Diterima Kerja 2

Sore hari pun tiba, waktunya mereka untuk pulang karena jam kerja telah usai. Khadija kembali ke kamar belakang dengan di antar Leni untuk mengambil tas ransel yang berisi beberapa potong pakaian.

"Gimana kalo kamu ikut kost sama aku aja?" tawar Leni ikut masuk ke kamar yang di tempati Khadija semalam.

"Emang ndak papa Len? " tanya Khadija menoleh ke arah Leni yang berdiri disampingnya.

"Ya gak papalah. Justru aku senang ada temanya, gimana? Tapi entar bayar kostnya kita bagi dua ya? Hehehe ..."

"Boleh-boleh, aku juga seneng." jawab Khadija mengangguk senang. Kemudian ia kembali memasangkan tas ransel berwarna hitam itu ke belakang punggungnya.

Tawa canda Khadija dan Leni mengiringi langkah mereka pulang menyusuri koridor Rumah sakit melewati ruangan-ruangan yang berjajar dengan saling bergandengan tangan.

"Khadija kamu mau kemana?" tanya Sesorang dari arah belakang ketika Khadija dan Leni sampai di Loby Rumah sakit.

Khadija membalik badan, melihat orang yang berjalan menghampirinya. "Eh, Mas Dokter? Ini Dija mau ikut Kost ditempatnya Leni." jawab Khadija selalu memasang senyum.

"Kenapa kamu tidak tinggal di kamar belakang saja?" tanya Hafiz.

"Saya kesepian disana Mas Dokter." tolak Khadija halus. "Oh ya, makasih yo sudah memberi Dija tumpangan tempat tinggal." ucap Khadija tulus.

"Ya sudah terserah kamu." Seperti biasa sikap cuek dan datar yang di tampilkan Hafiz. Kemudian Pria itu berlalu melewati kedua Perempuan yang masih berdiri di hadapanya.

Sedari tadi Leni hanya diam menyimak percakapan Khadija dan Hafiz, Leni merasa malas jika sudah berhadapan dengan Dokter Hafiz yang menurut Leni, cueknya di atas rata-rata.

Khadija dan Leni melanjutkan perjalanan menuju kosan. Mereka berdua berjalan santai karena letak kosan Leni tidak jauh dari Rumah sakit tempatnya bekerja. Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di tempat tujuan.

Melewati gang sempit nan padat penduduk untuk sampai di Kosan Leni.

Krek ...

"Ayo masuk Ja," ajak Leni setelah ia membuka pintu. Kamar yang di tempati Leni memiliki luas 4 x 4 meter persegi dan di sudut ruangan ada kamar mandi kecil, tetapi tidak ada dapur dikamar itu.

"Assalamualaikum," ucap Khadija saat melangkah masuk.

"Waalaikum Salam." jawab Leni ikut masuk, lalu menutup pintu kembali.

"Baju-baju kamu boleh kamu tata di lemari itu, sebelah baju aku. "tunjuk Leni ke arah lemari yang ada di sebelah tempat tidurnya.

"Makasih ya Len, kamu sudah baik sama aku." Khadija mulai mengeluarkan isi tasnya dan menatanya di lemari yg dimaksud oleh Leni.

"Iya Dija, kita itu di sini sama-sama perantau jadi harus saling membantu satu sama lain, karena di sini itu kita tidak punya siapa-siapa!" ucap Leni bijak.

"Aku beruntung bisa ketemu teman sebaik kamu." Khadija memeluk Leni, sahabat barunya.

Setelah Itu Leni dan Khadija bergantian untuk mandi karena hari sudah hampir petang, waktunya mereka menunaikan kewajibanya kembali.

Setelah itu, mereka pergi ke luar untuk membeli makanan untuk makan malam. Karena memang tidak ada tempat untuk Leni dan Khadija memasak.

***

Ditempat lain, setelah Hafiz memarkirkan mobil sportnya ke dalam garasi, kemudian ia masuk ke dalam rumah besarnya dengan langkah gontai, dilihatnya sang Ibu tengah bersantai diruang keluarga.

"Hay, Ma?" sapa Hafiz sambil mencium pipi kanan dan kiri Ibunya.

"Hay juga sayang." balas sang ibu, lalu Hafiz ikut duduk disebelah Perempuan paruh baya itu.

"Bagaimana, kamu sudah memikirkan tentang perjodohan yang direncanakan Papa kamu?" tanya sang Ibu, menepuk paha Puteranya.

