RASA PENASARAN

...***...

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sedang berjalan mengitari istana bersama gurunya Syekh Asmawan Mulia. Mereka membahas tentang agama, yang akan disebarkan oleh gurunya di sekitar istana. Dan itu juga Jaya Satria datang mendekati mereka, sambil mengucapkan salam.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh syekh guru."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh."

"Alhamdulillah hirobbil a'lamin syekh guru mau datang ke istana." Ucapnya. "Dan menjadi salah satu abdi dalam istana."

"Alhamdulillah hirobbil a'lamin jaya satria." Balasnya. "Kalian berdua mempercayai Syekh guru, untuk melakukan kebaikan di kerajaan ini."

Namun di sisi lain tanpa mereka sadari, Raden Hadyan Hastanta, Raden Ganendra Garjitha dan Raden Gentala Giandra, sedang mengamati mereka dari jarak yang agak jauh.

Mereka bertiga terkejut melihat kedatangan Jaya Satria, dan itu menguatkan bukti apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita sangat benar? Mengenai sosok misterius yang hanya bersama prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Aku semakin mencurigai." Ucapnya. "Cakara casugraha memang bekerja sama, dengan orang yang berilmu tinggi." Raden Ganendra Garjitha sangat curiga. "Karena itulah dia bisa menaklukkan singgasana istana kerajaan suka damai, dengan sangat mudah."

"Kedua orang itu, pasti membantunya untuk menduduki istana ini." Hatinya sangat geram. "Mereka bekerjasama untuk membodohi kita semua."

"Sungguh perbuatan yang sangat licik!."

"Aku tidak menyangka." Ucapnya kesal. "Jika cakara casugraha memiliki pemikiran." Hatinya terasa sesak. "Yang kotor seperti itu." Hatinya sangat mengutuk. "Sungguh manusia yang hanya menjaga penampilan luar, namun di dalamnya sangat busuk."

"Kita harus mencari bukti, yang lebih kuat lagi." Ucapnya. "Setelah itu baru kita akan melakukannya." Ia menyeringai lebar. "Mempermalukan cakara casugraha dihadapan rakyat suka damai."

"Raka benar." Responnya. "Kita harus mencari bukti kecurangannya."

Hingga mereka selalu memperhatikan gerak gerik adiknya, yang ia anggap itu adalah kesalahan?. Ya, kesalahan yang dapat mereka gunakan sebagai senjata untuk melengserkan adiknya dari jabatannya sekarang.

Namun ketika mereka hendak meninggalkan tempat, mereka melihat hal ganjal. Saat mereka melihat kedatangan Ratu Dewi Anindyaswari. Orang misterius itu malah pergi dari sana?.

Rasa penasaran mereka semakin besar saat melihat itu. Dalam benak mereka semakin timbul pertanyaan-pertanyaannya yang membuat mereka keheranan. Mereka sepertinya belum bisa meninggalkan tempat itu, karena rasa curiga semakin besar.

Ratu Dewi Anindyaswari mendekati putranya, dan bersama orang yang baru ia kenal. Namun Ratu Dewi Anindyaswari tetap ramah kepada orang tersebut.

...**...

Di pondok pesantren tempat Putri Agniasari belajar ilmu agama.

Siang itu Putri Agniasari bersama temannya Nila Ayu baru saja pulang dari pasar.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."

Saat itu mereka berpas-pasan dengan beberapa orang santri laki-laki.

"Dari pasar ya nimas?."

"Jika kalian telah mengetahuinya?." Balas Nila Ayu kesal. "Sebaiknya kalian yang membawa belanjaan kami!."

"Ya, punya mulut jangan pedas seperti itu lah?."

"Benar itu nila ayu." Ketusnya. "Namamu saja yang bagus." Ia sangat kesal. "Tapi mulutmu pedas seperti lada hitam."

"Hahahaha!."

Mereka tertawa terbahak-bahak karena merasa sangat lucu dengan ucapan itu.

"Baik!." Tegasnya. "Akan aku tambahkan lada hitam di dalam masakan nantinya!." Bentaknya keras. "Khusus untuk kalian saja!." Lanjutnya. "Supaya kalian tidak bisa makan lagi! Saking pedasnya lada hitam, yang aku berikan pada masakan!."

