PERDEBATAN

...****...

Keesokan harinya.

Keluarga Ratu Ardiningrum Bintari sedang menikmati hidangan pagi. Berkumpul bersama anak-anaknya sambil membicarakan tentang ketidaksukaan mereka terhadap Raden Bahuwirya Cakara Casugraha yang kini menjadi Raja.

"Aku merasa sangat heran." Ungkapnya. "Bagaimana mungkin? Cakara casugraha bisa menjadi Raja?." Hatinya masih tidak terima. "Apakah kalian tidak merasakan? Ada yang ganjal." Lanjutnya. "Dengan pemilihan Raja, yang telah kita lakukan itu?."

"Itu memang sangat aneh." Responnya. "Seakan-akan itu semua, sudah ada yang membuat." Lanjutnya. "Sandiwara itu dengan sangat rapi."

"Bagaimana dengan pendapat ibunda mengenai itu?." Matanya melihat ke arah ibundanya. "Apakah ibunda mengetahui? Bagaimana ketika ayahanda Prabu diangkat menjadi Raja?."

Ratu Ardiningrum Bintari sedang memikirkan apa yang telah diucapkan anaknya. "Ibunda rasa ayahanda kalian pernah mengatakan." Jawabnya Ratu Ardiningrum Bintari. "Jika dengan duduk di singgasana itu, keturunan langsung dari Gusti Prabu bahuwirya jayantaka byakta." Ucapnya dengan aneh. "Memang seperti itu." Matanya menatap mereka semua. "Tapi ibunda tidak mengetahui dengan pasti, duduk yang seperti apa."

"Apapun alasannya?." Responnya. "Aku sama sekali tidak terima." Ungkapnya. "Jika dia yang menjadi Raja!." Hatinya terasa panas. "Seharusnya aku lah yang memimpin kerajaan ini!."

"Benar itu raka." Sambutnya. "Seharusnya raka yang memimpin istana ini." Hatinya juga memanas. "Bukan dia! Yang merupakan anak terkutuk!."

"Lalu apa yang akan kita lakukan?." Ia menatap mereka semua. "Supaya dia langsung lengser dari jabatannya?."

"Kita harus mencaritahu." Jawabnya cepat. "Apa yang membuat dia menjadi Raja?." Ia tampak berpikir. "Namun kita harus memberikan masalah yang banyak padanya." Kali ini senyumannya terlihat aneh. "Aku sangat yakin, dia akan merasa kewalahan." Lanjutnya. "Dengan masalah yang kita buat."

"Ibunda sangat cerdas." Responnya semangat. "Itu adalah pemikiran yang sangat cemerlang sekali ibunda."

"Kami akan melakukannya ibunda." Ia juga terlihat semangat. "Akan kami buat dia kerepotan, dengan masalah yang kita buat."

"Saya akan ikut melakukannya."

Sepertinya mereka memiliki niat yang tidak baik terhadap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana atau Prabu Bahuwirya Cakara Casugraha.

...****...

Masih di lingkungan istana.

Putri Andhini Andita sepertinya sedang mengintip di ruangan pribadi Raja, ruangan yang tidak boleh diganggu oleh siapa saja. Ia berusaha untuk mengintip apa yang ada di dalam ruangan itu, termasuk ketika matanya menangkap sosok pemuda serba hitam yang sedang bersama adiknya?.

"Pemuda itu sekarang bersama cakara casugraha." Dalam hatinya memperhatikan itu. "Pemuda yang sama persis dengan yang bersama mendiang ayahanda Prabu." Setidaknya itulah yang ada di dalam pikirannya ketika melihat sosok itu. "Apakah aku harus masuk? Dan mengamuk untuk membentak mereka?." Dalam hatinya sedikit bimbang dengan dampak apa yang akan terjadi jika ia melakukan itu nantinya.

Sementara itu di dalam ruangan.

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sedang menotok aliran darah pemuda bertopeng itu. Sang Prabu sedang berusaha untuk meredam amarah yang juga dirasakan dari pemuda itu. Setelah beberapa menit kemudian, sang Prabu berhasil menekan titik-titik yang menjadi sumber aliran hawa kemarahan yang timbul di tubuh pemuda bertopeng. Perlahan-lahan pemuda bertopeng itu berhasil mengendalikan kemarahan yang ia rasakan, dan bernafas dengan sangat baik.

