RAJA BARU

***

Kejadian memalukan itu disaksikan oleh semua orang yang berada di sana. Mereka semua sangat terkejut ketika melihat bagaimana Raden Ganendra Garjitha terlempar dari singgasana itu, ia jatuh tersungkur secara tidak terhormat di hadapan banyak orang.

"Putraku!." Ratu Ardiningrum Bintari segera berlari mendekati anaknya.

"Sakit sekali ibunda." Raden Ganendra Garjitha meringis kesakitan di pelukan ibundanya.

"Raka!." Raden Gentala Giandra dan Putri Ambarsari juga mendekati saudaranya.

"Apa yang terjadi sebenarnya?." Dalam hatinya heran. "Kenapa putra sulung dari kanda Prabu? Tidak bisa menduduki singgasana?." Dalam hati Ratu Gendhis Cendrawati merasa heran dengan itu.

"Aku sangat penasaran." Dalam hatinya juga bingung. "Apa sebenarnya? Makna dari pemilihan Raja baru? Dengan cara seperti ini?." Dalam hati Putri Andhini Andita masih mengamati bagaimana kondisi yang sebenarnya. "Tapi, para sepuh telah menyaksikannya." Dalam hatinya lagi. "Memang seperti itu cara pengangkatan Raja?."

"Benar apa yang dikatakan ayahanda prabu." Dalam hati Raden Cakara Casugraha melihat itu dengan jelas. "Jika ada secuil sikap sombong, amarah, dan juga sikap serakah." Dalam hatinya lagi. "Yang ada di dalam diri manusia." Dalam hatinya mengingat kembali ucapan ayahandanya. "Ketika hendak memimpin sebuah kerajaan? Maja ia akan menjadi Raja yang celaka."

"Orang yang sombong dan jahat seperti dia." Dalam hati Putri Agniasari Ariani. "Mana mungkin bisa menjadi Raja." Ingatannya kembali pada kejadian masa lalu. "Bahkan menyamai ayahanda Prabu saja, aku rasa sangat mustahil baginya!." Dalam hati Putri Agniasari Ariani juga mengamati bagaimana sikap Raden Ganendra Garjitha selama ini pada dirinya, saudaranya, dan bahkan pada ibundanya.

"Baiklah." Ucapnya dengan penuh percaya diri. "Jika raka ganendra garjitha tidak bisa melakukannya?." Ia tersenyum lebar. "Kini giliran aku untuk mencobanya."

"Silahkan Raden." Pedanda Istana mempersilahkan putra kedua untuk melakukannya.

Untuk sementara waktu mereka mengalihkan pandangannya pada Raden Gentala Giandra, dan mengabaikan Raden Ganendra Garjitha yang masih kesakitan. Mereka jadi bertanya-tanya?. Jika anak pertama tidak bisa melakukannya?. Apakah anak kedua mampu melakukannya?.

"Aku yakin kau bisa melakukannya anakku!." Ratu Ardiningrum Bintari seakan-akan memiliki ambisi yang sangat kuat, bahwa salah satu dari anak laki-lakinya harus menjadi Raja.

"Tentu saja aku bisa!." Suaranya sangat keras. "Menjadi Raja yang hebat dari pada ayahanda Prabu, ibunda." Dengan sangat yakin ia berjalan menuju singgasana itu, dan ia mulai duduk. 

Namun hasilnya sama saja, Raden Gentala Giandra saat itu terlempar dari singgasana. Membuat mereka kembali terkejut dengan kejadian memalukan itu.

"Putraku!." Hati Ratu Ardiningrum Bintari sangat sakit melihat bagaimana anaknya terlempar dari singgasana. "Bagaimana mungkin?!." Hatinya diisi oleh kemarahan yang membara. "Pasti ada seseorang! Yang telah memberikan mantra sihir!." Matanya melotot ke arah sepuh istana. "Pada singgasana itu! Sehingga kedua putraku tidak bisa duduk di singgasana!." Ratu Ardiningrum Bintari terlihat sangat histeris.

Mereka yang menyaksikan itu hanya diam saja, karena mereka tidak merasa melakukan apapun yang diucapkan oleh Ratu Ardiningrum Bintari.

"Tenanglah ibunda." Putri Ambarsari mendekati ibundanya. "Tenanglah, saya akan melakukannya." Putri Ambarsari memang terlihat panik, karena kondisi kedua saudaranya yang kini melemah, mereka seperti kehabisan tenaga.

