Episode 14

*Rasa Yang Tertinggal

Setelah pertemuan itu, tanpa sepengetahuanku, sempat terjadi beberapa perbincangan di rumah pak Fahri, tentunya terjadi beberapa perdebatan dari anggota keluarganya atas perjodohan ini.

"Pah, kenapa papa buat keputusan sendiri untuk menjodohkan anak kita dengan perempuan itu?" bu Lela (isteri pak Fahri) mulai geram.

"Bener tuh mah, Sheila sendiri gak setuju, kalau nuge di nikahkan dengan perempuan pelayan cofee itu" anak sulung pak fahri turut memanasi suasana.

"Iya pah, kenapa sih pah, papa terus aja ngekang Nuge? biarin lah dia menikah dengan perempuan pilihan dia sendiri, karena yang bakal ngejalanin rumah tangga itu nantinya kan Nuge, bukan papah" pun anak keduanya turut bersuara.

"Stop kalian ngajarin papah! sampai kapanpun papah gak akan pernah restuin hubungan Nuge dengan perempuan tua itu!" tegasnya.

"Bela? Sheila? apa selama ini papa pernah ngekang kalian dalam memilih pasangan hidup? gak pernahkan?" bela dan sheila hanya terdiam dan menunduk malu dihadapan papahnya.

"Huuuft! cukuplah kalian saja yang gagal dalam berumah tangga, papah tidak mau hal yang sama terjadi pada Nuge!"

"Pah, setidaknya kita kan bisa cari perempuan yang setaraf dengan kita, kenapa harus perempuan itu pah!" bu Lela semakin menggerutu dihadapan pak Fahri.

"Lela apa kamu lupa, kamu itu siapa sebelum menikah dengan aku?" kali ini bu Lela memang mati kutu, seakan mulutnya mulai terkunci untuk membalas ungkapan suaminya itu.

******

Rasanya suasana yang makin menghimpit ini tidak akan pernah meluas jika aku hanya duduk menggigit jari saja tanpa berfikir untuk mencari jalan keluarnya, waktuku sudah tidak banyak lagi untuk membatalkan perjodohan ini, satu-satunya orang yang bisa memutuskan tali perjodohan ini hanyalah Arief, segera saja kudapatkan alamat kantornya dari Fasya, tanpa berfikir panjang lagi akupun berniat untuk menemuinya.

"Permisi!" ucapku pada salah satu wanita yang kebetulan sekretarisnya.

"Iya, ada yang bisa saya bantu?" iapun menyahutiku dengan suara yang lembut.

"Pak Ariefnya ada?"

"Iya ada, tapi maaf anda ini siapa? apa sebelumnya anda sudah buat janji dengan pak Arief?"

"Aaam! saya temannya, tolong sampaikan sama dia, saya ingin bertemu dengan dia, penting!" ucapku sedikit tergesa-gesa, seketika sang sekretaris pun menuju ruangan Arief, yang letaknya tepat di hadapanku, sekitar lima menit menunggu tiba-tiba sekretaris itupun menghampiriku.

"Bu, anda di silahkan untuk masuk!"

"Iya terimakasih!" segera saja ku langkahkan kaki menuju ruang kerja Arief, saat aku membuka pintu saat itu pula ia menyorotiku.

"Tau kantor saya dari mana?" dia sedikit terkejut saat melihatku yang dengan lancang berkunjung ke kantornya.

"Dari Fasya!" tak ada pertanyaan lagi darinya, terus saja ia mengabaikan ku dengan mengetik beberapa laporan kerjanya, tentu saja suasana seperti ini semakin menghadirkan kecanggungan dalam diriku.

"Aaam, Arief sebenarnya..."

"Apa kamu gak tau sopan santun?" dengan cepat ia memotong ucapanku, fikirku seketika, apa ada yang salah dengan ucapan ku barusan, saat aku menyadari, memang tidak seharusnya aku berbicara seakrab itu padanya, sontak aku kembali meralat ucapanku.

"Ok! pak Arief, sebenarnya maksud kedatangan saya kesini, ada yang mau saya tanyakan sama pak Arief!" serasa lidahku kelu seketika namun tetap saja, ucapan ku seakan tak menimbulkan rasa tanya dibenaknya, rasanya aku semakin kaku jika harus membahas masalah perasaan dengan bahasa formal.

