KESEMBUHAN SANG PRABU?.

...***...

Putri Agniasari Ariani dan Nila Ayu telah menyelesaikan masalah, saat ini mereka berada di sebuah kedai makan. Tentunya sambil berbincang-bincang, dan saling berkenalan.

"Terima kasih atas bantuan sebelumnya." Ia memperhatikan penampilan Putri Agniasari Ariani yang sangat rapi. "Jika aku perhatikan, kau bukan dari kalangan biasa."

"Namaku bahuwirya agniasari ariani, dari kerajaan suka damai."

"Bahuwirya?." Nila Ayu sangat terkejut. "Artinya? Putri seorang Raja?."

"Lebih kurang seperti itu."

"Maaf, jika hamba lancang pada Gusti Putri." Nila Ayu segera memberi hormat.

"Tidak apa-apa nila ayu." Putri Agniasari Ariani merasa tidak enak. "Lagi pula, saat ini aku sedang mengembara, aku hanyalah rakyat biasa."

Nila Ayu juga mencoba menghilangkan perasaan canggung itu.

"Lantas? Apa yang membuat Gusti Putri mengembara sampai ke daerah ini?." Ia sangat penasaran. "Tentunya ada hal penting yang hendak Gusti Putri cari."

"Menurut ucapan sahabat ku." Jawabnya. "Katanya di kawasan kerajaan daun bidara? Ada sebuah pondok pesantren." Lanjutnya. "Yang mengajarkan ilmu agama Islam, dan aku ingin belajar di sana."

"Kabar itu memang benar." Responnya dengan baik. "Hamba akan mengajak Gusti Putri ke sana." Lanjutnya. "Jika memang benar? Gusti ingin belajar agama Islam."

"Benarkah?."

"Tentu saja Gusti Putri." Jawabnya. "Kebetulan hamba murid di sana."

"Oh? Ini kebetulan yang sangat luar biasa."

"Tapi? Bukankah? Keluarga istana kerajaan suka damai?." Ucapnya dengan aneh. "Semuanya menganut agama Hindu-Budha?." Keningnya terlihat mengkerut. "Maaf jika hamba lancang."

Putri Agniasari Ariani tersenyum memaklumi itu. "Ya, memang sepeti itu yang terjadi." Putri Agniasari Ariani tersenyum kecil. "Namun, karena adikku telah memeluk agama Islam." Jelasnya dengan ramah. "Aku juga ingin memeluk agama Islam." Begitu juga senyumannya. "Agama yang telah dipercayai oleh adikku."

"Jadi begitu?." Nila Ayu sedikit memahaminya. "Kalau begitu, hamba akan memperkenalkan Gusti." Lanjutnya. "Pada guru dewi cantika." Ia terlihat bersemangat. "Semoga saja beliau mau mengajarkan agama Islam pada Gusti."

"Terima kasih nila ayu." Balas Putri Agniasari Ariani. "Kau sangat baik sekali."

"Hamba hanya membantu sebisanya saja Gusti."

Ya, begitulah perkenalan Putri Agniasari Ariani dan Nila Ayu. Apakah benar?. Putri Agniasari Ariani akan masuk agama Islam?.

...***...

Istana kerajaan Suka Damai, istana selatan.

"Putraku nanda cakara casugraha." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari sangat cemas. "Kenapa nanda belum pulang juga nak?." Hatinya terasa sakit, tidak bisa diam sama sekali. "Apakah nanda baik-baik saja?."

Namun saat itu, Putri Andhini Andita datang menemui Ratu Dewi Anindyaswari.

"Sampurasun ibunda Ratu." Ucapnya sambil memberi hormat.

"Rampes." Balas Ratu Dewi Anindyaswari dengan suara tertahan.

"Apakah ananda boleh masuk?."

"Silahkan masuk putriku."

"Ibunda." Putri Andhini Andita mendekati Ratu Dewi Anindyaswari. "Bolehkah ananda duduk di samping ibunda?."

