MENYELESAIKAN MASALAH

...***...

Pertarungan antara Jaya Satria dengan kelompok sengkar iblis masih berlanjut, meskipun dikeroyok bukan berarti Jaya Satria mundur. Malahan dengan kemarahan yang sedang menguasai dirinya, membuat mereka kewalahan menghadapinya. Serangan-serangan yang mereka lakukan seakan tidak berarti sama sekali. Jaya Satria berhasil memukul mundur mereka satu persatu?. Sebenarnya aura kemarahan itu aura kemarahan apa?.

"Uhuk!."

Narumi Putih terbatuk darah, karena menerima beberapa pukulan serta hantaman di tubuhnya. ia tidak dapat menahan serangan, dari jurus Jaya Satria yang sangat mematikan.

"Nimas!."

Raksa Bumi terkejut melihat Narumi Putih terluka, akibat serangan dari orang misterius itu. Ia segera menolong Narumi Putih dari pada wanita itu mati ditangan orang itu.

"Bedebah! Dia memang benar-benar kuat." Umpatnya kasar. "Dia benar-benar merepotkan." Hatinya sangat mengutuk.

"Apakah dia memang sekuat itu?." Dalam hatinya sangat kewalahan.

"Dia memang sangat kuat."

"Kalian! hadapi dia!." Ucapnya keras. "Sementara aku akan menyiapkan jurus andalanku." Perintah Ki Dharma Seta dengan suara keras.

Ia harus menghadapi orang misterius itu, dengan jurus telapak dewa kematian. Ya, ia akan mencoba menggunakan jurus itu, untuk menghabisi nyawa Jaya Satria.

"Baiklah ki!."

Semara Layana dan Raksa Bumi mengerti. Namun keadaan Narumi Putih tidak mungkin bisa menghadapi Jaya Satria. Sehingga mereka terpaksa melawan orang bertopeng itu, tanpa temannya.

"Heh! Kalian pikir? Kalian bisa mengalahkan aku?." Jaya Satria begitu merendahkan mereka semua.

"Diam kau!."

"Tidak usah banyak bicara!."

"Siap-siap saja, kalian akan aku ringkus!." Tegasnya. "Setelah itu, akan aku hukum kalian, dengan hukuman yang berat." Jaya Satria yang masih diselimuti amarah, masih bertahan, kekuatan aneh telah merasuki tubuhnya.

Senyumnya yang menyeringai membuat bulu kuduk merinding melihat betapa garangnya ia saat ini karena amarahnya yang sudah tidak terkendali lagi.

"Jangan sombong dulu kau!." Balasnya penuh amarah. "Si buruk rupa yang bersembunyi dibalik topeng!." Semara Layana sungguh tidak suka, dengan apa yang dikatakan Jaya Satria, ia merasa tersinggung.

"Kami lah yang akan meringkus kau terlebih dahulu!." Raksa Bumi sangat marah, karena Jaya Satria melukai kekasihnya Narumi Putih.

Karena itulah ia harus membalaskan, apa yang telah dilakukan oleh Jaya Satri. Dan ia tidak akan melepaskan orang itu dalam keadaan hidup.

"Tidak usah banyak bicara kalian!." Responnya. "Maju saja, dan buktikan ilmu kanuragan yang kalian miliki." Sepertinya tidak ada kesabaran dalam dirinya.

Kemarahan telah mengendalikan dirinya yang tadinya masih mengingat Allah SWT. Sekarang kesabaran itu seakan telah sirna dari dirinya.

Di satu sisi, sepertinya Ki Dharma Seta telah selesai dengan jurusnya. Ia hanya menunggu Jaya Satria lengah, setelah itu ia akan menghajarnya. Benar saja, saat Jaya Satria sedang fokus menghadapi kedua anak buahnya. Ki Dharma Seta menyerang Jaya Satria dengan pukulan telapak tangan dewa kematian. Jaya Satria yang tidak menyadari serangan itu, berteriak kesakitan karena dari empat arah, tangan raksasa mengapit tubuhnya.

"Eqhak!."

