XIX - Kediaman Dominic

Aku melangkahkan kakiku memasuki Kediaman Dominic. Tempat Grand Duchess tinggal. Beberapa bangsawan kelas atas yang kuketahui sudah duduk berkerumunan membentuk kelompoknya sendiri-sendiri. Aku memilih duduk berdua bersama Isla setelah menyapa Grand Duchess di depan pintu.

Berbeda dengan suaminya, Grand Duke yang dijuluki si bijaksana. Grand Duchess adalah sosok yang dikenal angkuh dan suka memerintah. Dia adalah seorang pesolek dan mudah dipengaruhi oleh gosip-gosip negatif.

Aku tidak bisa membantah hal itu karena sudah lama aku dikelilingi oleh orang-orang seperti itu saat menjadi Ratu.

“Wah, Nona Winston.” Marchioness Franklin menghampiriku bersama Rose yang mengekor di belakang. “Senang melihatmu di sini.”

Aku memberi salam. “Senang melihat Anda di sini juga, Marchioness Franklin.”

“Yang Mulia Putra Mahkota sebentar lagi akan datang ke sini. Apakah Nona Winston akan me-monopoli Yang Mulia lagi?”

“Maaf?” Aku mengernyitkan dahi.

Bukannya menjawab, Marchioness Franklin malah tertawa kecil. “Nona Winston tidak perlu bersikap sepolos itu padaku,” ucapnya. “Apakah karena Nona Winston kehilangan sosok Ibu saat masih kecil hingga membuat Nona Winston kurang belajar tata krama wanita bangsawan?”

“Marchioness Franklin, bisakah Anda mengatakan hal itu dengan jelas?” Aku tahu jika dia berusaha menyindirku. Tapi aku tidak tahu sindiran apa yang sedang berusaha dia sampaikan. Apakah sesuatu tentang Idris?

“Nona Hindley melihat Nona Winston dengan mata kepalanya sendiri sedang menggoda Yang Mulia saat bekerja bersama di ruang kerja Yang Mulia saat persiapan perayaan Festival Bunga,” jelas Marchioness Franklin. “Jika ingin dianggap sebagai wanita milik Yang Mulia, lakukanlah dengan cara anggun.”

Aku menatap Rose yang tersenyum mengejek ke arahku. “Apa yang kau lakukan Nona Rose? Apakah kau ingin membuatku dalam masalah karena fitnahanmu?”

“Oh, ya ampun, Nona Winston.” Marchioness Franklin berdecak. “Bukan begitu cara bertanya yang sopan dan anggun. Ternyata menjadi seorang Viscount pun tetap saja kalah dari anak seorang Baron.”

Kulihat Isla sudah menunjukkan raut wajah kesal. Namun aku hanya bisa menghela napas karena tidak ingin terpancing emosi.

“Apakah Marchioness Franklin melihat dengan mata kepala Marchioness sendiri jika saya menggoda Yang Mulia Putra Mahkota?” tanyaku lantang. “Apakah hanya dengan perkataan satu orang saja semuanya akan menjadi fakta?”

Marchioness Franklin terkejut sama seperti Rose. “Nona Win-”

“Jika saya meminta buktinya sekarang, apakah Marchioness Franklin atau mungkin Nona Rose Hindley akan memberikannya?”

Grand Duchess yang mendengar suaraku segera menghampiri kami. Dia menatap kami bertiga dengan raut wajah menyelidik.

“Ada apa ini?” tanya Grand Duchess.

“Maaf karena telah membuat keributan, Grand Duchess,” ucapku sopan.

Grand Duchess mengalihkan pandangannya pada Marchioness Franklin. “Apakah kau bisa menjelaskan hal ini?”

“Ini mengenai perilaku menyimpang Nona Winston seperti yang dilaporkan oleh Nona Hindley,” adu Marchioness Franklin.

“Dan perilaku menyimpang apakah itu?” desak Grand Duchess.

Para bangsawan lain sudah berkumpul dan menonton kami berempat. Di saat seperti ini pun, Rose masih saja bersembunyi di belakang Marchioness Franklin. Bahkan Duchess Harriston enggan untuk ikut campur jika Grand Duchess sudah turun tangan.

“Nona Winston dipergoki oleh Nona Hindley telah menggoda Yang Mulia Putra Mahkota,” ucap Marchioness. Dan ucapannya itu membuat semua bangsawan yang mendengarnya kaget sekaligus kesal. Tatapan tajam langsung diberikan kepadaku. “Itu bukanlah contoh yang baik untuk seorang bangsawan sepertinya.”

“Memangnya kenapa kalau Nona Charlotte menggodaku?” Suara Idris muncul secara spontan. Ternyata, Idris sudah datang tanpa memerintahkan pengawalnya menyuarakan kedatangannya. Semua bangsawan menjauh untuk membuka jalan. “Marchioness, apa yang kau katakan sekarang bukan hanya membuat nama Nona Charlotte tercoreng. Tapi namaku juga.”