"Owalah, kau ini wanita?." Responnya. "Tapi sangat mengerikan sekali." Ia bergidik ngeri "Berbeda dengan Gusti Putri agniasari ariani." Matanya memperhatikan penampilan Putri Agniasari Ariani. "Yang sangat ramah, manis, dan anggun."

"Heh!." Ia mendengus kesal. "Maaf saja!." Bentaknya. "Aku tidak akan pernah bersikap ramah pada kalian!."

"Maaf semuanya." Ucap Putri Agniasari Ariani. "Kalau begitu kami ke dapur dulu." Ia tersenyum ramah. "Tidak baik berlama-lama di sini." Lanjutnya. "Nanti tidak sempat memasak."

"Ba-ba-baiklah Gusti Putri agniasari ariani."

Mereka sangat gugup, karena melihat senyuman manis itu.

"Masak yang enak ya Gusti Putri?."

Hati mereka meluluh melihat senyuman ramah dari Putri Agniasari Ariani.

"Heh!." Nila Ayu kembali mendengus kesal. "Itu tidak akan terjadi." Dengan juteknya Nila Ayu menarik tangan Putri Agniasari Ariani agar menjauh dari mereka.

"Hahaha! Galak sekali."

Kembali terdengar suara tawa mereka saat melihat Nila Ayu marah-marah.

...***...

Ratu Ardiningrum Bintari dan Ratu Gendhis Cendrawati saat itu sedang bersama. Mereka masih saja belum menerima kenyataan pahit itu, bahwa salah satu dari anak mereka tidak bisa menjadi Raja.

"Apakah kau ingat dengan ucapan kanda Prabu?." Jawabnya. "Bahwa yang akan menjadi penerus Raja adalah mereka yang memiliki hati baik?."

"Tentu saja aku masih ingat dengan ucapan itu yunda, lantas kenapa?."

"Apakah kau tidak dapat melihat?." Balasnya. "Dan mengingat betapa bengisnya? Cakara casugraha pada kita di masa lalu?." Dengan perasaan menggebu Ratu Ardningrum Bintari berkata seperti itu. "Dia adalah orang jahat yang sebenarnya." Hatinya tidak terima. "Tapi bagaimana mungkin? Dia bisa menjadi seorang Raja?." Hatinya sangat kesal. "Apakah kau tidak merasakan? Adanya keanehan itu?."

"Yunda benar." Responnya. "Itu sangat tidak masak akal sama sekali." Lanjutnya. "Sangat tidak adil juga untuk kita yunda."

"Mereka dari dulu memang sangat licik!." Hatinya semakin terbakar. "Kanda Prabu hanya memperhatikan mereka saja." Perasaan benci itu semakin membesar di hatinya. "Tidak pernah berlaku adil pada kita." Hatinya hanya diisi oleh kebencian saja.

"Lantas? Apa yang harus kita lakukan yanda?."

"Mari kita bekerja sama." Responnya. "Mencari celah untuk menjatuhkan dewi anindyaswari beserta anak-anaknya."

"Baiklah kalau begitu yunda."

Apakah yang akan mereka lakukan?. Simak dengan baik kisahnya.

...***...

Istana Kerajaan Suka Damai.

"Sampurasun, hormat hamba Gusti Ratu." Syekh Asmawan Mulia memberi hormat pada Ratu Dewi Anindyaswari.

"Rampes."

"Ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memberi hormat. "Beliau adalah syekh asmawan mulia." Ucap sang Prabu. "Beliau adalah guru agama, yang membimbing nanda selama ini."

"Terima kasih atas bimbingan untuk anak saya." Ratu Dewi Anindyaswari terlihat canggung.

"Syekh guru." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memberi hormat pada Syekh Asmawan Mulia. "Beliau adalah ibunda Ratu dewi anindyaswari." Lanjut sang Prabu. "Ibunda yang telah melahirkan nanda ke dunia ini." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga memperkenalkan ibundanya pada syekh Asmawan Mulia. "Ibunda yang sangat nanda hormati."

"Jadi beliau? Adalah guru nanda Prabu?." 

"Benar Ibunda."

"Hamba adalah seorang guru." Balas Syekh Asmawan Mulia memberi hormat. "Yang dipercayai oleh mendiang Gusti Prabu kawiswara arya ragnala, membimbing putra Gusti Ratu, untuk belajar ilmu agama islam."