"Silahkan putriku, duduklah nak." Ratu Dewi Anindyaswari mencoba untuk tersenyum, walaupun itu terasa pahit.

"Terima kasih ibunda." Putri Andhini Andita tersenyum kecil, ternyata Ratu Dewi Anindyaswari tidak menolaknya.

"Mengapa ananda menangis?." Ratu Dewi Anindyaswari heran. "Apakah ada sesuatu yang menakuti ananda?."

Ratu Dewi Anindyaswari heran melihat Putri Andhini Andita menangis?. Tapi mengapa?.

"Ibunda." Putri Andhini Andita berusaha menahan tangisnya.

"Ada apa nak?." Ucapnya heran. "Jelaskan pada ibunda." Ratu Dewi Anindyaswari merasa tidak enak hati. "Mengapa ananda menangis seperti itu? Apakah terjadi sesuatu padamu?."

Ratu Dewi Anindyaswari takut terjadi kesalahpahaman, jika ibundanya Ratu Gendhis Cendrawati melihat anaknya menangis?. Ratu Dewi Anindyaswari takut, jika nantinya dituduh telah melakukan sesuatu pada Putri Andhini Andita.

"Rasanya tidak tega melihat kondisi ibunda seperti ini." Putri Andhini Andita berusaha untuk menahan isak tangisnya. "Menangis seharian sendirian di kamar." Ucapannya seakan meyakinkan Ratu Dewi Anindyaswari, bahwa dirinya memang memiliki simpati. "Ibunda jangan bersedih, rayi Prabu pasti akan kembali."

"Ada apa ini?." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari semakin heran. "Permainan seperti apa? Yang sedang ia lakukan lakukan padaku?." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari sangat waspada.

...***...

Syekh Asmawan Mulia dan Aki Jarah Setandan kembali memberikan pengobatan pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria. Hanya memastikan, tidak ada lagi racun berbahaya yang berada di dalam tubuh keduanya.

Dengan menggunakan tenaga dalam, dan bantuan ayat-ayat suci Alquran, Syekh Asmawan Mulia membacakan semuanya, meminta kepada Allah SWT, agar diberikan kesembuhan pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria.

وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌

Wa Ayyuuba iz naadaa Rabbahuuu annii massaniyad durru wa Anta arhamur raahimiin

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (Al-Anbiya 83.)

Al Qur'an Surat Yunus ayat 57

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُور وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Al Qur'an Surat Al Isra ayat 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."

Al Qur'an Surat Asy Syuara ayat 80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya: Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku."

Tentunya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria juga mengikuti bacaan ayat itu dengan sempurna. Hingga beberapa saat, tubuh keduanya benar-benar merasa aman dari rasa sakit akibat racun ganas dari serangan musuh.

"Alhamdulillah hirobbil'alamin ya Allah." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria tidak lupa mengucapkan rasa syukur itu.

"Terima kasih Syekh guru, aki jarah setandan." Rasa haru itu menyelimuti suasana hari keduanya.

"Tanpa bantuan dari guru, kami tidak akan mungkin bisa sembuh seperti ini." Jaya Satria hampir saja menangis.

"Semua yang telah terjadi, itu karena takdir dari sang hyang Widhi." Responnya. "Kami tidak bisa melakukannya begitu saja."

"Allah SWT, telah memberikan kita kesempatan untuk sehat." Ucap Syekh Asmawan Mulia. "Agar bisa berbuat kebaikan, dan nanda berdua harus ingat itu."

"Ya, tentu saja guru."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria tentu saja mengetahui itu dengan sangat baik.

...***...

Putri Agniasari Ariani saat ini di dalam perjalanan menuju pondok pesantren. Saat itu ia berhenti, karena Nila Ayu hendak melaksanakan sholat ashar.