"Bagaimana menurutmu raka?." Ia mencolek kakaknya. "Apakah kita juga bisa melakukannya?." Bisik Putri Andhini Andita pada saudaranya Raden Hadyan Hastanta.

"Tenanglah rayi." Balasnya. "Aku pasti bisa melakukannya."

"Kau harus bisa melakukannya raka."

"Ya, tentu saja."

"Bagaimana pendapatmu rayi?." Putri Agniasari Ariani kembali mencolek adiknya. "Apakah kau tidak melihat? Ada yang aneh dengan mereka?." Bisik Putri Agniasari Ariani pada adiknya Raden Cakara Casugraha.

"Memang aneh yunda." Responnya. "Mereka terlalu memaksakan diri." Lanjutnya. "Dengan sikap yang tidak baik seperti itu." Ia menghela nafas pelan. "Bahkan mereka tidak menghormati ayahanda Prabu, yang duduk di singgasana itu yunda."

Deg!.

Putri Agniasari Ariani terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh adiknya itu.

"Apa maksudmu rayi?." Hatinya bergetar aneh. "Aku tidak melihat ayahanda Prabu, duduk di singgasana itu." Putri Agniasari Ariani merasa tidak karuan.

"Ayahanda Prabu sedang mengamati kita yunda." Balasnya. "Minta lah izin pada ayahanda Prabu, jika memang ingin memimpin negeri ini." Lanjutnya. "Jangan terburu-buru ingin menduduki singgasana itu yunda."

"Oh? Ayahanda Prabu." Perlahan-lahan tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja karena rasa kehilangan yang sangat dalam. "Bagaimana mungkin? Kau mengatakan ayahanda Prabu? Sedang duduk di sana rayi?." Dalam hatinya merasakan perasaan sesak yang sangat dalam, sehingga ia terpaksa membekap mulutnya untuk menahan tangisnya itu.

"Saya juga sulit." Ucap Raden Cakara Casugraha sambil memberikan sapu tanga kecil pada yundanya. "Untuk menjelaskannya yunda." Lanjutnya. "Tapi, ayahanda Prabu memang duduk di sana."

"Oh? Dewata yang agung, ayahanda Prabu." Putri Agniasari Ariani sedang menahan gejolak emosi di hatinya.

"Sekarang giliran aku! Yang mencobanya!." Putri Ambarsari maju ke depan dengan penuh keangkuhan.

"Kau harus bisa melakukannya anakku!." Tegasnya. "Ibunda tidak akan mengampuni siapa saja?! Yang berani berbuat curang padamu." Kembali Ratu Ardiningrum Bintari terlihat mengeluarkan amarahnya.

Kembali mereka memperhatikan bagaimana putri sulung dari Prabu Kawiswara Arya Ragnala mencoba untuk melakukan peruntungan, namun apakah kali ini akan berhasil?.

"Wahai singgasana yang ajaib." Ucapnya dalam hati dengan aneh. "Pilihlah aku menjadi Ratu agung!." Hatinya sangat membara. "Maka akan buat negeri ini! Menjadi negeri yang sangat subur." Dalam hati Putri Ambarsari hanya berharap seperti itu.

Entah kenapa suasana cukup tegang karena Putri Ambarsari cukup lama duduk di singgasana itu, tapi tidak terjadi apapun juga?.

"Bagaimana mungkin?!." Ia tidak merasakan apa-apa?. "Tidak terjadi perubahan apapun padaku?!." Amarah yang ia rasakan saat itu keluar begitu saja, hingga saat itu ia merasakan tubuhnya melayang seperti kapas?. Namun sayangnya ketika tubuhnya mendarat ke tanah?. Tubuhnya seperti batu yang dihempaskan begitu saja.

"Putriku!."

Ratu Ardiningrum Bintari terkejut bukan kepalang, ia tidak menduga jika anak perempuannya akan mengalami nasib yang sama dengan kedua anak laki-lakinya?.

"Putriku?."

"Maafkan saya ibunda." Suaranya terdengar sangat lemah, kekuatan tenaga dalamnya seperti disedot oleh suatu ilmu gaib yang sangat kuat.

"Kau harus mencobanya raka." Bisik Putri Andhini Andita.

"Ya." Raden Hadyan Hastanta maju ke depan.

Namun hasilnya tetep sama, mereka mengalami kegagalan yang sangat memalukan untuk keluarga istana?. Suasana Balai pertemuan saat itu sangat tegang, karena belum ada yang berhasil untuk duduk di singgasana. Bahkan Putri Andhini Andita pun tidak bisa melakukannya?.