"Terima kasih-, Syekh asmawan mulia?." Ratu Dewi Anindyaswari agak bingung saat menyebutkan nama itu.

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil, melihat reaksi dari ibundanya yang agak canggung menyebutkan nama Syekh.

"Ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menatap ibundanya dengan senyuman kecil. "Syekh adalah nama gelar, untuk orang yang sudah ahli dalam agama islam." Lanjut sang Prabu. "Serta menyebarkan agama islam kepada orang lain, ibunda."

"Nama gelar?." Ratu Dewi Anindyaswari sedikit bingung dengan ucapan anaknya.

"Benar ibunda." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Namun ada juga sebagai bentuk keturunan, sama seperti gelar yang nanda sandang sekarang."

"Maafkan saya Syekh." Ucap Ratu Dewi Anindyaswari. "Sungguh saya tidak mengetahuinya sama sekali." Ratu Dewi Anindyaswari merasa bersalah. "Saya tidak bermaksud untuk menyingung syekh."

"Tidak apa-apa Gusti Ratu, hamba memakluminya." Syekh Asmawan Mulia mengerti ketidaktahuan sang ratu.

"Terima kasih banyak Syekh." Ratu Dewi Anindyaswari sangat lega mendengarnya.

"Nanda Prabu sungguh sangat perhatian pada ibundanya." Dalam hatinya sangat kagum. "Bahkan menjelaskan gelar nama syekh pada ibundanya, agar tidak terjadi kesalahpahaman."

"Ibunda juga bisa belajar banyak, dari Syekh guru tentang agama islam."

"Tentu saja nak." Balas Ratu Dewi Anindyaswari. "Terima kasih karena nanda Prabu memikirkan ibunda."

"Tentu saja ibunda."

...***...

Di suatu tempat.

Nini Kabut Bidadari, Putri Gempita Bhadrika, Mayang Sari dan Semara Layana sedang berada di sebuah tempat, yang masih berada di wilayah kerajaan Suka Damai. Mereka sepertinya memiliki rencana lain, untuk membuat kerusuhan. Mereka belum puas sebelum Raja baru itu keluar dari istananya. Karena itulah mereka ingin memancing sang prabu dengan berbuat kerusuhan.

Di ujung Kota raja, sebelum meninggalkan kota raja menuju desa Memanahan. Terdapat sebuah tempat hiburan, tempat itu dijadikan sarang untuk bersenang-senang siapa saja yang membutuhkan hiburan malam.

Entah itu berupa tarian, atau hanya sekedar mendengar seorang wanita cantik, yang membawakan syair-syair cinta yang indah didengar telinga.

Jadi tempat hiburan malam itu sering ramai dikunjungi oleh pemuda-pemuda. Entah itu anak muda, atau bapak-bapak yang terpikat, oleh indahnya atau kenikmatan yang tersaji kan di sana.

Tempat tersebut dimanfaatkan oleh mereka, untuk memikat pemuda-pemuda di sana. Mereka berencana untuk menarik mereka dengan suara indah, yang mengandung aura hipnotis dari Nini Kabut Bidadari, sebagai pemilik jurus pemikat cakra pemuda. Dengan jurus itu, mereka menghipnotis pemuda atau siapa saja laki-laki di sana untuk dijadikan wadah jin pemanggil jiwa pemuda.

Akibat dari jurus itu setelah dirasuki jin, orang itu akan mengamuk menghajar siapa saja yang berusaha untuk menenangkan dirinya.

Itulah tujuan dari mereka semua berada di tempat hiburan malam yang menjadi tempat untuk membuang harta. Karena orang-orang yang berada di  sana, hanyalah diisi orang-orang berkelas atas, orang yang tidak tau mau diapakan uangnya.

Meskipun ada beberapa yang tidak berada, namun masih bisa menikmatinya, dengan cara mereka. Saat ini. Nini Kabut Bidadari, Putri Gempita Bhadrika, dan Mayang Sari sedang membuat rencana. Bahwa malam ini mereka akan melakukan apa yang telah mereka rencanakan.

