SYAIR PEMIKAT

...***...

Istana Kerajaan Suka Damai.

"Ada beberapa lainnya yang wajib dikerjakan, namun pengerjaan boleh ditunda." Sang Prabu menjelaskan dengan hati-hati. "Akan tetapi, jangan sampai melebihi pada waktu batas yang ditentukan." Lanjut sang Prabu. "Agar pengerjaan tidak memberatkan seseorang."

"Ibunda tidak mengerti apa maksudnya? Terdengar sedikit aneh." Respon Ratu Dewi Anindyaswari.

"Sebelum nanda menjelaskan apa maksudnya." Balas Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Ibunda harus mengetahui terlebih dahulu, tentang kewajiban melaksanakan puasa." Jelas sang Prabu. "Yaitunya terdapat dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 183."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana membacakan surat tersebut, dengan suara yang sangat merdu. Hingga membuat ibundanya sangat tersentuh.

"Putraku sungguh sangat luar biasa." Dalam hatinya sangat terkesan. "Tidak salah keputusan kanda Prabu, mengizinkannya masuk agama islam." Dalam hati ratu Dewi Anindyaswari merasa tersentuh, mengingat semuanya.

"Jadi? Puasa itu wajib hanya untuk orang-orang yang beriman saja?."

"Bisa jadi seperti itu ibunda." Jawab sang Prabu. "Jika tidak beriman? Bisa jadi dia tergoda, ingin segera membatalkan puasanya dengan bermacam cara." Lanjut sang Prabu. "Karena imannya yang tidak kuat."

"Jadi begitu?." Respon Ratu Dewi Anindyaswari. "Ibunda tidak bisa bayangkan." Ungkapnya. "Seberapa kuatnya ibunda? Menahan diri." Lanjutnya. "Agar tidak menyentuh makanan satu hari."

Ratu Dewi Anindyaswari tertawa kecil. Ia tidak bisa membayangkan dirinya berpuasa, dan dirinya dengan nakalnya membatalkan puasanya?.

"Mungkin ibunda harus bisa membiasakan diri nantinya."

"Pasti bisa ibunda." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Nanda yakin ibunda pasti bisa." Sang Prabu tertawa kecil, melihat raut wajah ibundanya yang lucu.

"Lalu bagaimana? Dengan pertanyaan ibunda tadi?."

"Seperti yang telah nanda jelaskan sebelumnya." Jawab Sang Prabu. "Bahwa puasa ramadhan itu adalah puasa yang wajib dikerjakan." Sang prabu mulai menjelaskannya. "Jadi? Puasa itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja, memang harus dikerjakan."

"Harus nanda Prabu?." Raut wajah Ratu Dewi Anindyaswari memang tampak jelas terlihat kebingungan.

"Akan tetapi, Allah SWT tidak pernah memberatkan hamba-Nya." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Karena itulah waktu pengerjaan puasa bisa ditunda." Lanjut sang Prabu. "Jika dia laki-laki dalam keadaan sakit, dalam perjalanan jauh, karena usianya yang sudah rentan." Jelas sang Prabu. "Maka ia diperbolehkan, untuk tidak mengerjakan puasa ibunda."

"Lalu bagaimana dengan wanita?." Ada perasaan penasaran di hatinya. "Apakah wanita? Tidak boleh meninggalkan puasa?."

"Jika ia adalah seorang wanita." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan senyuman kecil. "Hal-hal yang membuatnya menunda puasanya." Lanjut sang Prabu. "Yaitunya ia haid, atau datang bulan, ibu menyusui, sakit parah, karena usianya yang telah tua? Maka ia boleh menundanya."

"Tapi bagaimana? Jika ia tidak bisa membayarnya nak?." Raut wajahnya tampak cemas. "Seperti orang tua yang sudah tidak sanggup lagi untuk berpuasa."