Jaya Satria berteriak keras, rasanya tubuhnya sangat sakit.

Seperti biasanya, Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga merasakan sakit yang sama. Namun saat ini ia tidak berada di istana, ia sedang berada di sebuah tempat.

"Eghak!." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga berteriak kesakitan, sungguh, tubuhnya sulit untuk digerakkan. "Ya Allah, berikanlah hamba kekuatan untuk melangkah." Hatinya berusaha kuat. "Hamba ingin menyelamatkan jaya satria ya Allah." Hatinya sangat sedih, karena tubuhnya yang sakit, membuatnya sulit untuk bergerak. "Lahaulawala kuatailla billahil'aliyi'azim." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menguatkan hatinya untuk menyelematkan Jaya Satria walaupun tubuhnya terasa sangat sakit. Bahkan darah segar mengalir di sudut bibirnya diabaikan begitu saja, karena pikirannya sedang fokus pada Jaya Satria.

...***...

Sementara itu. Jaya Satria merasakan kesakitan yang luar biasa. Ia tidak bisa menahan rasa sakit itu.

"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Jaya Satria mencoba mengatur hawa murninya agar mengurangi rasa sakit itu. "Ternyata mereka ini orang-orang yang berbahaya." Dalam hatinya. "Tapi aku tidak akan kalah dari mereka." Dalam hatinya mencoba memikirkan cara mengalahkan mereka.

Sedangkan Ki Dharma Seta dan anak buahnya tertawa keras melihat itu, mereka senang karena berhasil mengalahkan orang misterius itu. Di saat yang bersamaan, Ki Dharma Seta dan anak buahnya mendapatkan serangan dari arah yang tidak mereka duga, mereka terjajar menjauhi Jaya Satria. Mereka melihat ada sosok hitam yang tidak mereka ketahui telah menyelamatkan Jaya Satria, membawanya dari sana.

"Bedebah!." Umpatnya kasar. "Siapa lagi orang itu?!." Ki Dharma Seta merasa kesal, ia harusnya bisa membunuh orang misterius itu.

Tetapi ada sosok lain, yang mencoba menyelamatkan orang itu?. Ketika Ki Dharma Seta menerawang dengan mata batinnya, lagi dan lagi ia tidak bisa mendeteksi keberadaan orang itu.

"Kurang ajar!." Umpatnya lagi. "Siapa lagi orang misterius itu?!." Ki Dharma Seta marah, ia tidak menyangka jika penerawangannya tidak bisa menemukan keberadaan kedua orang itu?. Ajian halimun apa yang mereka gunakan?. Sehingga mata batinnya tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka?.

"Setidaknya, kita tahu di mana keberadaan mayang sari." Ucapnya kesal. "Aku akan meminta bantuan nini kabut bidadari, untuk memasuki daerah hutan belati raga."

Ya, ia rasa cukup pertarungannya hari ini. Ia akan segera membebaskan anak buahnya itu. "Dan kalian?!." Tegasnya. "Segera kembali, pulihkan tenaga dalam kalian!." Lanjutnya. "Agar bisa ke sana besok." Ki Dharma Seta memberi perintah kepada anak buahnya.

"Baiklah ki."

Balas mereka bertiga dengan patuhnya. Mereka segera meninggalkan tempat itu, untuk melakukan persiapan besok, Yaitunya ke hutan belati raga.

...***...

Sementara itu.

Orang yang membawa Jaya Satria tadi tak lain adalah Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Sang Prabu berhasil menyelamatkan Jaya Satria dari pukulan mematikan milik Ki Dharma Seta.

Jaya Satria dan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sama-sama terbatuk, keringat membasahi kening mereka. Bukan hanya itu saja, mereka sama-sama mengalami luka.

"Kau baik-baik saja jaya satria?." Sang Prabu sangat cemas. "Tenangkan dulu amarahmu itu." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba menenangkan Jaya Satria, yang masih dipengaruhi oleh aura kemarahannya.

