IV - Pembuat Masalah

Grand Duke adalah orang terdekat Idris semasa masih menjadi Putra Mahkota. Aku biasa berkunjung ke kediaman Grand Duke bersama Idris dan cukup akrab kala itu. Beliau adalah sosok yang kuhormati.

Sekarang pun, beliau masih tetap seperti orang yang kukenal dulu. Kharismanya tidak bisa diabaikan begitu saja. Grand Duchess memang beruntung mendapatkan beliau. Aku sempat berbicara sedikit dengan Grand Duchess saat beliau menyapa para tamu. Yah, meskipun kami tidak akrab.

Duchess Harriston juga ikut hadir dan terlihat sedang bersama dengan Rose Hindley. Rose mengajak Duchess Harriston menghampiriku saat tatapan kami tak sengaja bertemu.

“Nona Charlotte, apa kau sudah baik-baik saja?” tanya Duchess Harriston kepadaku.

“Saya sudah baik-baik saja, Duchess. Terima kasih atas perhatiannya,” kataku setelah menunduk hormat.

Rose merangkul lenganku lalu memasang wajah cemas. “Katanya kemarin Nona Charlotte hampir saja terluka karena ingin diserang oleh pencuri yang akhir-akhir ini dibicarakan oleh seisi kota.”

Kupikir dia sudah menyerah untuk mendekatiku. Ternyata tidak. Mungkin saja dia telah meredam emosinya kemarin.

“Oh, ya ampun. Benarkah itu?!” Duchess Harriston terlihat cemas.

“Ya. Itu benar, Duchess.” Jayden sudah mengantarkan surat mengenai hal ini kepada pihak Kekaisaran. Dengan begitu, aku berharap tidak ada lagi yang mengalami hal serupa. “Saya sudah memberikan laporan dan kejadian rincinya kepada Kekaisaran.”

Rose tersenyum penuh arti. “Wah, Nona Charlotte memang selalu cepat tanggap, ya.”

“Benar kata Nona Hindley. Nona Charlotte memang berbakat dalam urusan seperti ini,” kata Duchess Harriston dengan wajah memuji.

Sekilas kulihat wajah tak suka Rose dari ekor mataku. Aku tak mempedulikannya dan kemudian tersenyum pada Duchess Harriston.

“Anda terlalu memuji, Duchess.”

“Yang Mulia Putra Mahkota telah tiba!” seru Pasukan Kekaisaran.

Kami semua menoleh ke pintu masuk kediaman Grand Duke. Idris telah tiba bersama Jack di belakangnya. Aku memilih untuk menjauh dari titik yang bisa dilihat Idris. Tepatnya ke barisan belakang. Jika aku terlalu lama melihatnya, sakit kepalaku pasti akan kambuh lagi.

Bangsawan yang lain berlomba-lomba mengajak Idris bicara. Namun, aku hanya berharap jika Duchess Harriston maupun Rose Hindley tidak membuatku bicara dengan Idris. Sekarang mereka bertiga sedang bersama dan aku berusaha untuk bersembunyi.

“Nona Charlotte!” Aku dipanggil oleh Rose.

Aku menoleh ke belakang dan Rose muncul bersama Idris dan Jack. Sebisa mungkin aku menghindari kontak mata dengan Idris.

“Aku sudah menerima surat yang kau kiriman kemarin,” kata Idris setelah aku memberi salam. “Aku juga sudah memperketat penjagaan di titik-titik kota yang Nona Winston prediksikan. Aku sangat berterima kasih tentang hal ini.”

Aku menatap lantai yang kupijaki. “Terima kasih, Yang Mulia. Sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu Vanhoiren aman dan tentram.”

“Yang Mulia, Nona Charlotte dinilai oleh Duchess Harriston sebagai gadis yang berbakat,” kata Rose. “Jika gadis seperti Nona Charlotte berada di sisi Yang Mulia-”

Aku naik pitam dan mendelik pada Rose. “Apa maksudmu, Nona Rose Hindley? Apakah perkataan itu harus keluar dari mulutmu?”

