SOSOK MISTERIUS

...***...

Di Telaga Warna Bidadari.

Dua orang pendekar sedang bertarung, mengadu ilmu Kanuragan yang mereka miliki. Kekuatan yang mereka miliki seimbang. Gerakan mereka sungguh cepat, hampir tidak dapat ditangkap mata biasa.

"Hentikan nini!."

Suara lelaki itu terdengar sangat keras, ia menghentikan jurusnya. Mencegah pertarungan lebih lama lagi.

"Ada apa kakang?." Ia tersenyum lebar. "Apa kau sudah mulai merasa tua?." Ejeknya. "Hingga tidak mau bertarung denganku lagi?."

Seorang wanita empat puluh tahunan, namun wajahnya masih cantik, anggun, memikat siapa saja yang melihatnya, termasuk Ki Dharma Seta.

"Aku datang kemari bukan untuk bertarung denganmu nini." Ki Dharma Seta mencoba menenangkan dirinya. "Tidak perlu terbawa nafsu menyerangku seperti itu." Raut wajahnya terlihat sangat kesal.

"Lalu? Ada keperluan apa kakang kemari?." Nini Kabut Bidadari mendekati Ki Dharma Seta yang terlihat gelisah. "Apakah kakang ingin mengajak aku? Membangun rumah tangga yang harmonis?." Suaranya terdengar sangat menggoda.

"Hush! Jangan ngawur kau nini!." Ia terlihat semakin kesal.

"Hahaha!." Ia malah tertawa keras.

"Aku ingin meminta bantuan darimu nini." Ki Dharma Seta mengetuk kepala wanita itu dengan kesalnya.

"Ho?." Responnya. "Suatu kebanggaan bagiku, dapat membantumu kakang." Senyumannya terlihat semakin manis, ia mengabaikan kepalanya yang sedikit berdenyut karena ketukan itu.

"Hm." Ki Dharma Seta menghela nafas pelan.

"Katakan saja, apa yang kakang inginkan?." Ia bersemangat. "Dengan senang hati aku akan menurutinya." Nini kabut Bidadari tersenyum lebar mendengar itu.

"Semangat sekali." Dalam hati Ki Dharma Seta heran.

"Kali ini bantuan apalagi? Yang diinginkan oleh kekasihku ini?." Dalam hatinya merasa berdebar-debar.

"Hufh!." Ki Dharma Seta menghela nafasnya. "Apakah kau tidak mempersilahkan aku masuk? Ke istana mu ini?."

"Kalau begitu ayo masuk ke istana ku ini kakang." Sambutnya. "Aku akan menyajikan beberapa makanan enak kesukaanmu kakang." Ia semakin bersemangat. "Mari kakang." Nini kabut Bidadari mempersilahkan Ki Dharma Seta mampir ke pondoknya. Rasanya sudah lama ia tidak menyambut kedatangan lelaki itu.

"Terima kasih nini." Ki Dharma Seta merasa lega karena Nini Kabut Bidadari masih mau menerima kedatangannya. "Apakah dia memang cinta padaku atau apa?." Dalam hatinya heran. "Rasanya aku yang tua ini, tidak terlalu berharap." Dalam hatinya masih ragu dengan perasaanya pada wanita yang sangat mencintainya itu.

"Tidak perlu sungkan kakang." Balasnya dengan senyuman ramah. "Aku selalu menunggu mu datang ke sini." Dalam hatinya sangat senang.

Saat berada di dalam pondok.

"Memangnya masalah apa kakang?." Ucapnya heran. "Tidak biasanya kakang datang, dengan raut wajah kusut seperti itu." Ia mengambil beberapa makanan yang telah ia siapkan.

"Salah satu anak buahku tertangkap." Jawabnya kesal. "Oleh orang yang tidak aku ketahui dia siapa." Raut wajah cemas yang belum pernah dilihat oleh Nini kabut Bidadari, membuat wanita itu penasaran.