Jaya Satria duduk bersila, mereka saling berhadapan. Jaya Satria mencoba memusatkan pikirannya, dan mengatur hawa murninya. Tak lupa ia mengucapkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil agar bisa mengendalikan dirinya.

Setelah agak tenang, ia membuka matanya perlahan. Tanpa sadar ia menitikkan air mata kesedihan. Tentunya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasakannya, merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Jaya Satria.

"Hamba memang sangat tidak berguna Gusti Prabu." Hatinya sangat sedih. "Hamba telah membuat Gusti Prabu juga ikut terluka." Ungkapnya. "Sungguh, maafkan hamba." Hatinya sedih, sesak, melihat kondisi Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang pucat pasi.

Tidak ada tenaga sedikitpun atau aura wibawa, dari seorang raja kecuali wajah lesu menahan sakit.

"Kau tidak perlu berkata seperti itu." Sang Prabu berusaha menahan semuanya. "Ayahanda pernah mengatakannya." Hatinya sangat tegar. "Kau tidak perlu bersedih, atau merasa menyesal."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba untuk tidak membuat Jaya Satria merasa sedih. "Semua ini adalah ujian bagiku, juga kau jaya satria." Ungkapnya.

"Sekali lagi maafkan hamba."

"Sudahlah raka jaya satria." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat sedih.

Jaya Satria juga mencoba menenangkan dirinya.

"Lalu bagaimana setelah ini?." Sang Prabu tersenyum kecil. "Mereka telah mengetahui, di mana keberadaan temannya?."

"Kita harus mencegahnya." Jawab Jaya Satria. "Kita tidak boleh membiarkan mereka, mengambil tahanan."

"Kalau begitu." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Aku akan kembali ke istana, dan kau." Ucapnya sambil menepuk pundak Jaya Satria. "Pulihkan tenaga dalam mu, untuk berhadapan dengan mereka nantinya."

"Sandika Gusti Prabu." Jaya Satria memberi hormat. "Jika itu yang Gusti Prabu inginkan? Hamba akan melakukan sesuai dengan perintah Gusti Prabu."

Jaya Satri setuju dengan apa yang dilakukan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, ia juga tidak akan membiarkan para perusuh membuat keonaran di wilayah kerajaan Suka Damai.

"Aku akan segera kembali ke istana." Ucap sang Prabu. "Aku takut ibunda akan mencemaskan keadaan kita." Ucap sang Prabu. "Tadi aku berpesan pada prajurit, agar melarang siapa saja, memasuki bilik pribadi Raja."

"Kalau begitu, berhati-hatilah gusti prabu saat pulang." Jaya Satria kembali memberi hormat. "Hamba akan segera ke hutan taring belati raga."

Jaya Satria hanya menganggukkan kepalanya, ia mengerti apa yang dicemaskan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Setelah itu mereka pergi dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, dan dibantu dengan pedang panggilan jiwa, mereka menuju tempat mereka masing-masing.

...***...

Di sebuah tempat. 

Putri Agniasari Ariani telah sampai di sebuah desa, namun entah kenapa saat itu ia melihat ada banyak orang yang berlari ketakutan.

"Apa yang terjadi? Kenapa mereka berlari ketakutan seperti itu?." Dalam hatinya bertanya-tanya.

Deg!.

Matanya terbelalak lebar, ketika melihat ada beberapa orang yang membawa golok?.

"Hentikan!." Teriaknya. "Apa yang telah kalian lakukan?."

Putri Agniasari Ariani segera berlari, menghadang seorang pemuda yang hendak membacok seorang wanita muda.

Duakh!.

Dengan sekuat tenaga ia menendang golok di tangan pemuda itu, menghalangi niat jahat itu.

"Kurang ajar!." Umpatnya kasar. "Siapa kau? Berani ikut campur urusan kami?!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras.

"Lari lah nini." Ucap Putri Agniasari Ariani. "Biar saya atasi mereka."

Wanita muda itu segera berlari, ia tidak sempat mengeluarkan kata-kata, karena ia sangat ketakutan setengah mati.