“Itu benar, Nona Hindley. Bagaimana bisa kau bersikap sekurang ajar ini pada Yang Mulia Putra Mahkota?!” seru Jack sambil memperbaiki letak kacamatanya.

Rose menunduk serendah mungkin. “Maafkan aku, Yang Mulia. Aku sudah bersikap lancang pada Yang Mulia,” ucap Rose. Meskipun dia meminta maaf, nada bicaranya sama sekali tidak menyiratkan sebuah rasa penyesalan.

Seluruh perhatian para bangsawan termasuk Grand Duke tertuju pada kami. Aku memilih untuk mengundurkan diri dari hadapan Idris dan berpamitan pada Grand Duke untuk pulang lebih awal. Rose Hindley sudah bersikap lebih seenaknya kepadaku. Tingkahnya di masa lalu tidak separah sekarang. Tetap berada di sana bukanlah hal yang baik.

***

Tepat sehari berlalu setelah kejadian yang menurutku memalukan. Aku berdiam diri di dalam kamar sambil membaca buku milik Ava. Tidak ada batas peminjaman untuk buku biasa. Aku bisa membacanya lebih leluasa dibanding dengan buku Avnevous.

Cara mengumpulkan mana diberitahukan memiliki beberapa tahapan.

Yang pertama, aku harus berada di sebuah ruangan yang kedap suara. Karena kamar bukanlah pilihan yang tepat, aku masuk ke dalam ruangan bawah tanah yang ada di ruang kerjaku. Ruangan itu dulunya adalah ruangan milik Ibu. Dan sekarang telah menjadi tempat penyimpanan benda berharga. Sudah lama aku tidak mencoba hal-hal baru seperti ini.

Yang kedua, aku harus memejamkan mataku dan merapalkan sebuah kata-kata yang dituliskan di dalam buku selama dua puluh kali sambil mengosongkan pikiran. Terdengar agak tak masuk akal. Tapi tetap kulakukan.

Augmente mon pouvoir magique

Lalu terakhir, bayangkanlah sebuah titik biru di dalam pikiran. Buatlah titik itu menjadi cahaya yang besar. Semua sudah kulakukan, tetapi tidak ada hal menarik yang terjadi.

Ava menulis sebuah catatan di bawah tata cara tersebut.

Jika semuanya sudah dilakukan dan tidak ada yang terjadi, itu adalah sesuatu yang normal. Atau bisa dibilang, kau tidak memiliki kekuatan sihir.

Tulisannya membuatku agak gemas.

Yah, seharusnya aku tidak percaya pada sebuah buku yang ditulis oleh seorang Penyihir.

Ugh, karena sudah bertahun-tahun menjadi Ratu sikap anggunku tidak bisa hilang. Padahal, dulu aku dinilai sebagai gadis yang tomboi sebelum aku menjadi Ratu dan belum menerima tata krama serta pelajaran dasar Ratu.

Saat kecil ku sempat belajar pedang dari Jayden. Sebelum akhirnya dilarang oleh Ayah karena dapat membuat tanganku menjadi kasar.

Aku berubah karena jatuh cinta pada seorang lelaki. Dan itu adalah Idris.

Masa lalu tetaplah masa lalu. Mungkin akan kupertimbangkan kembali untuk belajar pedang bersama dengan Jayden berhubung Ayah baru memulai perjalanan bisnisnya. Aku tahu jika Jayden, Layla, dan para pekerja lainnya tidak akan membuka mulut.

Aku harus bertambah kuat.

*

“Tidak, Nona,” tolak Jayden saat aku mengutarakan keinginanku untuk berlatih pedang kembali. “Tuan Viscount bisa murka jika tahu hal ini.”

“Ayah tidak akan tahu jika kau tutup mulut, Jayden,” kataku tenang. “Aku ingin melakukannya dengan maksud untuk mempertahanan diri.”

