"Buka matamu Langlang, kau sudah sampai ditempat eyang," ucap Eyang Banu Raga menyuruh Langlang Cakra Buana membuka matanya yang sedari tadi terpejam.
Pemuda itu langsung terperanjat saat membuka matanya, pasalnya karena sekarang dia berada ditempat yang benar-benar asing. Saat ini dirinya berada disebuah istana kerajaan yang megah. Istana itu cukup luas, banyak pohon-pohon bambu dan lainnya yang mengelilingi istana tersebut.
Bangunan istana itu nampak menawan, diatasnya terlihat ada sebuah patung bergambar ular yang dibuat dari batu marmer. Jelas, Langlang Cakra Buana sempat tidak percaya akan hal ini. Jangankan ke istana, ke kota ataupun desa dekat ibukota kerajaan saja dirinya belum pernah. Jadi, bagaimana bisa pemuda itu langsung percaya bahwa dia memang berada disebuah istana saat ini?
"Tenanglah Langlang, ini memang benar sebuah istana. Lebih tepatnya istana kerajaan ghaib, kau sekarang berada di Kerajaan Sukma Saketi. Dan sekarang ini kau hanyalah berupa sukma saja, dirimu yang asli sedang terbaring tidur di bangunan tua Hutan Pasiraga. Jangan panik, eyang tidak akan mencelakakan dirimu," kata Eyang Banu Raga.
Eyang Banu Raga mengatakan hal tersebut karena dirinya sudah melihat kepanikan tergambar jelas di wajah pemuda itu. Memang, baru kali ini saja ada manusia luar yang dia bawa ke istana ghaib miliknya.
Kerajaan Sukma Saketi bertempat di Hutan Pasiraga, meskipun sering dilewati para penduduk sekitar jika siang hari, tapi bangsa Kerajaan Sukma Saketi tidak pernah mengganggu. Terlebih karena tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya, sebab jika ingin kesana maka harus melewati gerbang ghaib terlebih dahulu.
Eyang Banu Raga mulai membawa masuk Langlang Cakra Buana ke dalam istananya, sepanjang perjalanan masuk pemuda itu melihat banyak sekali para prajurit yang berjejer sedang berjaga.
Didalam istana pun dia melihat ada beberapa dayang yang sedang berdiri di belakang kursi singgasana, dayang itu sangat cantik layaknya bidadari. Tapi sayang … itu hanyalah kerajaan ghaib saja.
Lalu Eyang Banu Raga mempersilahkan duduk kepada Langlang Cakra Buana. Tak lupa pemuda itu disuguhi buah-buahan dan air dari kendi yang terbuat dari tanah liat.
"Langlang, Eyang akan memberikan bekal untukmu dalam mewujudkan cita-cita yang mulia itu. Eyang harap kamu bisa membawanya dengan baik," kata Eyang Banu Raga mengawali pembicaraan.
"Maaf eyang, bekal yang dimaksud eyang itu apa?" pemuda itu masih kebingungan dengan ucapan Eyang Banu Raga.
"Eyang akan memberikan sebuah ajian padamu. Eyang harap ajian ini bisa berguna dan membantu dalam perjalananmu. Ajian itu bernama Ajian Sapta Pangurungu dan Ajian Dewa Tapak Nanggala," kata Eyang Banu Raga.
"Ajian apa itu eyang? Maaf jika aku belum mengetahuinya eyang," kata Langlang Cakra Buana.
"Biar eyang jelaskan padamu, Ajian Sapta Pangrungu adalah sebuah ajian yang berguna untuk pendengaran. Jika kamu memiliki ajian ini, maka ketika ada orang yang membicarakanmu walau terhalang gunung sekalipun, kau akan tetap bisa mendengarnya. Sedangkan Ajian Dewa Tapak Nanggala adalah sebuah ajian tapak yang dimana ketika kau menapakkan tanganmu pada musuh, maka musuh itu akan merasakan sakit beberapa kali lipat dan tentunya rasa sakit itu akan bertahan cukup lama," kata Eyang Banu Raga menjelaskan kepada Langlang Cakra Buana.