"Terima kasih karena Gusti Prabu telah membantu hamba." Ucapnya sambil memberi hormat. "Maaf jika telah membuat Gusti Prabu merasakan dampaknya." Hatinya dipenuhi oleh penyesalan.

"Tidak apa-apa, berdirilah." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa tidak enak hati. "Mari kita kita bahas masalah sandera, yang engkau bawa itu, jaya satria."

"Baiklah kalau begitu Gusti."

Ya, pemuda bertopeng hitam, dan berpakaian serba hitam itu bernama Jaya Satria. Ia adalah orang kepercayaan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, apakah memang seperti itu?.

"Bagaimana dengan keadaan penduduk desa di sana?." Sang Prabu memberi kode untuk duduk pada Jaya Satria. "Apakah mereka akan baik-baik saja?."

"Untuk saat ini semuanya baik-baik saja." Jawabnya sambil memberi hormat. "Dan maaf, jika hamba terpaksa menyamar." Lanjutnya. "Memerintahkan prajurit, untuk berjaga-jaga di sana."

"Tidak apa-apa, itu lebih baik." Balas sang Prabu. "Lanjutkan."

"Keadaan mereka sangat memprihatinkan." Lanjutnya. "Banyak anak-anak yang kehilangan orang tua, begitu juga sebaliknya."

"Masalah ini sangat berat." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Kita harus segera menyelesaikannya." Tegas sang Prabu. "Kita tidak boleh membiarkan, orang luar melakukan kejahatan di wilayah ini."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria selalu membicarakan tentang keamanan wilayah kerajaan Suka Damai, tentu saja itu adalah janjinya.

"Lalu bagaimana? Dengan orang yang engkau sandera itu?." Sang Prabu kembali pada penjahat yang telah diamankan. "Apakah tidak akan membahayakan rakyat nantinya?."

"Gusti Prabu tenang saja." Jawabnya. "Itu tidak akan terjadi." Ucapnya sambil memberi hormat. "Hamba telah membawanya keluar dari kawasan penduduk."

"Syukurlah-."

"Apa yang yunda lakukan di sini?!."

Deg!.

Ketika itu Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak dapat melanjutkan ucapannya karena mendengarkan suara kakaknya yang sangat keras. Sementara itu Jaya Satria langsung menghilang dari ruangan itu, tentunya ia tidak ingin dilihat oleh siapapun selain Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan mendiang Prabu Kawiswara Arya Ragnala.

"Apa yang yunda lakukan lakukan di depan ruangan pribadi Raja?." Hatinya sangat memanas. "Apakah yunda ingin melakukan sesuatu?!."

"Kau tidak usah banyak bertanya agniasari ariani!." Balasnya juga dipenuhi amarah. "Aku memiliki tujuan khusus untuk datang ke sini!." Tegasnya. "Kau pikir? Aku tidak berhak datang ke sini?." Hatinya benar-benar diisi oleh kemarahan yang mendalam. "Berani sekali kau bertanya seperti itu padaku!."

Keduanya tampak memanas karena membenarkan apa yang ada di dalam hati masing-masing.

"Sampurasun."

"Rampes."

Keduanya memberi hormat.

"Ada apa ini yunda?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menatap kedua kakaknya. "Kenapa yunda berdua bersuara keras sekali?."

"Yunda andhini andita." Jawab Putri Agniasari Ariani. "Ia terlihat sangat mencurigakan sekali rayi Prabu." Ucapnya memberi hormat pada adiknya. "Dia seperti ingin mengintip, apa yang telah rayi prabu lakukan di dalam ruangan pribadi Raja?."

"Kau jangan asal menuduh agniasari ariani!." Bantahnya dengan suara yang keras. "Kau akan aku hajar-!."

"Yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana segera bersuara, namun masih nada yang ramah. "Mari masuk terlebih dahulu." Lanjut sang Prabu. "Tidak baik berbicara sambil berdiri seperti itu." Lanjut sang Prabu. "Apalagi dengan suara yang tinggi." Senyuman sang Prabu sangat ramah. "Mari masuk yunda andhini andita, yunda agniasari ariani."

Deg!.

