SIDANG DI ISTANA

...***...

Kota Raja.

"Kenapa kalian malah menyerang prajurit?." Ia terlihat marah. "Apa kesalahan mereka?!." Suaranya terdengar tinggi. "Sehingga tanpa belas kasihan! Kalian menyerang prajurit istana?."

Namun mereka hanya diam tidak bersuara, hanya diam menunduk.

"Apakah begitu berat pertanyaanku?." Sorot matanya yang terlihat tajam. "Sehingga kalian tidak ingin menjawabnya?."

"Kami hanya mengikuti sayembara." Jawab seorang pemuda, ia menunduk takut. "Barang siapa yang menang?." Lanjutnya. "Akan menjadi pengawal seorang putri kadipaten." Ucapnya takut-takut. "Dengan imbalan seratus kepeng uang emas."

"Lantas? Kenapa kalian malah menyerang prajurit?."

Tidak ada jawaban dari mereka.

"Kenapa prajurit?."

"Itu karena mereka berbuat kerusakan tuan jaya satria." Jawabnya. "Saya telah mengatakan pada mereka." Lanjutnya. "Setiap putri kadipaten, pasti akan mendapatkan pengawalan dari istana." Ungkapnya. "Tapi mereka malah memukul kami."

"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Respon Jaya Satria. "Apakah kalian tidak mengerti?." Ucapnya. "Kalian telah melakukan kesalahan." Lanjutnya. "Itulah alasan kenapa? Prajurit istana menghentikan kalian."

Tidak ada jawaban dari mereka, dan hanya mendengarkan ucapan Jaya Satria.

"Lihat dengan baik-baik." Tegas Jaya  Satria. "Lihatlah dengan mata kalian!." Suaranya agak keras. "Lihat wanita itu!" Jaya Satria terlihat sangat marah, sambil menunjuk ke arah yang ia sebutkan. "Dia sudah lemah tak berdaya." Hatinya terasa miri. "Lihat anak itu terluka!." Tunjuknya dengan kesal. "Akibat perbuatan kalian!." Hatinya benar-benar dikuasai oleh kemarahan. "Begitu banyak korban yang terluka, akibat perbuatan bodoh kalian!." Matanya menatap tajam ke arah mereka semua. "Aku harap kalian mau bertanggung jawab, atas apa yang telah kalian lakukan!."

"Baik tuan pendekar."

Mereka semua hanya nurut saja, mereka tidak berani melawan sama sekali.

...***...

Istana kerajaan Suka Damai.

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengumpulkan para Pedanda istana, yang mengerti tentang agama. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana ingin membahas sesuatu dengan mereka.

"Hari ini saya ingin membahas masalah, tentang beberapa agama." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memulai musyawarah. "Ada beberapa agama, keyakinan yang mulai tersebar di kerajaan ini."

Mereka semua menyimak dengan baik, apa yang hendak disampaikan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Diantaranya, agama Islam, dan agama hindu-budha."

"Ya, nanda Prabu benar."

"Gusti Prabu benar."

Respon mereka.

"Seperti yang kita ketahui, bahwa keluarga istana." Ucap sang Prabu. "Dari zamannya eyang buyut Prabu bahuwirya jayantaka byakta." Lanjut sang Prabu. "Telah menganut agama hindu-budha."

"Ya, Gusti Prabu bener."

"Tapi? Bagaimana dengan nanda Prabu sendiri?." Ucapnya. "Kenapa nanda Prabu? Bisa menganut kepercayaan islam?."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil. "Semua orang telah mengetahui." Jawab sang Prabu. "Bagaimana perangai saya di masa lalu, dan alasan kenapa?." Sang Prabu berkata jujur. "Saya diusir dari istana ini."

Untuk sesaat mereka terdiam, karena memang mengetahui bagaimana?. Masa lalu dari Raden Cakara Casugraha, atau yang kini bergelar Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Kekuatan yang saya miliki, adalah kekuatan kutukan."