"Tertangkap?." Ulangnya. "Bodoh sekali dia itu." Ia menyajikannya dengan baik makanan itu. "Kalau aku? Ya aku biarkan saja."

"Ini masalah harga diri." Balasnya. "Karena aku tidak becus mengurus anak buah." Ia mengambil minuman yang disodorkan Nini Kabut Bidadari.

"Lalu? Apa yang harus aku lakukan kakang?." Senyuman manis kembali terpampang di wajahnya. "Tidak biasanya, kau tidak dapat melakukan penerawangan." Ia merasa heran.

Belum ada respon dari Ki Dharma Seta.

"Apakah ilmu kanuraganmu sudah mulai pudar?." Godanya. "Karena uban yang sudah mulai tumbuh dirambutmu kakang?."

Nini kabut bidadari masih sempat bercanda di saat seperti ini?. Jika saja Nini kabut Bidadari bukan wanita yang ia sukainya?. Pastilah Ki Dharma Seta telah menghajarnya karena lancang berkata seperti itu padanya.

"Aku sedang berbicara serius nini." Ki Dharma Seta menatap tajam pada wanita setengah baya itu.

"Hahaha!." Ia malah tertawa tanpa perasaan takut.

"Jika aku mampu melakukannya? Maka aku tidak akan datang menemuimu." Ki Dharma Seta nampaknya kesal, ia membuang muka. Tidak ingin menatap mata Nini kabut Bidadari.

"Hehehe!." Kali ini malah cengengesan. "Maafkan aku kakang, aku hanya bercanda." Ia hanya bisa tertawa saja. "Jangan terbawa suasana dulu." Nini Kabut Bidadari tertawa kecil, ia suka sekali menjahili Ki Dharma Seta. Sudah lama juga ia tidak melihat lelaki ini, laki-laki yang datang ketika keperluan mendesak.

Namun Ki Dharma hanya diam saja, ia tidak menanggapinya. Ia tidak menyangka bahwa Nini Kabut Bidadari masih memiliki jiwa jahil. Masih seperti dulu, suka mengerjainya. Kadang hatinya yang keras bertanya bagaimana bisa diluluhkan oleh wanita pemikat ini?.

"Kalau begitu." Ucapnya pelan. "Mari kita ke telaga warna bidadari." Ia merangkul lengan Ki Dharma Seta. "Aku akan melakukan penerawangan di sana."

Tanpa membuang waktu Nini Kabut Bidadari langsung mengajak Ki Dharma Seta menuju Telaga Warna Bidadari, ia ingin melihat penerawangan di sana.

Saat mereka sampai di sana, Nini Kabut Bidadari langsung berdiri di atas air telaga itu. Sementara itu Ki Dharma Seta berdiri di pinggir telaga tersebut.

"Katakan padaku." Ucapnya. "Bagaimana ciri-ciri orang itu?." Lanjutnya. "Agar aku bisa menerawangnya, supaya mudah melakukan pencarian, kakang"

"Kalau tidak salah, dia menggunakan topeng penutup wajah." Ia mencoba mengingatnya. "Menggunakan pakaian serba hitam, serba hitam pokoknya." Lanjutnya. "Dan dia masih muda." Ki Dharma Seta nampak berpikir.

"Apakah hanya itu saja?." Semakin heran. "Itu sangat aneh sekali."

"Hanya itu saja yang aku ketahui dari anak buahku." Balas Ki Dharma Seta.

Ia tidak mengetahui dengan pasti, karena ia memang tidak bisa melakukan penerawangan dengan jelas.

"Akan aku coba kakang." Ia mengganti air telaga bidadari dengan jeli. "Semoga saja aku bisa menemukannya meskipun keterangannya agak sulit."

"Aku yakin kau bisa melakukannya nini."

Kedua pipi Nini Kabut Bidadari memerah mendengarkan kalimat pujian itu. "Jika kau berkata seperti itu, maka akan aku lakukan."

...****...

Di lingkungan Istana.

Di bilik Raden Hadyan Hastanta.