Keduanya sedikit gugup dengan sikap ramah yang diperlihatkan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, ditambah lagi dengan senyuman yang sangat menawan itu?. Entah kenapa keduanya sangat terpesona dengan senyuman itu, sehingga keduanya menurut begitu saja, ketika dipersilahkan masuk ke dalam ruangan pribadi Raja.

"Duduklah yunda." Suara sang Prabu sangat ramah pada kedua kakak perempuannya. "Mari kita selesaikan masalah dengan baik."

"Tidak perlu berbicara dengan lembut seperti itu cakara casugraha." Putri Andhini Andita sangat curiga. "Aku sangat yakin, ini adalah kesempatan yang bagus untukmu." Hatinya sangat sakit. "Membuat aku merasa bersalah, kau pasti akan membela saudaramu!."

"Yunda!." Putri Agniasari Ariani sangat kesal mendengarnya.

"Tenanglah." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Ceritakan dengan baik, bagaimana kejadiannya." Lanjut sang Prabu lagi. "Semoga saja, saya bisa mendengarkannya yunda."

"Heh!." Putri Andhini Andita mendengus kesal.

"Huf!." Putri Agniasari Ariani menghela nafasnya dengan sangat lelahnya. "Tadi, ketika saya hendak masuk ke sini." Ucap Putri Agniasari Ariani. "Saya tadi melihat dengan sangat jelas sekali rayi Prabu." Ucapnya sambil memberi hormat. "Jika yunda andhini andita terlihat-."

"Tidak!." Bantahnya. "Aku mengintip ke dalam! Hanya untuk memastikan!." Tegasnya. "Jika aku tidak mengganggumu!." Tunjuknya kasar ke arah Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Yang mungkin saja tertidur pulas! Di dalam ruangan ini!." Ucapnya lagi, suaranya terdengar semakin tinggi. "Karena sangat mustahil rasanya! Jika kau mengerjakan, apa yang dikerjakan ayahanda di dalam ruangan pribadi Raja!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras.

"Yunda andhini andita!." Putri Agniasari Ariani sangat marah. "Kau sangat keterlaluan sekali!." Hatinya semakin memanas. "Bukankah kawasan ruangan pribadi Raja?! Terlarang bagi siapa saja untuk masuk?." Ia semakin marah. "Bahkan ketika ada kabar darurat sekalipun?!."

"Kau jangan memberikan kesan yang buruk padaku agniasari ariani!." Putri Andhini Andita benar-benar terbawa amarah yang membara. "Jika kau tidak suka-!."

"Yunda berdua jangan bertengkar lagi." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan lembut, menatap keduanya sambil tersenyum ramah. "Janganlah menuruti amarah yang akan merugikan diri sendiri." Lanjut sang Prabu. "Bukankah ayahanda Prabu sering berkata seperti itu pada kita semua?."

Deg!.

Keduanya kali ini benar-benar sangat terkejut, tentu saja mereka ingat dengan apa yang telah dikatakan oleh mendiang Prabu Kawiswara Arya Ragnala.

"Maafkan saya rayi, yunda." Putri Agniasari Ariani memberi hormat. "Saya telah menuduh tanpa adanya alasan." Ucapnya dengan perasaan bersalah. "Sehingga membuat kegaduhan di ruangan ini."

"Itu lebih baik yunda agniasari ariani." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan, saat melihat sesuatu."

"Sekali lagi maafkan saya." Ucapnya lagi, kembali memberi hormat. "Maafkan aku yunda andhini andita." Bahkan memberi hormat pada Putri Andhini Andita. "Karena aku telah menuduh mu yang tidak-tidak."

"Ucapannya sangat tulus." Dalam hati Putri Andhini Andita malah gugup karena adiknya minta maaf padanya.

"Bagaimana yunda andhini andita?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menatap Putri Andhini Andita. "Apakah yunda bersedia memaafkannya?."

Putri Andhini Andita melihat ke arah Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang sedang tersenyum ramah padanya. "Baiklah." Responnya. "Kali ini saja aku maafkan." Suaranya terdengar ketus. "Tapi jika dia berbuat seperti itu lagi?." Namun masih ada kebencian di hatinya. "Aku tidak akan sungkan, untuk menghajar kau!." Ucapnya lagi. "Kenapa aku malah terpesona? dengan sikapnya yang seperti itu?." Dalam hatinya merasakan ada yang aneh dengan dirinya.