Deg!.

Mereka semua sangat terkejut mendengarnya.

"Suatu hari mendiang ayahanda Prabu kawiswara arya ragnala." Sang Prabu mengingat kembali kejadian itu. "Mengatakan bahwa, beliau mendapatkan wangsit, petunjuk dari eyang buyut Prabu bahuwirya jayantaka byakta." Jelas sang Prabu. "Untuk mengendalikan semua kutukan amarah itu." Sang Prabu tersenyum kecil. "Saya harus masuk agama islam, agama yang mampu memberikan ketenangan batin pada saya."

"Ya, memang benar." Responnya. "Gusti Prabu memang telah mengalami perubahan." Lanjutnya. "Berdasarkan pemilihan Raja, Gusti sangat tenang sekali."

"Benar." Tanggapnya. "Ketika keluarga dari istri mendiang Gusti Prabu lainnya." Lanjutnya. "Memusuhi Gusti Prabu, namun Gusti tidak membalasnya dengan kemarahan."

"Sungguh, itu adalah perubahan yang sangat luar biasa sekali."

"Sehingga Gusti Prabu, bisa menduduki singgasana ini."

"Alhamdulillah hirobbil 'alamiin." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Lantas? Apa yang akan Gusti lakukan setelah ini?."

"Tanpa mengurangi rasa hormat." Jawab sang Prabu. "Saya ingin penyebaran agama ini, tidak menimbulkan kesenjangan di dalam kerajaan suka damai."

"Ya, kami juga berharap demikian Gusti Prabu."

"Semoga saja, masalah kepercayaan." Ucapnya. "Tidak akan menimbulkan masalah nantinya."

"Saya juga berharap demikian." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil menatap mereka. "Karena tidak ada paksaan sama sekali, dalam memeluk agama Islam."

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

yang artinya :

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Mereka semua menyimak dengan jelas, apa yang disampaikan oleh sang Prabu. Mencoba memahami apa yang dijelaskan sang Prabu, agar tidak salah paham, dan tidak mengambil keputusan yang salah nantinya.

"Dan Allah juga menjelaskan." Lanjut sang Prabu.

لَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

"Yang artinya, Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik, dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu, karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil (QS Al-Mumtahanah: 8)."

Sang prabu menatap gurunya Syekh Asmawan Mulia dengan senyuman ramah.

"Subhanallah." Dalam hati Syekh Asmawan Mulia. "Nanda Prabu memang luar biasa." Dalam hatinya sangat senang. "Dapat mengamalkan semua yang dipelajari selama ini." Dalam hati Syekh Asmawan Mulia merasa bangga dengan prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

...***...

Masih di lingkungan istana.

Saat itu mereka berkumpul di kaputren, tentu saja masih belum puas atas apa yang telah terjadi.

"Aku rasa cakara casugraha." Ucapnya sambil menatap mereka. "Ia menggunakan ilmu sihir, untuk mendapatkan tahta ini." Ratu Ardningrum Bintari masih memikirkan itu. "Jika tidak? Mana mungkin ia dengan mudahnya." Ucapnya dengan perasaan kesal. "Mendapatkan tahta kerajaan suka damai."

"Ibunda benar." Responnya. "Kita saja tidak bisa menduduki singgasana itu." Raden Ganendra Garjitha juga berpikiran sama. "Tetapi? Ketika ia menduduki singgasana itu?." Ia merasa heran. "Tidak terjadi apa-apa padanya." Lanjutnya. "Ia tidak terlempar, atau mengalami nasib buruk seperti kita."

"Ya, memang sangat aneh sekali." Ratu Gendhis Cendrawati juga merasa heran.

"Cakara casugraha memang sangat licik!." Hatinya terasa panas. "Aku yakin itu adalah ungkapan, balas dendamnya pada kita semua!." Putri Andhini Andita memikirkan ke arah sana.