Sepertinya keadaan Raden Hadyan Hastanta sudah terlihat baik-baik saja.

"Bagaimana keadaanmu rayi? Apakah kau sudah baikan?." Raden Ganendra Garjitha begitu perhatian pada Raden Hadyan Hastanta.

Ia duduk di samping kanan Raden Hadyan Hastanta, sementara itu Raden Gentala berdiri di belakang kakaknya. Sedangkan Ratu Gendhis Cendrawati dan Ratu Ardiningrum Bintari duduk di sebelah kiri ranjang Raden Hadyan Hastanta.

"Aku baik-baik saja raka, aku tidak merasakan sakit lagi." Jawab Raden Hadyan tersenyum kecil. "Terima kasih, telah datang menjenguk aku."

"Syukurlah putraku." Ucap Ratu Ardiningrum Bintari. "Nanda hadyan hastanta, ibunda lega mendengarnya." Ratu Ardiningrum Bintari tersenyum kecil, menatap Raden Hadyan Hastanta. Mereka terlihat sangat akur di dalam istana.

"Terima kasih ibunda Ratu." Ucapnya sambil memberi hormat. "Telah mengkhawatirkan keadaan nanda."

"Tapi aku penasaran." Ucapnya heran. "Mengapa rayi hadyan hastanta? Bisa terkena jarum beracun?." Ia tampak berpikir. "Siapa yang telah berani mencelakaimu rayi?." Raden Ganendra Garjitha begitu penasaran.

"Benar rayi." Sambungnya. "Memangnya apa yang kau lakukan saat itu?." Ucapnya heran. "Katakan pada rakamu ini, mungkin aku bisa mencari orangnya."

"Saat itu aku sedang berjalan-jalan keluar istana." Jawabnya. "Aku ingin melihat suasana luar." Lanjutnya. "Tapi aku dihadang oleh kawanan perampok." Raden Hadyan Hastanta mencoba untuk mengingatnya.

"Kawanan rampok?."

Mereka benar-benar terkejut mendengarnya.

"Bagaimana mungkin? Ada rampok di kawasan kerajaan suka damai?."

"Ini aneh sekali."

"Lantas? Apa yang terjadi saat itu?."

"Aku berhadapan dengan mereka." Jawabnya. "Yang saat itu hendak merampok aku."

"Kau menghadapi mereka sendirian?."

"Benar raka."

"Apakah karena itu? Kau terluka?."

"Awalnya aku berhasil menghajar mereka." Jawabnya. "Tapi, pasukan mereka semakin banyak." Lanjutnya. "Saat itu aku lengah, dan terkena serangan beracun itu."

Deg!.

Mereka benar-benar terkejut mendengar ucapan Raden Hadyan Hastanta.

"Lalu? Apa yang terjadi padamu setelah itu, putraku?." Ratu Gendhis Cendrawati begitu terlihat cemas, ia mencemaskan putranya meskipun kejadian itu sudah berlalu.

"Saat aku sedang kesakitan." Jawabnya. "Tiba-tiba aku melihat ada orang misterius, yang datang menolongku." Raden Hadyan Hastanta masih ingat.

Mereka semua menyimak dengan baik apa yang telah dijelaskan oleh Raden Hadyan Hastanta.

...***...

Masih di lingkungan Istana.

Di kaputren tempat anak-anak perempuan, dan permaisuri raja tinggal.

"Kurang ajar." Umpat Putri Andhini Andita dalam hati. "Bagaimana bisa? Aku malah semakin penasaran? Dengan identitas asli, dari orang bertopeng itu." Dalam hatinya sangat kesal.

"Sampurasun, rayi andhini andita."

Sapa Putri Ambarsari dengan suara pelan, ia duduk di samping adik tirinya itu.

"Rampes."

Balas Putri Andhini Andita, sambil mengalihkan pandangannya. Ia melihat kedatangan kakaknya putri Ambarsari, yang sedang tersenyum kecil padanya.