"Terima kasih yunda." Putri Agniasari Ariani merasa sangat lega.

"Aku pikir tadi itu dia akan marah padaku." Dalam hatinya sangat gugup. "Tapi kenapa malah membela aku?." Dalam hati Putri Andhini Andita sedang waspada dengan sikap baik yang ditunjukkan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Aku yakin dia hanya mencari muka saja padaku." Dalam hatinya sangat tidak percaya  dengan kebaikan itu. "Aku harus waspada."

"Jika yunda berada di depan ruangan pribadi Raja?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana penasaran. "Tentunya yunda memiliki urusan yang sangat penting." Lanjut sang Prabu. "Apakah yunda hendak menyampaikan sesuatu padaku?."

"Tadinya aku sangat ingin mengatakannya." Jawabnya. "Karena tadi dikejutkan rayi agniasari ariani, aku jadi lupa mau berkata apa."

"Apa?." Protes Putri Agniasari Ariani. "Jadi? Yunda ingin menyalahkan aku?!."

"Tentu saja kau yang salah."

Kembali keduanya berdebat, dan saat itu Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hanya menyaksikan saja bagaimana kedua kakaknya yang sedang berdebat panjang karena masalah itu.

"Semoga saja yunda andhini andita tidak melihat jaya satria." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Akan berbahaya, jika yunda andhini andita mencaritahu siapa jaya satria." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana ada perasaan takut mengenai identitas tersembunyi tentang Jaya Satria. "Aku tidak ingin yunda andhini andita." Dalam hati sang Prabu. "Memanfaatkan keberadaan jaya satria, sebagai bahan untuk membuat kerusuhan nantinya." Dalam hati sang Prabu harus waspada dengan tindakan kakaknya.

"Mulai sekarang aku harus berhati-hati." Ucapnya dalam hati. "Dalam mencari celah kelemahan dari cakara casugraha." Dalam hatinya masih menyimpan gejolak itu. "Aku masih penasaran siapa sosok misterius itu." Dalam hati Putri Andhini Andita masih penasaran. "Aku sangat yakin jika dia, dia, dan ayahanda." Dalam hatinya sangat yakin. "Memiliki kedekatan yang tidak boleh kami ketahui." Dalam hatinya sangat yakin ada rahasia yang sedang disembunyikan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dari mereka semua. "Aku pasti akan mencari tahu itu semua, dan akan aku perlihatkan kalau kau menjadi Raja karena bantuan dukun." Dalam hatinya yang saat itu hanya diisi oleh pikiran yang tidak baik mengenai Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

...***...

Di markas kelompok Sengkar Iblis.

"Apa?." Suaranya terdengar keras. "Mayang sari ditangkap oleh orang misterius?." Hatinya semakin panas. "Dan kalian tidak bisa mencari jejak orang itu?!." Ki Dharma Sea terlihat sangat murka .

"Benar ki, maafkan kami."

"Bahkan kalian terlihat terluka." Ucapnya sambil memperhatikan mereka. "Karena pertarungan dengan satu orang saja?."

"Orang itu sangat kuat sekali ki." Jawabnya. "Kami berlima saja, sampai dipukul mundur." Lanjutnya. "Bahkan dia mengancam kami dengan menculik mayang sari."

"Benar ki." Sambungnya. "Kami tidak menduga, jika ada pendekar yang kuat di desa itu."

"Kalian memang bodoh!." Makinya dengan suara keras. "Tidak berguna sama sekali!." Ia terlihat geram, dan marah. "Bagaimana mungkin? Kalian bisa kalian mendapatkan masalah?." Hatinya benar-benar diisi oleh kemarahan yang membara. "Sedangkan kalian adalah pembuat masalah?!." Ki Dharma Seta sangat marah pada anak buahnya.

Tidak ada tanggapan dari mereka, tidak berani membantah.

"Aku tidak menduga, jika desa itu di jaga oleh seseorang." Dalam hatinya heran. "Yang memiliki ilmu kanuragan yang cukup kuat?." Dalam hatinya sedang memikirkan cara apa yang akan ia gunakan untuk menemukan keberadaan musuhnya. "Kalau begitu kalian tetap di sini." Ucapnya dengan suara lunak. "Aku akan mecoba menggunakan ilmu penerawangan yang aku miliki."