"Ya." Responnya. "Aku rasa benar, yang dikatakan rayi andhini andita." Putri Ambarsari merasa cemas. "Cepat atau lambat?." Hatinya resah. "Aku yakin dia akan segera mengusir kita dari istana ini."

Perasaan mereka semakin tidak enak, ketika mendengarkan ucapan itu.

"Apapun caranya?." Ucapnya dengan perasaan marah yang membara. "Kita harus segera menyingkirkan dia!." Tegasnya. "Jangan sampai ia berlama-lama memegang kekuasaan!." Ratu Ardningrum Bintari semakin bergemuruh.

"Tapi bagaimana caranya?." Raden Hadyan Hastanta tidak bisa memikirkan ide yang tepat. "Kita telah memikirkan beberapa cara." Lanjutnya. "Namun masih belum berhasil."

"Kita tidak boleh menyerah begitu saja." Responnya. "Pasti ada caranya." Ratu Gendhis Cendrawati sedang memikirkan cara yang tepat. "Bagaimana pendapatmu yunda?." Matanya menatap ke arah Ratu Ardiningrum Bintari. "Biasanya kau memiliki ribuan rencana, untuk mengatasi masalah ini."

"Aku sedang memikirkan caranya rayi."

Ya, mereka semua tampak memikirkan cara untuk menyingkirkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dari tahtanya. Apakah akan berhasil?.

...***...

Di pondok pesantren.

Telah tersebar kabar, bahwa seorang putri Raja belajar di pesantren itu, sehingga kalangan anak muda merasa sangat tertarik dengan kehadiran Putri Agniasari Ariani.

"Gusti Putri."

Lima orang pemuda memberi hormat dengan sangat sopan nya.

"Gusti Putri mau ke mana?." Ia bertanya dengan ramah. "Akan kami kenalkan, seluruh kawasan pesantren ini pada Gusti."

"Benar Gusti." Sambungnya. "Mumpung kami masih senggang?." Ucapnya malu-malu. *Dengan senang hati, kami akan mengajak Gusti, mengitari kawasan pesantren ini."

"Katakan saja." Ia terlihat antusias. "Gusti Putri mau ke mana?."

"Heh!." Ia mendengus kesal. "Najis!."

Deg!.

Mereka semua sangat terkejut ketika mendengarkan ucapan Nila Ayu.

"Sikap kalian itu, membuat aku ingin muntah! Huekh!."

Mereka benar-benar tercengang dengan sikap Nila Ayu yang seperti itu, namun setelah itu mereka malah tertawa keras, merespon ucapan Nila Ayu.

"Hei!." Teriaknya. "Sangat tidak sopan sekali!." Nila Ayu malah jengkel. "Apa yang kalian tertawakan?!."

"Kau ini sangat lucu sekali nila ayu." Jawabnya. "Kami tidak berbicara denganmu."

"Tapi kami berbicara dengan Gusti Putri."

"Hahaha!."

Tawa mereka pecah begitu saja, membuat Nila Ayu semakin murka.

*Kami sedang berbicara dengan Gusti Putri agniasari ariani." Ulangnya. "Dan kenapa malah kau yang terbakar?."

"Hahaha!."

Kembali suara tawa mereka terdengar keras, mengejek Nila Ayu.

"Jangan katakan pada kami? Kalau kau iri." Ucapnya. "Karena kami perhatian pada Gusti Putri agniasari ariani."

Mereka semakin tertawa keras, sedangkan Nila Ayu yang mendengarkan suara tawa mereka.

"Kalian ini benar kurang ajar!."

Dengan suasana hati yang sangat panas, ia menyerang mereka semua, hingga terjadi kegaduhan saat itu juga.

...***...

Kota Raja.

"Prajurit!." Tegasnya. "Bawa mereka yang terluka, obati mereka." Perintah Jaya Satria pada prajurit istana.