Hafiz menggeleng, menyandarkan kepalanya ke punggung sofa empuknya. "Beri Carel waktu Ma?" ucapnya tidak bersemangat.

"Mama si terserah kamu.Mama tau ini bukan hal mudah untuk kamu menerima begitu saja," sang Ibu menarik nafas berat.

"Beri Carel waktu Dua bulan, untuk menentukan pilihan Carel Ma," Hafiz menatap Ibunya dengan tatapan sayu.

"Nanti Mama coba bantu bilang ke Papa kamu!" Sang Ibu berusaha menenangkan Putranya, sambil mengelus punggung tangan Hafiz. "Jika nanti kamu tidak, berhasil bagaimana?" sambung sang Ibu menatap intens Pria muda yang duduk disampingnya.

"Carel Pasrah Ma!"

Sungguh berat untuk Hafiz mengucapkan semua itu, karena sesungguhnya di hatinya ingin sekali memberontak. Tetapi, Hafiz tidak ingin melihat sang Ibu sedih dan tersiksa.

Jika Hafiz menentang keinginan sang Ayah, maka Ibunya lah yang akan menjadi sasaran pelampiasan kemarahan Ayahnya. Dan Hafiz tidak Ingin itu terjadi.

Mungkin dengan meminta waktu selama Dua bulan, bisa untuknya mencari jalan keluar. Namun, jika ia gagal maka ia harus Pasrah dengan semua keputusan Sang Ayah.

"Carel ke kamar dulu ya Ma?" pamit Hafiz, beranjak berdiri.

"Ya sudah kamu mandi dulu, setelah Itu temani Mama makan malam, karena Papa kamu malam ini tidak pulang."

Bukan hal yang aneh lagi untuk Hafiz, jika Ayahnya tidak pulang. Ia tahu dengan kebiasaan sang Ayah yang memiliki banyak simpanan.

Menurut Hafiz itu lebih baik dari pada melihat sang Ayah pulang dengan keadaan mabuk. Dan itu akan membuat sang Ibu kerepotan.

Terkadang terbesit di fikiran Hafiz untuk meninggalkan rumah, dan hidup sendiri di apartemenya. Namun, Ibunya lah yang menjadi alasan ia memilih bertahan. Karena Hafiz ingin selalu melindungi sang ibu atas sikap kasar sang Ayah.

Menjadi anak orang kaya tidak lantas membuat hidup Hafiz bahagia seperti fikiran orang kebanyakan.

Terlebih saat ini ia merupakan Satu-satunya pewaris tunggal dari seluruh kekayaan sang Kakek, termasuk Rumah Sakit yang saat ini ia kelola. Yang mana justru membuat hidupnya semakin dilema dengan pilihan yang sebelumnya tidak pernah ia fikirkan yaitu menikah.

Saat ini Hafiz merebahkan tubuhnya di atas kasur king sizenya, menatap lurus ke atas langit-langit kamar dengan tujuan mencari jawaban dari permasalahan yang sesungguhnya tidak terlalu berat menurut orang lain namun, begitu berat untuk seorang Hafiz.

Apa yang harus aku lakukan?

Jika aku tidak mau di jodohkan, lantas aku harus mencari calonku sendiri! Di mana?

Terus siapa wanita yang mau aku ajak untuk bekerja sama?

Itulah pertanyaan yang saat ini tengah bergelayut di otak cerdas sang Dokter.

Tidak ada keinginan Hafiz untuk membina rumah tangga dengan serius. Maka ia akan mencari perempuan yang bisa membantunya untuk menjalani pernikahan sementara untuk memenuhi ambisi sang Ayah mendapatkan seluruh harta warisan peninggalan mendiang sang Kakek.

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu seketika membuyarkan Hafiz dari lamunanya.

"Tuan Muda, anda sudah ditunggu oleh nyonya." ujar sang Asisten Rumah Tangga dari balik pintu.

"Iya, sebentar lagi saya turun." jawab Hafiz, kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh muka. Hafiz tidak ingin Ibunya menunggu terlalu lama lagi jika ia harus mandi terlebih dahulu.

Tak lama Hafiz turun dan menghampiri sang Ibu yang tengah menunggunya di meja makan.

.

.

.

.

.

.

.