"Ia bisa membayar fidyah." Jawab sang Prabu. "Bayaran yang dapat berupa memberi makan fakir miskin, atau anak yatim"

"Jadi begitu?." Respon Ratu Dewi Anindyaswari. "Sungguh luar biasa sekali nanda."

"Kira-kira seperti itulah ibunda." Ucap Sang Prabu. "Sungguh agama Islam, adalah agama yang sangat luar biasa." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana masih tersenyum kecil menatap ibundanya.

"Ibunda rasa memang sangat luar biasa sekali putraku."

"Sejauh ini, apakah ibunda mengerti?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana kembali tersenyum. "Apa yang ananda jelaskan?."

"Ibunda sedikit mengerti putraku." Balas Ratu Dewi Anindyaswari mengangguk mengerti.

"Alhamdulillah hirobbil a'lamin ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil.

"Ibunda akan mencobanya."

"Ibaratkan kita membayar pajak, ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba menjelaskan kembali. "Jika kita tidak ingin menumpuk membayar pajak?." Jelas sang Prabu. "Maka kita bayar dengan menyicilnya, agar tidak terlalu berat untuk membayarnya." Lanjut sang Prabu. "Sebelum datang tagihan bulan berikutnya." Hatinya terasa lega. "Jika kita menumpuknya terus menerus? Maka kita akan kesulitan membayarnya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengibaratkan puasa dengan membayar pajak, ya hampir sama meskipun ada perbedaannya.

"Lalu? Berapa lama kita harus berpuasa?." "Dan bagaimana pelaksanaannya?."

"Selama tiga puluh hari kita mengerjakannya ibunda."

"Tiga puluh hari?." Reaksi Ratu Dewi Anindyaswari. "Apakah itu tidak berlebihan nanda Prabu?." Ratu Dewi Anindyaswari sedikit terkejut mendengarnya, sedangkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana malah tertawa kecil melihat ekspresi wajah ibundanya. "Pasti berat melakukannya." Ungkapnya dengan aneh. "Berpuasa selama tiga puluh hari? Tanpa makan dan minum?." Ratu Dewi Anindyaswari tidak bisa membayangkan ia melakukannya. "Apakah itu tidak memberatkan?."

"Tidak seberat yang dibayangkan ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba menjelaskan.

"Memangnya nanda kuat menjalaninya?."

"Seperti yang nanda katakan." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Agama islam itu agama yang tidak memberatkan seseorang." Lanjut sang Prabu. "Jika ia tidak mampu melakukannya? Namun ia bisa membayarnya dengan bentuk lain." Dengan pelan prabu Asmalaraya Arya Ardhana menjelaskan lagi.

"Lantas? Kapan waktu pelaksanaannya nanda?."

"Waktu pelaksanaan puasa itu, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Setelah itu kita diperbolehkan untuk makan dan minum."

Ratu Dewi Anindyaswari mendengarkan penjelasan anaknya dengan tenang.

"Banyak sekali manfaat dari puasa itu ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana kembali menjelaskan. "Bahkan ayahanda prabu dulu melakukannya, namanya tapa puasa." Lanjut sang prabu. "Jika ibunda ingin mengetahui lebih lanjut tentang puasa? Ibunda boleh bertanya kepada nyi ayudiyah purwati, istri syekh guru nantinya."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat ingin menjelaskan puasa pada ibundanya, namun sepertinya tidak bisa menjelaskan terlalu banyak, tentang puasa pada ibundanya. Karena matanya melihat kedatangan Ratu Ardiningrum Bintari dan Gendhis Cendrawati mendekatinya dan ibundanya.

***

Wisma Prajurit.

"Jadi? Nanda tinggal di sini?." Syekh Asmawan Mulia menatap Jaya Satria. "Apakah itu tidak apa-apa?."

"Tentu saja tidak apa-apa Syekh guru." Jawabnya. "Lagi pula, Gusti Prabu akan mengalami kesulitan." Lanjutnya." Jika saya menampakkan diri, dan dilihat oleh mereka." Hatinya sambat cemas. "Karena selama ini, saya memang tidak pernah dilihat oleh mereka sama sekali." Ungkapnya. "Saya harus menghindari kontak langsung dengan mereka."