"Apa yang sedang kau pikirkan rayi?." Senyumannya sangat ramah. "Mengapa kau melamun panjang seperti itu?." Ia duduk bersama adiknya. "Katakan padaku, tidak bisanya kau seperti ini."

"Aku tidak apa-apa yunda." Jawabnya. "Aku hanya sedang bosan saja."

Raut wajah Putri Andhini Andita terlihat merengut kesal, ia cemberut. Sedangkan Putri Ambarsari tertawa kecil melihat betapa lucunya ekspresi adiknya saat ini.

"Benarkah?." Ia terlihat tidak percaya. "Tapi kenapa kau malah cemberut seperti itu?." Ia cubit pipi adiknya. "Apakah kau ragu untuk bercerita padaku?." Putri Ambarsari menjahili adiknya itu, ia malah menertawakan adiknya.

"Wah, ada pangeran ardapati." Dengan jahilnya putri menyebut nama pangeran Ardapati, seorang pangeran yang sedang jatuh hati pada kakaknya.

Putri Ambarsari yang memang menyukai pangeran Ardapati, spontan melihat ke arah yang ditunjuk adiknya itu. Namun matanya tidak melihat keberadaan sang pangeran pujaan hatinya.

"Rayi! Beraninya kau menipuku!." Kali ini putri Ambarsari terlihat cemberut, ia kesal dengan kejahilan adiknya. Sehingga mereka main kejar-kejaran di sekitar kaputren. "Aku tidak akan pernah memaafkan dirimu!."

"Kau saja yang mudah ditipu yunda." Balasnya. "Jangan salahkan aku, hahaha!." Putri Andhini Andita semakin mengejek kakaknya.

Begitulah kedekatan kedua putri mendiang prabu Kawiswara Arya Ragnala di dalam istana. Lalu bagaimana dengan Putri Agniasari Ariani?. Saat ini ia sedang berada di luar istana. Matanya ia ingin berguru. Mencari guru untuk belajar ilmu Kanuragan, juga guru yang dapat membantunya belajar agama Islam. Seperti yang dilakukan oleh adiknya Raden Cakara Casugraha.

Putri Agniasari Ariani mengatakan, jika ia belajar dari adiknya tentang agama Islam. Akan terapi ia takut, jika ia akan mengganggu adiknya yang kini sebagai raja, yang memiliki tugas mendadak. Putri Agniasari Ariani memutuskan untuk belajar di luar, walaupun ia berat pergi meninggalkan ibundanya, tapi ia percaya bahwa adiknya akan selalu menjaga ibundanya.

...***...

Meskipun dalam keadaan terluka, Raden Hadyan Hastanta masih dapat melihat, siapa yang menolongnya walaupun ia tidak mengenali sosok itu.

"Orang misterius?."

Mereka serentak bertanya, karena bingung dengan apa yang mereka dengar.

"Benar, orang misterius itu menolongku."

"Lalu? Apakah mereka sempat bertarung?."

"Apakah kau kenal? Dengan jurus yang ia mainkan?."

"Apakah dia terlihat dewasa?."

"Tidak raka." Jawabnya. "Aku tidak mengetahui dengan pasti." Lanjutnya. "Aku tidak melihat mereka bertarung."

"Tidak bertarung? Kenapa?."

"Ketua perampok itu sepertinya ketakutan." Jawabnya. "Melihat orang misterius itu." Ucapnya dengan aneh. "Dan menyuruh anak buahnya mundur."

"Mundur?."

Dengan serentak mereka mengulangi kalimat itu.

"Rasanya memang sangat aneh." Responnya. "Apakah mereka sempat bertemu sebelumnya?."

"Aku juga tidak tahu raka." Jawabnya. "Sebab mereka terlihat bermusuhan."

"Tapi setidaknya aku bersyukur, putraku baik-baik saja." Senyuman mengembang diwajahnya. "Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana anakku hadyan hastanta terluka." Hatinya sakit mengingat bagaimana keadaan anaknya.