"Baik tuan jaya satria." Prajurit istana langsung melakukan, apa yang dikatakan oleh Jaya Satria. Prajurit-prajurit itu membawa seorang wanita, dan dua anak kecil sedang terluka ketempat pengobatan.

"Astaghfirullah hal'azim." Kembali mata itu melihat ke arah mereka semua. "Lihatlah keadaan kalian yang bertarung?." Jaya Satria melanjutkan ucapannya.

Ia mencoba menguatkan hatinya untuk tidak marah.

"Setahuku, seorang putri kadipaten tidak akan mencari pengawal." Ucapnya. "Dengan cara seperti itu." Lanjutnya dengan helaan nafas pelan. "Ia akan mendapatkan hukuman dari raja, jika berbuat seperti itu." Ia menjelaskan pada mereka, tentang aturan menjadi pengawal putri kadipaten. "Tapi kalian malah tertarik? Dengan hal yang merugikan seperti itu?."

Jaya Satria bertanya kepada mereka, yang tadinya ikut bertarung karena sayembara itu?.

Sementara itu, di tempat yang agak jauh dari mereka.

"Kenapa kau malah menyeretku dari sana?!." Putri Gempita Bhadrika merasa kesal.

Semara Layana sangat kurang ajar, telah merusak kesenangannya. Ia menatap kesal ke arah laki-laki itu, ia sangat marah.

"Hamba hanya tidak ingin." Jawabnya. "Gusti Putri dikenali oleh orang bertopeng itu!." Semara Layana juga kesal. "Jangan sampai, dia mengenali Gusti."

"Siapa dia memangnya?."

"Dia adalah orang, yang telah membunuh ki dharma seta."

Deg!.

"Jadi dia?." Ia sangat terkejut. "Orang bertopeng yang mengalahkan ki dharma seta?."

"Benar nini, dialah orangnya." Jawab Mayang Sari. "Saya tidak akan pernah lupa." Ucapnya membara. "Pada orang terkutuk itu." Hatinya terasa panas.

"Kurang ajar!." Umpatnya penuh amarah. "Aku pasti akan membalas kematian kakang dharma seta." Hatinya telah dipenuhi oleh dendam membara. "Jadi dia?." Dalam hatinya terasa sakit. "Orang yang tidak bisa aku terawang? Seperti apa wajah asli, dibalik topengnya itu?."

Dadanya terasa sesak, namun ia harus menahan diri. Agar tidak bertindak ceroboh, yang nantinya akan merusak rencana mereka.

Kembali pada Jaya Satria.

"Allah SWT telah melimpahkan kita akal untuk berpikir." Jaya Satria menjelaskan pada mereka. "Membedakan mana yang baik? Mana yang benar? Dan mana yang salah." Jaya Satria menasihati mereka, agar tidak gegabah jika mendapatkan suatu berita.

"Janganlah kita saling menyakiti satu sama lain." Hatinya terasa resah. "Tapi berbuat baiklah kalian kepada siapa saja yang membutuhkannya." Ucapnya penuh penekanan. "Allah SWT jelas mengatakan dalam Alquran." Jaya Satria mengingatkan mereka semua.

Mereka masih belum menanggapinya, karena mereka memang takut, jika Jaya Satria akan menghajar mereka.

"Janganlah kita menolong orang lain hanya karena imbalan." Ucapnya lagi. "Hingga kita menyakiti diri sendiri, dan bahkan menyakiti orang lain."

Tidak ada bantahan atau komentar dari mereka, saat mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jaya Satria. Mereka seperti terpaku oleh kewibawaan, yang terpancar dari Jaya Satria, meskipun wajah itu ditutupi oleh topeng.

"Perintah untuk berbuat baik tercantum dalam Al Quran surat Al Isra ayat 7."

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

Jaya Satria membacakan ayat tersebut, dengan suara yang sangat merdu. Membuat mereka semakin terpaku dan merasa kagum.