"Aku tidak sabar lagi." Ucapnya. "Melihat Prabu asmalaraya arya ardhana menangis darah." Hatinya terasa senang. "Karena melihat kelakuan dari rakyatnya yang seperti ini." Nini Kabut Bidadari mencoba membayangkan situasinya.

Ia sedang membayangkan hal menyenangkan, yang akan ia dapatkan nantinya.

"Apalagi jika ia mengetahui." Ucapnya lagi. "Bahwa pemuda-pemuda di sini, hanya suka mabuk-mabukan." Lanjutnya. "Akhirnya saling membunuh karena kerasukan setan."

Nini Kabut Bidadari menyeringai lebar. Rasanya ada kepuasan tersendiri, dengan rencana yang telah mereka sepakati bersama.

"Benar nini." Responnya. "Aku sudah tidak sabar lagi, ingin mendengar kabar itu." Putri Gempita tersenyum senang.

Ia membayangkan bagaimana raut wajah prustasi prabu Asmalaraya Arya Ardhana, saat mengetahui masalah yang ditimbulkan oleh rakyatnya sendiri?.

"Ide yang diberikan nini kabut bidadari sangat bagus, sangat luar biasa." Mayang Sari merasa kagum dengan kepintaran Nini Kabut Bidadari.

"Tentu saja aku pintar!." Tegasnya. "Jika tidak? Mana mungkin aku berhasil mendapatkan hati kakang dharma seta." Dalam hati Nini Kabut Bidadari mengingat Ki Dharma Seta.

Lelaki yang telah mengikat hatinya, dan ia tidak akan pernah bisa melupakan sosok itu.

Apakah rencana mereka berhasil?. Kita lihat saja nantinya.

...****...

Di Wisma putra Raja.

Setelah melihat dan mengamati hal aneh yang terjadi?. Mereka memutuskan untuk meninggalkan tempat, tidak lagi mengamati percakapan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, Ratu Dewi Anindyaswari dan Syekh Asmawan Mulia.

"Apakah raka bisa melihatnya?." Ucapnya aneh. "Orang bertopeng itu pergi begitu saja, setelah ibunda Ratu dewi anindyaswari mendekati mereka."

"Ya, kau benar." Jawabnya. "Orang misterius itu, seperti tidak ingin terlihat oleh ibunda Ratu dewi anindyaswari."

"Mungkin saja dia tidak ingin." Sambungnya. "Jika ibundanya mengetahui, bahwa ia telah melakukan hal yang sangat licik."

"Lantas?." Balasnya. "Apa yang akan kita lakukan?." Lanjutnya. "Untuk membuktikan? Bahwa dia sebenarnya orang jahat?."

"Kita harus memikirkan cara." Jawabnya. "Yang tepat untuk melakukannya." Ia menghela nafas pelan. "Jangan sampai kita ketahuan."

"Kalau begitu." Responnya. "Kita pikiran cara terbaiknya."

Apakah yang akan mereka lakukan untuk mencari kebenaran yang telah disembunyikan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana?. Simak dengan baik kisahnya.

...***...

Di Padepokan.

Putri Agniasari Ariani, Nila Ayu dan beberapa santri lainnya sedang memasak di dapar.

"Maaf, saya memang tidak mahir." Ucapnya malu-malu. "Dalam mengenali beberapa bumbu dapar." Lanjutnya. "Mohon bimbingannya."

Mereka semua saling bertatapan satu sama lain, dan mencoba untuk memahaminya.

"Baiklah." Balasnya. "Kalau begitu perhatikan saja dulu." Lanjutnya. "Apa yang kami lakukan." Ia tersenyum ramah. "Jika tidak memahaminya? Kau bisa bertanya."

"Terima kasih." Respon Putri Agniasari Ariani. "Saya merasa terbantu."

Putri Agniasari Ariani sangat senang karena mereka menyambut ramah kedatangannya.

"Tapi sangat luar biasa sekali." Ucapnya. "Ada seorang putri Raja, mau belajar ilmu agama di padepokan ini."

Mereka melihat ke arah Putri Agniasari Ariani dengan aneh, tidak menduga akan berada di satu lingkungan bersama seorang Putri Raja?.

"Bukankah guru kita mengatakan?." Ucapnya. "Innamal a'malu binniats?." Ucapnya dengan yakin. "Jadi? Saya hanya melakukannya karena niat."