"Konon, dahulu kala ajian ini pernah dimiliki oleh tokoh satria pewayangan yaitu Raden Gatot Kaca, gunakanlah dua ajian ini untuk melawan keangkara murkaan dan menyatukan tanah Pasundan," ucap Eyang Banu Raga meminta supaya kedua ajian itu digunakan dalam mewujudkan cita-cita mulia Langlang Cakra Buana, lebih tepatnya cita-cita semua leluhur.
"Sebelumnya terimakasih eyang. Sebuah kehormatan bisa mewarisi salah satu ajian dari Eyang Banu Raga. Aku berjanji akan mengingat semua wejangan yang eyang berikan," kata Langlang Cakra Buana sembari memberi hormat.
Alasan Eyang Banu Raga mewariskan ajian kepada Langlang Cakra Buana tak lain karena bangsa mereka pun ingin melihat tanah kelahirannya bisa bersatu, tidak terpecah belah seperti ini. Para pendekar aliran putih terdahulu sangat menginginkan empat kerajaan di tanah Pasundan bersatu menjadi kekuatan yang lebih besar supaya diakui diseluruh nusantara.
Tapi rupanya impian itu tidak mudah, dimana ketika para pendekar aliran putih menginginkan perdamaian, maka selalu ada aliran hitam yang mengagalkan. Setiap lahir pendekar hebat dari aliran putih, maka akan lahir pula pendekar yang lebih hebat dari aliran hitam.
Tapi meskipun begitu, para pendekar aliran putih tetap berjuang mati-matian demi mewujudkan judukan impian bersama. Sayang, belum sempat keinginan mereka tercapai tapi Sang Hyang Widhi sudah memanggilnya. Harapan mereka untuk menyatukan kerajaan Pasundan khususnya Eyang Banu Raga dan Eyang Resi Patok Pati adalah kepada pemuda yang kini ada didepannya, Langlang Cakra Buana.
Setelah faham niat dan tujuan Eyang Banu Raga, Langlang Cakra Buana segera bersiap-siap untuk melakukan sebuah ritual. Dia dibawa ke sebuah ruangan tempat pemandian khusus.
Akhirnya ritual dimulai, Langlang Cakra Buana saat ini sedang melakukan ritual mandi kembang tujuh rupa. Setelah semuanya selesai, Eyang Banu Raga segera mewariskan dua ajian tadi kepada pemuda itu dengan cara menempelkan jari telunjuknya di kening.
Hal ini mungkin serasa ganjil, tapi ketika seseorang sudah disebut eyang ataupun resi, maka ilmu kanuragan yang dia miliki sudah lebih tinggi dari seorang guru biasa.
Setelah semuanya selesai, Eyang Banu Raga segera berniat mengembalikan sukma Langlang Cakra Buana ke raganya. Bagaiamana pun juga tidak baik jika sukma pergi teralu lama dari raga.
"Ingat wejangan eyang Langlang, eyang selalu mengawasimu dari sini. Semoga impian para pendekar terdahulu dalam menyatukan empat kerajaan Pasundan bisa terwujud lewat dirimu. Sang Hyang Widhi selalu melindungi mereka yang berhati bersih," kata Eyang Banu Raga memberikan wejangan kepada Langlang Cakra Buana.
"Baik eyang, semua wejangan eyang akan selalu aku ingat. Sampai berjumpa lagi eyang, sampurasun …" kata Langlang Cakra Buana, setelah itu tiba-tiba sukmanya hilang dari pandangan Eyang Banu Raga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 380 Episodes
Comments
akp
lanjut lah
2022-08-16
2
Otiswan Maromon
gass thor
2022-04-24
2
arfan
1141
2021-06-15
2