"Gerakan itu, sama seperti yang dilakukan oleh rayi Prabu." Dalam hati Putri Agniasari Ariani memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh Nila Ayu. "Hanya saja? Kenapa ia menutupi seluruh tubuhnya dengan kain putih itu?." Dalam hatinya berpikir sejenak. "Apakah ada perbedaan? Tata cara sholat yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan?." Raut wajahnya terlihat dipenuhi oleh rasa penasaran yang membuncah. "Aku semakin ingin belajar tentang itu semua." Dalam hatinya merasa bersemangat. "Baiklah, aku akan mencoba dengan kesungguhan hatiku." Putri Agniasari Ariani telah membulatkan tekadnya, agar tidak ada lagi keraguan di hatinya.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Setelah menyelesaikan sholatnya ia mengucap salam ke kanan, dan ke kiri.

Tak lupa Nila Ayu berdoa kepada Allah SWT, agar senantiasa dilindungi, diberikan kesehatan, dan banyak lagi doa yang ia ucapkan pada saat itu.

...**...

Bilik Ratu Dewi Anindyaswari.

"Ceritakan lah pada ananda." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Mungkin ananda bisa mencari jalan keluarnya, ibunda." Ia mencoba untuk mengorek, kesedihan yang dirasakan oleh Ratu Dewi Anindyaswari.

"Bagaimana ibunda tidak sedih nak?." Lagi-lagi hatinya kembali merasakan sakit yang luar biasa. "Ibunda tidak tahu, bagaimana nasib putra ibunda?." Ungkapnya sambil menekan perasaan sesak. "Hati ibu mana? Yang tidak sedih?." Tatapan matanya begitu pedih. "Ketika tidak mengetahui keadaan anaknya?." Hati Ratu Dewi Anindyaswari merasa sedih, ia tida percaya jika anaknya meninggal.

"Ibunda." Putri Andhini Andita terlihat bersimpati.

"Ibunda hanya menginginkan ia kembali dengan selamat." Suaranya terdengar bergetar. "Ibunda tidak menginginkan hal yang lain, selain kepulangannya" kembali ratu Dewi Anindyaswari menangis. Apakah ia tidak boleh berharap seperti itu?.

Putri Andhini Andita tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia memikirkan ucapan Ratu Dewi Anindyaswari yang menginginkan anaknya kembali. Karena ia yakin, bahwa anaknya masih hidup?.

"Tapi tunggu dulu!." Dalam hatinya memikirkan sesuatu.

Ada yang mengganjal di pikiran Putri Andhini Andita saat itu.

"Jika memang cakara casugraha tewas?." Dalam hatinya bingung. "Kenapa jasadnya tidak ditemukan?." Ia mencoba memikirkan kemungkinan.

Deg!.

Pikirannya Terbuka seketika.

"Jika terjadi sesuatu pada cakara casugraha, pasti orang itu yang akan menolongnya." Dalam hatinya sangat yakin. "Pasti, aku sangat percaya jika orang itu." Dalam hatinya lagi. "Orang bertopeng itu, pasti akan membantu cakara casugraha."

Putri Andhini Andita sangat ingat, dengan sosok misterius yang bersama Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Tidak mungkin, akan mengalami kesulitan. "Aku rasa, itulah alasan kenapa? Ia tidak mau diikuti oleh siapa saja, dari pihak istana." Dalam hatinya lagi.

Putri Andhini Andita benar-benar berperang dengan pikirannya sendiri.

"Ya, aku yakin dia masih hidup." Ia merasakan gejolak amarah. "Dasar raka dan yunda tidak berguna!." Umpat putri Andhini Andita dalam hatinya.

"Kenapa tiba-tiba saja ia termenung?." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari merasa ada yang aneh pada Putri Andhini Andita. "Apa yang sedang ia pikirkan?."

"Apanya yang bahagia? Hanya karena kabar kematian cakara casugraha? Yang belum kepastiannya?!." Dalam hatinya semakin kesal. "Heh! Ternyata mereka memang tidak berguna!." Umpatnya dengan penuh amarah. "Hanya pandai berbicara saja."

"Ada apa putriku?."