"Nanda harus tabah." Ucap Syekh Asmawan Mulia. "Nanda harus bisa, mengendalikan diri nanda."

"Saya akan selalu mencobanya Syekh guru."

"Syekh guru, akan selalu bersama nanda."

"Terima kasih Syekh guru."

***

Pondok pesantren.

Putri Agniasari Ariani terlihat sedikit merenung panjang.

"Apakah ibunda akan baik-baik saja di istana?." Dalam hatinya sangat cemas. "Semoga saja, mereka tidak lagi, mengganggu ibunda." Dalam hatinya sangat berharap. "Di sana ada rayi Prabu, yang selalu menjaga ibunda." Hatinya hanya bisa berharap, ibundanya tidak mengalami kesulitan nantinya.

***

Istana Kerajaan Suka Damai.

"Salam nanda Prabu." Ucap keduanya dengan nada sopan, dan tak lupa hormat mereka lada sang prabu.

"Duduklah ibunda Ratu." Prabu Asmalaraya Arya mempersilahkan kedua ibundanya untuk duduk.

"Terima kasih nanda Prabu."

Ratu Ardiningrum Bintari dan ratu Gendhis Cendrawati merasa senang diperbolehkan duduk oleh sang Prabu, mereka duduk di samping ratu Dewi Anindyaswari.

"Ada apa ibunda?." Matanya menatap kedua istri mendiang ayahandanya yang lain. "Sepertinya ada hal penting, yang ingin ibunda sampaikan kepada nanda."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menangkap sesuatu, yang ingin disampaikan oleh kedua ibundanya. Namun keduanya masih agak ragu.

Keduanya saling berpandangan, apakah mereka akan mengatakannya?.

"Begini nanda Prabu." Ratu Ardiningrum Bintari mencoba untuk memberanikan dirinya. "Rasanya ibunda sangat merindukan ayahanda prabu." Lanjutnya. "Yang berada di kerajaan mekar jaya." Ucapnya dengan yakin. "Rencananya ibunda akan pergi mengunjunginya."

"Ibunda juga mau mengunjungi makam ayahanda di telaga sarangan." Ucapnya. "Sekaligus menemui ibunda embun kasih." Lanjutnya. "Sungguh, ibunda sangat merindukan beliau."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana nampak berpikir sejenak, dan ia balik bertanya kepada kedua ibundanya.

"Apakah sudah dipikirkan dengan matang? Kepergian itu ibunda?."

"Tentu saja." Jawabnya. "Kami sudah memikirkannya, bukan begitu rayi gendhis cendrawati?." Ratu Ardiningrum Bintari tersenyum kecil, ia menyikut pelan lengan ratu Gendhis Cendrawati.

"Iya nanda Prabu." Responnya sedikit terkejut. "Kami sudah memikirkannya dengan matang." Lanjutnya. "Dan kami sudah memutuskan, untuk melakukan perjalanannya besok." Ratu Gendhis Cendrawati agak sedikit gugup.

"Tapi yunda, mengapa mendadak begitu?." Ratu Dewi Anindyaswari bersuara. "Apakah yunda sudah melakukan persiapan? Untuk perjalanan besok?." Ratu Dewi Anindyaswari sedikit mengkhawatirkan kepergian mereka yang terbilang mendadak.

"Kami hanya merindukan keluarga saja rayi." Jawabnya. "Tentu saja kami tidak bisa menunda keberangkatan besok." Balas ratu Ardiningrum Bintari sedikit meninggi, dan itu terlihat mencurigakan.

"Aku hanya bertanya, apakah sudah ada persiapan atau tidak?." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari cemas.

"Jawabannya sedikit melenceng, dari apa yang ditanyakan." Dalam hati sang Prabu cemas.

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana berusaha bersikap tenang.

"Kami tidak bermaksud apapun, hanya ingin mengunjungi keluarga saja."