"Apa yang terjadi sebenarnya?." Ratu Gendhis Cendrawati sangat marah. "Kenapa kedua anakku tidak bisa menduduki singgasana itu?." Dalam hati Ratu Gendhis Cendrawati sangat heran dengan kejadian yang menimpa kedua anaknya.

"Kini giliran keluarga Ratu dewi anindyaswari yang mencobanya." Pedanda Istana seakan-akan tidak memberi waktu istirahat pada mereka, ataupun merasa simpati pada siapapun yang gagal.

Putri Agniasari Ariani tersenyum dengan sangat ramah, sehingga mereka dapat melihat bagaimana raut wajah indah dari Putri Agniasari Ariani kala itu.

"Mohon maaf sepuh." Ucapnya sambil memberi hormat. "Sepertinya saya belum pantas, untuk memimpin kerajaan ini." Ia tersenyum ramah. "Apalagi kodrat saya sebagai seorang wanita." Ia melirik ke arah adiknya.

"Apa maksud Gusti Putri?."

"Apakah Gusti Putri takut?."

"Itu bukan berarti saya takut." Jawabnya. "Mengalami hal serupa, terjadi pada saudara-saudara yang lainnya." Senyuman itu terlihat sangat tulus. "Saya sangat yakin." Lanjutnya. "Jika rayi cakara casugraha lebih pantas, memimpin istana ini dibandingkan saya."

"Oh? Putriku." Ratu Dewi Anindyaswari terharu mendengarkan ucapan anak perempuannya.

Mata mereka semua tertuju pada Raden Cakara Casugraha, putra bungsu dari mendiang Gusti Prabu Kawiswara Arya Ragnala.

"Sebaiknya kau tidak usah mencobanya cakara casugraha!." Amarahnya keluar begitu saja. "Karena kami semua mengetahui kau itu siapa!." Tunjuknya dengan kasar. "Anak yang paling terkutuk! Di kerajaan ini!." Ratu Ardiningrum Bintari terlihat sangat tidak terima jika itu terjadi.

"Itu benar!." Sambutnya. "Kau tidak akan kami izinkan! Untuk ikut dalam pemilihan Raja!." Hatinya benar-benar dikuasai oleh amarah. "Kami semua mengetahui!." Tegasnya. "Jika kau adalah orang yang paling kejam di istana ini!." Ratu Gendhis Cendrawati mengeluarkan semua amarahnya.

"Yunda, jangan berkata seperti itu." Ratu Dewi Anindyaswari sangat sedih. "Pada putra saya nanda cakara casugraha." Matanya terlihat berkaca-kaca. "Putra saya juga berhak! Untuk ikut dalam pemilihan ini." Tegasnya.

Mereka semua saling bertatapan satu sama lain, memikirkan ucapan Ratu Dewi Anindyaswari.

"Jika memang putraku adalah anak yang kejam di istana ini?." Matanya kini menatap sendu ke arah anaknya. "Kenapa tidak dibuktikan dengan pemilihan Raja?." Hatinya sangat rapuh. "Supaya kita sama-sama mengetahui, jika memang anak saya." Hatinya sedang bertarung. "Adalah anak yang kejam di kerajaan ini."

"Ya!." Putri Agniasari Ariani memberanikan dirinya. "Benar yang dikatakan ibunda Ratu dewi!." Ucapnya dengan penuh penekanan. "Menapa tidak dibuktikan saja?." Putri Agniasari Ariani membela adiknya. "Jika memang rayi cakara casugraha! Adalah orang yang paling kejam!."

Mereka semua menyimak dengan sangat baik apa yang hendak disampaikan Ratu Dewi Anindyaswari dan Putri Agniasari Ariani, mereka menimang-nimang ucapan itu.

"Dulu mendiang Gusti Prabu kawiswara arya ragnala." Ucap sepuh istana. "Juga dipandang remeh oleh saudara-saudaranya yang lainnya." Lanjutnya. "Hanya mendiang yunda beliau saja yang selalu membelanya." Ia masih mengingat kejadian itu. "Rasanya ini sama persis dengan kejadian masa lalu." Pedanda istana mengingat kejadian yang ia saksikan kala itu. "Kalau begitu selamat mencoba, Raden cakara casugraha."

"Kau!."

"Tidak perlu merasa takut Gusti Ratu." Ia memberi hormat. "Juga putra-putri Gusti Prabu yang lainnya." Kembali ia tersenyum ramah. "Karena ini juga ajang pembuktian, siapa yang memilliki hati tulus? Dalam bersikap selama ini."

