XVIII - Festival Bunga (II)

“Apa kau menyukainya?” tanya Lucas.

Aku mengangguk. “Sangat.”

“Selama ini aku selalu melakukan hal ini sendirian. Ayahku dan para pengawal sampai kesulitan menangkapku karena selalu melarikan diri,” kata Lucas. “Banyak sekali hal baru yang aku lakukan di luar dari kehidupan istana. Kapan-kapan aku akan mengajakmu pergi.”

“Benarkah?” tanyaku memastikan.

“Tentu saja!” seru Lucas. “Tapi tahu tidak hal yang membuatku penasaran?”

“Apa itu?” Aku sedikit penasaran.

Lucas tersenyum jahil. “Wajah si b*jingan ketika tahu kau menghilang dari pestanya sendiri.”

Aku tertawa karena Lucas memperlihatkan ekspresi lucu di hadapanku. “Lucas, sudah kubilang jangan bicara seperti itu.”

“Tenanglah, tidak ada yang akan mendengar kita di sini,” kata Lucas acuh. “Kita bisa membicarakan segalanya di sini karena ini adalah tempat persembunyianku.”

Duar!

Kembang api besar muncul di udara. Aku mengalihkan pandanganku ke kembang api yang mulai muncul satu persatu. Meledak dengan warna-warni yang cantik lalu menghilang tanpa bekas. Ada perasaan sedih saat kulihat kembang api tersebut.

“Mengingatkan tentang dirimu di masa lalu?” tanya Lucas tanpa memandangku. Genggamannya semakin mengerat. “Sudah kubilang jangan khawatir. Karena aku ada di sini.”

“Ya, kau benar,” kataku.

Kembang api bagaikan aku di masa lalu. Hilang tanpa bekas dan terlihat menyedihkan. Apakah aku yang sekarang sudah lebih baik dari aku yang dulu? Bagaimana aku bisa menyimpulkan hal ini jika ujung-ujungnya aku masih bergantung pada orang lain?

“Kau terlalu terpaku pada pikiranmu sendiri,” celetuk Lucas. “Kalau belum dicoba ... kau tidak akan tahu hasilnya akan seperti apa.”

Aku hanya diam. Lucas membuka jasnya dan memakaikannya padaku. Sepertinya pipiku memerah. “Terima kasih.”

Lucas mengangguk. “Aku tidak ingin wanitaku sakit karena kubiarkan kedinginan.”

“Wanitaku?”

“Bukan?” tanya Lucas balik.

Aku tertawa bertepatan dengan berakhirnya kembang api.

“Ayo, kuantar pulang,” kata Lucas.

“Iya.”

Sudah hampir tengah malam aku sampai di kediaman Winston. Tepatnya di dalam ruang kerjaku sendiri. Isla menghampiriku begitu aku muncul dari ruangan bawah tanah bersama Lucas. Raut wajahnya tidak mengenakkan.

“Oh, ya ampun. Kenapa Nona Charlotte malah melarikan diri sendiri bersama Yang Mulia?!” seru Isla. “Aku kan juga ingin kabur.”

“Kenapa tidak kau lakukan?” tanya Lucas.

“Ayah Nona Charlotte menangkapku duluan saat lampu menyala. Putra Mahkota Vanhoiren dan Ayah Nona Charlotte mencari keberadaan Nona. Daritadi aku memberikan alasan palsu pada mereka semua,” aku Isla.

“Terima kasih, Isla,” kataku padanya.

Isla menghela napas. “Saat Nona pergi, Selir yang waktu itu muncul di dalam ballroom. Saat dekat-dekat dengannya aku rasanya ingin muntah.”

“Si pengguna sihir kegelapan?” tanya Lucas.

Aku dan Isla mengangguk.

“Pengumuman tentang pernikahan Nona dengan Putra Mahkota ditunda karena menghilangnya Nona saat itu,” kata Isla.

Lucas tersenyum puas.

“Dia bahkan belum mendengar jawabanku,” gumamku. “Karena Festival Bunga telah berakhir, sekarang aku hanya ingin fokus pada pekerjaan rumah.”

Lucas mengusap kepalaku. “Jangan terlalu memaksakan dirimu.”

“Tentu, Lucas. Kau juga. Jangan terlalu banyak berkeliaran keluar istana dan membuat masalah. Pikirkan masa depan Avnevous yang nantinya akan ada di tanganmu tidak lama lagi,” tegurku pada Lucas.

Lucas mengangguk dan berpamitan. Dia kembali pergi dan meninggalkanku berduaan dengan Isla. Aku memilih mengendap-endap pergi ke kamarku untuk beristirahat. Hari ini adalah hari yang panjang sekaligus mengasyikan. Aku sangat berterima kasih pada Lucas yang sudah memberikanku pengalaman baru dan juga Isla yang melindungiku dari Ayah dan Idris. Serta Ava, yang selalu mengomeli Lucas.

***

Pagi hari, kekacauan yang baru.