"Baik ki."

Mereka hanya menurut saja, daripada terkena amukan lelaki tua itu. Sedangkan Ki Dharma Seta sedang berusaha untuk melihat apa yang terjadi pada pada Mayang Sari.

"Kurang ajar!." Umpatnya dalam hati. "Padahal aku telah memusatkan tenaga dalamku!." Ia sama sekali tidak menduga. "Untuk melacak keberadaannya, tapi kenapa tidak bisa?." Dalam hatinya sangat bingung dengan apa yang terjadi. "Pasti orang itu memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi, sehingga aku tidak bisa melacaknya!." Ki Darma Seta sangat kesal, ia masih saja belum bisa melakukannya. "Kalau begitu aku akan meminta bantuan dari nini kabut bidadari, aku rasa dia yang bisa mencari keberadaan orang asing itu." Perlahan-lahan Ki Dharma Seta membuka kedua matanya.

"Bagaimana ki? Apakah bisa?."

"Kalian tetaplah bergerak sampai aku kembali."

"Memangnya mau ke mana ki?."

"Aku akan ke telaga bidadari." Jawabnya. "Untuk menemuinya, kalian tetaplah bergerak."

"Baik ki."

"Jangan sampai lengah lagi!." Setelah berkata seperti itu Ki Dharma Seta pergi meninggalkan mereka semua.

"Sepertinya pendekar yang kita hadapi itu sangat kuat." Ucapnya. "Sehingga ki dharma seta saja, meminta bantuan dari nini kabut bidadari."

"Aku tidak bisa membayangkan." Sambungnya. "Jika malam itu kita semua dibantai oleh pendekar itu."

Deg!.

Tiba-tiba saja mereka menggamang membayangkan jika memang itu terjadi. Sehebat apa pendekar yang mereka lawan sehingga Ki Dharma Seta tidak bisa menemukan keberadaannya?.

...***...

Di taman Istana.

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sedang duduk bersama anak-anak kecil yang sangat lucu dan menggemaskan. Sang Prabu sedang bersenandung menyiarkan islam kepada anak-anak lucu itu. Dengan suara yang sangat merdu sang Prabu sedang melantunkan shalawat badar pada mereka semua.

"Nah, anak-anak sekalian." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan suara lembut. "Tadi itu sholawat badar, sholawat nabi yang sangat indah sekali."

"Hamba sangat senang mendengarnya Gusti Prabu." Dengan suara menggemaskan ia berkata seperti itu. "Sungguh itu adalah nyanyian yang sangat indah."

"Apakah di dalam ajaran kitab budha? Diajarkan seperti itu Gusti?."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil mendengarkan pertanyaan seperti itu. "Kelak engkau akan mendengarkan nyanyian indah seperti itu." Sambut sang Prabu. "Dalam agama islam yang sangat damai wahai anakku." Ucap sang Prabu. "Engkau akan dibimbing dengan sangat baik, dalam agama yang sangat baik nantinya."

"Apakah Gusti Prabu akan membimbing hamba? Untuk mempelajarinya?." Raut wajahnya sangat polos sekali.

"Tentu saja." Respon sang Prabu sambil mengelus kepala anak kecil itu. "Dan juga niat baikmu, untuk mempelajarinya dengan baik."

"Hamba akan belajar dengan sangat baik."

"Hamba juga akan belajar dengan sangat baik."

"MasyaAllah." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Semoga kalian semua menjadi anak-anak yang soleh, dan soleha nantinya, aamiin." Ada kebahagian yang sangat luar biasa yang dirasakan sang Prabu saat itu.

Sementara itu Ratu Dewi Anindyaswari sedang memperhatikan itu dengan penuh kekaguman.

"Aku tidak menduga." Dalam hatinya merasa tenang. "Jika putraku akan sedekat itu dengan anak-anak kecil." Dalam hatinya terharu melihat itu. "Lihatlah rayimu putriku." Ucapnya tanpa sadar. "Itu adalah bukti, bahwa ia memiliki hati yang sangat baik." Ucapnya lagi. "Rasanya ibunda hendak menangis, melihatnya yang sekarang." Hampir saja Ratu Dewi Anindyaswari menangis melihat anaknya.