"Kita harus menuntut nanda prabu asmalaraya arya ardhana." Ucapnya. "Dia harus bertanggung jawab, atas keselamatan keluarga istana." Ratu Ardiningrum Bintari terlihat serius, ia terlihat marah, kesal dengan apa yang terjadi. "Harusnya dia bisa menjaga kita semua dengan baik." Hatinya terasa memanas. "Tapi kenapa? Dia tidak ada di saat salah satu dari kita terluka?." Tatapan matanya sangat tajam. "Apakah menurut kalian? Itu tidak aneh?."

"Apa maksud yunda berkata seperti itu?." Tentunya Ratu Gendhis Cendrawati bertanya. "Aku yakin dia tidak akan mau bertanggungjawab yunda, sebab kita adalah musuh baginya."

"Bukankah dia harus bertanggung jawab?." Respon Ratu Ardiningrum Bintari. "Atas keselamatan keluarga istana?." Ia balik bertanya. "Tapi dia malah tidak peduli." Ucapnya dengan perasaan benci. "Atau melihat keadaan nanda hadyan hastanta sama sekali." Raut wajahnya terlihat sangat kesal. "Dimana tanggung jawabnya sebagai seorang raja?." Lanjutnya. "Kepala keluarga yang seharusnya melindungi keselamatan keluarga istana?." Ucapan Ratu Ardiningrum Bintari. "Seharusnya sebagai kepala keluarga istana tertinggi, ia menjenguk Raden Hadyan Hastanta." Ia mencoba memanasi keadaan. "Namun selama dua hari ini belum ia lakukan juga."

"Ibunda benar." Ucap Raden Ganendra Garjitha. "Rayi prabu asmalaraya arya ardhana, benar-benar tidak bertanggungjawab sebagai raja." Raden Ganendra Garjitha membenarkan apa yang dikatakan oleh ibundanya. "Dia itu hanya melindungi keluarganya saja."

"Benar sekali itu raka, ibunda." Raden Gentala Giandra juga ikut bersuara. "Bukankah itu sangat aneh?." Lanjutnya. "Kenapa rayi Prabu asmalaraya arya ardhana? tidak melakukannya?." Ia menatap adiknya. "Apakah ia tidak tahu mengenai kejadian ini?."

Raden Gentala Giandra juga memikirkan hal yang sama, ia tidak melihat Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mendatangi Raden Hadyan Hastanta.

"Bukankah sudah sangat jelas?." Ungkapnya. "Sebagai seorang Raja, ia harusnya memperhatikan keadaan keluarga istana?." Ia terlihat kesal. "Ini namanya pilih kasih! Tidak adil untuk kita!."

"Lalu? Ke mana Prabu asmalaraya arya ardhana pergi?." Ucapnya lagi. "Di saat keadaan seperti ini?." Ucapnya heran. "Apakah tidak ada rasa kepeduliannya? Pada Raden Hadyan Hastanta?." Ratu Ardiningrum Bintari kembali berucap. "Aku rasa dia mau balas dendam pada kita semua." Ratu Ardiningrum Bintari semakin memanasi keadaan. "Itulah alasan, kenapa? Ia tidak ada di sini, untuk melihat keadaan Raden hadyan hastanta."

"Aku memang belum melihatnya." Hatinya sangat heran. "Sejak putraku dipindahkan ke kamarnya." Hatinya terasa sakit. "Cakara casugraha selalu disibukkan oleh masalah istana." Ratu Gendhis Cendrawati merasa sesak. "Apakah mungkin dia?." Hatinya mulai membenci. "Memang tidak peduli? Dengan keselamatan anakku?." Hatinya saat itu sangat panas. Memang ia akui prabu Asmalaraya Arya Ardhana, belum sama sekali melihat keadaan anaknya. Hanya Ratu Dewi Anindyaswari, dan putrinya saja yang melihat, dan bertanya kondisi putranya.

Apakah melalui perwakilan mereka?. Namun rasanya tidak masuk akal.  Apapun alasannya, tetap saja melihat sebentar saja, tidak akan memakan waktu yang lama. Tapi sang prabu tidak melakukannya.

