III - Kenangan Indah

Sepeninggalan Rose, aku masuk ke dalam ruang kerja dan membaca buku terkait Kerajaan Wilayah Barat. Tidak ada yang perlu kupikirkan lebih jauh lagi tentang Rose.

Kerajaan Wilayah Barat disebut sebagai Kerajaan Avnevous. Tempat di mana Penyihir Agung lahir dan membuat wilayah kekuasaan Avnevous menjadi wilayah yang subur dan makmur.

Titik di mana Vanhoiren dan Avnevous berada di dalam kondisi yang memanas adalah karena perebutan hak kekuasaan wilayah terpencil bernama Beck. Walau akhirnya jatuh kepada Vanhoiren.

Aku pernah mengunjungi wilayah itu bersama Idris ketika hendak meninjau pembukaan ladang baru untuk keperluan pangan Kekaisaran yang tempatnya tidak jauh dari Beck. Kata Idris, tempat itu dulunya adalah tempat pembuatan kristal untuk memanipulasi sihir agar bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak memiliki sihir.

Sekarang, sihir adalah hal yang tabu di Vanhoiren. Bahan pembuatan kristal sihir pun telah punah karena perang. Raja terakhir yang dicatat memimpin Kerajaan Avnevous adalah Clovis Galen Avnevous. Jika dihitung dari tahun catatan terakhir di buku ini, sebentar lagi cucunya lah yang akan memimpin Avnevous.

Tok! Tok! Tok!

“Masuk.” Aku menyembunyikan buku Avnevous di laci meja bersama satu buku yang kupinjam tadi.

Yang masuk adalah Ayahku, tenyata hari ini beliau pulang setelah bepergian ke seluruh penjuru Vanhoiren demi keperluan bisnis. Aku berdiri dan memeluknya. Rasa rindu yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata memenuhi hatiku.

Saat menjadi Ratu pun, aku sama sekali tidak punya waktu untuk menemui Ayah. Ayah membalas pelukanku dengan canggung. Aku tahu hal itu karena kami tidak pernah seperti ini. Maksudku, mengekspresikan perasaan secara terang-terangkan.

Saat kulepas pelukanku, Ayah tersenyum.

“Baru Ayah tinggal sebulan kau sudah seperti ini,” kata Ayah mencoba mencairkan suasana. “Apa kau makan dengan teratur?”

“Iya, Ayah. Bagaimana dengan Ayah?” tanyaku balik.

Ayah mengusap kepalaku. “Tentu saja Ayah juga, Charlotte.”

Kusuguhi teh melati buatanku sendiri untuk Ayah. Wajah Ayah kembali muram, sepertinya Ayah teringat kembali pada Ibu. Apalagi teh melati adalah teh kesukaan kami bertiga. Untunglah sakit kepalaku tidak kambuh lagi sesering dulu.

“Jayden bilang kau menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik. Keuangan pun jadi lebih stabil dibandingkan dengan saat Ayah mengelolanya sendiri,” kata Ayah sambil menyesap teh buatanku. Tersirat sesuatu pada tatapan Ayah ketika memandangi cangkir teh di tangannya. “Kau sudah dewasa, Charlotte.”

Ah, muncul siluet tentang Ibuku yang mengatakan hal yang sama.

Kau sudah dewasa, Charlotte. Ibu bangga padamu. Jangan menangis dan tetaplah jadi anak yang baik hati.

Ibu ....

Makanlah yang teratur. Baca bukulah yang banyak. Carilah lelaki yang baik dan mau menerimamu apa adanya. Didiklah anakmu kelak dengan hal-hal baik.

Semua kebaikan dan kasih sayang Ibu menghilang bersamaan dengan tubuh Ibu yang kaku dan pucat. Terkubur di tanah.

Aku merindukan Ibu. Ya, amat sangat.

*

Setelah makan malam bersama dengan Ayah, aku kembali membaca buku tentang Avnevous hingga larut malam. Banyak sekali informasi tentang hal-hal yang bermanfaat mengenai Avnevous. Aku tidak ingin menyalinnya karena tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan jika informasi ini sampai bocor.

Jadi, kuputuskan untuk membaca sedikit buku lain yang kupinjam sebelum pergi tidur.

Aku hampir tidak bisa membaca tulisan di buku ini. Setelah dicerna berkali-kali, akhirnya aku tahu jika ini bukanlah sebuah buku biasa. Buku ini ditulis oleh Ava, seorang penyihir dari Avnevous seratus tahun yang lalu.

