Diamlah" Bentak Tuan Anas
"Kalau kau tau di mana rumah Syuhada aku akan memberikan mu uang" Ucap Tuan Anas dengan lantang
"Uang" Teriak Edwin segera berlari menuju ke arah mereka. Dan betapa terkejutnya Tuan Anas, Dirly, dan Lukman melihat ke arah Edwin
"Edwin..." Panggil Lukman
"Tuan... Tuan. Ingin tau di mana rumah Syuhada? Aku..." Ucap Edwin terpotong
"Aw..." Pekik Edwin kesakitan saat kaki sebelah kirinya di injak oleh Lukman
"Kenapa?" Tanya Dirly yang tidak mengerti
"Katakan di mana rumah Syuhada? Aku tidak memiliki banyak waktu untuk berbasa-basi dengan kalian" Ucap Tuan Anas segera pergi dan malas melihat wajah Lukman dan Edwin
"Tuan... Rumah Syuhada berada di kompleks perumahan Kamboja jln.surabaya no.5" Teriak Edwin
"Apa kau memberikan informasi yang benar kepada ku?" Tanya Tuan Anas segera membalikkan tubuhnya dan menghampiri Edwin
"Iya benar" Jawab Edwin menganggukkan kepalanya
"Ini uang untukmu" Ucap Tuan Anas dengan memberikan uang kepada Edwin sebesar lima juta
"Ha..." Betapa terkejutnya Edwin saat melihat uang yang di berikan kepada dirinya berjumlah lima juta
"Tuan... Apa benar ini uang untukku" Teriak Edwin yang melihat mereka segera pergi
"Astaga Edwin semalam kau sudah bermimpi apa. Sehingga di siang bolong begini kau mendapatkan uang sebesar lima juta" Ucap Edwin menepuk pipinya sendiri dan masih tidak mempercayainya
"Edwin... Apa kau sudah gila dengan memberikan informasi kepada mereka di mana rumah Syuhada" Ucap Lukman dengan marah
"Mereka hanya bertanya dan sudah seharusnya aku menjawab pertanyaan mereka" Jawab Edwin tersenyum dengan mencium uang tersebut dan segera pergi
"Bagaimana kalau dia orang jahat" Ucap Lukman mengikuti langkah Edwin dari belakang
"Mereka bukan orang jahat" Jawab Edwin dengan santai
"Dari mana kau bisa tau kalau mereka bukan orang jahat. Sedangkan kau saja tidak mengenali mereka" Ucap Lukman
"Duh... Man. Lukman kau diam saja dan jangan banyak berbicara seperti itu. Lanjutkan saja pekerjaan mu itu" Perintah Edwin
"Tidak. Aku harus pergi ke kantor polisi" Ucap Lukman segera pergi dan meninggalkan restoran Ranum
"Lukman..." Teriak Edwin yang tidak di hiraukan oleh Lukman
"Astaga anak itu bodoh sekali" Umpat Edwin yang masih berdiri di depan restoran Ranum dengan berkacak pinggang
"Siapa yang bodoh?" Tanya Bu Anna yang sudah berada di belakang Edwin
"Eh... Ibu" Jawab Edwin tersenyum manis kepada Bu Anna
"Siapa yang sudah kau katai bodoh?" Tanya Bu Anna yang ingin tau
"He... Itu Bu, Lukman" Jawab Edwin dengan sedikit menunduk dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Apa yang sudah Lukman lakukan kepada dirimu. Sehingga kau mengumpat kepadanya?" Tanya Bu Anna yang semakin ingin tau
"Itu... Lukman mau pergi ke kantor polisi. Untuk melaporkan kalau Syuhada hilang" Jawab Edwin
"Oh... Bagus itu. Itu tindakan yang benar" Ucap Bu Anna
"Gitu ya, Bu" Jawab Edwin tersenyum kaku
"Iya. Sudah lanjutkan pekerjaan mu sana" Perintah Bu Anna dan Edwin segera pergi
Tuan Anas dan Dirly sudah sampai di depan rumah milik Syuhada. Syuhada dengan sengaja tidak menyalakan lampu rumah miliknya pada malam hari. Agar orang yang ingin bertamu atau ingin menemuinya beranggapan kalau dirinya tidak ada di rumahnya.