"Wah?." Ia sangat terkesan. "Sangat luar biasa sekali." Ungkapnya. "Gusti Putri telah menghafal beberapa hadits, yang telah diajarkan guru." Lanjutnya. "Bahkan langsung mengamalkannya."

"Kepintaran seorang Putri Raja memang beda."

"Ya, kepintaran seorang putri Raja memang beda."

"Apalah daya kita hanyalah rakyat biasa." Ucapnya dengan sedih. "Dengan otak setengah matang."

"Hahaha!."

Tawa mereka meledak seketika, namun mereka sangat kagum dengan apa yang dibacakan Putri Agniasari Ariani tadi, namun ada perasaan aneh karena adanya perbedaan diantara mereka.

"Jangan memberikan kesan kepada saya seperti makhluk asing." Ungkapnya. "Kita sama-sama manusia yang memiliki akal dan pikiran."

Kali ini mereka malah tertawa mendengarkan ucapan Putri Agniasari Ariani, apalagi raut wajahnya yang merajuk seperti itu. Tawa mereka telah memenuhi dapur, tidak ada dendam ataupun tersinggung saat itu. Mereka benar-benar murni ingin menjalin pertemanan.

...****...

Istana Kerajaan Suka Damai.

"Jika nanda prabu mengizinkan? Istri Syekh guru bisa membantu Gusti Ratu." Syekh Asmawan Mulia memberikan pendapat lain. "Akan lebih nyaman lagi bagi Gusti Ratu." Lanjutnya. "Untuk leluasa mempelajari agama islam." Lanjutnya. "Sebagai sesama wanita." Ungkap Syekh Asmawan Mulia. "Syekh guru bukannya tidak mau mengajarkan Gusti Ratu." Ungkapnya lagi. "Hanya saja tidak mau menimbulkan fitnah." Tegasnya. "Dari pihak lain yang nantinya." Hatinya gelisah. "Mohon maaf nanda Prabu." Ucapnya sambil memberi hormat.

"Astaghfirullah hal'azim." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menghela nafasnya. Ia baru ingat mengenai hal yang kemungkinan saja itu terjadi.

Apalagi mengingat bahwa di istana ini, ibundanya sering dijadikan bahan fitnah, atau gunjingan oleh kedua istri mendiang ayahandanya.

"Terima kasih syekh guru." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memberi hormat. "Karena mengingatkan nanda, agar lebih berhati-hati dalam bertindak." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat bersyukur, ada guru yang baik, selalu mengingatkan dirinya.

"Ya, tentu saja nanda Prabu."

"Baiklah Syekh guru." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Kalau begitu nanda minta tolong kepada istri Syekh guru." Lanjut sang Prabu. "Untuk mengajari ibunda tentang agama islam." Sang Prabu tersenyum kecil. "Terima kasih sekali lagi, atas sarannya Syekh guru."

"Tentu saja nanda Prabu." Syekh Asmawan Mulia merasa senang, dapat membantu prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Syekh." Ucap Ratu Dewi Anindyaswari. "Bukan hanya membantu nanda prabu." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Syekh juga membantu saya." Lanjutnya. "Semoga kebaikan, selalu diberikan kepada syekh dan keluarga." Itulah ungkapan rasa terima kasih Ratu Dewi Anindyaswari.

"Hanya itu yang bisa hamba lakukan Gusti Ratu." Balas Syekh Asmawan Mulia. "Semoga gusti Ratu bisa masuk islam, dengan hati yang damai."

"Aamiin, semoga saja." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat berharap, jika ibundanya juga bisa masuk agama Islam.

"Semoga saja Syekh." Ratu Dewi Anindyaswari hanya bisa berharap saja.

...**...

Di bilik Ratu Ardningrum Bintari.

Hatinya masih saja gelisah karena memikirkan salah satu dari anaknya yang tidak bisa menjadi Raja.

"Anakku lebih baik dari anaknya." Hatinya masih tidak terima. "Tapi kenapa? Malah anaknya yang menjadi Raja?." Hatinya mulai terbakar. "Aku sangat yakin, jika mereka telah melakukan kecurangan." Hatinya terasa sakit jika mengingat anaknya terlempar dari Singgasana. "Bagaimana mungkin? Ada singgasana bisa memilih siapa yang berhak mendudukinya?." Hatinya merasakan keganjalan yang tidak biasa. "Itu sangat mustahil." Dalam hatinya kembali memikirkan kejadian itu.

