PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA

...***...

Hutan Taring Belati Raga.

Duakh!.

"Eagkh!."

Terdengar suara teriakan yang sangat keras di sana, teriakan yang dipenuhi dengan kesakitan yang sangat luar biasa.

Prabu Asmalaraya Arya terkena jurus pukulan Telapak dewa kematian.

Sedangkan di saat yang bersamaan, Ki Dharma Seta juga terkena jurus cakar naga cakar petir milik Jaya Satria. Tubuh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana terlempar jauh, karena jurus itu agak berbeda mengandung hawa racun yang berbahaya.

Namun siapa sangka tubuh itu ditangkap oleh seorang laki-laki tua, yang belum mereka ketahui. Lalu bagaimana dengan Jaya Satria?. Tubuhnya juga ditangkap oleh seseorang?. Kenapa dengan Jaya Satria?. Tubuh Jaya Satria seperti terkena hantaman tak kasat mata.

Tubuhnya juga terlempar jauh, dan seseorang menangkap tubuh itu agar tidak terbentur pohon.

Sementara itu, Ki Dharma Seta yang terkena jurus mematikan milik Jaya Satria berteriak keras, seluruh tubuhnya seakan terkena sengatan petir yang sangat kuat, hingga tubuhnya seperti hangus terbakar.

"Aki dharma seta!." Mayang Sari dan Semara Layana yang lolos dari Kematian terkejut, melihat kondisi ketua mereka dan segera menghampirinya.

"Aki dharma seta!."

Mayang Sari melihat ketuanya yang sedang sekarat, sepertinya ketuanya itu tidak bisa diselamatkan lagi.

"Bangunlah ki!."

"Sudahlah mayang sari, mari kita tinggalkan tempat ini."

"Tapi, mereka-."

"Sudahlah!." Balasnya cepat. "Tidak ada gunanya menangisi mereka." Lanjutnya. nyawa kita juga akan mati, jika terlalu lama berada di hutan ini."

Semara Layana menyeret tangan Mayang Sari agar meninggalkan tempat itu. Hanya saja Mayang Sari tidak tega untuk meninggalkan ketuanya di sana tanpa menguburkan jenazahnya, juga dua orang temannya yang tewas, akibat serangan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tadi.

...***...

Istana kerajaan Suka Damai.

Bilik Putri Andhini Andita.

"Rasanya sangat menyesal, aku sama sekali tidak bisa belajar ilmu Kanuragan." Ucapnya dengan kesalnya. Ia kembali ke kamarnya, ia terlihat cemberut. "Hampir saja aku menjadi korban, karena membuntuti anak terkutuk itu." Hatinya sangat kesal dengan itu.

"Lagi-lagi kau terlihat cemberut rayi." Tiba-tiba Putri Ambarsari menyapa adiknya yang terlihat merungut. "Kali ini masalah apa lagi?."

"Yunda?."

"Maaf, aku masuk begitu saja."

"Yunda terlihat bersemangat sekali." Ia mengamati raut wajah kakaknya. "Apakah ada sesuatu yang menyenangkan?." Lanjutnya. "Apa yang yunda dapatkan?."

"Coba tebak?."

"Hm." Putri Andhini Andita mencoba berpikir. "Aku tidak mengetahuinya yunda."

"Hahaha!."

"Jangan tertawa yunda."

"Kau ini ya."

Putri Ambarsari berusaha menahan tawanya.

"Dengarkan aku rayi." Ucapnya. "Kami telah membuat rencana, untuk menyingkirkan rayi Prabu."

"Apa?." Ia sangat terkejut. "Kenapa yunda berkata seperti itu?." Hatinya gelisah. "Apakah itu tidak berbahaya?." Lanjutnya. "Menyingkirkan Raja sah?."

"Tenanglah rayi."

"Coba ceritakan yunda."

"Kami telah melakukan rencana pembunuhan." Ucapnya. "Menyewa pendekar pembunuh bayaran." Lanjutnya. "Itu dilakukan ketika ia hendak pergi ke hutan taring belati raga."

"Tapi?." Ucapnya aneh. "Bukankah? Ia juga akan berhadapan? Dengan banyak pendekar golongan hitam?." Lanjutnya. "Di hutan taring belati raga?." Hatinya merasa aneh. "Kenapa? Masih menyewa pendekar pembunuh bayaran?."

"Lebih cepat, lebih baik rayi." Jawabnya dengan penuh percaya diri. "Tidak perlu menunggunya sampai di sana."