"Syu... Syuhada" Teriak Tuan Anas
"Nona Syu..." Panggil Dirly bergantian
"Syuhada" Teriak Tuan Anas
"Kenapa dia berada di sini" Ucap Syuhada lirih dan ketakutan
"Syuhada keluarlah atau aku akan mendobrak pintu rumahmu ini" Teriak Tuan Anas geram
"Aku harus bagaimana" Ucap Syuhada semakin ketakutannya
"Aku tau kau berada di dalam rumahmu" Teriak Tuan Anas dengan segera mendobrak pintu rumah milik Syuhada
Syuhada segera berlari melalui pintu samping rumah miliknya. Dirly yang berada di depan rumah Syuhada mengetahui Syuhada sudah kabur melalui pintu samping dan langsung mengejar Syuhada.
"Syuhada kau jangan lari" Teriak Dirly mengejar Syuhada. Sedangkan Tuan Anas langsung berlari menuju ke depan rumah
"Hei... Kau mau lari ke mana" Ucap Dirly saat menangkap Syuhada dengan mencengkeram lengan milik Syuhada
"Lepaskan aku. Biarkan aku pergi!" Jawab Syuhada dengan memohon
"Tidak segampang itu. Nona harus menemui Tuanku terlebih dahulu" Ucap Dirly segera membawa Syuhada ke hadapan Tuan Anas
"Kau mau pergi ke mana?" Tanya Tuan Anas dengan membelai rambut milik Syuhada
"Lepaskan aku, Tuan" Jawab Syuhada dengan memohon
"Bawa dia masuk ke dalam mobil dan kita pergi ke villa" Perintah Tuan Anas
"Baik Tuan" Ucap Dirly segera membawa masuk Syuhada ke dalam mobil tersebut
Syuhada dan Tuan Anas duduk di belakang pengemudi. Sedangkan Dirly lebih fokus dengan menyetirnya.
"Apa kau tidak merindukan ku?" Tanya Tuan Anas dengan membelai pipi Syuhada yang halus
"Ck" Ucapannya dengan memalingkan wajahnya
"Lihatlah aku. Kenapa kau pergi meninggalkan apartemen milik ku?" Tanya Tuan Anas dengan lembut
"Pacarmu yang sudah mengusir ku" Jawab Syuhada dengan singkat
"Dia bukan pacarku. Dia hanya seorang wanita ja*lang" Ucap Tuan Anas mengusap bibir Syuhada
"Bukan urusanku" Jawab Syuhada dengan malas
"Kau ini membuatku gemas saja. Kau lucu saat kau sedang marah" Bisik Tuan Anas segera mencium bibir Syuhada
"Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak malu?" Tanya Syuhada dengan melihat Dirly yang ada di depannya
"Kenapa harus malu? Bukankah di mobil ini hanya ada kita berdua" Ucap Tuan Anas dengan memeluk Syuhada
"Lepaskan" Perintah Syuhada. Namun tidak di hiraukan oleh Tuan Anas
Tuan Anas mencium bibir Syuhada dengan lembut dan tangganya mulai masuk ke dalam pakaian milik Syuhada.
"Tuan..." Ucap Syuhada dengan lirih
"Sttt..."
Tuan Anas membuka pengait bh milik Syuhada dengan begitu Tuan Anas bebas meremas kedua benda kenyal tersebut. Tuan Anas mengangkat Pakaian milik Syuhada dan mulai menyusun seperti anak bayi.
"Ah..." Desahannya
Dirly yang tau pasti kegiatan diantara mereka hanya menutup telinganya. Seolah-olah tidak mendengarkan ada suara ******* yang keluar dari mulut mereka.
Bersambung... ✍️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Santi Rizal
tuan Anas maniak sexs
2024-12-27
0
@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙
tuan Anas gk tau tempat kasihan dirly cuma megap2 😂😂😂
2021-12-11
6
🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ
DIRLY Jones alias jomblo ngenes 😁
2021-12-10
1