Jayden menggeleng dengan cepat. “Tidak! Tidak boleh, Nona!” serunya histeris.

“Jika kau tidak mau melatihku berpedang, aku bisa menyewa kesatria lain yang sama kompetennya denganmu,” ledekku.

“Oh, ya ampun. Tolong jangan seperti itu, Nona. Dilatih olehku saja Tuan Viscount hampir membunuhku apalagi jika Nona Charlotte dilatih oleh orang lain. Bisa-bisa Istri dan anak-anakku akan kehilangan sosok suami dan ayah.”

Aku tertawa mendengar keluh kesah Jayden. Ya, Jayden sudah menikah dan memiliki dua orang anak laki-laki yang jika tidak salah kuhitung berumur tujuh dan lima tahun. Setiap sebulan dua kali, Jayden pasti akan pulang untuk mengunjungi mereka.

Dan saat itulah seluruh pekerjaan Jayden harus ku-handle sendiri untuk sementara. Meskipun Jayden bilang hal itu tidak perlu kulakukan, aku tetap saja tidak tahan melihat pekerjaan yang menumpuk.

“Mulai besok kau harus melatihku berpedang, Jayden.”

Jayden menghela napas. “Tapi-”

“Ini perintah,” potongku sambil pergi meninggalkannya. Aku tertawa kecil saat melihat raut wajah pasrah Jayden dari kejauhan.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