"Yang artinya, jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan Jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” Jaya Satria membacakan arti dari ayat yang ia bacakan. Agar mereka memahaminya dengan baik.

"Dari ayat tersebut kita dapat menyimpulkan." Jaya Satria tersenyum kecil. "Baik buruknya yang kita lakukan, pasti akan mendapatkan balasan." Jaya Satria benar-benar menasehati mereka semua.

"Jadi? Berpikirlah sebelum bertindak." Matanya memperhatikan mereka. "Apakah kita mau dibalas kebaikan? Atau keburukan oleh Allah SWT."

Ia mencoba untuk bersabar juga, dalam mengeluarkan pendapat. Agar mereka benar-benar mendengarkan apa yang ia sampaikan.

"Kalau begitu aku pamit, sampurasun." Jaya Satria pergi dari sana, ia juga tidak mau berlama-lama di sana.

"Rampes."

Balas mereka semua sambil melihat kepergian Jaya Satria. Sepertinya mereka mulai berpikir, apalagi saat melihat keadaan sekitar.

Keadaan sekitar memang parah, setelah pertarungan mereka tadi. Apakah mereka masih mau berperilaku seperti?. Hanya mereka yang menjawabnya.

"Orang itu sepertinya bukan orang biasa, dia terlihat kuat." Putri Gempita Bhadrika memperhatikan orang bertopeng itu. Wibawanya yang begitu kental, sehingga mereka tidak bisa melawannya?.

"Lain kali, akan aku uji seberapa tinggi ilmu kanuragan yang ia miliki." Terlintas dibenak Nini Kabut Bidadari, untuk berhadapan langsung dengan Jaya Satria. Bagaimana kelanjutannya?. Temukan jawabannya.

...***...

Istana kerajaan Suka Damai.

"Jadi? Sebagai sesama saudara yang lahir di tanah yang sama." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil. "Saya mohon jangan ada perpecahan, antara kita karena masalah agama." Sang Prabu sangat berharap itu. "Kita bisa memilihnya tanpa ada perbedaan diantara kita." Lanjut sang Prabu. "Karena kita memiliki keyakinan agama masing-masing, untukmu agamamu dan untukku agamaku." Sang Prabu telah menjelaskan kepada mereka semuanya.

"Ya, tentu saja Gusti Prabu."

"Apapun pilihannya, jangan sampai menimbulkan perpecahan."

Mereka semua telah sepakat, bahwa apapun hasilnya akan memberikan kebaikan pada rakyat kerajaan Suka Damai.

"Kalau begitu, saya juga ingin mendengarkan pendapat hadirin sekalian." Ucap sang Prabu. "Rasanya tidak enak juga, jika saya saja yang banyak berbicara." Sang Prabu menatap mereka semua. "Katakanlah semua yang dirasakan, agar kita bisa mendengarnya bersama-sama di sini."

"Mohon ampun Gusti Prabu." Ia memberi hormat. "Sepertinya kami setuju dengan pendapat Gusti Prabu."

"Meskipun hati nurani dapat memilih agama baik dan benar." Ucapnya sambil memberi hormat. "Entah itu agama hindu-buddha atau Islam? Lanjutnya. "Tapi agama sebelumnya tidaklah mudah untuk ditinggalkan." Ungkapnya. "Karena begitu kentalnya ajaran yang terkandung." Hatinya terasa sulit. "Pada ajaran itu tersebut." Ungkapnya lagi. "Mohon ampun Gusti Prabu." Lanjutnya sambil memberi hormat. "Hamba hanya mengutarakan pendapat pribadi hamba." Ia terlihat gelisah. "Semoga saja, penyampaian hamba, tidak menimbulkan masalah nantinya."

"Hamba rasa." Ucapnya. "Itu bermaksud, agar tidak ada penyerangan, terhadap para pemuka agama nantinya."

"Tentu saja kita harus menghindari situasi seperti itu Gusti."

