KERUSUHAN DI KOTA RAJA

...***...

Pondok pesantren.

"Nimas, apakah kau yakin?." Tatapan matanya sangat serius. "Ingin memeluk agama Islam?."

Putri Agniasari Ariani menarik nafas dalam-dalam, meyakini dirinya.

"Karena-." Ucap Dewi Cantika sambil tersenyum. "Tidak ada paksaan sama sekali."

Bagaimana dengan tanggapan Putri Agniasari Ariani?.

...***...

Istana Kerajaan Suka Damai.

"Karena agama islam, bukanlah agama yang memaksa seseorang." Ucap Prabu Asmalaraya Arya Ardhana pada prajurit yang ikut mendengarkan penjelasan sang Prabu. "Untuk mengikuti apa saja, yang dilarang ataupun, yang disunnahkan."

Mereka semua mendengarkan dengan baik, apa yang telah disampaikan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Bahkan yang diwajibkan." Lanjut sang Prabu. "Agama islam adalah agama yang membawa perdamaian bagi siapapun." Jelas sang Prabu. "Bagi mereka yang meresapi makna kenikmatan-kenikmatan, yang memberikan ketenangan jiwa dan raga seseorang."

...***...

Pondok pesantren.

"Karena itulah nimas." Senyumannya begitu ramah. "Pikirkan baik-baik, nimas pelajari terlebih dahulu." Lanjutnya. "Tentang dasar agama Islam." Ucap Dewi Cantika dengan suara yang sangat lembut.

"Tentang dasar agama Islam?." Dalam hatinya.

"Jika nimas sudah mengerti? Baru lah saya akan mengajak nimas." Ucapnya lagi. "Menemui kanda muhammad sabar, untuk menuntun nimas, mengucap dua kalimat syahadat."

"Saya memang berniat mempelajarinya terlebih dahulu." Balasnya. "Sebab saat berada di istana, saya pernah mendengarkan rayi Prabu, melantunkan ayat-ayat suci Alquran."

"Mendengarkan ayat suci Al-Qur'an?." Dalam hatinya sangat heran.

"Saya sangat senang mendengarnya." Ia tersenyum kecil. "Hati saya terasa damai, tenang dan tentram." Ia mengungkapkan apa yang ia rasakan saat itu. "Karena saya tidak mau mengganggu rayi Prabu." Jelasnya. "Makanya saya pergi mencari seseorang, yang dapat mengajarkan saya tentang agama islam." Lanjutnya.

"Jadi? Keluarga nimas? Tidak semuanya beragama islam?." Dewi Cantika sedikit terkejut.

"Benar sekali nini." Jawabnya. Ia tidak menyembunyikan fakta itu. "Karena ayahanda dan ibunda kami." Lanjutnya. "Telah menganut agama hindu-budha sejak lahir." Jawabnya dengan jujur. "Jadi? Kami anak-anaknya, tentulah mengikutinya juga."

"Lalu? Bagaimana bisa?." Ucapnya aneh. "Gusti Prabu asmalaraya arya ardhana masuk islam?." Pikirannya seperti tidak sampai ke sana. "Jika saya boleh mengetahuinya."

"Saya juga tidak mengetahuinya dengan pasti." Jawabnya. "Namun ayahanda Prabu mendapatkan sebuah wangsit." Lanjutnya. "Bahwa untuk mengendalikan kekuatan kutukan, yang ada di dalam tubuh rayi Prabu." Hatinya terasa sedih. "Ia harus masuk agama islam, karena agama Islam." Ia menekan perasaan hatinya. "Agama yang mampu mengendalikan diri seseorang." Putri Agniasari Ariani mencoba tersenyum. "Meskipun saya tidak mengetahui, apakah itu benar atau tidak?."

Dewi Cantika tersenyum kecil menatap Putri Agniasari Ariani. "Semuanya tergantung niatnya saja." Balasnya. "Apakah ia benar-benar berniat? Ingin merubah dirinya ke arah yang lebih baik." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Atau ke arah keburukan."

