I - Hidup Baru

Kupikir aku sudah berada di dunia yang lain. Tapi, aku malah bangun di sebuah taman penuh bunga dan juga kupu-kupu yang cantik. Di tengah-tengah taman berdiri gadis rupawan dengan rambut perak dan iris mata biru muda. Kuhampiri dirinya dan dia pun menoleh padaku.

“Selamat datang, Ratu,” ucapnya lembut. Perasaanku campur aduk saat dipanggil Ratu. “Kondisimu tampak tak baik.”

“Aku baik-baik saja,” kataku sopan.

Gadis itu tersenyum. “Dunia bersikap tidak adil padamu, ya? Sayang sekali mereka tidak menyadari potensi spesialmu.”

“Potensi spesial?”

“Pergilah ke Kerajaan di Wilayah Barat. Hidupmu akan berubah di sana.”

“Tapi aku sudah-”

“Sst!” Dia menempelkan jari telunjuknya di bibir tipisnya. “Jangan mengingat masa lalu yang menyakitkan dan mulailah lembaran baru yang membuat hatimu bersemi.”

Cahaya yang menyilaukan membuatku tidak bisa melihatnya lagi. Aku terduduk di tanah dan telingaku berdengung.

“Hiduplah dengan penuh kebanggaan, Anakku. Aku memberkatimu.”

***

Aku terbangun di sebuah kamar yang familiar untukku. Ini adalah kamarku sendiri saat masih tinggal di rumahku. Kediaman Viscount Winston. Tubuhku agak sedikit lebih kurus dan wajahku terlihat lebih muda saat bercermin.

Tok! Tok! Tok!

“Nona Charlotte! Ini saya, Layla.” Ah, aku sudah lama tidak melihat Layla. Kepala Pelayan Winston yang ikut andil merawatku saat masih bayi hingga aku pindah untuk menjadi Ratu.

“Masuklah,” ucapku tenang.

Layla masuk lalu tersenyum padaku. “Apa tidur Nona nyenyak semalam?”

Aku ikut tersenyum dan mengangguk. “Berkat lilin herbal yang kau berikan padaku semalam, aku bisa tidur dengan tenang.” Wewangian dari lilin herbal yang kukenali masih tercium sampai saat ini. Layla sering memberikanku lilin herbal saat aku bermimpi buruk.

Jika ini bukanlah mimpi, itu artinya aku kembali lagi di masa kepemimpinan Kaisar ke-XIX yang tak lain adalah Ayahanda Idris dan mertuaku sendiri di masa lalu.

Gadis yang kutemui saat itu bisa jadi adalah sosok dari Dewi Kebajikan. Dia memberiku kesempatan kedua ..., untuk bahagia.

“Apa hari ini Nona akan pergi ke Pergaulan Atas di kediaman Duchess Harriston?” tanya Layla.

Oh, iya. Ini adalah saat di mana Idris yang masih menjadi Putra Mahkota bertemu denganku, ya. Aku enggan melihat wajahnya, tetapi pertemuan kali ini harus dilakukan agar bisnis Ayahku berjalan dengan baik jika reputasiku baik pula.

“Ya, siapkan gaun untukku.”

“Baik, Nona. Saya permisi.” Layla pergi dan meninggalkanku sendirian di kamar. Pelayan lain keluar-masuk ke dalam kamarku untuk menyiapkan sarapan dan air basuh untukku.

Satu-satunya hal yang mengganjal pikiranku adalah sebab dari tuduhan palsu yang diberikan oleh Idris hingga membuatku dihukum mati. Beberapa kabar angin tentang sebuah kudeta memang pernah sampai ke telingaku. Tapi, aku terlalu dibuat sibuk oleh tugas sebagai Ratu hingga tidak punya waktu untuk memikirkannya. Aku berpikir jika Jack yang akan mengurusnya.

Ternyata kabar itu bukanlah sebuah kabar angin, dan kudeta itu adalah untuk menggulingkanku dari Kekaisaran. Tapi apa tujuan mereka? Uh, setidaknya aku harus menyelidikinya untuk keselamatanku dan juga keluargaku.

*

Viscount adalah tingkatan kedua terendah dari gelar kebangsawanan. Dan sebagai seorang Viscount, Ayahku termasuk bangsawan yang berhasil di bidang bisnis. Berkat usaha dan kerja keras keluarga Winston dalam mengembangkan bisnis di bidang pertanian secara turun-temurun, keuangan kami sudah setara dengan bangsawan setingkat Count.

Karena itulah, aku yang merupakan anak tunggal dari keluarga Winston pun mulai menjadi sorotan di Pergaulan Atas, wadah bagi para wanita dan gadis bangsawan menaikkan eksistensinya untuk popularitas dan kedudukan penting di setiap rencana Pergaulan Atas.

Malam ini pun, aku diundang oleh Duchess Harriston untuk menghadiri Pergaulan Atas di kediamannya.

Aku mengenakan gaun biru berbahan satin yang diberi hiasan renda di bagian atasnya. Aku membiarkan rambut blonde-ku digerai seperti biasanya sesuai dengan saran Layla.

“Selamat datang, Nona Winston,” sambut Duchess Harriston di depan pintu kediamannya. Dia menyambut para tamu yang baru datang.