Marchioness menunduk. “Maafkan saya, Yang Mulia.”

Idris menghampiriku dan melingkarkan tangannya ke pinggangku dengan erat. “Karena sudah ada hal yang tidak diinginkan seperti ini, sebaiknya aku memberitahukan kabar baik ini kepada kalian semua yang ada di sini.”

Aku menghela napas.

“Aku dan juga Nona Charlotte adalah pasangan kekasih. Dan Nona Charlotte akan menjadi Ratuku nantinya,” kata Idris tanpa keraguan.

“Yang Mulia! Tapi, wanita itu ...”

“Marchioness Franklin, yang kau sebut wanita itu adalah calon istriku,” sanggah Idris. “Serta akan menjadi Ibu dari Kekaisaran. Orang yang punya jabatan lebih tinggi darimu kelak.”

“Apakah Yang Mulia sudah mempertimbangkan hal ini dengan Yang Mulia Kaisar dan juga Yang Mulia Ratu?” tanya Grand Duchess.

Idris tersenyum. “Apakah kau menilaiku kurang mampu mencari seorang istri, Grand Duchess?”

“Tidak begitu, Yang Mulia,” ucap Grand Duchess.

Bisa kupastikan Vanhoiren akan digemparkan oleh berita tentang Idris dan juga diriku besoknya. Selesai adu mulut dengan Grand Duchess serta Marchioness Franklin, Idris mengajakku bicara di balkon Kediaman Dominic.

Kami berdiam diri sejenak. Aku hanya menikmati angin malam yang sejuk di keadaan yang mulai memanas. Idris masih saja terus merangkulku seakan tidak ingin aku pergi kemana pun.

“Apa yang terjadi pada malam Festival Bunga?” tanya Idris. “Apakah kau cemburu karena aku berdansa dengan Nona Hindley?”

Oh, Idris. Apakah otakmu sudah terbentur?

“Tidak, Yang Mulia. Aku hanya sakit perut karena terlalu banyak makan cemilan. Dan yang paling penting, tidak ada kecemburuan di saat berada di lantai dansa.”

Idris tertawa. “Ya, kau benar, Charlotte. Siapa pun bisa mengajak lawan jenisnya berdansa.” Dia kemudian menarikku ke dalam pelukannya. “Tapi seharusnya kau harus memperhatikan kesehatanmu. Apakah kau mau tinggal di istana dan kuperhatikan setiap hari?”

“Idris, kau terlalu berlebihan.”

“Kalau untukmu, aku tidak masalah,” kata Idris. “Apakah kau tidak keberatan jika aku mengatakan bahwa kita adalah pasangan kekasih meski kau belum memberikan jawaban?”

Aku memilih diam.

“Kuanggap itu tanda setuju darimu,” simpul Idris. “Hari Pemburuan akan segera tiba. Besok pergilah ke istana dan kita akan mengukur baju untuk hari itu.”

“Baiklah.” Aku menyanggupi.

“Apakah kau pernah memegang pedang sebelumnya?” tanya Idris.

Aku tersenyum. “Kuanggap jika aku familiar dengan benda tajam itu,” jawabku setengah menantang. “Kita bisa saling melindungi saat berada di hutan.”

“Apa yang kau inginkan saat Hari Pemburuan?” tanya Idris. Dia mengabaikan perkataanku yang mungkin baginya hanyalah bualan.

“Salamander Raksasa,” kataku sedikit tak tertarik pada pembicaraannya. “Yang memiliki ekor bergaris putih.”

“Baiklah kalau begitu.”

Salamander Raksasa adalah makhluk hasil dari pemanggilan sihir yang sekarang hampir punah di hutan bagian barat Vanhoiren. Semoga saja Idris tidak mendapatkan makhluk itu dan kembali membanggakan diri.

“Apa hubunganmu dengan Nona Hindley tidak baik?” tanya Idris.

“Kami bahkan bukan teman,” kataku acuh.

“Padahal aku pikir jika Nona Hindley akan cocok menjadi bridesmaid-mu,” gumam Idris. “Apakah kau punya rekomendasi yang lain?”

“Idris, kau terlalu cepat memutuskan segala hal,” kataku cemas.

“Kau benar. Mungkin karena aku ingin cepat-cepat menjadikanmu istriku,” goda Idris padaku.

Rose Hindley menjadi bridesmaid-ku? Jawabanku tidak.

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

brides apa itu? klo maid gw tau apa artiny...

2021-09-02

0

senja

senja

kl tujuan Rose dan si Selir gak sama, Rose bisa jadi penjahat kakap selanjutnya

2020-05-20

3

senja

senja

waw Rose skg deketin Franklin pdhl pas rapat kemarin gak berani nyela

2020-05-20

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!