"Ya, itu sangat benar." Respon Putri Agniasari Ariani.

"Tapi, setidaknya agama islam." Ucap Dewi Cantika. "Memang agama yang memberikan kedamaian, dalam diri seseorang." Lanjutnya. "Tetaplah bersabar di jalan Allah SWT." Dewi Cantika mencoba menjelaskan pada Putri Agniasari Ariani.

Apakah Putri Agniasari Ariani akan masuk agama Islam?. Temukan jawabannya.

...**...

Istana Kerajaan Suka Damai.

"Jika memang kalian ingin masuk agama Islam? Itu hal yang baik." Sang prabu tersenyum kecil menatap mereka semua. "Nanti akan saya carikan guru." Ucap sang Prabu. "Yang dapat membimbing kalian semua, masuk agama islam."

"Terima kasih Gusti Prabu."

Ucap mereka serentak, sambil memberi hormat pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Kalau begitu lanjutkan lanjutkan latihan." Mata sang Prabu tertuju pada sosok ibundanya. "Ada urusan yang harus saya selesaikan."

"Sandika Gusti Prabu."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana meninggalkan mereka, segera menuju ibundanya.

"Ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencium tangan ibundanya.

"Apakah nanda Prabu telah selesai?."

"Tentu saja ibunda." Jawab Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Apakah ibunda mengganggu nanda?."

"Sama sekali tidak ibunda." Sang Prabu tersenyum lembut. "Nanda senang, ibunda datang ke sini."

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Ratu Dewi Anindyaswari menuju istana Selatan.

"Apakah? Mereka mengganggu ibunda?." Tatapan mata sang Prabu sangat serius. "Ketika nanda belum kembali ke istana?."

Ratu Dewi Anindyaswari hanya bisa tersenyum saja, walaupun hatinya terasa pahit.

"Ibunda hanya bersabar." Ucap Ratu Dewi Anindyaswari. "Menunggu kepulangan nanda Prabu." Ungkapnya. "Ibunda sangat senang, saat mendengarkan suara nanda saat itu."

"Maaf ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa bersalah. "Saat itu, nanda mengalami luka yang cukup parah." Lanjut sang Prabu. "Sehingga nanda tidak bisa kembali, dalam waktu yang cepat."

"Ibunda sangat cemas." Ungkap Ratu Dewi Anindyaswari. "Ketika Senopati mandala sakuta berkata, menemukan pakaian robek di sana." Hatinya terasa sakit. "Mereka menyimpan, bahwa nanda telah tewas di sana."

"Alhamdulillah hirobbil 'alamiin." Respon Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Nanda masih selamat ibunda." Lanjut sang Prabu. "Karena bantuan dari Syekh guru, dan aki jarah setandan."

"Syukurlah kalau begitu." Hatinya merasa lega mendengarnya.

...***...

Kota Raja kerajaan Suka Damai.

Nini Kabut Bidadari, Putri Gempita Bhadrika, Semara Layana dan juga Mayang Sari saat ini berada di kota raja kerajaan Suka Damai. Saat ini mereka sedang berbaur dengan penduduk kota raja, mereka menyamar menjadi rakyat biasa. Agar tidak menimbulkan kecurigaan sama sekali.

"Apa yang akan kita lakukan setelah ini nini?." Putri Gempita Bhadrika memperhatikan sekitarnya. "Apakah nini punya saran?."

"Gusti Putri bisa mengamati sekitar." Jawabnya. "Bukalah mata Gusti, amati sekitar." Lanjutnya. "Manfaatkan pikiran pintar Gusti." Ucapnya dengan sangat santainya. "Jika  merasa tertarik? Maka lakukan."

"Itu bukanlah, jawaban yang aku inginkan." Raut wajahnya tampak cemberut. "Berikan aku sebuah ide bagus."

"Hamba ingin melihat." Responnya. "Seberapa pintar, putri dari Gusti Prabu wajendra bhadrika." Ia tersenyum lebar. "Dalam bertindak, bergerak, dan tidak mudah dikendalikan bawahannya."