"Coba saja rayi." Ucap Putri Agniasari Ariani segera berdiri di depan adiknya. "Jika mereka berani menyerang? Maka aku yang akan membunuh mereka."

"Kau harus mencobanya putraku."

"Baiklah kalau begitu ibunda, yunda." Raden Cakara Casugraha juga tidak ingin membuat ibunda dan kakaknya kecewa. "Bismillahirrahmanirrahim ." Dalam hatinya mengucapkan kalimat itu sambil menghela nafasnya.

Sebelum Raden Cakara Casugraha menuju singgasana ia bersimpuh di hadapan ibundanya, membuat merea semua yang melihat itu sangat heran.

"Ibunda." Matanya menatap ibundanya dengan tatapan yang sangat dalam. "Nanda mohon ridho dari ibunda." Ucapnya dengan senyuman tulus. "Karena tidak ada kekuatan yang sangat luar biasa di dunia ini." Ia mencium tangan ibundanya. "Jika tidak di doa kan oleh seorang ibu, ketika anaknya akan melakukan hal yang sangat besar." Ia mencium tangan ibundanya dengan penuh kasih sayang.

"Tentu saja ibunda akan selalu." Balas Ratu Dewi Anindyaswari. "Memberikan doa yang paling baik untukmu putraku." Hati ibu mana yang tidak tersentuh dengan apa yang dikatakan anaknya. "Di mana pun engkau berada." Hatinya mencoba tegar. "Ibunda akan sellau memberikan doa yang terbaik untukmu." Ratu Dewi Anindyaswari mengecup puncak kepala anaknya, tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja. "Pergilah engkau melangkah lebih baik lagi." Ratu Dewi Anindyaswari tersenyum lembut. "Ibunda akan selalu memberikan doa yang baik untukmu."

"Terima kasih ibunda." Raden Cakara Casugraha memberi hormat pada ibundanya.

Ia mencoba mengabaikan apapun yang dikatakan oleh mereka tentang dirinya, ia terus melangkah menuju singgasana, dan berhenti sambil memberi hormat pada singgasana?.

"Hei! Cakara casugraha!." Teriaknya keras. "Apa yang kau lakukan sebenarnya?!." Hatinya juga memanas. "Apakah kau sedang mengulur-."

"Hormat nanda, ayahanda Prabu."

Deg!.

Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh Raden Cakara Casugraha.

"Cakara casugraha! Kau jangan gila!."

"Apa tujuanmu yang sebenarnya?!." Hatinya kembali panas. "Jika kau merasa tidak mampu-."

"Raka ganendra garjitha!." Putri Agniasari Ariani benar-benar telah terbawa amarah. "Berhentilah mengatakan hal yang tidak pantas! Pada rayi cakara casugraha!."

Entah kenapa suasana menjadi panas karena perdebatan itu, mereka sama-sama bersikeras dengan apa yang ada di dalam hati masing-masing saat itu.

"Itu karena rayi mu itu!." Balasnya. Hanya mengulur waktu saja!." Bentaknya. "Aku sangat yakin! Dia sedang menyiapkan sebuah sandiwara!." Lanjutnya. "Yang akan menjebak kita semua!."

"Tidak mungkin putraku melakukan itu!." Ratu Dewi Anindyaswari yang membantahnya.

"Aku yakin anakmu itu! Juga akan mengalami kegagalan!."

"Anakmu itu adalah anak kutukan!."

"Berhentilah mengatakan rayi cakara casugraha anak kutukan!."

Mereka semua benar-benar tidak mau mengalah satu sama lain, hati mereka sedang dipenuhi dengan amarah yang sangat membara.

"Mohon ampun ayahanda." Raden Cakara Casugraha kembali memberi hormat. "Jika apa yang terjadi di depan ayahanda Prabu." Lanjutnya. "Saat ini adalah bentuk ketidakpuasan suasana hati yang sangat mendalam." Ia menekan hatinya, agar tidak terbawa amarah. "Tapi nanda mohon ayahanda Prabu, agar tidak marah pada kami semua."

Deg!.

Saat itu mereka semua terdiam mendengarkan ucapan Raden Cakara Casugraha, kali ini tatapan mereka tertuju padanya.

"Maafkan kami yang belum bisa menyatukan hati." Kembali ia berucap sambil memberi hormat. "Langkah, dan bahkan perasaan kami, dalam bentuk keluarga yang ayahanda Prabu bangun selama ini." Raden Cakara Casugraha kembali memberi hormat.