"Kau tidak boleh diam saja rayi." Ucapnya. "Kau harus menemui nanda Prabu." Ratu Ardiningrum Bintari seakan mematik api kebencian. "Katakan padanya." Ucapnya lagi. "Untuk bertanggungjawab atas keselamatan putramu nanda hadyan hastanta." Ratu Ardiningrum Bintari sepertinya, sedang memanasi suasana hati Ratu Gendhis Cendrawati. Bisa dilihat dengan jelas apa yang ia rencanakan. Yaitunya mengadu domba mereka agar bermusuhan.

"Kau juga rayi." Ucap Raden Ganendra Garjitha. "Keselamatan kita itu berada ditangan rayi Prabu." Lanjutnya. "Tapi dia tidak peduli sama sekali." Hatinya juga memanas. "Dengan keadaanmu sekarang." Ia menepuk pundak adiknya dengan pelan. "Sungguh, ia tidak peduli sama sekali padamu rayi." Raden Ganendra Garjitha juga memanasi hati Raden Hadyan Hastanta, agar menuntut keadilan pada prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Kita harus menuntut keadilan padanya."

Dari raut wajah mereka itu terlihat sangat jelas bahwa ada perasaan amarah yang berlebihan pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

...***...

Nini Kabut Bidadari mencoba menerawang, melalui air telaga warna bidadari. Ia mengucapkan mantra-mantra pemanggil sosok gambaran orang yang ia cari.

"Mataku pandang, batinku melihat." Ucapnya. "Rupa-rupa yang tidak bisa dilihat oleh mataku, namun biarkan batinku melihatnya."

Nini Kabut Bidadari merapal mantramnya, ada beberapa sosok bertopeng hitam yang muncul. Namun hilang lagi, karena sosok-sosok itu bisa ia terawang siapa orangnya. Dan ia mengenali beberapa sosok itu, tidak mungkin mereka yang melakukannya.

Nini Kabut Bidadari melakukannya berkali-kali, hingga akhirnya muncul satu sosok yang tidak bisa ia lihat, atau ia kenali. Selain hanya melihat mengenakan topeng hitam penutup wajahnya.

"Ada apa Nini?." Ucapnya heran. "Apakah kau sudah menemukan orang itu?." Ki Dharma Seta melihat Nini Kabut Bidadari seperti kebingungan.

Nini Kabut Bidadari masih mencoba melakukan penerawangan, belum memberikan tanggapan.

"Apa yang sebenarnya yang kau lihat?." Ia kembali bertanya. "Raut wajahmu sangat kusut sekali, tidak biasanya."

"Coba kakang lihat?." Balasnya. "Aku sungguh tidak percaya." Lanjutnya. "Dengan apa yang ditangkap? Oleh penerawangan yang ditampilkan air telaga warna bidadari ini." Tunjuknya.

Sementara itu, Ki Dharma Seta mencoba melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Nini Kabut Bidadari. Sosok itu seorang laki-laki yang masih tampak muda?.

"Air telaga warna bidadari ini." Ucapnya. "Hanya bisa menangkap sosok ini kakang." Keningnya mengkerut aneh.

Ki Dharma Seta mengamati dengan seksama, mencoba mengingat sesuatu.

"Tapi tidak tahu, siapa sosok? Yang berada di balik topeng ini kakang." Nini Kabut Bidadari merasa heran, mengapa air telaga warna bidadari tidak dapat menangkap, atau memperlihatkan wajah asli dari orang itu?.

"Apakah kau tidak bisa menembus mata batinnya?." Ki Dharma Seta menatap serius. "Aku masih penasaran dengan anak muda ini."

"Sayang sekali kakang." Balasnya. "Aku tidak bisa menembus mata batinnya." Ia menghela nafas pelan. "Seakan-akan ada hawa kegelapan, yang menghalanginya." Lanjutnya. "Aku benar-benar tidak bisa membuka mata batinnya."