"Tapi kenapa? Yunda dan raka tidak mengajakku?."  

Putri Ambarsari tersenyum kecil, ia mengelus rambut adiknya. "Kami hanya tidak ingin." Ucapnya lembut. "Adik kecil kami kenapa-kenapa." Lanjutnya. "Jika kau ikut dengan kami menemui pembunuh bayaran itu."

Tidak ada tanggapan dari Putri Andhini Andita, hatinya masih memikirkan hal yang lain.

"Kami berempat hanya menginginkan kau." Ucapnya lagi. "Yang nantinya menjadi rajanya."

Deg!.

Putri Andhini Andita terkejut mendengarnya.

"Kami berempat yang akan menjadi penggawamu yang setia" Lanjutnya lagi, dengan senyuman tulus.

"Apa-apaan ini?." Dalam hatinya benar-benar bingung. "Ini sangat aneh."

...***...

Sebuah pondok kecil.

"Demi dewata yang agung, aku tidak tega melihat keadaan mereka."

"Aku juga tidak tega melihatnya kakang."

Keduanya menghela nafas. Rasanya sesak, melihat Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, dan juga Jaya Satria terbaring lemah seperti ini.

"Semoga Allah SWT, selalu memberikan ketabahan pada keduanya kakang." Hatinya sangat sedih. "Rasanya aku gagal." Ungkapnya dengan perasaan sesak. "Aku malu pada mendiang gusti prabu kawiswara arya ragnala." Ucapnya dalam tangisnya.

"Setidaknya kita sudah berusaha adi Syekh." Balasnya. "Kita hanya menunggu reaksi obat saja." Matanya terus mengamati kondisi Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria. "Semoga dewata agung, masih menyayangi keduanya." Air matanya telah membasahi pipinya. "Memberikan kesembuhan pada Gusti Prabu."

"Semoga saja kakang." Syekh Asmawan Mulia menghapus air matanya. "Aku sangat berharap sekali." Ucapnya mencoba tegar. "Aku tidak akan memaafkan diriku." Hatinya terasa sakit. "Jika aku gagal melindunginya."

"Kuatkan hatimu adi Syekh." Aki Jarah Setandan menepuk pundak Syekh Asmawan Mulia. "Aku yakin keduanya adalah orang yang kuat." Ucapnya yakin. "Pasti ada keajaiban, bagi keduanya."

Keduamu tampak sangat cemas dengan apa yang terjadi pada Raden Cakara Casugraha.

"Sampurasun."

"Rampes."

"Gusti Prabu." Syekh Asmawan Mulia dan Aki Jarah Setandan memberi hormat.

"Terima kasih saya ucapkan." Sukma Prabu Kawiswara Arya Ragnala memberi hormat pada keduanya. "Pada kakang jarah setandan, juga adi Syekh asmawan mulia." Sang Prabu tersenyum kecil. "Karena telah menolong nanda cakara casugraha."

"Maafkan hamba Gusti Prabu." Syekh Asmawan Mulia memberi hormat. "Hamba gagal, dan tidak sempat." Ungkapnya. "Membantu nanda Prabu, dan menyelamatkannya."

"Kami terlambat datang." Ucap Aki Jarah Setandan. "Sehingga kondisi nanda Prabu, terluka parah seperti ini."

"Sungguh, maafkan kami Gusti Prabu."

Sukma Prabu Kawiswara Arya Ragnala memperhatikan keadaan kedua anaknya yang sedang terbaring di tempat tidur.

"Kakang jarah setandan, adi Syekh."

"Hamba Gusti." Kembali keduanya memberi hormat.

"Ini bukan salah kalian." Sukma Prabu Kawiswara Arya Ragnala tersenyum kecil. "Takdir memang tidak bisa kita hindari." Lanjut sang Prabu. "Kalian berdua, telah berusaha mengobatinya." Tatapan mata sang Prabu sangat tulus. "Terima kasih, telah mengobati nanda Prabu asmalaraya arya ardhana." Senyuman sang Prabu begitu lembut. "Tanpa adanya kalian berdua, nanda Prabu tidak akan bisa selamat."

"Oh? Gusti Prabu."

Syekh Asmawan Mulia dan Aki Jarah Setandan tidak dapat menahan air mata, ucapan Sukma Prabu Kawiswara Arya Ragnala sangat menyentuh hati keduanya.

...***...

Di desa Agung Setia.

"Mohon maaf sebelumnya." Ucapnya sambil memberi hormat. "Apakah hamba boleh bertanya Gusti Putri?."

