Beberapa hari kemudian
"Man... Apa Syuhada tidak masuk kerja lagi hari ini?" Tanya Bu Anna selaku pemilik restoran Ranum
"Maaf, Bu. Aku belum melihat Syuhada sedari tadi" Jawab Lukman
"Apa yang lain tau. Kenapa Syuhada tidak masuk kerja?" Tanya Bu Anna begitu menghawatirkan keadaan Syuhada
"Entahlah, Bu. Mereka juga tidak tau soal Syuhada kenapa tidak masuk kerja sampai saat ini" Jawab Lukman menjelaskannya
"Apa kau tau di mana rumah Syuhada?" Tanya Bu Anna yang ingin tahu
"Iya aku tau di mana rumah Syuhada. Emangnya kenapa, Bu? Tanya Lukman balik
"Kau cobalah tengok ke rumah Syuhada! Siapa tau dia sedang sakit atau bagaimana!" Perintah Bu Anna
"Baik Bu. Setelah pulang dari sini nanti aku akan mampir ke rumah Syuhada" Jawab Lukman
"Baiklah Man. Aku masuk ke dalam ruangan ku dulu" Ucap Bu Anna segera masuk ke dalam ruangan miliknya
Malam semakin larut, restoran Ranum sudah tutup. Lukman segera pulang ke rumah miliknya. Terlintas di benaknya dengan ucapan Bu Anna yang menyuruhnya untuk menengok rumah Syuhada. Lukman memarkirkan motor miliknya setelah sampai di depan rumah Syuhada. Lukman memanggil nama Syuhada, namun tidak ada jawabannya.
"Astaga... Kau pergi ke mana sih, Syu" Ucap batin Lukman khawatir
"Lihatlah sudah berapa banyak panggilan telepon untuk mu. Tapi kau tak kunjung mengangkatnya hingga saat ini" Ucap Lukman dengan mondar-mandir di depan rumah Syuhada
"Nak, kau sedang apa di sini?" Tanya Bu Murni merupakan tetangga Syuhada
"Aku sedang mencari Syuhada, Bu. Apakah Ibu melihat Syuhada?" Tanya Lukman
"Oh... Syuhada. Ibu lihat malam itu Syuhada pergi bersama Pak Adam naik mobil dan terburu-buru" Jawab Bu Murni menjelaskannya
"Benarkah seperti itu" Ucap Lukman
"Iya. Kenapa kau tidak menelepon Syuhada saja mereka pergi ke mana" Jawab Bu Murni menyarankannya
"Aku sudah meneleponnya berulang kali, Bu. Tapi Syuhada tidak menjawab telepon ku" Ucap Lukman
"Ah... Begitu rupanya. Aduh Syuhada dan Pak Adam pergi ke mana iya. Aku jadi khawatir dengan keadaan Syuhada. Kau tau, Nak? Pak Adam itu sangat jahat dan licik" Celoteh Bu Murni yang mengetahui sifat Pak Adam
"Kita berdoa saja, Bu. Semoga Syuhada baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu kepada dirinya" Ucap Lukman berdoa
"Iya, Nak. Semoga Syuhada baik-baik saja" Jawab Bu Mina
"Baiklah Bu. Aku pamit pergi dulu" Ucap Lukman berpamitan dan segera pergi dari rumah Syuhada
"Hm" Jawabnya dan menganggukkan kepalanya melihat kepergian Lukman
.
.
Di tempat lain
"Apa kau sudah makan?" Tanya Tuan Anas kepada Syuhada dan tidak ada jawaban dari Syuhada
"Kau harus makan yang banyak. Agar kau bisa melayani ku di atas ranjang" Ucap Tuan Anas dengan mengelus rambut milik Syuhada yang begitu panjang dan harum
"Singkirkan tangan kotor mu itu" Jawab Syuhada pergi dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar
"Apa kau sudah siap?" Tanya Tuan Anas mengikuti langkah Syuhada masuk ke dalam kamar miliknya
"Apa maksud mu?" Tanya Syuhada dengan membalikkan tubuhnya
"Ck. Kau sendiri membawaku ke sini" Jawab Tuan Anas dengan merentangkan tangan di depan pintu kamar miliknya
"Kau pergilah jangan ikut aku!" Ucap Syuhada membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke atas tempat tidur
"Ck. Aku akan memulainya jika kau sudah siap" Jawab Tuan Anas yang masih berdiri di depan Syuhada
Tuan Anas mendorong tubuh Syuhada hingga terjatuh di atas tempat tidur. Tuan Anas ******* bibir Syuhada dengan lembut dan Syuhada membalasnya. Syuhada membuka mulut dengan segera Tuan Anas memasukkan lidahnya dan ******* kembali bibir Syuhada yang terasa manis.
