II - Muka Dua

Setelah aku pingsan, aku terbangun di kamarku lagi. Kuraih segelas air yang telah disediakan di atas nakas. Tenggorokanku kembali segar setelah meneguk air itu. Layla masuk ke kamarku dan terkejut ketika melihatku sudah bangun.

“Maaf, Nona. Saya tidak tahu jika Nona sudah bangun dan lancang tidak mengetuk pintu,” katanya sambil menunduk.

“Tak apa, Layla. Tidak perlu terlalu formal padaku,” ucapku pelan. “Ada apa?”

“Dokter Kekaisaran baru saja pulang setelah memeriksa keadaan Nona, beliau juga memberikan Nona beberapa obat untuk diminum,” jelas Layla.

“Dokter Kekaisaran?”

Layla mengangguk. “Setelah Yang Mulia Putra Mahkota mengantar Nona pulang, Yang Mulia Putra Mahkota memerintahkan Dokter Kekaisaran untuk datang memeriksa kesehatan Nona.”

Aku kaget mendengar hal itu. Bagaimana bisa Idris melakukan hal merepotkan seperti itu untukku yang masih berstatus bukan siapa-siapanya? Aku merinding saat yakin jika yang menggendongku adalah Idris.

“Maaf menanyakan hal ini, Nona. Apa Nona masih belum bisa merelakan kepergian Nyonya Viscountess?” tanya Layla dengan raut wajah khawatir.

Ibuku yang seorang Viscountess memang sudah meninggal sejak aku masih kecil. Dan karena hal itu, aku jadi sering sakit kepala jika melihat sesuatu yang memicu ingatanku tentang Ibu. Jadi, Layla terus memberiku lilin herbal agar aku tetap rileks.

“Kenapa kau bertanya seperti itu, Layla?” tanyaku pada Layla.

“Dokter Kekaisaran bilang, Nona mengalami sebuah gejala trauma,” kata Layla. “Untuk itulah saya berpi-”

“Kau tidak perlu khawatir, Layla. Aku baik-baik saja sekarang. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku,” potongku.

Layla tersenyum lalu memberikan sebuah amplop kuning yang dia keluarkan dari saku roknya kepadaku. “Pelayan dari kediaman Baron Hindley mengirimkan surat ini untuk Nona.”

Aku menerima amplop itu dan melihat stempel keluarga Hindley. Kubuka amplop itu dan membaca isinya.

Nona Charlotte, aku minta maaf karena membiarkanmu sendirian kemarin. Apakah Nona sudah baikan? Putra Mahkota sangat mengkhawatirkan Nona Charlotte kemarin. Semoga Nona diberkati Dewi Kebajikan.

Tertanda, Rose Hindley

 

Dalam tata krama Kekaisaran maupun di antara para bangsawan, sudah sepantasnya jika seorang bangsawan meminta ijin terlebih dahulu untuk saling mengirim surat kepada bangsawan yang dituju kecuali untuk hal mendesak.

Rose mengabaikan hal itu dan bersikap seenaknya. Apakah pelajaran tata krama hanya dilewatkan begitu saja olehnya?

“Apa Nona akan membalas surat itu?” tanya Layla.

“Tidak. Besok akan ada pertemuan antar bangsawan di kediaman Grand Duke. Aku akan bicara dengannya nanti.” Bisa kurasakan jika tubuhku sudah kembali fit. “Panggilkan Jayden saat kau keluar nanti. Minta dia menemuiku di ruang kerja besok.”

“Baik, Nona.”

Aku tidak bisa menunda-nunda sesuatu yang sudah ditakdirkan untukku. Untuk sekarang, aku harus pergi ke Perpustakaan Kekaisaran dan mencari buku tentang Kerajaan Wilayah Barat.

Semasa hidupku dulu di masa lalu, Kerajaan Wilayah Barat termasuk kerajaan yang tertutup. Dahulu kerajaan ini sempat berperang dengan Kekaisaran Vanhoiren. Namun, akhirnya memilih gencatan senjata dan tidak pernah berhubungan lagi dengan Vanhoiren. Mereka adalah kerajaan yang independen. Untuk itulah pengetahuan Vanhoiren tentang Kerajaan Wilayah Barat cukup minim.

*

Perpustakaan Kekaisaran hanya bisa dimasuki oleh keluarga Kaisar dan para bangsawan. Aku sering ke sini untuk menghabiskan waktu setelah mengurus pekerjaan di rumah yang merupakan pekerjaan Ibu di masa lampau sebagai Viscountess.

Para penjaga perpustakaan tersenyum padaku saat turun dari kereta kuda. Yah, mereka semua mengenalku karena aku adalah pengunjung lama di sini.

Namun, tetap saja. Meskipun mereka familiar denganku, mencari buku tentang Kerajaan Wilayah Barat adalah sebuah hal yang tidak biasa. Untuk itulah aku membawa Jayden. Jayden adalah tangan kanan Ayah yang sangat akrab dengan Kepala Perpustakaan bernama Ruby.