"Dinda ardiningrum bintari."

Deg!.

Ratu Ardiningrum Bintari terkejut ketika mendengarkan suara itu, sehingga dengan cepat melihat ke arah sumber suara.

"Kanda Prabu?."

"Ini kanda."

"Untuk apa kanda Prabu menemui dinda?!." Suaranya terdengar tinggi. "Bukankah kanda telah pergi dari dunia ini?." Hatinya terasa hancur. "Kanda Prabu hanya meninggalkan kekecewaan bagi dinda." Terlihat kesedihan terpancar di matanya.

"Kanda tidak pernah meninggalkan kekecewaan untuk dinda." Balas sang Prabu. "Namun dinda lah, yang telah memilih jalan itu."

"Sebaiknya kanda Prabu pergi saja dari sini!." Usirnya. "Karena dinda tidak membutuhkan nasihat kanda!." Tegasnya. "Karena nasihat kanda! Hanya memberikan kesan, bahwa dinda lah yang paling bersalah!." Hatinya merasa sakit.

Bayangan Prabu Kawiswara Arya Ragnala menghilang dari pandangan Ratu Ardiningrum Bintari.

"Lebih baik kanda Kanda tidak datang." Hatinya sangat sakit. "Jika kanda tidak memberikan pesan." Ia mencoba menenangkan diri. "Bahwa putra dinda ganendra garjitha, yang menjadi maharaja agung di Istana ini." Hatinya semakin terasa sakit memikirkan itu semua.

...****...

Di bilik Ratu Gendhis Cendrawati.

Sama halnya dengan Ratu Ardningrum Bintari, Ratu Gendhis Cendrawati juga terlihat murung karena masih memikirkan alasan kenapa salah satu anaknya tidak bisa menjadi Raja?.

"Putraku hadyan hastanta." Ucapnya. "Selama ini telah berkelakuan sangat baik." Ratu Gendhis Cendrawati memikirkan kembali sikap putranya. "Bahkan dulu sering dihukum kanda Prabu." Ingatannya kembali pada kejadian saat itu. "Akibat ulah anak-anak dewi anindyaswari yang kurang ajar." Hatinya semakin panas dan tidak bisa menerima itu. "Bahkan putriku andhini andita?." Ucapnya lagi. "Sering menangis karena dijahati oleh cakara casugraha, lantas?." Hatinya sangat tidak terima. "Setelah bertahun-tahun tidak kembali?." Kali ini ia merasa aneh. "Dengan mudahnya dia menjadi Raja?!." Suaranya semakin tinggi. "Lawakan macam apa itu?!." Amarahnya keluar begitu saja ketika memikirkan yang telah terjadi.

"Dinda gendhis cendrawati."

Deg!.

Dalam keadaan marah?. Namun ada perasaan terkejut menerpa suasana hatinya.

Deg!.

Kembali Ratu Gendhis Cendrawati terkejut ketika melihat Prabu Kawiswara Arya Ragnala?.

"Apakah benar ini kanda Prabu?."

"Benar sekali dinda, ini kanda."

"Tidak mungkin!." Bantahnya. "Kanda telah dikuburkan!." Hatinya terasa panas. "Tidak mungkin, kanda bisa kembali ke istana ini!."

"Kanda kembali." Jawab sang Prabu. "Itu karena kanda, merasakan kegelisahan dinda."

"Untuk apa?!." Balasnya cepat. "Kanda merasakan kegelisahan dinda?." Perasaan ganjal di hatinya keluar begitu saja. "Selama ini, kanda tidak pernah perduli! Pada dinda!."

"Kanda selalu memperhatikan dinda-."

"Tidak!." Bantahnya cepat. "Sebaiknya kanda tidak usah menemui dinda!." Tegasnya. "Jika hanya untuk menyalahkan dinda!."

Teriak Ratu Gendhis Cendrawati dengan amarah yang memuncak, tidak ingin mendengarkan apapun yang akan diucapkan oleh Prabu Kawiswara Arya Ragnala.

"Kanda hanya berharap." Ucap sang Prabu sedih. "Dnda mau berubah ke arah yang baik."