"Oh?." Responnya. "Tidak apa-apa ibunda." Ia berusaha bersikap biasa saja. "Kalau begitu ibunda istirahat saja, ananda akan kembali nanti."

"Baiklah kalau begitu."

"Sampurasun."

"Rampes."

Ratu Dewi Anindyaswari hanya melihat kepergian Putri Andhini Andita.

"Aku yakin ada kesalahan." Dalam hatinya merasa seperti itu.

"Bahkan Senopati mandala sakuta yang menjemputnya?." Dalam hatinya bingung. "Mengatakan tidak menemukan rayi Prabu di sana?." Dalam hatinya masih memikirkan itu. "Hingga mereka menyimpulkan kematian cakara casugraha?." Ia semakin kesal. "Hanya karena menemukan robekan baju hitam di sana?." Hatinya sangat gelisah memikirkan itu semua. "Mungkin saja rayi Prabu terkena jurus berbahaya?." Ia memikirkan kemungkinan itu terjadi. "Sehingga pakaian yang ia kenakan robek?."

Putri Andhini Andita benar-benar tidak bisa tenang, belum mengetahui dengan pasti apakah?. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana masih hidup?. Atau telah pergi dari dunia fana ini?.

"Jika memang rayi Prabu masih hidup?." Dalam hatinya lagi. "Karena pertolongan orang misterius itu?." Pikirannya tertuju pada sosok pemuda mengenakan pakaian serba hitam. "Aku yakin dalam waktu dekat ini, ia akan kembali ke istana."

Antara galau, dan gelisah putri Andhini Andita tidak tahu bagaimana perasaannya. Yang jelas ia akan melihat apakah dugaannya benar atau tidak.

Bagaimana kelanjutannya?.

...***...

Di tempat Nini Kabut Bidadari.

Semara Layana menceritakan pada Nini Kabut Bidadari. Siapa yang mereka lawan sebenarnya?.

"Ternyata orang misterius itu, ia adalah bawahannya Prabu kawiswara arya ragnala." Ucapnya sambil mengingat kejadian itu. "Pantas saja ilmu kanuragan yang ia miliki sangat dahsyat." Dari raut wajahnya tergambar sangat jelas, bagaimana perasaan takut itu. "Aki dharma seta dibunuh orang itu, dengan menggunakan jurus cakar naga cakar petir." Semara Layana masih mengingat kejadian itu.

Saat ia berpasrah diri karena tidak bisa menghindari jurus cakar naga cakar petir milik prabu Asmalaraya Arya Ardhana?. Ia sempat melihat, Aki Dharma Seta, terkena hantaman keras dari orang misterius yang satunya lagi.

"Prabu kawiswara arya ragnala?." Putri Gempita Bhadrika merasa tidak asing dengan nama itu. Hingga ia mengulang menyebut nama itu?.

Nini Kabut Bidadari dan Semara Layana menoleh ke arah putri Gempita Bhadrika, yang menyebutkan nama Raja Kerajaan Suka Damai itu.

"Kau juga mengenali Prabu kawiswara arya ragnala?." Nini Kabut Bidadari ingin memastikan, bahwa wanita muda itu memang mengenali Raja hebat itu.

"Aku tidak terlalu mengenalinya." Jawabnya. "Akan tetapi aku memiliki dendam yang begitu besar padanya." Sorot mata Putri Gempita Bhadrika, terlihat menyimpan dendam yang sangat besar, hatinya terbakar oleh api kemarahan. "Prabu kawiswara arya ragnala, orang itu yang telah membuat ayahandaku mati suri." Lanjutnya lagi. "Karena itulah aku ke mari."

"Mati suri?." Dalam hati mereka.

Ia melihat ke arah Nini Kabut Bidadari. "Menurut tabib istana? Ayahandaku bisa diselamatkan, dengan air telaga warna bidadari." Ia menjelaskan mengapa ia berada di sini, juga alasan ia dendam pada prabu Kawiswara Arya Ragnala.