Syuhada mulai membuka kancing pakaian milik Tuan Anas. Dengan seketika Tubuh Tuan Anas yang berbentuk seperti roti sobek bisa di lihat oleh Syuhada. Tuan Anas mulai menindih tubuh Syuhada dan menggerayangi tubuh Syuhada, terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
.
.
Pagi hari
Setelah melakukan mandi pagi bersama dan mengulanginya lagi kejadian semalam yang begitu panas Ia lakukan bersama Tuan Anas. Kini mereka sedang duduk bersama melakukan sarapan pagi.
"Izinkan aku pulang ke rumah ku" Ucap Syuhada memecah keheningan di antara mereka
"Aku ingin bekerja seperti biasa untuk menyambung hidup" Ucap Syuhada dengan melihat wajah Tuan Anas
"Kau tidak boleh pergi" Jawab Tuan Anas dengan singkat
"Aku akan kembali ke mari setelah aku pulang kerja" Tawar Syuhada
"Tidak boleh" Ucap Tuan Anas segera berdiri dari tempat duduknya
"Kenapa kau memperlakukan seperti ini. Kau pikir kau ini siapa sudah mengaturku seenak kemauan mu saja?" Tanya Syuhada dengan marah
"Kau itu hanya seorang wanita murahan yang sudah ku beli. Jadi ikuti saja semua perintah ku" Jawab Tuan Anas segera pergi
Deg
Kata-kata itu lagi yang terucap dari mulut Tuan Anas yang membuat Syuhada kembali sedih.
"Aku akan mengembalikan uang 1 miliyar itu yang sudah kau berikan kepada Bapakku" Ucap Syuhada dengan menangis
"Apa kau sudah gila?" Tanya Tuan Anas dengan tertawa
"Aku akan bekerja seumur hidupku untuk menganti uang itu" Jawab Syuhada memohon dan bertekuk lutut di hadapan Tuan Anas
"Kau tidak perlu menganti uang itu" Ucap Tuan Anas menendang Syuhada dan berjongkok di depan Syuhada yang merasa kesakitan
"Tolong izinkan aku pergi dari sini" Ucap Syuhada menangis tersedu-sedu
"Ck. Hapus air matamu itu! Aku tidak akan berubah pikiran" Jawab Tuan Anas dengan menjambak rambut milik Syuhada
"Tuan" Panggil Syuhada lirih
"Lakukan sekarang Tuan aku menginginkannya ucap Syuhada segera membuka semua pakaian milik nya" Ucap Syuhada dengan menghapus air matanya dan segera berdiri di depan Tuan Anas
"Apa yang kau lakukan dengan telanjang begitu?" Tanya Tuan Anas memalingkan wajahnya
"Lakukan kumohon" Jawab Syuhada melingkarkan lengannya di leher Tuan Anas
"Menyingkir lah dari hadapanku" Bentak Tuan Anas. Namun Syuhada tidak mendengarkan ucapan Tuan Anas dan malah ******* bibir Tuan Anas
"Aku harus pergi. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" Ucap Tuan Anas mendorong tubuh Syuhada dan segera pergi
"Dasar wanita murahan" Umpat Tuan Anas saat keluar dari apartemen miliknya
"A..." Teriak Syuhada kembali menangis dan mengambil pakaian yang berserakan di lantai
Syuhada sengaja menggoda Tuan Anas semata-mata. Agar dirinya di izinkan untuk keluar dari apartemen tersebut. Namun sayangnya Tuan Anas tidak tergoda sama sekali dan malah pergi begitu saja.
"Aku harus bagaimana agar bisa pergi dari tempat ini" Ucap Syuhada menangis dengan sesenggukan
"Tuan..." Panggil Dirly sang asisten yang akan mengatakan Tuan Anas untuk pergi ke kantor
"Hm... Ada apa Dirly?" Tanya Tuan Anas yang sedang membaca agendanya hari ini
"Tadi Lula menelepon ku menanyakan soal kabar Tuan. Lula bilang Tuan tidak mengangkat teleponnya lagi" Jawab Dirly yang masih fokus dengan menyetirnya
"Jauhkan wanita itu dari ku" Perintah Tuan Anas
"Tapikan Tuan... Selama ini Tuan selalu menghabiskan malam bersama Lula" Ucap Dirly tidak percaya dengan ucapan Tuan Anas
"Lakukan apa yang aku perintahkan! Aku ingin bersama Syuhada tanpa ada gangguan orang lain" Jawab Tuan Anas menjelaskannya
"Baik Tuan" Ucap Dirly
Bersambung... ✍️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Santi Rizal
nikahin syuhada tuan
2024-12-27
0
✰͜͡v᭄pit_hiats
first😘😘
2021-12-16
2