"Jangan berpikiran aneh-aneh pada kami."

"Baiklah kalau begitu." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Berhati-hatilah ibunda Ratu ardiningrum bintari, dan juga ibunda Ratu gendhis cendrawati." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memberi hormat. "Dalam perjalanan besok." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengizinkan mereka pergi. "Akan nanda siapkan prajurit, untuk mendampingi kepergian ibunda." Sang Prabu hanya tidak ingin ada perdebatan panjang, antara ibundanya dengan Ratu Ardiningrum Bintari dan Ratu gendhis cendrawati.

"Terima kasih nanda prabu."

Setelah berkata seperti itu, keduanya memberi hormat pada prabu Asmalaraya Arya Ardhana, kemudian mereka pergi meninggalkan tempat itu.

"Apakah tidak apa-apa?." Hatinya terasa cemas. "Membiarkan mereka pergi? Nanda Prabu?."

"Tidak apa-apa ibunda." Jawab sang Prabu. "Mungkin ibunda Ratu ardiningrum bintari, juga ibunda Ratu gendhis cendrawati." Lanjut sang Prabu. "Memang merindukan keluarga mereka yang sangat jauh." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba tidak berpikiran buruk pada kedua ibundanya itu.

"Baiklah putraku." Ratu Dewi Anindyaswari hanya mencemaskan kemungkinan buruk yang akan terjadi. "Tapi sepertinya sebentar lagi matahari akan terbenam nak." Ucap Ratu Dewi Anindyaswari. "Bukankah sudah waktunya nanda prabu untuk makan?."

"Ibunda benar." Balas Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Tapi itu namanya berbuka puasa." Lanjut sang Prabu. "Sekalian berdoa hal baik-baik kepada Allah SWT."

"Kalau begitu." Respon Ratu Dewi Anindyaswari. "Biarkan ibunda yang menghidangkan makan berbuka untukmu nak." Entah mengapa Ratu Dewi Anindyaswari, ingin menyiapkan makan berbuka puasa untuk anaknya. "Ibunda sudah lama, tidak menyajikan makanan untukmu putraku." Rasanya ia ingin menangis karena menahan rindu.

"Terima kasih ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat senang mendengarnya, ia bahagia jika ibundanya yang menyiapkan menu hidangan puasa untuknya.

...***...

Dan siang telah malam, gelap gulita bagi orang-orang yang tidak dapat melihat cahaya karena mereka tidak memiliki penerangan.

Nini Kabut Bidadari dan anak buahnya termasuk putri Gempita Bhadrika, telah menyiapkan permainan yang akan mereka mainkan malam ini.

Di tempat hiburan malam.

Untuk pertama kalinya bagi Mayang Sari menari. Namun gerakan itu terlihat sangat indah, membuat para pengunjung merasa kagum dengan gerakan tari yang dimainkan Mayang Sari.

Mereka melihat itu dengan wajah penuh kegembiraan, bahkan ada yang ikut menari.

"Benar-benar orang yang mencari kenikmatan dunia malam." Batin Nini kabut Bidadari tersenyum lebar, melihat betapa ramainya hari ini sejak mereka memulai apa yang mereka kerjakan tempo hari.

Saat tarian berlangsung, tepuk tangan dan siulan mengisi ruangan itu. Mereka benar-benar terhibur di sini, melupakan masalah yang mereka hadapi ketika siang harinya.

Setelah satu dua tari selesai dimainkan, mereka nampak kecewa karena tidak ada lagi yang dapat menghibur hari mereka. Namun yang membawakan acara mengeraskan suaranya, dan memperkenalkan seorang wanita pembaca syair pemikat. Mereka semua merasa kagum dengan kecantikan putri Gempita Bhadrika

"Malam ini masih panjang." Ucapnya seraya membacakan syair. "Jadi? Tidak perlu kecewa." Lanjutnya. "Karena kita telah memiliki sang rembulan, yang telah menginjakkan kakinya di sini, untuk menghibur kalian semuanya."