Nini Kabut Bidadari merasa tertarik dengan cerita putri Gempita Bhadrika, ia berdiri dan nampak berpikir.

"Siapakah nama ayahandamu?." Keningnya terlihat mengkerut aneh. "Jika aku boleh mengetahuinya?."

"Ayahandaku bernama Prabu maharaja wajendra bhadrika." Jawabnya. "Raja penguasa kegelapan, raja yang menguasai bangsa jin." Jawab Putri Gempita Bhadrika, yang membanggakan kekuasaan ayahandanya.

"Prabu wajendra bhadrika?." Nini Kabut Bidadari mengulang nama itu. Dan seketika itu, ingatannya melayang ke masa lalunya. "Ya, aku sangat mengenali Prabu wajendra bhadrika." Nini Kabut Bidadari tidak akan pernah melupakan sosok itu. Sosok yang pernah ia bantu di masa lalu?.

"Apakah itu benar? Nini mengenali ayahandaku?." Putri Gempita Bhadrika bertanya, karena ucapan Nini Kabut Bidadari, yang mengatakan bahwa ia mengenali ayahandanya?. Bagaimana bisa?.

"Dulu aku adalah abdi setia Prabu wajendra bhadrika." Jawabnya dengan sangat yakinnya. "Tapi karena aku bosan, dengan kehidupan di istana?." Ia tersenyum kecil. "Aku memutuskan untuk meninggalkan istana, karena ditempat ini lebih cocok dengan diriku yang sesungguhnya." Lanjutnya, sambil mengingat bagaimana kehidupannya saat itu.

"Jadi? Kau memanglah anak buah dari ayahandaku?." Putri Gempita Bhadrika tidak menyangka, akan mendengarkan cerita itu.

"Ya, itu benar." Balas Nini Kabut Bidadari.

"Kalau begitu? Cepat berikan aku air telaga warna bidadari!." Tegasnya. "Agar aku bisa menyembuhkan ayahandaku!." Putri Gempita Bhadrika sudah tidak sabaran lagi. Hingga ia terkesan memberi perintah, pada Nini Kabut Bidadari.

"Baiklah kalau begitu." Balasnya. "Ambil saja sesuka hatimu, aku tidak akan melarangnya."

"Ya, tentu saja." Putri Gempita Bhadrika segera melangkah keluar dari pondok itu.

Apakah benar?. Dengan air telaga warna bidadari?. Prabu Wajendra Bhadrika bisa pulih kembali?. Temukan jawabannya.

...***...

Sepertinya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria sudah baikan. Setelah melewati dua hari masa pengobatan, melatih kembali beberapa ilmu kanuragan mereka. Selain itu, mereka juga melatih diri untuk menggerakkan fisik mereka agar tidak kaku.

Saat ini keduanya sedang pamitan pada Aki Jarah Setandan, dan Syekh Asmawan Mulia, mereka akan kembali ke kerajaan Suka Damai. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana khawatir dengan keadaan Istana yang ia tinggali, dan ia juga mencemaskan keadaan ibundanya.

"Berhati-hatilah nanda Prabu." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Juga nanda jaya Satria." Tatapan matanya begitu lembut. "Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk ananda berdua."

"Terima kasih syekh guru." Jaya Satria memberi hormat. "Semoga Allah SWT selalu membalaskan kebaikan pada syekh guru."

"Alhamdulillah hirobbil a'lamin." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Kami masih diberikan kesempatan hidup, mendapatkan nikmat kesehatan."

"Murid hamba adalah seorang Raja." Aki Jarah Setandan sangat terharu. "Rasanya suatu kehormatan dapat membantu nanda." Lanjutnya. "Apalagi semenjak mendiang Gusti Prabu kawiswara arya ragnala, mempercayai nanda Prabu pada hamba."

"Guru." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria memberi hormat pada Aki Jarah Setandan.

"Tentunya hamba akan selalu bersama nanda Prabu." Ungkapnya. "Nanda jaya satria, di saat nanda terluka, ataupun bahagia sekalipun?." Matanya tertuju pada Jaya Satria. "Hamba akan selalu bersama langkah kalian berdua."