"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur." Ucapnya penuh amarah. "Dengan urusan kami!." Tegasnya. "Atau kau akan celaka!."

"Atau? Kau ingin menggantikan posisinya?."

Kelima pemuda itu tampak ganas, mereka seperti sedang dipengaruhi oleh sesuatu.

"Bukankah? Ini masih kawasan kerajaan suka damai?." Dalam hati Putri Agniasari Ariani tidak menduga akan mendapatkan masalah yang aneh. "Kenapa kalian berbuat jahat?."

"Hahaha!."

Mereka malah tertawa dengan ucapan Putri Agniasari Ariani.

...***...

Di bilik Raden Ganendra Garjitha.

Ia saat ini sedang berbicara dengan adiknya Raden Gentala Giandra, juga Putri Ambarsari.

"Akhir-akhir ini, rayi prabu sering berada di ruang pribadinya." Ucapnya dengan heran. "Sebenarnya apa yang ia lakukan?." Lanjutnya. "Rasanya ada sesuatu yang ia sembunyikan dari kita semua."

"Entahlah raka." Responnya. "Aku juga tidak tahu, aku juga heran." Lanjutnya. "Apakah setiap Raja melakukan hal yang sama?."

Ada perasaan aneh, yang mengganjal pikiran mereka saat itu juga.

"Rayi andhini andita pernah berkata kepadaku." Ucap Putri Ambarsari. "Jika ia dulu pernah mengintip ruang pribadi raja." Lanjutnya. "Ia melihat ayahanda Prabu bersama sosok misterius." Ia mencoba mengingat kembali cerita dari adiknya. "Begitu juga dengan rayi prabu yang sekarang."

"Melihat ayahanda prabu bersama sosok misterius?." Ulangnya. "Dan rayi Prabu juga?." Raden Ganendra Garjitha dan Raden Gentala Giandra saling berpandangan. Apakah adiknya ini tidak salah dalam berbicara?.

"Iya raka." Responnya. "Rayi andhini andita yang berkata seperti itu padaku waktu itu."

"Kita selidiki saja raka." Ucapnya. "Kita bekerjasama dengan rayi andhini andita." Lanjutnya. "Kita bisa memanfaatkan kesempatan yang ada." Ia menatap semua saudara-saudaranya. "Untuk menjatuhkan rayi Prabu."

Raut wajah Raden Gentala terlihat senang, ia memiliki ide di kepalanya saat ini. Ia tahu caranya untuk membuat wibawa adiknya Cakara Casugraha atau prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak dipercayai oleh rakyat.

"Kau memang rayiku yang pintar." Pujinya. "Bisa memanfaatkan kesempatan." Raden Ganendra Garjitha malah berbangga hati, memiliki adik seperti Raden Gentala Giandra. Begitu juga dengan Putri Ambarsari yang merasa terkesan.

Sepertinya mereka memiliki rencana, yang dapat menjatuhkan wibawa prabu Asmalaraya Arya Ardhana, dihadapan semua rakyat Suka Damai.

Apakah yang akan mereka lakukan?. Temukan jawabannya.

...***...

Setelah menunggu agak lama, akhirnya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana akhirnya keluar dari ruangan pribadinya. Ratu Dewi Anindyaswari yang melihat kedatangan anaknya merasa lega.

"Oh? Putraku nanda cakara casugraha." Ratu Dewi Anindyaswari segera mendekati anaknya. "Apakah nanda baik-baik saja nak?." Ratu Dewi Anindyaswari sangat senang melihat keadaan putranya baik-baik saja.

"Ibunda."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mendekati ibundanya, sang Prabu mencium tangan ibundanya penuh dengan kasih sayang.

"Nanda baik-baik saja ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencium tangan ibundanya, dengan segenap perasaan kasih sayangnya. Sang Prabu merasa bersalah karena telah membuat ibundanya cemas.

"Maafkan nanda, karena telah membuat ibunda cemas." Suara Prabu Asmalaraya Arya Ardhana terdengar lirih.

Namun setidaknya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sudah tidak pucat lagi, saat menemui ibundanya. Sang Prabu tentunya tidak mau, membuat ibundanya semakin cemas.