Mereka yang mendengar itu merasa senang, sambil melihat wanita muda cantik berada di atas pentas. Penampilan itu sungguh memukau mata mereka seakan benar-benar memikat mata mereka semua agar tertuju padanya.

"Selamat malam akang-akang semuanya."

Sapa Putri Gempita Bhadrika dengan ayunya. Ia menyapa mereka dengan tatapan mata genit.

Menggoda mereka semua dengan pesonanya, seperti seorang bidadari yang jatuh dari langit, hadir untuk mereka semua.

"Malam neng gelis."

Jawab mereka menyambut sapaan putri Gempita Bhadrika, yang memancarkan kecantikannya sebagai seorang putri raja yang memiliki berjuta pesona.

"Kurang bersemangat." Ucapnya dengan perasaan kecewa. "Apakah saya datang ke sini? Hanya mendengarkan suara satu orang saja?." Ia terlihat cemberut. "Sedangkan yang hadir begitu banyak." Sepertinya putri Gempita Bhadrika sedikit menikmati malamnya.

Terdengar suara sorakan yang keras dari mereka, membuat ia semakin bersemangat.

"Malam akang-akang semuanya."

Ulang putri Gempita Bhadrika dengan senyuman menawan.

Hingga mereka tidak bisa menolak pesona itu, dan mereka menjawabnya dengan semangat. Sehingga suara mereka memenuhi tempat hiburan malam itu.

"Luar biasa sekali."

Mayang Sari dan Semara Layana merasa kagum, dengan apa yang dilakukan oleh Putria Gempita Bhadrika dalam memikat mereka semuanya.

"Baiklah, semoga akang-akang sekalian suka dengan syair yang saya bawakan."

Putri Gempita mulai dengan membaca syairnya, lebih tepatnya mantra pengikat.

"Syair ini menceritakan, tentang seorang yang merindukan kekasihnya."

Putri Gempita Bhadrika menyebutkan syair apa yang akan ia bacakan malam ini pada mereka semua. Sementara itu mereka menyambutnya dengan sorak-sorai yang ramai. Mereka senang dengan syair-syair yang mengungkapkan tentang perasaan cinta.

"Rembulanku bersinar, sinarnya memancarkan keindahan, oh?." Ungkapnya. "Sinar rembulan yang sedang menerpa diriku." Putri Gempita benar-benar meresapi tiap bait syair yang ia ucapkan, sedangkan mereka mendengarkannya dengan seksama. "Apakah cahaya bulan itu? Bisa menyampaikan pesan kepada kekasihku?." Begitu dalam syair yang ia bacakan. "Bahwa rasa rinduku telah merasuki jiwaku." Ucapnya dengan ekspresi yang memikat penonton. "Hatiku yang kosong, seakan telah dimasuki oleh merahnya kasih sayang." Lanjutnya. "Yang sangat ingin aku ungkapkan padanya."

Syair-syair itu seakan memiliki aura hawa panas. Ada sosok kasat mata cahaya kemerahan, yang sedang berkeliaran mencari jiwa kosong.

Jiwa kosong itu adalah jiwa yang menginginkan kasih sayang seseorang. Jiwanya kosong karena bentuk kerinduan akan kasih sayang kekasihnya. Hingga makhluk itu mudah merasuki jiwa yang kosong itu.

"Oh! Betapa besarnya kemarahanku." Ucapnya penuh membara. "Karena menahan rindu ini." Kali ini raut wajahnya terlihat sedih. "Kekasihku telah pergi meninggalkan aku."

Mereka benar-benar terpikat, bahkan terbawa suasana. Apa lagi melihat Putri Gempita Bhadrika meneteskan air matanya, mendalami apa yang telah ia bacakan malam itu.

"Kepada siapa lagi aku ingin berkata?." Lanjutnya. "Jika tak ada satupun? Yang menemani aku di malam ini?."