"Terima kasih guru." Jaya Satria memberi hormat. "Rasanya kami sangat bersyukur memiliki guru yang sangat baik seperti guru." Jaya Satria sangat tersentuh. "Terima kasih juga pada syekh guru yang selalu membantu kami."

"Kalau begitu kami mohon pamit guru." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sambil memberi hormat. "Karena nanda takut terjadi sesuatu pada ibunda."

"Berhati-hatilah nanda Prabu." Balas Aki Jarah Setandan. "Semoga nanda sampai ke istana dengan selamat, tanpa kekurangan apapun."

"Semoga Allah SWT, selalu melindungi nanda berdua." Begitu juga dengan Syekh Asmawan Mulia.

"Aamiin, semoga saja guru."

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."

Keduanya mengucap salam pada Syekh Asmawan Mulia.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Balas Syekh Asmawan Mulia, menjawab salam sang prabu dengan senyuman ramah.

"Sampurasun."

Kali ini keduanya mengucapkan salam pada Ki Jarah Setandan.

"Rampes."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria telah meninggal pondok itu, keduanya akan kembali ke istana kerajaan Suka Damai.

"Mereka seperti pinang yang dibelah menjadi dua adi Syekh." Ungkapnya. "Rasanya aku sangat terharu, ketika Sukma Gusti Prabu kawiswara arya ragnala meminta bantuan padaku."

"Ya, kakang benar."

"Kini kita berpisah dengan mereka, rasanya sangat sedih sekali adi Syekh."

"Kakang tenang saja." Respon Syekh Asmawan Mulia. "Setiap perpisahan, pasti ada pertemuan." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Dan begitu seterusnya kakang."

"Ya, aku rasa ucapan mu ada benarnya adi Syekh."

Aki Jarah Setandan merasa terharu, dengan sikap sopan yang ditunjukkan oleh prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria. Ingin rasanya ia menahan kedua orang itu, agar tetap berada di sini untuk menemaninya. Kerinduannya akan kebaikan keduanya, membuatnya ingin menangis. Tapi apalah daya, keduanya harus segera pergi, untuk menyelesaikan masalah yang mereka tinggalkan di istana.

...***...

Sementara itu, di istana kerajaan Suka Damai.

Jika Keluarga istana sedang berkumpul di ruang utama Istana, maka Ratu Dewi Anindyaswari berada di bilik putranya Raden Cakara Casugraha. Ia memperhatikan kamar itu, dengan perasaan sedih, kerinduannya akan sosok putranya.

"Putraku nanda Prabu." Hatinya semakin sedih. "Kembalilah nak, ibunda sangat merindukan nanda Prabu."

Ratu Dewi Anindyaswari duduk di tempat tidur anaknya. Ia membelai tempat tidur itu, juga bantal itu seakan ia sedang membelai anaknya yang sedang tertidur.

"Ibunda?."

Tiba-tiba Ratu Dewi Anindyaswari, mendengarkan suara anaknya yang memanggilnya?. Benarkah itu adalah suara anaknya?.

"Ibunda?."

Deg!.

"Putraku?!." Ratu Dewi Anindyaswari tersentak terkejut, karena mendengar suara putranya.

"Nanda Prabu?." Hatinya bergetar takut. "Nanda berada di mana nak? Katakan pada ibunda, putraku?." Ratu Dewi Anindyaswari menangis terisak, karena hanya mendengarkan suara anaknya. "Nanda di mana nak? Ibunda sangat ingin bertemu dengan nanda Prabu." Ia melihat ke arah pintu kamar anaknya, namun matanya tidak melihat keberadaan putranya.

"Ibunda?." Responnya. "Nanda akan segera kembali ke istana." Suaranya terdengar bahagia. "Ibunda bersabarlah menunggu ananda di singgasana, ibunda."