Dan buku ini adalah buku terkait pengendalian mana. Mana adalah sebuah bentuk sihir yang ada di dalam tubuh manusia. Berbakat atau tidaknya seorang penyihir, ditentukan dari besar kecil mana-nya. Bahkan Ava menulis tata cara mengumpulkan mana.

Setidaknya aku harus mencobanya sekali nanti untuk kesenangan. Sekarang, kuputuskan mengunci buku-buku itu di dalam laci dan kembali ke kamarku.

“Pastikan untuk menjaga Charlotte saat dia bepergian ke luar rumah.” Itu suara Ayah. Aku tak sengaja mendengarnya ketika lewat. “Lalu, bagaimana dengan para pembeli itu?”

“Minggu ini pun mereka mendesak kita untuk mengirimkan lebih banyak bahan pangan daripada jumlah yang sudah disepakati.” Sekarang Jayden yang bicara.

“Hasil pertanian kali ini tidak sebaik tahun kemarin. Aku tidak bisa membiarkan mereka mengambil semuanya,” kata Ayah.

Kuputuskan untuk berjalan kembali menuju kamar. Langkah kakiku terhenti saat Jayden kembali bicara.

“Mereka takut soal rumor tentang Avnevous. Katanya ada orang yang melihat salah satu dari pasukannya berdiri di dalam gang kecil,” kata Jayden.

Avnevous, di Vanhoiren?

Buru-buru aku berjalan ke kamarku. Menguping hal ini bukanlah sesuatu yang benar.

***

Setelah mengembalikan buku Avnevous pada Ruby, aku memilih berjalan-jalan sejenak bersama dengan Jayden. Selain bekerja sebagai tangan kanan Ayah, Jayden adalah Kesatria hebat di kediaman kami. Aku tidak perlu khawatir soal keselamatanku sendiri.

Banyak sekali rakyat miskin yang masih harus diperhatikan oleh Kekaisaran. Dan di sepanjang jalan pun, tidak sedikit yang meminta-minta untuk sesuap nasi. Beberapa di antaranya kuberikan dua sampai tiga keping emas yang bisa dipergunakan untuk membeli berbagai hal termasuk makanan.

“Jayden,” panggilku pada Jayden yang berada di belakangku.

“Ya, Nona Charlotte?”

“Apa akhir-akhir ini ada rumor terbaru yang tidak kuketahui di Vanhoiren?” tanyaku tanpa berbasa-basi.

Jayden terdiam sejenak dan aku pun tersenyum. Apa berat menceritakan tentang Avnevous padaku?

“Ada beberapa pencuri yang sering meresahkan para bangsawan ketika berjalan di kota,” kata Jayden. “Untuk itulah, Nona tidak boleh berjalan-jalan di kota sendirian.”

Padahal aku baru ingin berjalan-jalan sendiri di kota. “Baiklah, Jayden.”

Baru beberapa saat berjalan, Jayden menarik tubuhku untuk mendekat padanya. Jika dia tidak melakukan hal itu, seorang lelaki tak dikenal akan menabrakku. Jayden punya reflek yang kuat. Mungkin saja lelaki itu adalah pencuri yang dibicarakan Jayden tadi.

“Apa Nona baik-baik saja?” tanya Jayden padaku.

Aku mengangguk. “Terima kasih, Jayden.”

Aku memutuskan untuk kembali ke kediamanku dan bersiap-siap untuk menghadiri pertemuan bangsawan di kediaman Grand Duke.

Karena Ayah sudah kembali pergi untuk urusan bisnisnya tadi pagi, aku harus pergi ke kediaman Grand Duke sendirian. Sudah lama aku tidak bepergian dengan Ayah. Lagipula aku bukanlah anak kecil lagi, akan memalukan jika aku bersikap egois dan membuat Ayah tidak nyaman.

Aku adalah orang yang sangat menghormati pendapat orang lain. Saat menjalin pernikahan dengan Idris pun ..., ah aku malah memikirkannya. Aku harus membuat rasa cinta dan sayangku terhadap Idris menghilang secepat mungkin. Bagaimana bisa aku mengingat-ngingat masa lalu bersama Idris tanpa beban seakan kematianku di masa lalu bukanlah karena dia?

Aku harus berpikiran rasional mulai detik ini. Harus.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

btw2 sering dgr kt MC, apa artinya itu yah🤔maaf krg th,heehe

2021-10-24

0

senja

senja

MC sekarang usia berapa Ka?

2020-05-20

1

senja

senja

hmmm apa dia penyihir, sesuai dg yg dibilang sm Dewi, bakat spesial pakai telur

2020-05-20

6

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!