Surat resmi dari Kekaisaran datang kepadaku pagi-pagi buta. Dan isi surat itu mengatakan bahwa aku ditunjuk sebagai pasangan Idris dalam Hari Pemburuan yang akan diadakan tiga hari setelah Festival Bunga. Itu artinya, besok lusa aku harus ikut andil dalam Hari Pemburuan.

Dulu aku tidak ikut pada perayaan ini karena Idris tidak se-agresif sekarang. Hari Pemburuan adalah hari di mana para bangsawan akan bertanding mendapatkan buruan terbaik. Buruan tersebut nantinya akan dibagikan kepada rakyat sebagai bentuk rasa kasih seperti yang diajarkan oleh Dewi Kebajikan. Para pemburu akan ditemani pasangannya dan mereka haruslah berburu bersama.

Ayah sepertinya tidak mempermasalahkan lagi ketidakhadiranku yang tiba-tiba tadi malam karena panik membaca surat yang diberikan Idris.

“Nona Charlotte sudah terampil berpedang, Tuan,” ucap Jayden menenangkan Ayah. Kami sekarang berada di ruang keluarga menikmati teh melati yang kubuat sendiri bersama Jayden. Isla dan Layla berdiri di belakang kami. Ikut mendengarkan juga.

Ayah menatapku. “Tapi tetap saja hutan adalah tempat yang berbahaya,” ucap Ayah gelisah. “Saat peperangan dahulu pun, banyak prajurit gugur karena makhluk panggilan penyihir jahat di Avnevous.”

Kupikir yang Ayah maksud adalah Ava.

“Apakah Ayah meragukan kemampuanku dan juga Yang Mulia Putra Mahkota?” tanyaku bercanda.

“Tidak, bukan begitu,” kata Ayah.

“Tenang saja, Ayah. Aku akan dilindungi oleh Yang Mulia. Ayah tidak perlu khawatir,” ucapku sekenanya. Aku tidak bisa tenang apabila Ayah terus-menerus khawatir.

“Nona Charlotte, selain surat dari Kekaisaran, ada juga surat yang dikirimkan Grand Duchess,” ucap Layla yang kemudian menyodorkan surat dengan segel keluarga Dominic.

Aku mengambil surat dari tangan Layla dan membacanya dengan perlahan. Malam ini akan diadakan pertemuan Pergaulan Atas di kediaman Grand Duchess dan aku diundang. Mungkin saja mereka ingin membahas tentang Hari Pemburuan.

“Siapkan gaun pilihanmu, Layla,” pintaku pada Layla.

Layla menunduk. “Baik, Nona Charlotte,” ucap Layla.

“Isla, ikutlah dengan Layla.” Isla mengangguk dan mengikuti Layla keluar dari ruangan.

“Apakah itu undangan Pergaulan Atas?” tanya Ayah.

Aku mengangguk. “Benar, Ayah. Grand Duchess mengundangku untuk hadir. Mungkin dia mengenalku karena menangani perencanaan Festival Bunga.”

“Begitu, ya. Apakah kau ingin Jayden menemanimu?” tanya Ayah padaku.

“Aku akan mengajak Isla pergi bersamaku. Dia harus banyak mengenal bangsawan yang lain agar tidak melakukan kesalahan ke depannya.” Tentu saja itu hanya alasan agar Isla tetap bersamaku. “Bagaimana dengan bisnis Ayah yang sudah mulai memasuki wilayah Naorikan?”

“Semuanya baik. Yang lebih penting, bagaimana hubunganmu dengan Yang Mulia Putra Mahkota?” Sejauh apa pun aku ingin lari dari topik pembahasan yang tidak membuatku nyaman, Ayah selalu bisa menemukan celah.

“Hubungan apa, Ayah?” tanyaku balik.

“Ayah pikir kalian sudah memutuskan untuk bertunangan ...”

“Tidak. Uhm, maksudku, belum ...” Aku menyesap tehku dan meletakkannya kembali ke meja. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa gugupku. “Apakah Ayah berharap jika aku naik takhta bersama Yang Mulia?”

Ayah menggeleng. “Ayah hanya ingin kau bahagia,” katanya. Tidak, tentu saja aku tidak akan bahagia bersama dengan Idris.

“Tidak perlu khawatir soal itu, Ayah. Yang Mulia akan segera mengumumkannya setelah Hari Pemburuan berakhir,” ucapku dengan rasa keraguan.

Terpopuler

Comments

senja

senja

gimana si Ayah kl nanti ketauan hub. nya sama Kerajaan sebelah?

2020-05-20

3

yourboy

yourboy

semua chapter udah aku like semua thor

2020-04-28

4

Kristy

Kristy

Sukak ceritanya thor! 💕

Sekalian mau kenalin thor dan readers, novel "Destined To Be Empress" 👑

Bagi para pecinta novel genre time travel, fantasi dan romance, ini ga boleh terlewatkan! 😆

2020-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!