Suara itu sangat jelas, memang suara putranya. Ia tidak salah dengar, ketika putranya mengatakan, jika ia akan segera kembali ke istana. Dan menyuruhnya bersabar menunggunya di singgasananya?.

"Putraku nanda cakara casugraha akan segera kembali?." Air mata kebahagiaan telah membasahi pipinya. "Benarkah anakku akan segera kembali?." Tangannya spontan menghapus air matanya, dan bersikap tegar kembali. "Kalau begitu aku akan segera ke singgasana, ke ruang utama istana ini." Ratu Dewi Anindyaswari bangkit dari sana, ia berjalan cepat menuju ke sana. "Oh? Dewata yang agung, semoga saja putraku benar-benar kembali."

Ratu Dewi Anindyaswari menghapus air matanya. Ia mencoba untuk tersenyum, untuk menyambut kedatangan putranya, sesuai dengan bisikan yang ia dapatkan?.

Ya, memang itu bisikan dari Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, memalui mata batinnya untuk berkomunikasi dengan ibundanya.

"Alhamdulillah hirobbil a'lamin, ibunda mendengarnya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa lega. Setelah itu, ia mengatur hawa murninya, dan menatap Jaya Satria.

"Syukurlah kalau begitu." Responnya. "Kita harus segera sampai secepatnya." Jaya Satria merasa lega, jika Prabu Asmalaraya Arya Ardhana berhasil, berkomunikasi dengan Ratu Dewi Anindyaswari, agar beliau tidak mencemaskan putranya.

...***...

Putri Agniasari Ariani dan Nila Ayu telah sampai di pondok pesantren.

"Maaf? Apakah pakaian yang aku kenakan kurang sopan?." Putri Agniasari Ariani merasa tidak enak hati. "Mereka melihat ke arahku dengan tatapan aneh."

"Gusti Putri tenang saja." Nila Ayu tersenyum kecil. "Mereka melihat ke arah Gusti Putri?." Lanjutnya. "Itu karena mereka belum pernah melihat wanita cantik, putih, dan bersih seperti Gusti Putri."

"Kau yakin? Itu bukan karena pakaian yang aku kenakan?." Bisiknya lagi.

"Percayalah pada hamba."

"Baiklah kalau begitu."

Putri Agniasari Ariani kembali melanjutkan langkahnya, berharap ia tidak dianggap aneh oleh mereka semua.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."

Ada jawaban salam dari dalam rumah, ketika Nila Ayu menguca salam.

"Sampurasun."

"Rampes."

Dengan hati-hati Putri Agniasari Ariani mengucapkan salam tersebut.

"Mari masuk."

"Terima kasih."

Putri Agniasari Ariani segera masuk, ketika dipersilahkan masuk.

"Siapakah gerangan kiranya? Yang bertamu di pondok pesantren ini?."

"Nama saya bahuwirya agniasari ariani, saya dari kerajaan suka damai."

"Subhanallah, kiranya kami kedatangan tamu terhormat, dari kerajaan besar."

"Suatu kehormatan bagi saya bisa berkunjung ke mari." Putri Agniasari Ariani memberi hormat. "Namun, jika diperkenankan? Saya ingin belajar agama Islam di sini." Lanjutnya. "Saya ingin mengenal agama Islam, lebih lanjut lagi."

"Subhanallah, tentu saja dengan senang hati kami akan menerima Gusti Putri, belajar agama Islam di sini."

"Ya, semoga Gusti Putri belajar dengan giat di sini."

"Terima kasih saya ucapkan, mohon bimbingannya."

Putri Agniasari Ariani sangat bersyukur, jika memang ia diterima dengan baik di sana. Tapi apakah mampu belajar dengan baik?. Simak dengan baik kisahnya.

...***...

Sementara itu, di ruang utama istana.

Mereka sedang mengadakan pengangkatan raja baru, meskipun kakaknya Putri Ambarsari mengatakan bahwa mereka akan mengangkat putri Andhini Andita menjadi raja, namun tetap saja putra pertama yang mencoba kembali menduduki singgasana sana itu.