"Apa yang hendak kau tanyakan rangga ulung?." Respon Putri Agniasari Ariani. "Tanyakan saja."

"Apa yang membuat Gusti Putri? Bisa sampai berada di kawasan ini?." Keningnya terlihat mengkerut aneh. "Apakah Gusti Putri? Hendak melakukan sesuatu?."

Putri Agniasari Ariani belum menjawabnya, ia memikirkan kembali tujuannya sampai ke desa itu.

"Sebenarnya aku hendak mengembara." Jawabnya. "Mencari seseorang yang bisa, mengajari aku tentang agama Islam."

"Gusti Putri ingin masuk Islam?."

"Ya." Jawabnya. "Aku ingin masuk Islam." Lanjutnya. "Aku ingin belajar mengenal sang pencipta." Tatapan matanya sangat jauh. "Aku ingin mengetahui semuanya."

"Keinginan Gusti Putri sangat berbeda sekali." Rangga Ulung tersenyum kecil. "Maaf, hamba tidak mengetahui." Kembali ia memberi hormat. "Siapa guru yang pantas? Untuk masalah itu."

"Tidak apa-apa." Balasnya. "Semoga saja, dalam pengembaraan yang aku lakukan." Lanjutnya. "Aku bisa menemukannya."

"Semoga Gusti Putri, menemukan apa? Yang Gusti Putri cari."

"Semoga saja." Putri Agniasari Ariani sangat senang mendengarnya.

...***...

Istana kerajaan Suka Damai, Istana Selatan.

Ratu Dewi Anindyaswari masih menunggu kepulangan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, hatinya belum usai mencemaskan keadaan anaknya.

"Putraku nanda cakara casugraha." Ratu Dewi Anindyaswari tidak bisa tenang. "Kenapa nanda belum kembali nak?." Matanya menatap ke halaman Istana. "Sebentar lagi malam akan datang." Hatinya terasa pedih. "Tapi kenapa? Nanda belum kembali?." Hatinya masih cemas, menunggu kedatangan anaknya.

Entah berapa kali Ratu Dewi Anindyaswari mondar-mandir di depan gerbang istana selatan.

"Mohon ampun Gusti Ratu." Seorang emban datang mendekati Ratu Dewi Anindyaswari sambil memberi hormat.

"Ada apa emban? Katakan padaku."

"Hamba telah menyiapkan makan malam untuk Gusti Ratu." Jawabnya. "Hamba harap Gusti Ratu memakannya sebelum dingin."

Ratu Dewi Anindyaswari memperhatikan emban tersebut. "Saat ini aku sangat gelisah." Balas Ratu Dewi Anindyaswari. "Aku tidak enak hati untuk makan." Lanjutnya. "Simpan saja makanan itu emban."

"Sandika Gusti Ratu."

Tanpa menunggu perintah lebih lanjut?. Emban tersebut pergi meninggalkan tempat itu, ia segera melakukan perintah Ratu Dewi Anindyaswari.

"Putraku?." Pikirannya masih tertuju pada anaknya. "Kembali lah nak." Hatinya seperti disayat sembilu tajam. "Semoga kau baik-baik saja nak." Ratu Dewi Anindyaswari hanya bisa menahan semua perasaaan sesak itu di hatinya.

...***...

Di bawah alam sadar Jaya Satria.

Ia seperti sedang bertemu dengan Gusti Prabu Kawiswara Arya Ragnala, sosok yang sangat ia rindukan.

"Gusti Prabu?."

Air matanya menetes deras dibalik topeng penutup wajahnya. Ia ingin sekali memeluk prabu Kawiswara Arya Ragnala. Namun ia tidak bisa melakukannya, karena saat ini kondisi tubuhnya sangat lemah, bahkan untuk bergerak sedikit saja tidak bisa.

"Tenanglah." Responnya dengan senyuman lembut. "Aku selalu bersamamu, di setiap langkahmu anakku." Prabu Kawiswara Arya Ragnala yang memeluk Jaya Satria, sang Prabu tidak tega melihat ketidakberdayaan Jaya Satria.

"Gusti Prabu, maafkan hamba." Jaya Satria menangis, karena tubuhnya sangat tidak bisa digerakkan.

"Tenanglah." Tangannya menghapus air mata Jaya Satria. "Aku yakin kau kuat, menghadapi masalah ini." Senyumannya mengembang begitu saja. "Karena kau orang yang kuat, dalam kondisi apapun." Sang Prabu memeluk erat tubuh itu, mengusap punggung itu penuh dengan kasih sayang, dan sesekali mencium puncak kepala Jaya Satria agar ia tenang.