"Ibunda benar." Respon Putri Agniasari Ariani. "Rayi cakara casugraha mengalami perubahan, yang sangat luar biasa sekali, setelah memeluk agama islam." Putri Agniasari Ariani juga terharu melihat bagaiman adiknya saat itu. "Sungguh banyak perubahan yang terjadi padanya ibunda"

"Entah kenapa?." Balas Ratu Dewi Anindyaswari. "Setiap ibunda mendengarkan suaranya mengaji?." Ada perasaan aneh di hatinya. "Rasanya ibunda sangat tentram sekali, sangat damai." Ratu Dewi Anindyaswari bahkan mengungkapkan apa yang dirasakannya. "Mungkin ibunda juga, akan belajar ilmu agama islam darinya."

"Ananda juga ingin belajar darinya ibunda." Ucap Putri Agniasari Ariani dengan sangat yakin. "Ananda merasakan kesejukan hati, yang sangat damai." Lanjutnya. "Ketika mendengarkan suaranya ibunda."

Ratu Dewi Anindyaswari dan Putri Agniasari Ariani sepertinya ingin belajar dan masuk agama islam dengan sangat baik. Apakah bisa?.

...****...

Di suatu tempat.

Raden Hadyan Hastanta sepertinya sedang berjalan-jalan di luar istana, ia sangat bosan berada di lingkungan istana yang menurutnya sangat sesak. Namun siapa sangka ia malah bertemu dengan kawanan perampok yang sengaja mengincarnya.

"Hei kau!." Tunjuknya kasar. "Sepertinya kau mempunyai banyak barang berharga!." Ia mengamati penampilan targetnya. "Jika aku lihat dari pakaian yang kau kenakan!." Lanjutnya. "Kau adalah anak bangsawan."

"Sebaiknya kau serahkan pada kami." Sambungnya. "Atau kau ingin kami bunuh dahulu? Baru menyerahkannya secara baik-baik?."

"Perampok kelas teri seperti kalian." Responnya. "Mau mengancam Raden hadyan hastanta?." Hatinya sangat kesal. "Rupanya kalian sudah bosan hidup! Hah?!."

Mereka yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raden Hadyan Hastanta malah tertawa keras.

"Sepertinya kita akan mendapatkan penghasilan melimpah." Ucapnya. "Karena merampok dari seorang pangeran, hahaha!."

Mereka malah tertawa keras, namun Raden Hadyan sangat tidak suka itu. Setelah itu terjadi pertarungan antara Raden Hadyan Hastanta dengan kawanan perampok itu. Satu dua jurus telah ia keluarkan, ia berhasil melumpuhkan beberapa dari mereka.

"Kurang ajar!." Umpatnya kasar. "Beri tahu ketua!."

Perintah salah satu dari mereka agar pergi melapor. mereka tidak mampu mengatasi Raden Hadyan Hastanta yang memiliki ilmu Kanuragan diatas mereka. Raden Hadyan Hastanta masih fokus menyerang kawanan perampok yang tersisa.

"Sialan!." Umpatnya dalam hati. "Mereka cukup tangguh juga untukku atasi sendiri." Dalam hatinya sangat kesal. "Meskipun ilmu kanuragan mereka tidak seberapa." Ia mulai waspada. "Namun tetap saja, merepotkan juga menghadapi mereka." Dalam hati Raden Hadyan Hastanta mengakui kewalahan menghadapi kawanan perompak itu.

"Fhyuh."

"CEKH!."

Tiba-tiba saja Raden Hadyan Hastanta mendapatkan serangan datang dari mana. Ia tidak dapat menghindarinya, bahu kirinya terkena jarum yang menancap cukup dalam.

"Akh!."

Raden Hadyan Hastanta berteriak kesakitan, sedangkan kawanan perampok terkejut melihat itu. Setelah itu mereka malah tertawa terbahak-bahak melihat Raden Hadyan Hastanta kesakitan.

Setelah itu muncul seorang laki-laki sambil tertawa. Dia adalah Nala Gareng, salah satu anak buah kelompok sengkar iblis.