"Heh!." Putri Gempita Bhadrika mendengus dingin. "Jadi? Nini ingin menguji kepintaran aku?."

"Anggap saja seperti itu Gusti."

"Baiklah." Balasnya. "Berikan aku waktu sebentar." Lanjutnya. "Untuk memikirkannya."

"Tentu saja."

Putri Gempita Bhadrika merasa tertantang, atas apa yang telah dikatakan oleh Nini Kabut Bidadari. Putri Gempita Bhadrika memperhatikan keadaan sekitar, dan mencoba memikirkannya.

"Sepertinya aku menemukan sesuatu yang menarik, untuk membuat keributan di sini nini."

"Benarkah?."

"Ya."

Putri Gempita melangkah pergi meninggalkan mereka. Dan ia mengeluarkan sekantong uang, yang ia simpan di kantong bajunya. setelah itu ia mengeraskan suaranya sambil berkata

"Pengumuman!." Ucapnya keras.

Tentu saja mereka yang mendengarkan itu langsung melihat ke arahnya.

"Namaku embun swarna."

"Wah? Apa itu?."

"Ayo kita lihat."

"Ya, ayo kita lihat."

"Ada apa Gusti?."

"Apakah ada sesuatu? Yang ingin disampaikan?."

"Aku seorang putri kadipaten." Jawabnya. "Aku sedang mencari seorang pengawal." Ia tersenyum ramah pada mereka. "Yang akan mengawalku sampai ke rumahku."

Mereka yang berkerumun di sana tampak berpikir.

"Apakah pihak istana?." Responnya. "Tidak memberikan pengawalan? Pada Gusti?."

"Saya hanya ingin pengawal, salah satu dari kalian saja."

"Kenapa?."

"Karena bayaran pengawalan istana." Jawabnya. "Sangat mahal." Lanjutnya. "Apakah kalian? Tidak bisa membantu aku?."

"Wah? Tentu saja Gusti."

Tentu saja itu menjadi daya tarik bagi mereka semua.

"Sepertinya dia tuan putri yang cukup pintar." Matanya memperhatikan itu. "Untuk bertualang di dunia luar."

Nini Kabut Bidadari cukup terkesan, dengan apa yang dilakukan oleh Putri Gempita Bhadrika, dalam melakukan hal yang menurutnya akan menyenangkan hatinya.

"Kalian berdua perhatikan baik-baik." Ia melirik ke arah Mayang Sari dan Semara Layana. "Apa yang akan ia lakukan, sebagai seorang putri raja kegelapan." Lanjutnya. "Yang memiliki ide-ide cemerlang, untuk membuat kerusuhan di suatu tempat."

"Ya, tentu saja nini." Mayang Sari memperhatikan itu dengan baik.

"Ini akan menjadi tontonan yang menarik." Dalam hati Semara Layana."

"Semoga saja, ini awal yang baik." Dalam hati Nini Kabut Bidadari.

...***...

Kaputren Istana Utama.

"Bagaimana mungkin?." Raden Gentala Giandra heran. "Dia bisa hidup?." Lanjutnya. "Keluar dari hutan taring belati raga." Ia menatap mereka. "Yang katanya bisa menyerap ilmu Kanuragan seseorang."

"Ya." Respon Putri Ambarsari. "Apa lagi musuhnya kejam, para rampok." Lanjutnya. "Mungkin saja, dia memiliki nyawa yang kuat." Ucapnya aneh. "Sehingga dia masih selamat."

"Aku rasa tidak seperti itu yunda, raka."

Tatapan mata mereka tertuju pada Putri Andhini Andita.

"Apa maksudnya itu rayi?."

"Coba jelaskan pada kami."

"Cakara casugraha." Jawabnya. "Dia pasti ditolong oleh orang misterius itu."

"Orang misterius?." Ulangnya. "Maksudmu orang bertopeng?."

