XI - Persiapan Festival

Aku membuatkan teh melati untuk Lucas dan Isla. Lucas menatap tumpukan kertas yang menggunung di meja kerjaku. Hal itu membuatku tersenyum dan meletakkan cangkir tehku di atas meja.

“Apa tidak ada pekerjaan penting di Istana?” tanyaku pada Lucas.

“Aku baru saja menyelesaikan semuanya. Oleh karena itu aku kesini untuk melihat keadaanmu,” jawab Lucas. “Apa kau masih sering berlatih pedang?”

Aku menggeleng. “Ayahku terus melarangku untuk keluar dari rumah. Aku tidak bisa berlatih bersama Jayden.”

“Jayden?”

“Tangan kanan Ayahku,” kataku menjelaskan.

Lucas mengangguk paham. “Pekerjaanmu banyak sekali, ya. Apa mau kubantu?”

“Tidak perlu, aku senang mengerjakannya sendiri, Lucas.”

“Sampai kapan Yang Mulia mau berada di sana? Para pengawal Yang Mulia sedang menunggu. Katanya Yang Mulia Raja mau bertemu!” seru Ava dari kristal komunikasi.

Lucas berdecak kesal. “Ya-ya, aku akan segera pergi,” kata Lucas. “Charlotte, aku pergi dulu.”

“Baik, Lucas. Terima kasih sudah mau mampir.”

Lucas mengangguk.

“Aku akan mengantar Anda, Yang Mulia,” kata Isla yang mengekor di belakang Lucas.

Isla kembali sendirian sementara aku melanjutkan pekerjaanku hingga menjelang larut malam. Lembur adalah hal yang mengasyikan bagiku. Lebih baik kuselesaikan pekerjaan di rumah sebelum pergi ke Istana untuk bekerja bersama Idris.

***

Isla sudah kuminta untuk mempelajari wilayah Vanhoiren dan melihat jika ada sesuatu yang mencurigakan. Sesekali aku berkomunikasi dengan Isla untuk melihat perkembangan investigasinya.

Jika sudah dihadapkan dengan sesuatu yang serius, Isla akan dengan sigap melakukannya dengan cepat dan tepat. Aku bahkan yakin jika sihir adalah bonus dari kemampuannya sekarang. Isaac telah membesarkan seorang anak yang jenius.

Selagi Isla pergi, aku pun juga ikut keluar menuju Perpustakaan Kekaisaran untuk mengembalikan buku duplikat Ava bersama Jayden. Dia sama sekali tak membiarkanku pergi sendirian. Bahkan jarak kami maksimal jauhnya hanya boleh dua meter.

Baru saja hendak naik ke kereta kudaku bersama Jayden, kereta kuda Kekaisaran muncul di belakang kami. Kereta itu berhenti dan keluarlah Idris bersama Jack. Idris tersenyum padaku saat aku memberi salam bersama Jayden.

“Aku tidak tahu takdir apa yang bisa membuat kita bertemu lagi, Nona Winston,” ucap Idris. Aku hanya bisa berusaha tersenyum. Berkat Ava, sakit kepalaku bisa dihilangkan untuk sementara waktu. Sihir Ava hanya bisa bertahan selama satu jam saja setiap aku melihat Idris. “Kebetulan sekali, setelah dari sini aku ingin mengunjungimu.”

“Ada apa, Yang Mulia?” tanyaku.

“Aku ingin menjemputmu untuk pergi ke istana bersama untuk rapat pertama kita mengenai Festival Bunga,” jawab Idris. “Para bangsawan lain juga akan berkumpul di sana.”

“Yang Mulia terlalu merepotkan diri. Yang Mulia bisa mengirim surat agar saya bisa pergi sendiri,” ucapku dengan nada terkejut.

Idris kembali tersenyum. “Jack, antar Nona Winston ke kereta kuda kita,” perintahnya pada Jack tanpa menanggapi perkataanku.

Jack menatapku dan mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

Entah mengapa aku merasa tidak nyaman saat bersama Jack. Mungkin karena dia adalah orang yang ikut andil dalam kematianku dahulu. Ugh, sakit kepalaku malah muncul.

“Jayden, kembalilah sendiri dan katakan pada Ayah jika aku bersama Yang Mulia Putra Mahkota,” ucapku pada Jayden lalu meraih tangan Jack.

“Baik, Nona Charlotte,” kata Jayden.

Aku di antar masuk ke dalam kereta kuda Kekaisaran yang lebih mewah dibanding milik keluargaku. Yah, itu adalah hal yang wajar. Jack menutup pintu kereta dan pergi menemani Idris masuk ke dalam perpustakaan.

Sakit kepalaku mereda. Aku bersyukur akan hal itu.

