Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka kini telah tiba di sebuah goa yang terlihat sudah sangat tua. Di sekitar goa itu sudah banyak ditumbuhi oleh ilalang yang tingginya hampir sedada orang dewasa.
Jika dilihat dari luar, mulut goa itu sangat kecil. Hal ini terjadi karena sudah banyak rumput-rumput lain yang menutupinya. Wijaya segera membabad rumput yang menghalangi mulut goa tersebut.
Setelah selesai, keduanya langsung memasuki ke dalam goa tersebut. Ternyata goa itu sudah menjadi rumah bagi burung walet dan kelelawar, jumlahnya bahkan cukup banyak. Keduanya terus berjalan menyusuri goa hingga kebagian paling dalam.
Kini Langlang Cakra Buana dan Wijaya sudah sampai diujung goa tersebut, disana terlihat ada sebuah kolam berukuran sekitar 1x2 meter. Airnya berwarna biru jernih, Wijaya pun segera mendekat ke kolam itu.
"Ini namanya Kolam Bidadari, konon dahulunya ini adalah sebuah telaga yang cukup besar, menurut cerita yang beredar disini dulunya adalah tempat para bidadari mandi. Tapi suatu hari, salahsatu mustika milik bidadari jatuh disini, dimana mustika itu adalah bagian dari setengah kekuatan bidadari. Karena takut dimiliki oleh orang yang salah, akhirnya bidadari tersebut menimbun telaga tempat mereka mandi dan menjadikannya sebuah goa dengan kolam kecil didalamnya. Hingga akhirnya terciptalah kolam dan goa ini," kata Wijaya menjelaskan tentang Kolam Bidadari.
Langlang Cakra Buana hanya menganggukkan kepala tanda mengerti, pemuda itu memilih tidak banyak bertanya.
"Nah sekarang, cobalah kau berendam didalam kolam ini satu hari satu malam. Aku akan menunggu diluar, jika memang kau adalah orang yang dipilih maka mustika itu akan muncul dengan sendirinya," kata Wijaya menyuruh Langlang Cakra Buana untuk berendam di Kolam Bidadari.
Setelah mendapat penjelasan dari Wijaya, pemuda itu segera bersiap-siap untuk berendam didalamnya. Tidak ada keraguan dalam hati pemuda itu, baginya satu hari berendam di kolam bukan masalah.
Wijaya langsung segera pergi keluar setelah melihat Langlang Cakra Buana sudah siap untuk berendam di Kolam Bidadari, dia akan menunggu di depan mulut goa karena takut ada yang mengganggunya, entah itu dari bangsa dedemit ataupun bangsa manusia.
###
Waktu berjalan dengan cepat, Langlang Cakra Buana sudah hampir selesai berendam di Kolam Bidadari. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kemunculan Mustika Kahyangan.
Namun ketika pemuda itu hendak keluar dari kolam, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang aneh. Langlang Cakra Buana merasa suhu di kolam itu menjadi beberapa kali lipat lebih dingin daripada sebelumnya.
Dia masih dalam keadaan terpejam sampai saat ini, tak lama pemuda itu didatangi oleh sesosok wanita yang sangat cantik. Kecantikannya bahkan mungkin melebihi putri raja sekalipun.
"Sampurasun …" ucap wanita cantik itu.
"Rampes …" jawab Langlang dengan ramah.
"Selamat kakang, kau telah terpilih menjadi pemilik Mustika Kahyangan. Perkenalkan, Aku Dewi Srangenge, pemilik Mustika Kahyangan sebelumnya. Terimalah dan gunakan mustika ini dijalan kebenaran," ucap wanita itu sembari meniupkan sesuatu yang berada ditelapak tangannya ke arah kening Langlang Cakra Buana.
Pemuda itu langsung memejamkan matanya karena mendadak pusing beberapa saat, tapi tak lama dia merasakan tenaga dalam yang dimilikinya bertambah dengan cepat. Bahkan dia merasa tubuhnya beberpa kali lebih kuat sekarang.
Segera saja pemuda itu membuka matanya, tapi ketika dia membuka mata, wanita cantik yang ada dihadapannya hilang entah kemana.
"Mustika Kahyangan sudah menyatu dalam tubuhmu kakang, sekarang keluarlah dari kolam itu dengan segera. Karena tak lama lagi tempat ini akan rata dengan tanah," sebuah suara wanita tanpa wujud memperingatkan Langlang Cakra Buana untuk segera pergi.
Pemuda itu segera kembali ke alam sadarnya dan langsung keluar dari dalam kolam. Setelah selesai memakai pakaiannya kembali, dia segera pergi keluar untuk menemui Wijaya sekaligus mengajaknya untuk segera menjauh.
Awalanya Wijaya kebingungan karena pemuda itu tiba-tiba keluar dengan buru-buru. Tapi setelah dijelaskan tentang apa yang akan terjadi akhirnya dia paham, keduanya langsung pergi menjauh dari goa tersebut.
Tak lama, goa itu benar-benar mendadak hancur dan menyatu dengan tanah.
"Selamat Langlang, karena kau terpilih menjadi pemilik Mustika Kahyangan. Gunakan kekuatan itu untuk menghancurkan keangkara murkaan yang sedang terjadi saat ini," kata Wijaya memberikan selamat kepada Langlang Cakra Buana.
"Terimakasih paman. Paman, setelah aku mengantarmu pulang, aku akan melanjutkan perjalanan kembali. Aku akan mengembara lagi," kata Langlang Cakra Buana.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik pendekar muda. Sekarang, ayo kita pulang. Hari sudah larut malam," ucap Wijaya.
Mereka pun dengan segera meninggalkan tempat tersebut, keduanya langsung menggunakan ilmu Saipi Angin supaya cepat mencapai tujuan.
Kini keduanya sudah sampai di sebuah desa, dimana desa tersebut merupakan tempat tinggal Wijaya. Awalnya Wijaya menawarkan Langlang Cakra Buana untuk tinggal sementara sembari menunggu pagi. Tapi pemuda itu dengan sopan menolaknya, dia tetap memilih untuk langsung melanjutkan perjalanannya.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih atas pertolonganmu Langlang. Aku harap suatu saat kita bisa bertemu kembali," ucap Wijaya.
"Baik paman. Semoga Sang Hyang Widhi mempertemukan kita lagi, aku pergi dulu paman. Sampurasun." kata Langlang Cakra Buana.
"Rampes …" jawab Wijaya.
Setelah berpamitan, Pendekar Maung Kulon itu segera melesat dibawah gelapnya malam. Dia tidak memilih beristirahat dahulu, pemuda itu lebih memilih untuk terus melanjutkan pengembaraannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 380 Episodes
Comments
uwa_botak
lahh kaga jadi makan dia ya 😂
2024-07-14
0
akp
belum ada rintangan apapun tapi sudah mendapatkan kekuatan kembali???
ini terlalu mudah Thor.
2022-08-16
3
Otiswan Maromon
seep
2022-04-24
2