Namun tidak ada tanggapan dari Ratu Gendhis Cendrawati, hingga Prabu Kawiswara Arya Ragnala menghilang dari pandangan Ratu Gendhis Cendrawati.

"Kenapa kanda?." Hatinya terasa sesak. "Bersikap tidak adil pada dinda?." Ia menangis sedih. "Kesalahan apa? Yang telah dinda lakukan pada kanda?." Ucapnya dalam tangisnya. "Sehingga kanda? Memperlakukan kami seperti ini?."

Dengan tangis yang menyesakkan dada, Ratu Gendhis Cendrawati berkata seperti itu. Hatinya sangat kecewa pada sosok yang telah dikaguminya selama ini.

...***...

Ratu Dewi Anindyaswari sedang bersama putranya. Mereka duduk berdua sambil menikmati pemandangan di istana. Putranya kadang masih menyempatkan waktu untuk bersamanya. Itulah yang membuat Ratu Dewi Anindyaswari merasa senang, dan bahagia.

Akan tetapi hari ini?.

"Putraku nanda cakara casugraha, apakah nanda sakit nak?." Ratu Dewi Anindyaswari begitu mencemaskan keadaan anaknya.

"Tidak apa-apa ibunda, nanda baik-baik saja."

"Tapi nak." Hatinya merasa cemas. "Bibirmu terlihat pucat dan kering." Lanjutnya. "Bahkan wajahmu juga terlihat sedikit pucat, nak."

"Ibunda tenang saja." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Saat ini ananda sedang berpuasa." Lanjut sang Prabu. "Karena itulah ananda terlihat seperti ini." Sang Prabu tersenyum kecil. "Tapi bukan berarti nanda sakit, ibunda."

"Puasa?." Respon Ratu Dewi Anindyaswari. "Apa itu puasa nak?." Ia terlihat bingung. "Coba nanda jelaskan pada ibunda." Ratu Dewi Anindyaswari tersenyum kecil. "Bagaimana mungkin? puasa bisa membuat seseorang terlihat pucat seperti itu?."

Ratu Dewi Anindyaswari hanya mencemaskan keadaan anaknya, bagaimana mungkin anaknya terlihat pucat?.

"Puasa itu adalah suatu perbuatan yang dikatakan." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Menahan makan dan minum, dalam waktu yang telah ditentukan."

"Tapi dalam rangka apa nanda berpuasa?." Ratu Dewi Anindyaswari bingung. "Kenapa nanda melakukannya?." Kembali pertanyaan sederhana itu muncul dari hatinya. "Dan untuk apa nanda melakukannya?." Lanjutnya. "Bagaimana kalau nanda terlihat kurus karena berpuasa?."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana kembali tersenyum mendengarkan ucapan ibundanya yang terlihat sangat mengkhawatirkannya.

"Puasa merupakan salah satu rukun Islam." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Alasan kenapa nanda melakukannya?." Sang Prabu mengulangi kalimat itu. "Karena itu merupakan, salah satu hal yang wajib dikerjakan."

"Tapi nanda terlihat seperti sakit."

"Ibunda tenang saja." Kembali sang Prabu tersenyum kecil. "Tata cara melakukannya itu, telah diatur dengan seindah mungkin ibunda."

"Caranya?."

"Kita melakukan makan sahur sebelum waktu imsak." Jawab Sang Prabu. "Yaitunya sebelum masuk waktu subuh." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menjelaskan dengan hati-hati. "Jika fajar telah datang? Maka di saat itulah kita menahan makan, lapar, haus." Lanjut sang Prabu. "Hingga terbenam matahari masuk waktu magrib."

"Sepertinya itu agak berat juga untuk dikerjakan."

"Itu salah satu ujian untuk bersabar ibunda." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Manfaat puasa sangat lah besar, bagi orang-orang yang beriman."

"Apakah karena alasan itu?." Balas Ratu Dewi Anindyaswari. "Nanda sekarang bisa mengendalikan diri nanda?."

"Alhamdulillah hirobbil'alamin ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil. "Salah satunya dengan berpuasa." Lanjut sang Prabu. "Itulah alasan kenapa? Nanda bisa menahan amarah, serta perasaan buruk di hati nanda selama ini."