yah,gak ada mana dy nya,kasihan😁

2021-10-24

0

Indah Putri

Indah Putri

jjkkk

2021-06-06

0

•̀✧Alice Greenwich•̀✧

•̀✧Alice Greenwich•̀✧

Bhs Prancis yh dari rapalan mantra tdi

augmente mon pouvoir magique
: Tingkatkan kekuatan sihirku

2020-06-21

9

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 I - Hidup Baru
3 II - Muka Dua
4 III - Kenangan Indah
5 IV - Pembuat Masalah
6 V - Lembar Pertama
7 VI - Penyihir Avnevous
8 VII - Ava Bloodhart
9 VIII - Calon Ratu
10 IX - Kediaman Winston
11 X - Lamaran Dadakan
12 XI - Persiapan Festival
13 XII - Rapat Pertama
14 XIII - Bersama Idris
15 XIV - Penyihir Vanhoiren
16 XV - Rapat Terakhir
17 XVI - Pernyataan Cinta
18 XVII - Festival Bunga (I)
19 XVIII - Festival Bunga (II)
20 XIX - Kediaman Dominic
21 XX - Calon Mertua
22 XXI - Istana Perunggu
23 XXII - Hari Pemburuan (I)
24 XXIII - Hari Pemburuan (II)
25 XXIV - Hari Pemburuan (III)
26 XXV - Kebersamaan Kami
27 XXVI - Hilangnya Rekan
28 XXVII - Menjadi Kuat
29 XXVIII - Anak Marquess
30 XXIX - Rekan Baru
31 XXX - Makan Malam
32 XXXI - Memberitahu Kebenaran
33 XXXII - Malam Pertunangan
34 XXXIII - Emosi Sesaat
35 XXXIV - Penyemangat Charlotte
36 XXXV - Makan Siang
37 XXXVI - Penobatan Lucas
38 XXXVII - Ava Galak
39 XXXVIII - Perasaan Isaac
40 XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41 XL - Persiapan Pernikahan (II)
42 XLI - Kasus Penculikan
43 XLII - Kaisar Ke-XIX
44 XLIII - Penemuan Menggemparkan
45 XLIV - Bujuk Rayu
46 XLV - Kejutan Menegangkan
47 XLVI - Semakin Memanas
48 XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49 XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50 XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51 L - Pengadilan Tinggi (IV)
52 LI - Pengadilan Tinggi (V)
53 LII - Balasan Kecil
54 LIII - Merasa Déjà vu
55 LIV - Hari Terakhir
56 LV - Upacara Pernikahan (I)
57 LVI - Upacara Pernikahan (II)
58 LVII - Era XX
59 LVIII - Malam Pertama
60 LIX - Bincang Malam
61 LX - Kegiatan Pagi (I)
62 LXI - Kegiatan Pagi (II)
63 LXII - Kegiatan Pagi (III)
64 LXIII - Kehebohan Mendadak
65 LXIV - Berita Duka
66 LXV - Serangan Dadakan
67 LXVI - Mulai Menghantui
68 LXVII - Diselamatkan Ava
69 LXVIII - Benang Merah
70 LXIX - Pertemuan Rahasia
71 LXX - Tumpahkan Saja
72 LXXI - Pemecatan Massal
73 LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74 LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75 LXXIV - Selamat Tinggal
76 LXXV - Merasa Hancur
77 LXXVI - Titik Balik
78 LXXVII - Terancam Dibunuh
79 LXXVIII - Ancaman Ava
80 LXXIX - Interogasi Belka (I)
81 LXXX - Interogasi Belka (II)
82 LXXXI - Topik Berat
83 LXXXII - Bertemu Idris
84 LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85 LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86 LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87 LXXXVI - Mata-mata Ayah
88 LXXXVII - Masa Lalu
89 LXXXVIII - Informasi Menarik
90 LXXXIX - Rahasia Liontin
91 XC - Potongan Puzzle (I)
92 XCI - Potongan Puzzle (II)
93 XCII - Adegan Ranjang
94 XCIII - Ibu Hamil
95 XCIV - Pemakaman Isla
96 XCV - Rencana Terakhir
97 XCVI - Kudeta Ratu (I)
98 XCVII - Kudeta Ratu (II)
99 XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100 XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101 C - Usai Kudeta (I)
102 CI - Usai Kudeta (II)
103 CII - Ingatan Idris (I)
104 CIII - Ingatan Idris (II)
105 CIV - Ingatan Idris (III)
106 CV - Pertemuan Resmi (I)
107 CVI - Pertemuan Resmi (II)
108 CVII - Bertemu Ayah
109 CVIII - Menyelesaikan Masalah
110 CIX - Menunggu Jack
