VI - Penyihir Avnevous

“Jangan bergerak.” Suara yang agak berat itu membuatku menoleh. Aku mengarahkan pisauku padanya tetapi dengan mudah ditahan olehnya. Cengkeramannya membuatku meringis kesakitan.

“Sa-sakit!” kataku reflek.

“Sst! Diamlah dan dengarkan aku,” perintahnya sambil menatapku dengan tatapan tajam. Aku bungkam dan dia pun melepaskan tanganku. Pergelangan tanganku jadi memerah karena ulahnya.

“Apa yang kau inginkan?” tanyaku was-was sambil terus menodongkan pisauku padanya.

Laki-laki berambut hitam dan bermata biru laut itu tersenyum. “Menyerah saja. Kau berada di dalam area tanpa ujung.”

“Area tanpa ujung?” Aku menatapnya bingung.

“Ya.” Dia memperlihatkan sebuah kristal sihir yang belum pernah kulihat secara langsung. Jantungku berdegup semakin cepat dan napasku memendek. “Oh, kau bereaksi pada kristal sihir ini, ya?”

Aku jatuh ke tanah sambil memegangi dadaku yang sesak. Napasku tersengal-sengal dan mataku berair. Kondisiku sama sekali tidak bisa dijelaskan. Aku tiba-tiba saja menjadi seperti ini saat melihat kristal itu.

Pandanganku memburam dan laki-laki itu berjongkok di depanku hingga aku tak sadarkan diri.

***

Aku bangun dengan mengangkat kepalaku secara reflek, namun sakit kepala yang datang seakan menonjok kepalaku secara cepat. Aku kembali berbaring dan menyadari jika sudah berada di sebuah kamar yang asing.

Memar di tanganku sudah hilang dan gaun yang kupakai sudah diganti oleh piama tidur. Dadaku pun sudah tak sesak dan aku bisa bernapas dengan baik.

Clek!

Gadis berambut violet masuk lalu kaget melihatku yang sudah bangun. Buru-buru dia keluar lagi dan kembali dengan laki-laki yang kutemui di dalam gang. Ah, aku sudah tak memiliki pisau pemberian Ayah. Mereka pasti menyimpannya agar aku tidak melawan.

“Kau bangun lebih cepat dari perkiraanku,” kata laki-laki itu.

“Di mana aku?” tanyaku cepat.

“Selamat datang di Avnevous,” ucapnya lantang. Dan jawabannya itu membuat aku tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku. Bagaimana bisa mereka membawaku ke Avnevous seenaknya? Dan bagaimana bisa aku bertemu dengan orang-orang dari Avnevous sekebetulan ini?!

“Di sini kau akan baik-baik saja,” tambah gadis di sampingnya.

Aku menatap mereka berdua secara bergantian. Rasa kagetku sudah berganti dengan rasa kesal. “Kenapa aku dibawa ke sini? Apa yang kalian inginkan dariku?”

Bibir laki-laki itu mengeluarkan sebuah seringaian. Lihatlah selicik apa dirinya hingga tidak bisa menutupi aura menyebalkannya itu. “Kau hanya tidak beruntung saja karena masuk ke jebakanku.”

Maksudnya jebakan gang, ya.

“Iya,” katanya tiba-tiba. Aku menatapnya dan menyadari sesuatu yang sebenarnya mustahil.

Kau bisa membaca pikiranku?

“Kami semua bisa,” tutur laki-laki itu.

“Bagaimana bisa?” Akal sehatku masih menolak untuk percaya.

“Kami masih memiliki berkat dari Dewi Kebajikan yang diturunkan dari Penyihir Agung. Meskipun langka, sihir bukanlah hal yang mustahil di sini,” ungkap si gadis. “Kau terjebak dalam sihir ruang dimensi yang dibuat oleh Yang Mulia. Sihir itu membuat tempat yang dituju menjadi tidak punya jalan keluar. Seperti sebuah unlimited looping.”

“Dan kau bereaksi terhadap kristal sihir. Hal itu adalah sesuatu yang langka setidaknya untuk jaman sekarang,” kata laki-laki yang disebut Yang Mulia oleh si gadis.

Aku mencipitkan mata karena merasakan sesuatu yang tidak beres. Termasuk panggilan Yang Mulia. “Sesuatu yang langka?”

“Sebelum membahas hal ini lebih lanjut, bisa kau perkenalkan dirimu terlebih dahulu?” tanya laki-laki itu.

Aku menghela napas. “Aku Charlotte Mikaela Winston. Anak tunggal seorang Viscount.”

“Namaku Isla Constance Worcester. Penyihir Avnevous. Dan yang di sebelahku adalah Yang Mulia Putra Mahkota Kerajaan Avnevous. Lucas Cavan Avnevous,” jelas gadis berambut violet itu.