Syair-syair itu masih berlanjut, dan tiba-tiba ada seorang pemuda terlihat aneh. Matanya sudah memerah menahan gejolak yang ada di dalam dadanya.

Rasanya ia ingin meledak saking gelisahnya ia, menahan perasaan rindu kepada kekasihnya yang telah mengkhianatinya.

"Lepaskan!." Tegasnya. "Lepaskan aku dari belenggu api asmara ini!." Ucapnya lagi. "Biarkan aku berkelana, menemukan kekasihku!." Ia mendalami perannya. "Oh! Kekasihku, pujaan ku!." Ucapnya dengan penuh ketegasan. "Datanglah! Datanglah!." Kali ini ia berkata dengan tegas. "Agar aku bisa melepaskan amarah ini, amarah rindu padamu."

Setelah bait syair itu dibacakan, pemuda itu benar-benar lepas kendali. Suasana di tempat itu mendadak jadi ribut. Karena pemuda itu seperti kerasukan sesuatu, hingga ia menyerang siapa saja.

"Bagus!." Ucapnya senang. "Seperti yang diharapkan, dari seorang putri Raja dalam memikat seseorang."

Nini Kabut Bidadari merasa puas, dengan apa yang dilakukan oleh Putri Gempita Bhadrika, yang berhasil melantunkan syair pemikat itu dengan sempurna. Selain itu, ia juga telah menemukan wadah jin pemikat syair.

"Kau yang merasa benci, dendam, keluarkan semuanya!." Suaranya semakin menggelegar di dalam ruangan itu. "Dunia telah menolakmu!." Lanjutnya. "Dunia telah menghinamu!." Ada api dendam di sana. "Sanggupkah engkau menahan kerinduan ini?." Matanya kembali berkaca-kaca. "Sementara ia telah bahagia di sana!." Api dendam juga ia rasakan. "Sedangkan aku menderita di sini?."

Syair itu belum selesai dibacakan, ia tidak peduli kacaunya suasana di tempat itu. Bagaimana pemuda itu mengamuk menghajar mereka satu persatu tanpa ampun, bahkan membunuh mereka dengan sadis.

Namun saat kekacauan itu berlangsung, Jaya Satria datang. Ia melihat keributan luar biasa yang mengejutkannya.

"Hai nini!." Ucapnya keras. "Aku tidak suka dengan syair yang kau lantunkan!." Jaya Satria berdiri dihadapan Putri Gempita Bhadrika. Membuatnya terkejut, begitu juga dengan Nini Kabut Bidadari, Semara Layana dan juga Mayang Sari. "Syair yang kau lantunkan tidak enak didengar!." Tegasnya. "Lebih jelek dari suara tikus yang terjepit pintu." Lanjut Jaya Satria mengatakan suara Putri Gempita Bhadrika sangat jelek?.

Putri Gempita Bhadrika sangat tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Jaya Satria.

"Bedebah!." Umpatnya. "Beraninya kau menghina suaraku." Putri Gempita Bhadrika telah terbawa amarah.

Ia tidak terima penghinaan itu, dengan perasaan marah yang luar biasa, ia membacakan syair pemikat agar wadah jin tadi menyerang Jaya Satria.

"Hei!." Tegasnya lagi. "Kau yang tidak mengerti suara merduku!." Ucapnya dengan nada syair. "Tidakkah kau lihat? Bagaimana kekuatan? Yang telah aku lambari." Lanjutnya. "Dengan kekuatan kebencian untuk menusukmu?."

Sesuai dengan syair yang ia bacakan, pemuda yang telah dirasuki itu merasa marah, menyerang Jaya Satria.

"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Dalam hati Jaya Satria. "Semoga saja masalah ini tidak membawa banyak korban."

Aura kemarahan itu semakin besar, hingga terlihat seperti senjata mematikan yang siap menusuk tubuh Jaya Satria.

Apakah yang akan terjadi?. Apakah pertarungan mereka akan berlangsung lama?. Temukan jawabannya.

...***...

Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!