"Kita harus menetapkan hukum." Ungkapnya. "Agar masalah itu, bisa dihindari."

"Saya mengerti dengan kondisi itu." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Karena saya dulunya juga sulit melakukannya." Lanjut sang Prabu. "Rasanya sangat berat untuk saya lakukan." Matanya kembali melihat ke arah satu sosok. "Akan tapi guru saya syekh asmawan mulia." Sang prabu dengan sopannya memperkenalkan guru agamanya kepada mereka semua.

Syekh Asmawan Mulia memberi hormat kepada prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga kepada hadirin di ruangan itu.

"Beliau dengan sabar membimbing saya." Ucap sang Prabu. "Mengajari saya tentang agama Islam." Lanjut sang Prabu. "Saya sangat berterima kasih kepada Syekh guru." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memberi hormat pada gurunya.

"Belajar menahan marah, belajar tentang menahan diri dari segala cobaan." Senyuman sang Prabu begitu tulus. "Tanpa bimbingan Syekh guru, saya tidak akan bisa melangkah sejauh ini."

"Terima kasih juga kepada Gusti Prabu." Syekh Asmawan Mulia memberi hormat. "Karena ananda prabu memperkenankan hamba hadir di sini." Lanjutnya. "Suatu kehormatan bagi hamba, bisa hadir di sini, atas undangan Gusti Prabu."

"Saya membawa Syekh guru." Balas Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Utuk memperkenalkan agama Islam." Lanjut sang Prabu. "Karena beliau lebih banyak mengetahui agama islam dari pada saya." Ungkap sang Prabu . "Bagaimana pendapat syekh guru? Mengenai penyebaran agama Islam di kerajaan ini." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana meminta pendapat dari gurunya.

"Terima kasih Gusti Prabu." Syekh Asmawan Mulia kembali memberi hormat. "Karena telah mengizinkan hamba untuk memberikan pendapat." Syekh Asmawan Mulia tersenyum kecil, sambil memberi hormat pada sang Prabu.

"Jadi? Beliau adalah guru, dari Gusti Prabu?."

"Saya tidak menduga sama sekali."

"Penampilannya memang berbeda dari kita semua."

"Ya, tidak biasanya."

Setidaknya itulah yang mereka bisikkan, untuk mengungkapkan apa yang dirasakan.

"Hadirin sekalian." Syekh Asmawan Mulia juga memberi hormat pada mereka. "Seperti yang dijelaskan oleh Gusti Prabu." Lanjutnya sambil memberi hormat. "Bahwa agama Islam itu, bukanlah agama yang memaksa seseorang untuk mengikutinya." Syekh Asmawan Mulia mencoba untuk memberikan gambaran pada mereka semua. "Akan tetapi, agama islam dijadikan sebagai pedoman hidup." Syekh Asmawan Mulia tersenyum ramah. "Sebagai agama yang menyempurnakan, agama yang sudah ada."

Mereka menyimak dengan baik, apa yang disampaikan oleh Syekh Asmawan Mulia.

"Suatu negeri, atau suatu kaum akan diuji oleh penciptanya." Syekh Asmawan Mulia kembali menjelaskan. "Oleh perbedaan, tapi apakah mereka bisa? Melakukan toleransi dalam beragama?." Lanjutnya. "Itulah yang akan kita hadapi bersama-sama setelah ini." Ada raut wajah kekhawatiran yang tersirat di sana.

"Ya, rasanya memang seperti itu." Ungkapnya.

"Tapi? Toleransi yang seperti apa tuan?."

"Ya, apakah tuan bisa menjelaskannya?."

"Toleransi merupakan sikap terbuka." Jawab Syekh Asmawan Mulia. "Dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan." Syekh Asmawan Mulia tersenyum kecil. "Baik dari sisi suku bangsa, warna kulit, bahasa, adat-istiadat, budaya, bahasa, serta agama." Senyumannya mengembang begitu saja. "Seperti yang dijelaskan dalam Alquran."