"Syukurlah nak, ibunda lega mendengarnya." Ratu Dewi Anindyaswari merasa lega, anaknya baik-baik saja.

Tangannya mengelus kepala putranya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Anaknya yang sangat ia cintai, anaknya yang sangat peduli padanya.

Sementara itu, Ratu Ardiningrum Bintari dan ratu Gendhis Cendrawati melihat itu dari kejauhan.

"Lihatlah rayi?." Hatinya semakin benci. "Mereka baru saja terpisah, hanya karena nanda prabu Asmalaraya Arya Ardhana bersemedi di ruang pribadinya." Ucapnya kesal. "Tapi rayi dewi anindyaswari malah bersikap berlebihan, mengkhawatirkan putranya." Ratu Ardiningrum Bintari sangat muak melihat pemandangan itu. Sama sekali tidak enak untuk dilihat, betapa lemahnya mental mereka hanya karena seperti itu malah membuat drama menangis tidak jelas.

"Yunda benar." Responnya. "Harusnya rayi dewi anindyaswari, menyadari posisi anaknya, tapi malah bersikap seperti itu?." Ratu Gendhis Cendrawati sungguh tidak mengerti apa yang mereka lakukan.

Namun yang tidak mereka mengerti mengapa ada adegan menangis khawatir di istana ini hanya karena ketidaktahuan mereka, atas apa yang terjadi pada prabu Asmalaraya Arya Ardhana sehingga ibundanya ratu Dewi Anindyaswari menangis.

...***...

Putri Agniasari Ariani sedang berhadapan dengan kelima pemuda itu, dengan sekuat tenaga ia menggunakan pedang Dewi Langit untuk mengalahkan mereka.

Dengan jurus-jurus yang ia pelajari dari ayahandanya, ia gunakan jurus itu untuk mengalahkan mereka.

"Kurang ajar!." Umpatnya penuh dengan amarah. "Siapa kau?!." Hatinya semakin panas. "Sepertinya ilmu pedang yang kau gunakan?! Bukan dari kalangan pendekar biasa!."

"Aku tidak harus menjawabnya!." Responnya cepat. "Dan kalian?." Putri Agniasari Ariani menatap tajam ke arah mereka. "Kalian harus bertanggungjawab! Atas apa yang telah kalian lakukan." Entah kenapa hatinya sangat panas saat itu.

"Tidak usah banyak bicara kau!."

"Ini masih wilayah kerajaan suka damai, dan kalian?." Hati Putri Agniasari Ariani telah dikuasai oleh amarah. "Telah berani berbuat onar?!." Baginya benar-benar terasa panas. "Aku tidak akan mengampuni kalian! Hyah!." Putri Agniasari Ariani kembali menyerang mereka.

Kali ini dengan menggabungkan jurus tapak angin dalam kesunyian, ia melumpuhkan mereka semua.

"Eagkh!."

Terdengar suara teriakan dari mereka, ketika pedang Dewi Langit menyayat tubuh mereka dengan ganasnya. Dan saat itu pula, terdengar suara tepuk tangan yang sangat banyak, membuat Putri Agniasari Ariani terkejut mendengarnya.

"Terima kasih nini, terima kasih telah membunuh mereka semua." Ucapan seorang laki-laki padanya.

Putri Agniasari Ariani kembali memasukkan pedang Dewi Langit di dalam warangkannya.

"Maaf tuan?." Responnya. "Apa yang terjadi sebenarnya?." Hatinya sangat prihatin. "Kenapa desa ini terjadi penyerangan mengerikan seperti itu?."

"Kalau begitu mari ikuti kami nini." Ucapnya dengan ramah. "Semoga nini bisa membantu kami."

Putri Agniasari Ariani hanya ikut saja, ia penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya di desa itu?.

...***...

Keesokan harinya, seperti biasa.

Sidang pertemuan antara menteri, Adipati, lurah membahas apa saja yang menjadi keluhan rakyat apalagi memasuki satu bulan masa jabatan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sebagai raja.