"Gusti Prabu." Bibirnya bergetar ketika menyebut nama itu.

"Jangan menangis." Ucap Prabu Kawiswara Arya Ragnala sambil mengusap sayang kepala anaknya. "Walaupun keadaanmu terluka." Lanjut sang Prabu. "Tetapi menangis lah dengan bahagia." Perasaan sang Prabu sangat dalam. "Kau mampu mengendalikan kemarahan mu." Hati sang Prabu mencoba tegar. "Kau mampu melindunginya dengan baik." Prabu Kawiswara Arya Ragnala tahu, bagaimana kesedihan yang dirasakan oleh Jaya Satria saat ini.

"Hamba telah berusaha dengan baik." Dadanya terasa sesak. "Namun hamba, malah menyakitinya." Ia tidak dapat menyembunyikan perasaan pedih itu. "Dengan ketidakmampuan hamba, Gusti Prabu." Jaya Satri masih menangis terisak, ia merasa gagal melindungi prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

"Tidak." Bantah Prabu Kawiswara Arya Ragnala, menangkup wajah anaknya dengan lembut. "Ia baik-baik saja." Senyumannya begitu lembut. "Rasakan lah keadaannya di sini." Sang Prabu menunjuk ke arah dada kiri Jaya Satria. "Karena sesungguhnya kau dan dirinya, bisa saling terhubung." Lanjut sang Prabu. "Kau bisa mengetahui dirinya, melalui dirimu sendiri."

"Benarkah itu Gusti Prabu?." Ada harapan di hatinya. 'Apakah memang seperti itu yang terjadi?."

Suasana hatinya sangat gelisah. Perasaan bersalah telah menghantui dirinya, ia tidak bisa menghindari itu dengan baik.

"Percayalah." Respon sang Prabu. "Maka kau akan mengetahui kebenarannya."

Prabu Kawiswara Arya Ragnala, selalu meyakinkan Jaya Satria, agar percaya dengan apa yang ia katakan.

"Jangan bebani pikiranmu." Tangannya kembali mengelus sayang kepala Jaya Satria. "Dengan hal-hal yang menakutkan tentangnya."

Prabu Kawiswara Arya Ragnala mencium puncak kepala Jaya Satria, hatinya masih tetap sama. Cinta seorang ayah, terhadap anaknya.

...***...

Malam harinya.

Sesuai dengan rencana, Putri Agniasari Ariani dan Rangga Ulung melakukan rencana yang telah mereka buat.

Putri Agniasari Ariani berpura-pura menjadi gadis desa, ia memancing dua orang pendekar jahat untuk mengikutinya.

"Hei!." Cegatnya. "Sebenarnya? Kau ingin mau membawa kami ke mana?."

Putri Agniasari Ariani tersenyum kecil. "Aku akan membawa kalian ke neraka."

Deg!.

Keduanya sangat terkejut ketika melihat sosok mengerikan berdiri di belakang Putri Agniasari Ariani.

"Kurang ajar!." Umpatnya penuh amarah. "Ternyata kita ditipu kakang!."

"Kalau begitu?." Responnya. "Kita hajar saja mereka!."

Dengan perasaan marah yang luar biasa? Mereka menyerang Putri Agniasari Ariani dan Rangga Ulung, namun itu hanyalah sia-sia, karena mereka telah terkena pengaruh racun asap yang sangat mematikan. Dengan sangat mudahnya keduanya dapat dilumpuhkan.

"Apakah menurutmu ini cara yang baik?."

"Gusti Putri tidak tega melakukannya?."

"Tidak!." Responnya cepat. "Mereka bahkan tidak tega melakukan kejahatan!." Tegasnya. "Pada orang lain." Hatinya sangat benci. "Maka kita tidak boleh lembek pada mereka!."

"Baiklah." Balasnya. "Kalau begitu mari kita lanjutkan."

"Mari."

Putri Agniasari Ariani dan Rangga Ulung bersembunyi, mereka menunggu para penjahat itu masuk ke dalam desa. Mereka telah sepakat akan melakukan itu, walaupun tidak wajar?. Namun hanya itu satu-satunya cara agar mereka tidak masuk ke dalam desa, dan membunuh penduduk desa Agung Setia.

...***...

Di pinggir telaga warna bidadari.