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (13)

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Al-Hujurat: 13)."

Mereka semua juga terpaku dengan penjelasan dari Syekh Asmawan Mulia. Mereka sekarang mengerti, pantas saja sang prabu begitu mantap dalam menyampaikan tentang agama jika gurunya saja seperti ini. Dalam hati mereka mulai menerima dengan baik, dan membandingkan dengan agama yang sudah ada.

"Kira-kira seperti itulah pendapat hamba, Gusti Prabu." Syekh Asmawan Mulia telah menyampaikan pendapatnya.

"Terima kasih Syekh guru." Balas Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan senyuman yang ramah.

Mereka semua Kembali membahas masalah agama. Mereka benar-benar saling menyimak satu sama lain dengan apa yang disampaikan, tanpa adanya pertentangan diantara mereka.

"Terima kasih atas penjelasan hadirin semua." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memberi hormat pada mereka. "Semoga dengan pertemuan ini, kita semua bisa mengambil pelajaran." Lanjut sang Prabu. "Dari apa yang kita dengarkan hari ini." Ucap Sang prabu penuh harapan.

"Ya, semoga saja Gusti Prabu."

"Kami akan mempelajarinya kembali."

"Kami akan melakukannya dengan baik."

"Alhamdulillah hirobbil 'alamiin, saya senang mendengarnya."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat senang, mendengarkan tanggapan baik dari mereka.

"Semoga kerajaan suka damai, hidup dalam toleransi yang indah."

Tentunya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat berharap demikian.

...***...

Putri Andhini Andita yang berada di kamarnya.

"Aku masih penasaran, bagaimana mungkin ia bisa melakukannya?." Dalam hatinya memikirkan apa yang terjadi pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Aku yakin, orang itu telah membantunya." Dalam hatinya masih ingat itu.

"Tapi? Sejak kapan?." Hatinya terasa ganjal. "Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat?." Keningnya mengkerut aneh. "Apakah ayahanda Prabu?." Ia berpikiran ke arah sana. "Telah mempersiapkan ini semua? Untuk cakara casugraha?." Dalam hatinya malah teringat dengan percakapan ayahandanya.

Kembali ke masa itu.

Putri Andhini Andita berniat ingin menemui ayahandanya, ia merasa keberatan saat ada seorang pendekar wanita yang mengatakan, jika ia masih bersikeras menjadi guru silatnya.

"Hormat hamba Gusti Prabu."

"Jaya satria? Duduklah."

Jaya Satria duduk di hadapan Prabu Kawiswara Arya Ragnala.

"Bagaimana pendapatmu? Apakah semuanya aman?."

"Untuk saat ini masih aman Gusti Prabu."

"Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya." Tatapan matanya dipenuhi kasih sayang yang sangat luar biasa. "Kalau begitu, lakukanlah persiapan." Lanjut sang Prabu. "Sebentar lagi putraku nanda cakara casugraha, akan segera kembali ke istana ini."

Deg!.

Putri Andhini Andita sangat terkejut mendengarnya, ia yang saat itu sedang menguping pembicaraan ayahandanya.

"Apakah aku tidak salah dengar?." Dengan hati-hati ia mundur beberapa langkah, setelah itu ia berlari meninggalkan tempat.

Sementara itu di dalam ruangan pribadi Raja.

"Kau akan kembali lagi." Ada kesedihan yang terpancar dari matanya. "Maaf, jika ayahanda membiarkan dirimu." Hati sang Prabu terasa sesak. "Terlalu lama berada di balik topeng ini nak."

"Tidak apa-apa ayahanda." Jaya Satria memberi hormat. "Nanda tidak akan menyalahkan ayahanda."

Jaya Satria tidak merasa keberatan, hatinya telah ikhlas menerima itu semua.

Kembali ke masa ini.