Aku menunduk untuk memberikan salam dan tersenyum padanya. “Terima kasih sudah mengundang saya, Duchess.”

“Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, Nona Winston. Masuklah ke dalam dan berbaurlah dengan bangsawan lain. Aku akan menyusul ke dalam setelah para tamu sudah datang.”

Aku mengangguk. “Baik, Duchess,” kataku sambil berjalan masuk ke dalam.

Aku menghela napas dan menatap seluruh wajah-wajah para bangsawan yang tak asing di mataku. Setelah mengambil anggur di atas meja, aku duduk di sudut ruangan dan menghindari orang-orang.

“Kenapa Nona duduk sendirian di sini?” Itu Rose Hindley, putri dari Baron Hindley. Mata berwarna hijau dan rambut semerah bunga mawar. Sangat cocok dengan namanya. Warna rambut yang mencolok itu masih menjadi misteri di kalangan bangsawan. Pasalnya, tidak ada satu pun keturunan keluarga Hindley yang memiliki rambut merah selain Rose Hindley.

Aku menatapnya dan tersenyum. “Aku sedang tidak enak badan,” ujarku berbohong.

Rose duduk di sampingku dan mengambil gelas berisi anggur di tanganku yang sama sekali tidak kutenggak. “Kalau begitu jangan meminum ini. Nanti Nona bisa tambah sakit.”

Aku ingat jika Rose akhir-akhir ini sangat populer di kalangan bangsawan kelas atas karena bakat memujinya yang bisa membuat semua bangsawan senang.

Saat menjadi calon dari Idris yang dahulu masih menjadi Putra Mahkota pun, dia sering mendekatiku dan berusaha mendapatkan hati serta kepercayaanku. Tapi tetap saja aku merasa jika Rose bukanlah teman bicara yang baik. Oleh karena itu, aku jadi sedikit tertutup jika Rose berada di sekitarku.

“Apakah Nona Charlotte belum memiliki rencana untuk mencari calon suami?” tanya Rose. “Aku tahu jika Nona sangat diincar di antara para bangsawan lelaki.”

Aku benci topik bahasan ini. Aku tak ingat apa yang kukatakan pada Rose saat diberikan pertanyaan ini di masa lalu. Lagipula, kenapa dia memanggilku dengan nama depan? Kami bahkan tidak akrab. “Aku masih belum memikirkan hal itu.”

“Begitu, ya. Padahal Kakakku salah satu pengagum Nona,” ungkap Rose sambil memasang wajah muram.

Oh, anak tertua Baron Hindley? Aku belum pernah melihatnya.

“Yang mulia Putra Mahkota memasuki ruangan!” seru salah seorang Pasukan Kekaisaran Vanhoiren.

Semua orang tertuju pada laki-laki yang amat kukenal itu. Mata hijau zamrud dan rambut emas kekuningan khas keluarga Kekaisaran Vanhoiren. Idris, dia tidak berubah sama sekali. Saking samanya dengan yang dulu, kepalaku seketika sakit seperti dihujam oleh benda tajam.

Aku kembali duduk setelah tadi berdiri bersama seluruh bangsawan lain sebagai bentuk hormat akan kehadiran Idris. Rose menatapku dengan tatapan khawatir.

“Jika parah sebaiknya Nona istirahat saja,” kata Rose memberikan saran.

Aku tidak bisa berdiri. Kepalaku rasanya berputar-putar sekarang. Jika aku berdiri, bisa jadi aku akan langsung jatuh ke lantai dan menjadi bahan tontonan. Jadi pusat perhatian membuatku teringat saat di mana seluruh rakyat Vanhoiren menontonku untuk dieksekusi.

“Aku baik-baik saja jika tetap duduk,” kataku pada Rose.

“Baiklah. Tunggu di sini sebentar, Nona. Aku akan membawakanmu air.”

Baru saja aku ingin menolak, Rose sudah pergi meninggalkanku.

Bagaimana bisa hanya dengan melihat wajah Idris saja aku jadi begini? Yah, sudah seharusnya aku menghindar darinya. Kuharap setelah ini, aku bisa menyelidiki kebusukan Idris tanpa perlu bertatap muka lagi dengannya.

Sekian lama tetap duduk, Rose tak kunjung muncul. Aku bersandar pada sofa empuk milik Duchess untuk meringankan sakit kepalaku. Saat itulah aku kaget karena Idris datang menghampiriku. Ugh, aku harus memberi salam. Tapi saat mengangkat kepala dan melihat wajahnya lagi, sakit kepalaku menjadi lebih parah dari sebelumnya.

Ketika aku berdiri, kesadaranku pun mulai menghilang. Ingatan terakhirku kala itu adalah, wajah Idris yang berada dekat dengan wajahku dan seseorang yang menggendongku.

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Masih penasaran siapa yang memberi pengulangan waktu kepada Charlotte, apa mungkin perwujudan dari Hawa, atau mungkin saja Dewi

2023-01-17

0

Priska Anita

Priska Anita

Selalu dukung karyamu kak 💜

2020-08-18

1

ZalikaAngel 🤧🥀❣️

ZalikaAngel 🤧🥀❣️

Hallo like dan vote 5 bintang Uda mendarat🤧
jadi jangan lupa tinggalkan like dan vote 5 bintang di “playboy maniak sexx"

2020-06-10

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!