.Jangan lupa Like dan Komenya ya... 🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Yani

Yani

Paling juga ntar sama Khodijah

2022-12-29

0

Fitri Hariani

Fitri Hariani

lagak² ny ne

2020-07-17

1

Dytta

Dytta

lanjut

2020-04-07

2

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Tokoh
2 Serba kebetulan.
3 Diterima Kerja
4 Diterima Kerja 2
5 Akrab
6 Gelisah
7 Bertemu
8 Hari Pertama
9 Reuni
10 Tumben perhatian
11 Teman masa kecil
12 Ketegangan Pagi Hari
13 Menghabiskan waktu akhir pekan
14 Semakin Manis
15 Isi hati
16 Mengungkapkan
17 Perubahan yang Positif
18 Disalahkan.
19 Keluar dari persembunyian
20 Di temani Belanja
21 Di temani Belanja 2
22 Untung ada Nio
23 Terjadi...
24 Double kehilangan
25 Perjodohan
26 Kegalauan Aslan
27 Pernikahan suamiku
28 Kehidupan yang baru
29 Teringat masalalu
30 Semua rindu Khadija
31 Kakak, Adik bertemu
32 Cerita Aslan dan Aisyah
33 Pertemuan tak terduga.
34 Terungkapnya Rahasia
35 Duren VS Jamu
36 Hafiz dan Rumah tangganya
37 Gak mau di tinggal
38 Kebimbangan Hafiz
39 Ikut pulang Kampung
40 Ikut pulang kampung 2
41 Rasa ini
42 Senjata makan Tuan
43 Jalan_Jalan
44 Ketiga kalinya
45 Dia datang
46 Reuni 2
47 Kekacauan Hafiz
48 Perasaan yang terpendam
49 Dio menjadi Provokator
50 Misi Hafiz
51 Kekacauan Hafiz 2
52 Hari yang menegangkan
53 Pengantin dadakan
54 Malam pertama?
55 Ke Pasar
56 Cemburu
57 Kado Ulang tahun
58 Kabar Bahagia
59 Rencana
60 Meminta restu
61 Kedatangan Ibu
62 Suamiku Absurd
63 Ketemu mantan yang diakhiri pertumpahan darah
64 Menjenguk
65 Gara-gara Tauge
66 Di tolak
67 Oh...Ternyata
68 Gara-gara Lipstik
69 Rumah Tangga Tiga serangkai
70 Kabar tak terduga
71 Kabar tak terduga 2
72 Kejutan
73 Memberi Penjelasan
74 Ngidam
75 Ngidam 2
76 Rindu
77 Kang cilok dadakan
78 Teringat kembali
79 Sebuah jawaban
80 Sebuah jawaban 2
81 Woro-woro
82 Pilihan yang sulit
83 Datang
84 Poligami
85 Keluarga baru
86 Kumpul bersama keluarga
87 Duka Alina
88 Ikut pulang
89 Usaha Alina
90 Usaha Alina 2.
91 Kemarahan Hafiz
92 Salah Paham
93 Salah paham 2
94 Bertemu seseorang
95 Bertemu sahabat lama
96 Teman baru Zahra
97 Grand Opening
98 Perempuan Misterius
99 Malam jum'at
100 Hafiz juga merasakan
101 Membuka mata batin
102 Berkenalan
103 Curhat
104 Rencana Liburan
105 Rencana Liburan 2
106 Liburan
107 Kemarahan Khadija
108 PENGUMUMAN
109 Drama pagi hari
110 Dunia Haikal dan Alina
111 Harapan di akhir cerita
112 EXCHAP
113 Visual Cast
114 EXCHAP 2
115 EXCHAP 3
116 EXCHAP 4
117 KCK - S2 Di tinggal nikah
118 KCK - S2 Di tinggal nikah 2
119 KCK - S2
120 KCK - S2 Berkunjung
121 Flashback
122 KCK - S2 Kepernikahan mantan
123 KCK - S2 Pura-pura pacaran
124 KCK - S2 Perjuangan Zahra
125 KCK - S2 Perjuangan Zahra 2
126 KCK - S2 Berusaha mengelak
127 KCK - S2 Si misterius itu ternyata ...
128 KCK - S2 Mulai tumbuh rasa ...
129 KCK - S2 Perang dingin
130 KCK - S2 Dunia Dion
131 KCK - S2 Membuatnya Cemburu
132 KCK - S2 Hari yang berkesan
133 KCK - S2 Terkejut
134 KCK - S2 Hari yang berkesan 2
135 KCK - 2 Bertamu
136 KCK -S2 Di fitnah
137 KCK - S2 Bertemu Amanda