Namun mereka sedang menunggu sang prabu karena menunaikan ibadah sholat Dhuha, hingga rapat sedikit tertunda.

"Lihatlah?!." Ucapnya heran. "Sebagai seorang raja, harusnya tepat waktu." Lanjutnya. "Tapi mengapa? Malah membuat kita menunggu?." Salah satu Adipati tidak sabar menunggu dilaksanakan rapat tersebut.

"Raja kita adalah seorang muslim." Jawabnya. "Jadi wajar saja! Jika beliau melakukan kewajibannya." Lurah Raweyai mengerti, jika di istana ini belum banyak yang memeluk agama Islam. Jadi banyak yang belum mengerti, apa yang dilakukan oleh prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Sudahlah!." Tegasnya. "Tidak baik berdebat masalah keterlambatan Gusti Prabu." Lanjutnya. "Kita sebagai abdi yang baik? Haruslah memberikan waktu untuk Gusti Prabu."

Salah satu menteri setuju dengan apa yang dikatakan oleh lurah tentang prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

Tak lama kemudian saat mereka membahas keterlambatan sang prabu, ia muncul dengan mengucapkan salam kepada mereka semua.

"Sampurasun."

Sang Prabu yang datang dari arah luar berjalan dengan santai, menuju singgasananya, dan mereka yang melihat kedatangan sang prabu langsung memberi hormat kepada mereka.

"Rampes"

Balas mereka semua dengan nada sopan, menyambut kedatangan sang Prabu.

Setelah sang Prabu duduk di singgasananya. Ia menatap satu persatu bawahannya yang telah menunggu kedatangannya.

"Maafkan saya, jika saya terlambat datang."

Sang Prabu meminta maaf pada mereka, dan mereka hanya diam, mencoba memaklumi keterlambatan sang Prabu.

"Mohon maaf Gusti Prabu." Ia memberi hormat. "Ada apa gerangan kiranya? Gusti Prabu memanggil kami semua? Untuk berkumpul di sini?." Mentri Moja Pribadio bertanya apa gerangan, yang membuat Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memanggil mereka semua.

"Benar Gusti Prabu." Sambungnya. "Bukankah kita sudah membahas beberapa masalah yang terjadi? Di negeri ini Gusti."

"Mohon penjelasannya Gusti."

"Saya memanggil kalian semua." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada kalian." Sang Prabu menatap lurus ke depan.

Seketika suara menjadi lebih tenang dari yang sebelumnya.

"Beberapa hari yang lalu." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan suara yang keras. "Saya telah menangkap salah seorang kelompok sengkar iblis!." Tegas sang Prabu. "Yang dulunya pernah membuat keonaran di wilayah kerajaan Suka Damai!." Lanjut sang Prabu. "Ketika ayahanda prabu kawiswara arya ragnala masih hidup."

"Mohon ampun Gusti Prabu." Ia memberi hormat. "Mengapa Gusti Prabu baru mengatakannya sekarang?."

Mereka heran mengapa prabu Asmalaraya Arya Ardhana baru mengatakan kepada mereka masalah itu?.

"Lalu dimana tahanan tersebut?."

"Mengapa kami tidak mendengar, ada tahanan baru yang masuk ke penjara istana?."

"Mohon penjelasannya Gusti Prabu."

"Jangan sembunyikan masalahnya."

"Terbuka lah pada kami Gusti."

"Katakan Gusti!."

Ya, itu benar, jika memang sang Prabu menahan salah satu dari mereka?. Apa jawaban dari sang Prabu?.

Apakah pembaca tercinta penasaran?.

Bagaimana kelanjutannya?. next.

...***...

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

lanjutkan

2024-09-03

0

AGhanteng

AGhanteng

Author buat cerita putri bestari dgn anaknya yg baru lahir dong.Penasaran dgn cerita lucu bayinya...

2022-05-23

1

SoVay

SoVay

tapi karena aku lg malas mikir cerita baru, sedangkan ini aja blum tamat

2021-12-18

1

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!