"Hanya segitu kah? Kemampuan yang kau miliki Raden?." Nala Gareng tertawa keras, ia tidak menduga semudah itu mengalahkan seorang pangeran?. "Ternyata sangat lemah sekali, hahaha!."

"Kurang ajar!." Raden Hadyan Hastanta mengumpat kesal. Tenaganya sedikit demi sedikit terkuras karena jarum itu sepertinya mengandung racun.

"Kau akan menerima kematianmu pangeran bodoh!." Nala Gareng merasa senang, ia akan mendapatkan pujian dari golongan hitam karena berhasil membunuh salah satu putra raja. Nala Gareng telah siap dengan senjatanya yang akan memenggal kepala Raden Hadyan Hastanta. Mereka semua tertawa atas rasa sakit dan ketidakberdayaan Raden Hadyan saat itu.

Tapi siapa sangka tubuhnya malah terkena sebuah serangan yang membuatnya terlempar jauh. Sedangkan yang lainnya terkejut melihat ketua mereka terjatuh tersungkur?.

"Kau lagi?!." Ucap orang misterius itu, yang tak lain adalah Jaya Satria.

"Kau?." Ia terlihat takut. "Bukankah kau adalah orang yang waktu itu?." Nala Gareng tidak menyangka akan bertemu lagi dengan orang bertopeng itu lagi.

Sesuai dengan kata temannya, jika bertemu dengan orang misterius itu lebih baik menghindar dulu, dari pada ditangkap lagi olehnya.

"Kalian semua mundur!." Perintah Nala Gareng kepada anak buahnya. Mau tak mau mereka menuruti perkataan ketua mereka yang sepertinya sangat kenal dengan Jaya Satria.

"Raden? Apakah Raden baik-baik saja?."

Jaya Satria membantu Raden Hadyan Hastanta berdiri. Melihat ada jarum beracun yang tertancap di kirinya.

"Siapapun kau?." Ia sangat curiga. "Bantu aku ke istana!." Namun hatinya masih ingin meminta bantuan. "Aku tidak mau mati sia-sia di sini, akh!." Raden Hadyan merintih kesakitan, ia menyuruh orang misterius itu membawanya ke istana agar segera diobati.

Namun sebelum itu, Jaya Satria menotok aliran darah Hadyan agar racunnya tidak menyebar kemana-mana.

"Baiklah Raden." Ia memberi hormat. "Untuk sementara rasanya aman." Lanjutnya. "Hamba akan membawa raden ke istana." Ucap jaya satria sambil memapah tubuh Raden Hadyan Hastanta yang terasa kaku. Jaya Satria segera membawa Raden Hadyan ke istana. "Racunnya cukup berbahaya, jika tidak segera diobati akan membahayakan nyawanya." Dalam hatinya sangat takut jika terjadi sesuatu pada Raden Hadyan Hastanta.

"Kegh!." Ia meringis sakit. "Rasanya sangat sakit sekali!." Rintihnya lagi. "Apakah aku akan mati di sini?!." Dalam hati Raden Hadyan Hastanta sangat takut.

Tubuhnya terasa kaku, nafasnya mulai terasa sesak, pikiran-pikiran buruk mulai menghantui hatinya. "Perampok kurang ajar!." Dalam hatinya mengutuk. "Akan aku bunuh mereka nanti!." Hatinya mulai dendam. "Berani sekali mereka melukai aku!." Dalam hatinya sangat mengutuk atas apa yang terjadi padanya.

"Sangat pemarah juga." Dalam hati Jaya Satria.

Dalam hatinya sangat tidak terima atas apa yang terjadi pada dirinya, bagaimana mungkin seorang putra Mahkota terhormat sepertinya mudah dikalahkan oleh kawanan perampok?. Namun yang menjadi pertanyaan adalah?. Apakah ia bisa bertahan sebelum sampai ke Istana Kerajaan Suka Damai dengan keadaan selamat?. Simak dengan baik kisahnya.

...***...

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

siapakah Raden Hadiah Hantanta dan Jaya Satria?

2024-09-03

0

Elmo Damarkaca

Elmo Damarkaca

siapakah Jaya Satria thor ...

2022-06-03

0

SoVay

SoVay

jangan lupa mampir juga ya Thor.. di detektif muda

2021-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!