“Nona, bagaimana keadaanmu?” Isla menghubungiku.

“Aku sedang berada di kereta kuda Kekaisaran,” bisikku padanya lewat kristal komunikasi.

“Ya, Nona Charlotte. Aku melihatmu dari atap perpustakaan. Apakah aku harus membuntuti kereta itu?” tanya Isla.

“Ya. Tapi, jangan diteruskan kalau kondisinya berbahaya,” kataku padanya masih dengan berbisik.

Isla setuju dan aku menyimpan kembali kristalku.

Idris dan Jack kembali sekitar tiga puluh menit. Mereka sepertinya punya urusan dengan Ruby. Keduanya ikut masuk ke dalam kereta dan duduk berhadapan denganku. Lalu kami pun menuju ke Istana Kekaisaran.

“Maaf sudah membuatmu menunggu lama, Nona Winston,” kata Idris.

“Tidak apa-apa, Yang Mulia. Berkat Yang Mulia, saya bisa beristirahat sejenak di sini.”

“Begitu, ya. Waktu itu aku melihat banyak sekali pekerjaan yang menumpuk di ruang kerjamu,” ucap Idris seraya menerawang kejadian tempo lalu. “Apakah masih ada yang harus dikerjakan?”

“Semuanya sudah saya selesaikan, Yang Mulia,” jawabku sopan.

Idris agak kaget mendengar hal itu. “Bagus sekali, Nona Winston. Tapi pikirkan juga kesehatanmu.”

“Baik, Yang Mulia. Terima kasih atas perhatiannya.” Aku menunduk sedikit untuk memperlihatkan kesopanan pada Idris karena sedaritadi tanpa Idris sadari ... Jack memperhatikanku.

“Bunga-bunga untuk festival kali ini akan diambil dari Kerajaan Naorikan dan Kerajaan Bevram,” jelas Idris. “Utusan dari Raja dua kerajaan ini sudah datang kemarin. Tinggal bagaimana pihak kita mengoordinasi Festival Bunga ini dengan baik.”

“Apakah bunga-bunga di Kekaisaran tidak cukup untuk festival kali ini?” tanyaku serius.

“Aku kan sudah bilang untuk membuat festivalnya lebih meriah, Nona Winston,” jawab Idris. “Untuk itulah aku ingin mendiskusikan beberapa hal dengan bangsawan kelas atas terkait rencana kontribusi dengan bangsawan biasa.”

Perbedaan kasta masih terasa di Kekaisaran Vanhoiren. Hanya bangsawan kelas atas dan berbakat saja yang akan dipandang. Idris harus berusaha keras agar meyakinkan mereka.

“Grand Duke sudah setuju dengan hal ini, Nona Winston. Mereka pasti bisa setuju,” tambah Idris.

“Baiklah, Yang Mulia. Saya juga akan membantu sebisa mungkin,” kataku akhirnya. Kemudian aku teringat sesuatu. “Apakah saya bisa membuat satu permintaan kepada Yang Mulia?”

“Katakan, Nona Winston.”

“Karena saya masih dalam pengawasan, apakah bisa jika saya membawa satu pelayan saat bekerja di istana nanti?”

Idris berpikir sejenak. “Apakah Nona Winston akan merasa nyaman dengan hal itu?”

Aku mengangguk. “Ya, Yang Mulia.”

“Baiklah, Nona Winston.”

Sekarang, aku tinggal membuat skenario perekrutan Isla ke kediamanku agar Isla bisa kubawa ke dalam istana. Selangkah demi selangkah, aku berharap tidak ada yang mengganggu.

“Aku sudah meminta Jack menyelidiki masalah yang Nona Winston alami. Namun, tidak ada hal yang mencurigakan,” kata Idris. “Apa yang terjadi sebelum Nona Winston pingsan?”

Aku bertingkah seolah-olah sedang berpikir. “Saat masuk ke dalam gang, saya ... saya merasa ada yang memukul kepala saya dengan keras sampai tidak sadarkan diri.”

“Begitu, ya. Padahal aku sudah memperketat penjagaan, tapi ada saja kejadian seperti ini. Kesehatan Kaisar juga sedang tidak baik. Fokusku terpecah karenanya,” ungkap Idris sedang wajah muram.

“Tenanglah, Yang Mulia. Semuanya pasti akan berjalan dengan baik. Saya akan membantu Yang Mulia,” kataku sambil tersenyum.

“Terima kasih, Nona Winston.”

Ya, semuanya pasti berjalan dengan baik.

Terpopuler

Comments

Dorkas

Dorkas

menarik sekali novelnya.. suka...❤️❤️

2021-09-06

0

senja

senja

si Jack juga tau sihir juga kah?

2020-05-20

4

Lenha oks

Lenha oks

up

2020-04-14

4

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!