"Apa yang harus aku jelaskan pada mereka?." Ia malah bertanya-tanya pada dirinya sendiri. "Aku merasa bingung." Keluhnya. "Dengan hubungan mereka? Yang sangat aneh." Hatinya semakin gelisah. "Apa mungkin? Ayahanda memang menginginkan ini terjadi?." Pikirannya semakin kusut. "Tidak percaya pada anaknya yang lain? Sehingga ayahanda membiarkan cakara casugraha kembali ke istana ini?." Keluhnya lagi. "Juga membiarkan jaya satria, bekerja dibawah kepemimpinan cakara casugraha."

Begitu berat masalah yang sedang dipikirkan Putri Andhini Andita saat itu. Apakah yang akan ia lakukan dengan masalah rumit itu?. Simak dengan baik kisahnya.

...***...

Pondok pesantren.

Putri Agniasari Ariani terpaksa menarik tangan Nila Ayu agar menjauh dari mereka semua.

"Apa yang nimas lakukan?." Ucapnya heran. "Biarkan aku menghajar mereka semua!."

"Sudah lah nila ayu." Putri Agniasari Ariani tersenyum kecil. "Tidak ada gunanya bertengkar dengan mereka."

"Tapi?."

"Ingat kata guru dewi cantika." Putri Agniasari Ariani yang belum fasih, namun masih ingat dengan bacaan ayat itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Ya ayyuhallazina amanustainu bis sabri was salah, innallaha ma ashobirin

Artinya, “Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 153.)

"Hufh!." Nila Ayu mencoba mengatur nafasnya. "Walaupun nimas baru belajar beberapa hari?." Ucapnya. "Dan belum mengucapkan kalimat syahadat? Nimas telah memahami beberapa ayat." Nila Ayu sangat terkesan. "Terima kasih telah mengingatkan aku nimas."

"Aku hanya belajar devisanya saja." Putri Agniasari Ariani merasa seperti itu.

"Baiklah, kalau begitu?." Responnya. "Kita lanjutkan pembicaraan kita mengenai pesantren ini."

"Mari."

Setelah itu mereka kembali berkeliling sekitar kawasan pesantren.

Sementara itu di dalam pesantren.

"Nimas agniasari ariani sangat luar biasa sekali kakang." Dewi Cantika, nama guru yang mengajari santri wanita merasa kagum. "Dia belajar dengan sangat cepat, dan sangat cerdas."

"Benar-benar menggambarkan keturunan raja yang sangat hebat." Syekh Muhammad Arsyad juga dapat merasakan itu. "Namun aku tidak menduga, entah mimpi apa?." Lanjutnya. "Seorang putri Raja mau berguru? Dan ingin memeluk agama Islam?." Ucapnya heran. "Di pesantren kita ini nini."

"Ya, kakang benar." Dewi Cantika tersenyum kecil. "Sepertinya kita sedang bermimpi indah kakang Syekh." Lanjutnya. "Bermimpi untuk mencetak sejarah baru."

"Tapi kita harus berhati-hati mengajarinya nini." Balasnya. "Karena ia sangat cerdas." Matanya memperhatikan Putri Agniasari Ariani. "Jangan sampai ia menyalahgunakan ilmu, yang telah kita ajarkan padanya."

"Tentu saja kakang Syekh."

Mereka hanya cemas, jika Putri Agniasari Ariani hanya sekedar menguji kepintarannya saja?. Karena jarang ada seorang putri Raja yang mau belajar ilmu agama. Apalagi dari kerajaan yang sangat jauh, mereka merasa sangat heran. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisahnya. Next halaman.

...***...

Terpopuler

Comments

SoVay

SoVay

mantap bgt mah Mang Prabu... kerajaan sunda kuno memang ada yg muslim ada yg hindunya kan

2021-12-20

1

Koba

Koba

Ada... ayat sucinya juga!!

2021-11-21

1

nur fatimah

nur fatimah

lanjutttt🙃

2021-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!