“Kau ... cucu Raja Clovis?!” Benar dugaanku tentang tatanan pemerintahan Avnevous masa kini. Tidak kusangka aku akan langsung bertemu dengan orang yang difitnah menjalin hubungan spesial denganku.

“Ya,” kata laki-laki bernama Lucas tersebut. “Bertemu denganmu adalah sebuah takdir yang diberikan oleh Dewi Kebajikan.” Tadi katanya aku hanya tidak beruntung. Sekarang dia bilang pertemuan kami itu takdir. Maunya apa?

“Penyihir Agung bilang beliau ingin bertemu dengan Nona Winston,” kata Isla.

Aku jadi ingat perkataan Dewi Kebajikan yang menyuruhku pergi ke wilayah Avnevous. Bukannya pergi sendiri, aku malah diculik oleh Putra Mahkota-nya. Lagipula, kenyataan bahwa Avnevous masih menggunakan sebuah sihir dan adanya penyihir lain selain Ava adalah berita yang bisa menggemparkan seisi Vanhoiren.

“Biarkan para pelayan memberinya pakaian yang layak. Temani Nona Winston dan kita semua akan bertemu di Menara Serikat Sihir,” ucap Lucas sambil keluar dari ruangan setelah Isla mengangguk.

Isla tetap berada denganku selagi aku dimandikan dan dibantu memakai gaun serta merias diri. Setelan pakaian di tempat ini lebih modern ketimbang Vanhoiren. Gaun yang kupakai sekarang lebih tipis sehingga jadi lebih mudah untuk bergerak. Aku diberi jamuan makan siang yang lezat dan juga makanan pencuci mulut yang manis.

Bukannya dijadikan tahanan (dilihat dari bagaimana aku dibawa ke Avnevous tanpa seijinku ini pasti bisa dibilang penculikan), mereka memperlakukanku seperti tamu. Isla banyak memberikanku informasi soal Avnevous yang tidak tercantum di dalam buku.

Bahkan, kristal sihir pun sebenarnya tidak punah di wilayah Beck. Semua kristal dan bahan pembuatannya itu dipindahkan menggunakan teleport sihir ke wilayah Avnevous sedikit demi sedikit untuk menghilangkan kecurigaan. Gencatan senjata pun dilakukan setelah mereka selesai memindahkan kristal itu. Vanhoiren benar-benar sudah terkelabui.

Kami sampai di Menara Serikat Sihir yang menjulang ke atas. Begitu masuk, aku sudah disambut oleh Lucas dan seorang laki-laki tua yang memakai kacamata.

“Di mana Nyonya?” tanya Isla.

Lucas berdecak kesal. “Dia sedang marah-marah di ruangannya. Penyakit tua.”

Isla terlihat murung. “Yang Mulia ..., Nyonya bisa lebih marah lagi kalau Nyonya tahu Yang Mulia mengatai beliau tua.”

“Lebih baik Yang Mulia dan Nona menunggu Nyonya di ruangan tunggu saja. Akan saya siapkan teh dan cemilan,” kata laki-laki tua itu.

Isla terlihat kesal. “Ayah harusnya memperkenalkan diri dulu pada Nona Winston!”

“Ah, maafkan saya, Nona Winston. Saya agak gugup berada di samping Yang Mulia,” tuturnya sambil menunduk. “Saya adalah satu-satunya pelayan di Menara Serikat Sihir ini. Nama saya Isaac Alberty Worcester.”

Aku juga memberi salam dan menunduk. “Aku Charlotte Mikaela Winston.”

“Karena sudah saling kenal sekarang buatkan kami teh, Isaac,” perintah Lucas sambil masuk ke ruang tunggu.

“Baik, mohon tunggu sebentar, Yang Mulia.”

Kami duduk di ruang tunggu dalam kondisi canggung. Otakku masih mencerna semua informasi yang kudapat. Apalagi rasa khawatirku soal Ayah, Layla, dan Jayden. Ugh, aku tidak mau mereka mengkhawatirkanku. Apa yang harus kulakukan?

“Ayahmu tidak akan khawatir padamu,” ucap Lucas tiba-tiba. “Aku sudah menggantikan wujudmu dengan salah satu pelayanku.”

“Itu adalah sihir Penyamaran,” tambah Isla. “Nona Winston tidak perlu khawatir untuk sekarang.”

“Baiklah,” kataku ragu.

Isaac kemudian datang sambil membawa banyak sekali cemilan dan teh untuk kami. Saat itulah pintu dibuka dengan kasar dan muncul gadis yang terlihat lebih muda dari Isla. Kedatangannya membuatku bergidik ngeri.

Perasaan macam apa ini?

Terpopuler

Comments

Deasy Awenk

Deasy Awenk

👍👍👍

2020-09-20

1

senja

senja

akhirnya ketemu sama si Jodoh, cuman kl bener sm kerajaan ini, si ayah bisa kena imbasnya, kalau2 dianggap penghianat atau apa, kan ayahnya gak kuat

2020-05-20

4

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!