"Itu adalah kebaikan yang sangat luar biasa sekali." Ratu Dewi Anindyaswari sangat terharu. "Ibunda bersyukur." Ungkapnya. "Karena nanda telah menjadi sosok yang sangat baik sekarang." Hatinya merasa lebih tenang. "Dahulunya ibunda sangat cemas." Ungkapnya. "Ketika ayahandamu mengatakan." Ingatannya tertuju pada kejadian harian itu. "Satu-satunya cara, untuk mengendalikan diri nanda." Ratu Dewi Anindyaswari menarik nafas pelan. "Adalah dengan masuk Islam." Rasanya Ratu Dewi Anindyaswari ingat ke masa itu. "Karena ibunda semakin takut." Ungkapnya lagi. "Nanda akan dikucilkan oleh orang lain." Ada perasaan sesak di hatinya. "Karena memiliki perbedaan agama." Ratu Dewi Anindyaswari menatap lekat anaknya. "Tapi untuk sekarang, ibunda sangat bersyukur." Ucapnya dengan senyuman lembut. "Nanda masuk agama Islam." Namun berusaha menahan gejolak hatinya. "Agama yang memberikan kebaikan, untuk masa depan nanda."

"Alhamdulillah hirobbil'alamin ibunda." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Nanda telah berubah ke arah yang lebih baik." Senyumannya mengembang begitu saja. "Meskipun dahulunya nanda merasa berat belajar agama Islam." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hampir saja menangis mengingat masa-masa sulit itu. "Tapi ketika mengingat ibunda? Alasan nanda melakukannya semua demi ibunda?." Ungkap sang Prabu. "Semua kesulitan nanda lawan, agar bisa bertemu kembali dengan ibunda."

"Pasti lah sangat berat." Ratu Dewi Anindyaswari mengusap sayang pundak anaknya. "Maafkan ibunda." Hatinya terasa sakit. "Yang mungkin terkesan menuntut nanda, untuk melakukan, apa yang ibunda inginkan?."

"Tidak sama sekali ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum lembut. "Nanda melakukannya memang demi ibunda." Ungkap sang Prabu. "Nanda bersumpah!." Tegas sang Prabu. "Bawah nanda tidak akan pernah mengecewakan ibunda."

"Terima kasih putraku." Rasa haru menyelimuti hati Ratu Dewi Anindyaswari ketika mendengarkan ucapan putranya.

"Tentu saja ibunda."

"Baiklah." Responnya. "Kalau begitu jelaskan pada ibunda." Ratu Dewi Anindyaswari tersenyum kecil. "Lanjutan tentang puasa, ibunda ingin mendengarnya."

"Baiklah ibunda." Balas Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Nanda akan menjelaskannya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana kembali tersenyum. "Dengarkan penjelasan nanda tentang puasa."

"Akan ibunda dengarkan."

"Puasa memiliki dua jenis, ada yang wajib dan ada yang sunnah."

"Yang wajib dan yang sunnah?."

"Benar ibunda." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Wajib artinya, dikerjakan berpahala, namun jika ditinggalkan berdosa."

"Terdengar agak berat juga tuntunannya."

"Tidak terlalu berat ibunda." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Karena semuanya telah diatur dengan baik oleh Allah SWT."

"Nanda adalah putra ibunda yang sangat hebat." Ungkap Ratu Dewi Anindyaswari. "Bisa melewatinya dengan tabah, dan kuat."

"Alhamdulillah hirobbil'alamin ibunda." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Semuanya telah nanda lalui, dengan tabah, dan kuat."

"Apakah kanda bisa melihatnya?." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari. "Putra kita nanda cakara casugraha sangat luar biasa sekali." Hatinya terasa hangat. "Terima kasih, atas hadiah baik ini kanda."

Pada saat itu Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menjelaskan dengan baik pada ibundanya mengenai puasa.

...***...

Terpopuler

Comments

Elmo Damarkaca

Elmo Damarkaca

jika sdh ada benci, dendam Hasat dan Hasut, Apapun Gerak Gerik orang di anggap Sebagai bangkai (Keburukan) Astaghfirullohhaladjim..

2022-06-03

1

SoVay

SoVay

kok aq jtuh hati duluan sm mang prabu y

2021-12-20

1

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!