"Apa pak Arief masih suka dengan saya?" oh tuhan betapa jatuhnya harga diriku saat melontarkan kalimat itu padanya, ku coba tahan berjuta rasa malu ini sekuat hati, rasanya tidak cocok jika menyampaikan pesan hati menggunakan bahasa formal, karena pesan itu hanya akan sampai di fikiran penerimanya, seyogiahnya hati hanya akan memahami bahasa yang disampaikan dari hati.

"Bukan apa-apa, saya hanya ingin memastikan, kalau memang pak Arief masih suka dengan saya..." belum lagi aku menyelesaikan ucapanku, sontak saja ia terperanjat dari tempat duduknya, tatapannya mulai terlihat sinis padaku, dengan langkah yang tertatih ia mencoba menghampiriku.

"Keluar dari ruangan saya sekarang!!!" sungguh tak berperasaan dia setega itu melantangkan suaranya di hadapanku, dengan mataku yang mulai berkaca-kaca segera saja aku beranjak pergi dari ruangan itu.

Aku memang terlalu bodoh untuk mengharapkan Arief, tanpa berfikir mungkin saja dia sudah menemui perempuan diluar sana yang lebih baik dariku. Jika dulu dia pernah menjadi ulat bulu untuk mencintaiku, maka sekarang dia sudah menjadi kupu-kupu untuk terbang menjauhiku.

******

"Of course lah, dia akan marah sama kamu!" kali ini Fasya membuat rasa gatal di kepala ini semakin melunjak.

"Terus aja aku salah kan? aku tuh emang gak ada benernya di mata orang-orang!"

"Salwa, aku tuh suruh kamu ketemu ama dia, untuk ceritain semua masalah kamu, bukannya malah menanyakan perasaan dia ke kamu! kalau dari cara kamu yang seperti itu of course dia udah tau kalau kamu ngarepin cinta dia"

"Houuftt! Fasya, gimana aku mau cerita masalah aku ke dia, kalau dianya aja gak sudi buat ngeliat aku"

"Huum! kalau gitu, gini aja biar aku yang coba jelasin semuanya ke Arief, ok?"

"Gak perlu syah, aku udah cukup malu atas semua yang terjadi hari ini, mungkin laki-laki itu memang jodoh aku" ucapku tak bersemangat.

"Kamu kok cepat nyerah gini sih? Salwa, keadaan itu harus dihadapi bukan diratapi apa lagi di sesali"

"Aku udah capek Fasya, semua yang aku lakuin seperti gak ada jalan sama sekali untuk keluar dari perjodohan ini"

Sepulang kopdar bersama Fasya, langsung saja kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur, sambil sesekali ku lihat kotak cincin pemberian dari laki-laki itu yang diwakilkan oleh pak fahri dan keluarganya, sampai saat ini akupun belum sempat melihat seperti apa bentuk cincin itu, apa lagi berniat untuk mencobanya.

Berbagai macam rasa yang ada di kepala ini, rasa jengkel, sakit hati, kesal, penasaran dan kecewa sudah ter mix menjadi satu, yaitu pasrah, menghindari keadaan memang tidak mungkin, menghadapinya juga tidak mudah namun semoga saja perjodohan ini adalah jawaban dari segalanya.

"Umi? untuk tagihan rumah sakit bulan ini dan bulan depan sudah lunas ya, sudah dibayar sama pak Fahri" tiba-tiba terdengar suara girang abi diruang tamu.

"Ow ya? tapi kenapa buru-buru? takutnya Salwa gak jodoh sama anaknya bi"

"Hallah! umi tau apa, pokoknya salwa tetap menikah dengan anaknya pak Fahri, tidak usah terlalu berharap dengan laki-laki yang diceritakan Salwa itu, kalau dia serius sudah seharusnya hari ini dia dateng ke rumah"

Suasana malam yang begitu hening, semakin membuka jalan pikiranku, yang aku tahu, jodoh merupakan kisah dua nama yang telah tertulis dalam kitab-Nya, sejauh apapun kita melangkah, sekeras apapun kita berlari, selama apapun kita berkelana hakikatnya kita seperti dua magnet yang ingin terpisah namun disatukan lagi pada titik yang sama, yaitu jodoh.

Eeeiiiittts..🙋Kasih Like👍 dan Komentar🤬 dulu sebelum Next ke Episode berikutnya😊🧐

Terpopuler

Comments

kavena ayunda

kavena ayunda

kakanya biar mati aja nyusain🙄

2022-08-04

0

Dona Susanti

Dona Susanti

ngenessss...

2020-11-01

2

Eti Guslidar

Eti Guslidar

salwa hrs bahagia

2020-06-20

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!