111 CX - Serangan Kejutan
112 CXI - Menjadi Kaisarina
113 Epilog
114 Pojok Informasi
115 『S2』 Prolog
116 『S2』 I - Laporan
117 『S2』 II - Kecupan
118 『S2』 III - Duke
119 『S2』 IV - Dongeng
120 『S2』 V - Hantu
121 『S2』 VI - Pertemuan
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
I - Hidup Baru
3
II - Muka Dua
4
III - Kenangan Indah
5
IV - Pembuat Masalah
6
V - Lembar Pertama
7
VI - Penyihir Avnevous
8
VII - Ava Bloodhart
9
VIII - Calon Ratu
10
IX - Kediaman Winston
11
X - Lamaran Dadakan
12
XI - Persiapan Festival
13
XII - Rapat Pertama
14
XIII - Bersama Idris
15
XIV - Penyihir Vanhoiren
16
XV - Rapat Terakhir
17
XVI - Pernyataan Cinta
18
XVII - Festival Bunga (I)
19
XVIII - Festival Bunga (II)
20
XIX - Kediaman Dominic
21
XX - Calon Mertua
22
XXI - Istana Perunggu
23
XXII - Hari Pemburuan (I)
24
XXIII - Hari Pemburuan (II)
25
XXIV - Hari Pemburuan (III)
26
XXV - Kebersamaan Kami
27
XXVI - Hilangnya Rekan
28
XXVII - Menjadi Kuat
29
XXVIII - Anak Marquess
30
XXIX - Rekan Baru
31
XXX - Makan Malam
32
XXXI - Memberitahu Kebenaran
33
XXXII - Malam Pertunangan
34
XXXIII - Emosi Sesaat
35
XXXIV - Penyemangat Charlotte
36
XXXV - Makan Siang
37
XXXVI - Penobatan Lucas
38
XXXVII - Ava Galak
39
XXXVIII - Perasaan Isaac
40
XXXIX - Persiapan Pernikahan (I)
41
XL - Persiapan Pernikahan (II)
42
XLI - Kasus Penculikan
43
XLII - Kaisar Ke-XIX
44
XLIII - Penemuan Menggemparkan
45
XLIV - Bujuk Rayu
46
XLV - Kejutan Menegangkan
47
XLVI - Semakin Memanas
48
XLVII - Pengadilan Tinggi (I)
49
XLVIII - Pengadilan Tinggi (II)
50
XLIX - Pengadilan Tinggi (III)
51
L - Pengadilan Tinggi (IV)
52
LI - Pengadilan Tinggi (V)
53
LII - Balasan Kecil
54
LIII - Merasa Déjà vu
55
LIV - Hari Terakhir
56
LV - Upacara Pernikahan (I)
57
LVI - Upacara Pernikahan (II)
58
LVII - Era XX
59
LVIII - Malam Pertama
60
LIX - Bincang Malam
61
LX - Kegiatan Pagi (I)
62
LXI - Kegiatan Pagi (II)
63
LXII - Kegiatan Pagi (III)
64
LXIII - Kehebohan Mendadak
65
LXIV - Berita Duka
66
LXV - Serangan Dadakan
67
LXVI - Mulai Menghantui
68
LXVII - Diselamatkan Ava
69
LXVIII - Benang Merah
70
LXIX - Pertemuan Rahasia
71
LXX - Tumpahkan Saja
72
LXXI - Pemecatan Massal
73
LXXII - Misi Penyelamatan (I)
74
LXXIII - Misi Penyelamatan (II)
75
LXXIV - Selamat Tinggal
76
LXXV - Merasa Hancur
77
LXXVI - Titik Balik
78
LXXVII - Terancam Dibunuh
79
LXXVIII - Ancaman Ava
80
LXXIX - Interogasi Belka (I)
81
LXXX - Interogasi Belka (II)
82
LXXXI - Topik Berat
83
LXXXII - Bertemu Idris
84
LXXXIII - Hari Eksekusi (I)
85
LXXXIV - Hari Eksekusi (II)
86
LXXXV - Hari Eksekusi (III)
87
LXXXVI - Mata-mata Ayah
88
LXXXVII - Masa Lalu
89
LXXXVIII - Informasi Menarik
90
LXXXIX - Rahasia Liontin
91
XC - Potongan Puzzle (I)
92
XCI - Potongan Puzzle (II)
93
XCII - Adegan Ranjang
94
XCIII - Ibu Hamil
95
XCIV - Pemakaman Isla
96
XCV - Rencana Terakhir
97
XCVI - Kudeta Ratu (I)
98
XCVII - Kudeta Ratu (II)
99
XCVIII - Kudeta Ratu (III)
100
XCIX - Kudeta Ratu (IV)
101
C - Usai Kudeta (I)
102
CI - Usai Kudeta (II)
103
CII - Ingatan Idris (I)
104
CIII - Ingatan Idris (II)
105
CIV - Ingatan Idris (III)
106
CV - Pertemuan Resmi (I)
107
CVI - Pertemuan Resmi (II)
108
CVII - Bertemu Ayah
109
CVIII - Menyelesaikan Masalah
110
CIX - Menunggu Jack
111
CX - Serangan Kejutan
112
CXI - Menjadi Kaisarina
113
Epilog
114
Pojok Informasi
115
『S2』 Prolog
116
『S2』 I - Laporan
117
『S2』 II - Kecupan
118
『S2』 III - Duke
119
『S2』 IV - Dongeng
120
『S2』 V - Hantu
121
『S2』 VI - Pertemuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!