"Masih muda, tetapi memiliki ajian pelindung jiwa yang sangat hebat." Secara tidak langsung Ki Dharma Seta, mengakui kehebatan ilmu Kanuragan, yang dimiliki oleh pendekar yang sangat misterius itu. "Bahkan kau tidak bisa mengetahui orang itu siapa?."

"Benar-benar orang yang sangat misterius kakang." Nini Kabut Bidadari juga merasa kagum pada pemuda itu. "Baru kali ini, aku tidak bisa melihat siapa?." Lanjutnya. "Identitas anak muda ini." Hatinya sangat kecewa. "Maafkan aku kakang." Ada perasaan bersalah dalam hatinya.

"Tidak apa-apa." Balasnya. "Tapi setidaknya, aku bisa mengetahui ciri-ciri orangnya." Ia tampak kesal. "Dengan begitu, aku bisa memaksa orang itu." Ia kepal kuat tangannya. "Untuk mengatakan, dimana dia menyembunyikan anak buahku?!." Ki Dharma Seta merasa marah. "Meskipun terasa agak sulit, aku akan mencoba mencari orang itu." Ya, ia akan melakukannya. ia menemui Nini Kabut Bidadari hanya untuk mengetahui keberadaan anak buahnya saja. "Mungkin saja aku bisa membebaskan mayang sari." Lanjutnya. "Tanpa harus bertarung dengan sosok misterius itu." Ucapnya lagi. "Tapi sepertinya tidak semudah yang aku bayangkan." Dalam hatinya semakin kesal.

"Jika kakang butuh bantuan?." Nini Kabut Bidadari tersenyum kecil. "Aku akan selalu bersedia untuk meluangkan waktu."

"Terima kasih nini, kau memang sangat baik."

"Tentu saja kakang." Ia tersenyum lebar. "Bahkan jika berdampingan denganmu aku pasti akan bersedia." Dalam hatinya tidak berani berkata seperti itu. "Tapi aku tidak menyangka ada orang yang hebat seperti itu." Dalam hatinya.

...**...

Di ruang pertemuan raja

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana baru saja selesai menggelar rapat, membahas masalah yang dihadapi desa-desa terdekat Istana. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengatakan, untuk memberikan bantuan pada rakyat-rakyat kecil, yang sedang mengalami kesulitan bahan pangan. Atau yang membutuhkan pengamanan, dari kawanan perampokan yang mengancam keselamatan mereka.

Mentri, Adipati, lurah dan sebagainya yang berjajaran sesuai pangkat, telah menerima keputusan baik dari sang prabu. Mereka semua setuju dengan apa yang dikatakan oleh sang Prabu yang begitu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Namun beberapa selang mereka semua meninggalkan sang Prabu, ratu Gendhis Cendrawati datang menemui sang Prabu.

"Hormat kami nanda prabu."

Meskipun hatinya saat ini dipenuhi oleh kemarahan, ia mencoba untuk bersikap hormat, kepada prabu Asmalaraya Arya Ardhana sebagai seorang raja.

"Duduklah, ibunda gendhis cendrawati."

Sambut Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sambil tersenyum kecil, meskipun ia merasa lelah setelah rapat tadi, namun ia masih menunjukkan sikap ramahnya pada salah satu Ratu kerajaan Suka Damai.

"Terima kasih, nanda prabu."

Ratu Gendhis Cendrawati duduk, di salah satu kursi yang ada, di hadapan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Entah kenapa?." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa tidak enak sama sekali. "Semoga saja ini hanya firasat biasa saja." Dalam hati sang Prabu hanya bisa berharap.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Next.

...***...

Terpopuler

Comments

Elmo Damarkaca

Elmo Damarkaca

mau kasih Vote poin ku gk cukup, aku kasih segelas Kopi dulu aja ya thor ...

2022-06-03

2

Elmo Damarkaca

Elmo Damarkaca

Raja yg Bijaksana...

2022-06-03

1

SoVay

SoVay

aku lagi ikut lomba yang muda yang bercinta ni

2021-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!