Selagi aku menunggu Jayden bernegosiasi dengan Ruby, aku mencoba mencari buku-buku menarik lain yang sangat ingin kubaca namun terhalang tugas Ratu dahulu.

Aku menyayangkan semua dedikasiku sebagai seorang Ratu. Apa artinya itu semua? Tidak ada.

“Nona Winston?” Itu ... suara Idris. Aku tidak ingat jika dulu aku pernah bertemu dengannya di perpustakaan. Biar bagaimanapun, segala hal yang berbeda dari masa lalu akan menciptakan masa depan yang berbeda pula.

Aku menunduk untuk memberi salam. “Semoga Yang Mulia Putra Mahkota diberkati Dewi Kebajikan.” Kulihat Idris tersenyum saat aku mengangkat kepalaku.

Sakit kepalaku mulai datang kembali.

“Apa Nona sudah baik-baik saja?” tanya Idris.

“Uhm, y-ya. Terima kasih atas perhatiannya, Yang Mulia,” kataku sambil berusaha tersenyum. Tapi kurasa senyumanku malah lebih seperti seringaian.

“Yang Mulia, kita harus segera pergi,” kata Jack yang daritadi berada di samping Idris.

Idris mengangguk lalu pergi setelah menatapku dan tersenyum. Kakiku lemas hingga tak bisa menopang tubuhku. Aku mengabaikan gaunku yang akan kotor karena duduk di lantai.

Tak sengaja kujatuhkan sebuah buku tebal yang usang dari rak saat mencoba berpegangan pada rak di belakangku untuk berdiri.

Ada sengatan kecil saat kusentuh buku itu. Setelah kusentuh untuk yangkedua kalinya, buku itu tidak lagi menyengat. Mungkin hanya perasaanku saja. Kupegang buku itu dan Jayden pun menghampiriku.

“Bagaimana?” tanyaku pada Jayden. Sakit kepalaku sudah sirna entah ke mana.

“Hanya satu buku yang bisa dipinjam. Besok harus dikembalikan,” jawab Jayden.

Aku tersenyum puas. “Kerja bagus, Jayden. Itu sudah lebih dari cukup.”

Aku pun meminjam salah satu buku tentang Kerajaan Wilayah Barat dan satu buku yang jatuh dari rak. Karena lupa meletakannya kembali di rak, aku terus membawa buku tersebut sampai di bagian peminjaman.

Sampai rumah, aku langsung disambut oleh Rose di ruang tamu. Dia datang ke kediamanku tanpa memberi kabar apa pun. Apa lagi yang dia inginkan?

“Selamat datang, Nona Charlotte,” sambut Rose sumringah. “Apa Nona dari Perpustakaan Kekaisaran?”

“Ya. Ada perlu apa Nona Hindley kemari hingga tidak memberi kabar padaku terlebih dahulu?” tanyaku to the point.

“Maafkan aku. Nona pasti kaget karena aku datang secara tiba-tiba. Aku hanya ingin melihat kondisi Nona Charlotte,” kata Rose bersemangat.

Aku tersenyum. “Sejak kapan kita akrab, Nona Hindley?” tanyaku serius.

Rose bungkam. Sepertinya dia berpikir aku tidak akan berani menyinggung segala bentuk kelancangannya dan terus mengusikku seakan-akan kami adalah teman akrab. Bukannya aku tidak suka, hanya saja aku terganggu jika dia datang dengan semena-mena tanpa memberitahu terlebih dahulu. Itu adalah sebuah tata krama dasar dalam kehidupan bangsawan.

“Maaf menyinggungmu, Nona Hindley. Namun, sebaiknya kau menghentikan sikapmu yang seperti ini. Aku pasti akan membiarkan hal ini dan hanya menegurmu. Tapi, jika bangsawan kelas atas yang kau perlakukan seperti ini ..., aku tidak menjamin hal baik,” tegurku pada Rose.

Semoga setelah ini, dia bisa berubah menjadi lebih baik.

Rose berdiri dari sofa. “Baiklah, Nona Charlotte. Maaf mengganggumu. Kupikir kita sudah cukup akrab untuk saling menjenguk satu sama lain saat salah satu di antara kita sakit. Aku pamit pulang dulu,” kata Rose yang kemudian pergi tanpa mendengar tanggapanku.

Aku bisa mendengar Rose berdecak kesal di luar ruang tamu. Ternyata dia memang tipe gadis seperti itu.

Terpopuler

Comments

Sulati Cus

Sulati Cus

kyknya rose klan penyihir

2023-05-29

0

Priska Anita

Priska Anita

Lanjut disini thor 💜

2020-08-19

1

Mawar Syafitri

Mawar Syafitri

ciriga rumornya yang dulu disebarin sama rose juga, atau rose dan rajanya selingkuh, hmmmm

2020-07-05

9

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!