138 KCK - S2 Saling Usil
139 KCK - S2 Masak bareng
140 KCK - S2 Membuat Kesepakatan
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Perkenalan Tokoh
2
Serba kebetulan.
3
Diterima Kerja
4
Diterima Kerja 2
5
Akrab
6
Gelisah
7
Bertemu
8
Hari Pertama
9
Reuni
10
Tumben perhatian
11
Teman masa kecil
12
Ketegangan Pagi Hari
13
Menghabiskan waktu akhir pekan
14
Semakin Manis
15
Isi hati
16
Mengungkapkan
17
Perubahan yang Positif
18
Disalahkan.
19
Keluar dari persembunyian
20
Di temani Belanja
21
Di temani Belanja 2
22
Untung ada Nio
23
Terjadi...
24
Double kehilangan
25
Perjodohan
26
Kegalauan Aslan
27
Pernikahan suamiku
28
Kehidupan yang baru
29
Teringat masalalu
30
Semua rindu Khadija
31
Kakak, Adik bertemu
32
Cerita Aslan dan Aisyah
33
Pertemuan tak terduga.
34
Terungkapnya Rahasia
35
Duren VS Jamu
36
Hafiz dan Rumah tangganya
37
Gak mau di tinggal
38
Kebimbangan Hafiz
39
Ikut pulang Kampung
40
Ikut pulang kampung 2
41
Rasa ini
42
Senjata makan Tuan
43
Jalan_Jalan
44
Ketiga kalinya
45
Dia datang
46
Reuni 2
47
Kekacauan Hafiz
48
Perasaan yang terpendam
49
Dio menjadi Provokator
50
Misi Hafiz
51
Kekacauan Hafiz 2
52
Hari yang menegangkan
53
Pengantin dadakan
54
Malam pertama?
55
Ke Pasar
56
Cemburu
57
Kado Ulang tahun
58
Kabar Bahagia
59
Rencana
60
Meminta restu
61
Kedatangan Ibu
62
Suamiku Absurd
63
Ketemu mantan yang diakhiri pertumpahan darah
64
Menjenguk
65
Gara-gara Tauge
66
Di tolak
67
Oh...Ternyata
68
Gara-gara Lipstik
69
Rumah Tangga Tiga serangkai
70
Kabar tak terduga
71
Kabar tak terduga 2
72
Kejutan
73
Memberi Penjelasan
74
Ngidam
75
Ngidam 2
76
Rindu
77
Kang cilok dadakan
78
Teringat kembali
79
Sebuah jawaban
80
Sebuah jawaban 2
81
Woro-woro
82
Pilihan yang sulit
83
Datang
84
Poligami
85
Keluarga baru
86
Kumpul bersama keluarga
87
Duka Alina
88
Ikut pulang
89
Usaha Alina
90
Usaha Alina 2.
91
Kemarahan Hafiz
92
Salah Paham
93
Salah paham 2
94
Bertemu seseorang
95
Bertemu sahabat lama
96
Teman baru Zahra
97
Grand Opening
98
Perempuan Misterius
99
Malam jum'at
100
Hafiz juga merasakan
101
Membuka mata batin
102
Berkenalan
103
Curhat
104
Rencana Liburan
105
Rencana Liburan 2
106
Liburan
107
Kemarahan Khadija
108
PENGUMUMAN
109
Drama pagi hari
110
Dunia Haikal dan Alina
111
Harapan di akhir cerita
112
EXCHAP
113
Visual Cast
114
EXCHAP 2
115
EXCHAP 3
116
EXCHAP 4
117
KCK - S2 Di tinggal nikah
118
KCK - S2 Di tinggal nikah 2
119
KCK - S2
120
KCK - S2 Berkunjung
121
Flashback
122
KCK - S2 Kepernikahan mantan
123
KCK - S2 Pura-pura pacaran
124
KCK - S2 Perjuangan Zahra
125
KCK - S2 Perjuangan Zahra 2
126
KCK - S2 Berusaha mengelak
127
KCK - S2 Si misterius itu ternyata ...
128
KCK - S2 Mulai tumbuh rasa ...
129
KCK - S2 Perang dingin
130
KCK - S2 Dunia Dion
131
KCK - S2 Membuatnya Cemburu
132
KCK - S2 Hari yang berkesan
133
KCK - S2 Terkejut
134
KCK - S2 Hari yang berkesan 2
135
KCK - 2 Bertamu
136
KCK -S2 Di fitnah
137
KCK - S2 Bertemu Amanda
138
KCK - S2 Saling Usil
139
KCK - S2 Masak bareng
140
KCK - S2 Membuat Kesepakatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!