"Putraku Ganendra Garjitha, duduklah di singgasanamu!."

Ratu Ardiningrum Bintari mempersilahkan putranya duduk di singgasana itu. Senyuman manis mengembang di wajah Ratu Ardiningrum Bintari.

kali ini Ratu Ardningrum Bintari sangat yakin, bahwa singgasana itu akan menerima putranya. Kali ini putranya menjadi raja di kerajaan Suka Damai yang sebenarnya, tanpa adanya gangguan dari siapapun.

Sedangkan mereka semua memperhatikan, bagaimana Raden Ganendra Garjitha mendekati singgasana itu, dan duduk di sana dengan senyuman penuh kebanggaan karena duduk dengan tenang.

Tapi mereka semua tidak melihat kejadian apapun, selain wajah biasa. Bahkan terlihat aneh, membuat mereka semua terkejut, dan lebih terkejut lagi melihat Raden Ganendra Garjitha terlempar dari singgasana itu dengan keadaan yang memalukan.

"Putraku! Apa yang terjadi padamu?." Ratu Ardiningrum Bintari sangat terkejut dengan apa yang terjadi pada putranya.

"Raka? Apa yang terjadi sebenarnya?." Bisik Putri Andhini Andita.

"Sepertinya? Mereka telah memulai hal yang mustahil." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari, saat itu telah sampai di istana Utama. "Mereka ini sangat kurang ajar, sama sekali tidak menghormati putraku sebagai Raja di istana ini." Entah kenapa, terselip perasaan marah di hatinya, ketika melihat apa yang mereka lakukan di saat anaknya tidak ada di istana.

"Aku juga tidak mengetahuinya rayi." Balasnya. "Sepeti ada sebuah dorongan yang sangat kuat, sehingga aku terlempar dari singgasana." Ia masih terlihat kesakitan.

"Hei! Dewi anindyaswari! Ini pasti ulah perbuatan kutukan anakmu!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. "Anakmu yang tidak menginginkan, siapapun menjadi raja di kerajaan ini!." Ratu Ardiningrum Bintari malah menuduh Ratu Dewi Anindyaswari karena perbuatan Raden Cakara Casugraha.

"Sudahlah yunda, aku datang ke sini bukan untuk berdebat denganmu." Balasnya. "Aku sedang menunggu kepulangan putraku."

"Kepulangan putramu?." Tatapan mata mereka semakin dipenuhi oleh kebencian yang dalam.

"Apakah kau sudah gila?!." Bentak mereka.

"Kita semua telah memastikan! Jika dia telah tewas! Karena kesombongannya itu!."

Begitu pedas ucapan Ratu Ardiningrum Bintari, namun Ratu Dewi Anindyaswari mencoba untuk menguatkan hatinya.

"Sebaiknya kau pergi saja dari sini dewi anindyaswari!."

"Kau tidak diundang sama sekali! Untuk menyaksikan pengangkatan Raja ini, karena kedua anakmu tidak ada di sini!."

"Pergi kau dari sini!."

"Pergi kau!."

"Aku telah mengatakan!. Tegasnya. "Jika putraku cakara casugraha, nanda Prabu asmalaraya arya ardhana akan kembali!." Ratu Dewi Anindyaswari sudah tidak tahan lagi. "Jadi?! Aku tidak akan pergi barang setapak pun dari sini!"

Mereka yang menyaksikan itu cukup terkejut, karena selama ini tidak pernah melihat kemarahan yang ditunjukkan oleh Ratu Dewi Anindyaswari.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana kelanjutannya?. Temukan jawabannya. Next halaman.

...**...

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

woi Prabu cepat pulang, krn di istana mu banyak sekali org sombong & tamak utk merebut kekuasaanmu

2024-09-04

0

Elmo Damarkaca

Elmo Damarkaca

orang2 tamak sedang bermain komedi....

2022-06-03

1

SoVay

SoVay

sekian dulu hari ini..capek..hihi

2021-12-18

1

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!