"Rayi." Dalam hati Putri Agniasari Ariani.

"Putraku nanda cakara casugraha." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari sangat tersentuh.

"Nanda yang masih muda ini, tentunya belum bisa menyamai ayahanda dalam memimpin istana." Ucap Raden Cakara Casugraha lagu. "Dan bahkan kerajaan ini, karena itulah berikan nanda izin." Hatinya benar-benar gelisah. "Bimbinglah nanda, untuk melakukan tugas itu ayahanda prabu." Semua yang ada di dalam hatinya saat itu diungkapkan dengan baik. "Ayahanda Prabu adalah guru yang paling berharga untuk nanda." Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja. "Semoga nanda bisa melakukan, apa yang ayahanda lakukan, demi orang-orang yang ayahanda sayangi."

"Berhentilah kau melakukan hal yang tidak berguna seperti itu cakara casugraha!."

"Kau memang sangat memuakkan!."

"Aku pasti akan membunuhmu!."

Raden Ganendra Garjitha, Raden Gentala Giandra, dan Raden Hadyan Hastanta saat itu hendak maju menghajar Raden Cakara Casugraha, akan tetapi saat itu niat mereka gagal.

"Ayahanda terima hormatmu, putraku nanda cakara casugraha."

Deg!.

Kembali mereka semua terkejut dengan apa yang mereka saksikan saat itu, tidak mungkin mata mereka salah dalam melihat sesuatu yang sangat ajaib?.

"Ayahanda Prabu?."

"Kanda Prabu?."

"Gusti Prabu?."

"Kau dapat melihat ayahanda dengan sangat baik, putraku cakara casugraha." Senyuman penuh kebanggaan terlihat di wajah Sukma Prabu Kawiswara Arya Ragnala. "Jau meminta izin padaku, untuk memimpin istana ini dengan sangat baik." Senyuman itu masih senyumannya yang biasnya.

"Hormat hamba Gusti Prabu." Pedanda Istana memberi hormat. "Dahulu Gusti Prabu, ketika hendak diangkat menjadi Raja." Lanjutnya. "Juga melakukan hal yang sama, dengan apa yang dilakukan Raden cakara casugraha yang sekarang."

"Ya, kau benar sepuh." Prabu Kawiswara Arya Ragnala tersenyum ramah. "Hati yang bersih, pasti dapat melihat Raja sebelumnya." Lanjut sang Prabu. "Meminta izin untuk meneruskan kepemimpinan kerajaan ini." Matanya tertuju pada anak bungsunya. "Dan kau lulus pada tahap itu, putraku nanda cakara casugraha."

"Tidak mungkin! Kanda Prabu!."

"Benar itu ayahanda!."

"Tidak mungkin dia anak terkutuk lulus menjadi Raja!."

"Putraku nanda cakara casugraha." Sukma Prabu Kawiswara Arya Ragnala tersenyum lembut. "Cobalah engkau duduk di sini." Seraya memanggil anaknya. "Dan buktikan pada mereka, jika kau memang pantas menjadi Raja."

"Sandika ayahanda Prabu." Kembali Raden Cakara Casugraha memberi hormat.

Raden Cakara Casugraha mendekati singgasana, ia duduk dengan sangat tenang, dan mereka juga sedikit tegang memperhatikan itu dengan seksama.

"Heh!." Ia mendengus kesal. "Mana mungkin dia akan menjadi Raja!."

"Itu sangat mustahil!."

Deg!.

"Apakah itu benar?."

Entah berapa kali mereka seakan-akan senam jantung ketika melihat ada mahkota yang sangat mewah terpasang dengan gagahnya di kepala Raden Cakara Casugraha, bahkan jubah kebesaran Raja menambah kesan betapa hebatnya sang Prabu. Bukan hanya itu saja, nampan emas muncul di hadapan sang Prabu, dan sekilas mereka melihat ada wanita cantik bak bidadari yang memberikan nampan emas itu pada pedanda Istana. Gelar apa yang akan didapatkan sang Prabu?. Next.

...****...

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

rendah hati, bijaksana dan penuh ketulusan sehingga cakara terpilih jadi Raja namun hal ini membawa dampak saudara2nya tidak menyukainya demikian juga para permaisuri I & 2

2024-09-03

0

Anonymous

Anonymous

raja yang rendah hati & bijaksana

2024-09-03

0

𝐀⃝🥀𝐀'𝐃69°

𝐀⃝🥀𝐀'𝐃69°

lanjut

2022-03-11

2

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!