"Benar raka." Jawabnya. Penampilannya sama persis." Lanjutnya. "Dengan orang yang menyelamatkan raka waktu itu." Putri Andhini Andita sangat yakin itu.

"Jadi maksudmu?." Responnya. "Rayi Prabu juga diselamatkan? Oleh orang bertopeng itu juga?."

"Bisa jadi seperti itu raka." Jawabnya. "Mengingat beberapa kali ia pernah menyelamatkan keluarga istana." Ia tampak berpikir. "Ada kemungkinan seperti itu itu yang terjadi."

Mereka sedang memikirkan ucapkan Putri Andhini Andita.

"Apalagi, aku pernah melihat orang bertopeng itu." Lanjutnya. "Beberapakali bersama ayahanda." Ucapnya heran. "Bisa jadi dia adalah orang kepercayaan ayahanda Prabu."

"Orang kepercayaan ayahanda Prabu?."

"Apakah itu mungkin?."

"Aku tidak pernah melihatnya." Ungkapnya. "Atau mendengar bahwa, mendiang Prabu bekerjasama dengan sosok asing."

"Kapan kau melihatnya rayi andhini andita?." Putri Ambarsari heran. "Coba jelaskan pada kami."

"Kita bisa mengambil kesimpulan." Ucap Raden Ganendra Garjhita. "Jika itu bisa kita gunakan." Lanjutnya. "Untuk menjatuhkan cakara casugraha."

"Dulu aku pernah melihat sosok itu." Jawabnya.  "Bersama ayahanda, dalam membereskan para pemberontak kerajaan." Lanjutnya. "Mungkin lebih tepatnya, dua tahun sebelum cakara casugraha kembali."

"Apakah itu mungkin saja cakara casugraha?."

"Itu tidak mungkin." Balasnya cepat. "Karena beberapa akhir-akhir ini." Ucap Putri Andhini Andita. "Aku melihatnya bersama cakara casugraha."

"Ya." Ucap Raden Hadyan Hastanta. "Dia bersama cakara casugraha." Lanjutnya. "Ketika orang bertopeng itu." Ia mengingat kejadian itu. "Mengantar aku ke istana ini."

"Jadi? Siapa dia sebenarnya?."

"Apa hubungannya dengan mendiang ayahanda Prabu?."

"Kenapa ia bisa dekat dengan cakara casugraha?."

"Rasanya kepalaku sakit, memikirkan masalah itu."

Untuk sesaat mereka terdiam, memikirkan apa yang akan dilakukan setelah ini?.

"Bagaimana? Kalau kita manfaatkan orang asing itu." Putri Andhini Andita menatap mereka. "Kita sebarkan informasi, bahwa sebenarnya." Lanjutnya. "Cakara casugraha, dia bekerjasama, dengan dukun." Ia tersenyum lebar. "Untuk mendapatkan tahta Kerajaan ini."

"Bagaimana? Kalau seandainya? Dia memang orang kepercayaan ayahanda Prabu?."

"Siapa yang mau percaya?." Balasnya. "Karena selama ini, kita pernah melihatnya secara kasat."

"Ya, ayahanda pun." Responnya. "Tidak pernah memperkenalkan pada kita."

"Baiklah." Responnya. "Kita akan bergerak, dengan menyebarkan informasi itu."

"Mari kita lakukan."

...***...

Kota Raja.

Ternyata suasana kota raja terlihat ramai, ada beberapa orang pemuda yang sedang adu tanding.

"Bertarung lah kalian dengan sepuasnya." Ucapnya keras. "Jika kalian menang? Maka kalian akan menjadi pengawal ku." Lanjutnya. "Dan aku akan membayar kalian, dengan seratus kepeng uang emas."

Putri Gempita Bhadrika menyoraki mereka yang sedang bertarung mati-matian. Mereka yang mendengarkan itu merasa bersemangat, begitu juga yang menontonnya. Menyaksikan ada dua sampai tiga orang pemuda, yang mencoba ilmu kanuragan mereka.

Sementara itu, Nini Kabut Bidadari yang memperhatikan itu tertawa kecil. Ia merasa lucu, dengan apa yang dilakukan oleh Putri Gempita Bhadrika, untuk memancing keributan di kota Raja.

"Aku tidak pernah melihat, ide gila seperti ini.  Ia berusaha menahan tawanya. "Yang dilakukan oleh seorang putri raja."

Nini Kabut Bidadari tidak dapat menyembunyikan tawanya, sedangkan Mayang Sari dan Semara Layana hanya tercengang melihat itu.

Namun ketika mereka sedang bertarung karena upah yang akan mereka terima, prajurit istana datang melerai mereka semua.

"Hentikan!." Teriaknya.

"Hah?."

Mereka terpaksa mundur, karena didatangi oleh prajurit istana.

"Apa yang sedang kalian lakukan?." Matanya memperhatikan keadaan sekitarnya. "Apakah kalian sedang kesurupan? Hah?!."

"Cehk!." Putri Gempita Bhadrika berdecak kesal. "Mengganggu saja."

"Tidakkah kalian sadar? Bahwa kalian telah membuat keributan?!." Lanjutnya. "Lihatlah sekitar kalian!." Ucap salah satu prajurit, dengan suara keras.

Mereka melihat sekitar, memang parah kerusakan yang ditimbulkan, akibat pertarungan mereka tadi.

"Hei!." Bentaknya keras. "Kalian prajurit! Tidak usah ikut campur!." Bentak Putri Gempita Bhadrika merasa kesal karena kesenangan yang ia lakukan berakhir begitu saja.

"Nyai." Balasnya. "Mengapa nyai? Malah memancing keributan di kota raja?." Lanjutnya. "Ini sangat berbahaya nyai." Prajurit tersebut mencoba untuk memperingati Putri Gempita Bhadrika.

"Kami tidak membuat keributan!." Bantahnya. "Kami hanya ingin adu tanding saja."

"Apa maksud nyai?." Responnya. "Berkata seperti itu?!."

"Aku hanya ingin mencari pengawal saja." Jawabnya. "Karena aku ingin kembali ke kadipaten." Lanjutnya. "Pihak istana, sama sekali tidak mau, memberikan pengawalan padaku!."

"Fitnah!." Bantahnya. "Gusti Prabu asmalaraya arya ardhana!." Tegasnya. "Selalu memberikan pengawalan, kepada siapapun saja!."

"Tuan membuat aku takut." Ucapnya dengan nada bergetar. "Tuan jahat sekali."

Deg!.

Prajurit itu sangat terkejut dengan ucapan Putri Gempita Bhadrika.

"Kau itu seorang prajurit!." Bentak seorang pemuda. "Tapi kau malah bersikap kasar! Pada seorang wanita!."

"Hajar saja dia!."

"Kalian!." Prajurit itu mundur beberapa langkah.

Ada beberapa orang pemuda yang mendekati prajurit itu, menghajarnya beramai-ramai.

Di saat itulah ada sosok bertopeng datang menghalau serangan yang datang ke arah prajurit.

Semara Layana yang mengenali orang itu, langsung menarik Putri Gempita Bhadrika dari sana. Ia tidak mau orang itu mengenali putri Gempita Bhadrika. Semara Layana juga bahkan, menyuruh Nini Kabut Bidadari dan Mayang Sari untuk bersembunyi sementara waktu.

"Hentikan!."

Orang bertopeng itu menyuruh mereka, menghentikan apa yang mereka lakukan. Suaranya terdengar keras, hingga mereka terkejut. Sehingga mereka menghentikan aksi melempari, dan menyakiti prajurit.

Mereka semua memperhatikan orang bertopeng itu, dengan tatapan aneh serta takut. Siapakah orang itu?. Apa hubungannya dengan prajurit istana?.

"Siapa orang ini? Kenapa tiba-tiba saja dia datang?." Dalam hati Putri Gempita Bhadrika sangat kesal.

Next.

...**...

Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!