Akhirnya putri Gempita Bhadrika sampai di telaga warna bidadari. Ia sangat senang, karena telah berada di tempat yang sudah lama ia cari.

"Aku harus segera mengambil airnya." Ucapnya dengan sangat yakin. "Agar ayahandaku bisa selamat dari kematian." Putri Gempita segera mengambil botol kecil, yang ia bawa untuk menyimpan air itu. Namun ketika ia hendak mengambil air itu, tiba-tiba ada sosok wanita yang melompat ke arahnya, mencegahnya mengambil air telaga warna bidadari.

"Hei! Siapa kau?!." Tegur wanita itu, yang tak lain adalah Nini Kabut Bidadari, yang terlihat marah padanya. "Siapa kau?!." Ulangnya lagi. "Berani sekali! Kau mengambil air itu! Tanpa izin dariku!."

Suara Nini Kabut Bidadari terdengar cukup keras, ia benar-benar tidak suka, ada yang masuk ke wilayahnya tanpa izin, apalagi mengambil air telaga warna bidadari.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku!." Balasnya penuh amarah. "Aku hanya membutuhkan air telaga ini!." Tegasnya. "Untuk menyembuhkan ayahandaku!." Hatinya terasa panas seketika. *Minggir kau!."

"Kau berani memasuki wilayah ini?." Matanya melotot tajam. "Dan kau berani menyuruh aku minggir?." Hatinya sangat tidak terima itu. "Apakah kau sudah tidak tahu sopan santun?." Kemarahannya sudah tidak bisa dikendalikan lagi. "Ketika masuk wilayah orang?! Hah?!." Nini kabut Bidadari sangat jengkel.

"Cerewet sekali wanita tua ini." Dalam hati Putri Gempita Bhadrika dengan jengkelnya.

"Siapa wanita muda ini?." Dalam hatinya heran. "Mengapa sorot matanya itu terlihat sedang dendam?." Dalam hatinya dapat menangkap bagaimana sorot mata Putri Gempita Bhadrika. "Hei! Kenapa kau diam saja?!." Entah kenapa ia sangat jengkel.

"Aku tidak perlu izin dari siapapun!." Balasnya cepat. "Untuk melakukan apapun!." Lanjutnya penuh amarah. "Karena aku ini!." Tegasnya dengan keras. "Adalah seorang putri penguasa di dunia kegelapan! Bahkan di dunia ini!." Balas Putri Gempita mengatakan dirinya adalah seorang putri dari seorang Raja penguasa?. Yang artinya ia berkuasa segala-galanya?.

"Kurang ajar!." Umpatnya kesal. "Kau memang harus aku beri pelajaran!." Ia tidak dapat lagi menahan dirinya. "Agar kau tahu!." Ucapnya penuh penegasan. "Tidak semuanya bisa kau kuasai!." Lanjutnya. "Termasuk air telaga warna bidadari ini!." Nini Kabut Bidadari benar-benar dibuat marah, oleh wanita muda itu.

Nini Kabut Bidadari menyerang Putri Gempita Bhadrika, yang menurutnya sangat tidak sopan, dan malah menyombongkan diri padanya. Apakah wanita muda ini ingin merasakan jurus mematikan miliknya?.

Pertarungan terjadi diantara mereka berdua. Nini Kabut Bidadari menyerangnya, dengan memberikan pukulan ke arah tubuh kiri Putri Gempita Bhadrika.

Namun putri Gempita Bhadrika, tidak membiarkan diserang. Ia menangkis serangan yang datang padanya,  ia malah menyerang balik Nini Kabut Bidadari, dengan menggunakan pedang yang ia bawa sebagai senjatanya.

Sedangkan Nini Kabut Bidadari mencabut salah satu daun itu, dan ia mengubah daun itu menjadi sebuah senjata berupa cambuk. Apakah pertarungan mereka akan berlangsung seru?. Baca terus ceritanya.

......***......

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memacu cepat kudanya. Namun ditengah perjalanan, ia dicegat oleh dua orang pendekar yang berlagak sombong. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sedikit terkejut, begitu juga dengan kuda yang ia tunggangi. Hampir saja ia jatuh dari kudanya jika saja ia tidak memegang kuat tali pengekang kudanya.

"Turun kau!." Ucap salah satu dari mereka dengan suara keras.

Sementara sang Prabu sedang berusaha, untuk menenangkan kudanya yang terkejut, karena kehadiran mereka yang mendadak. Setelah kudanya tenang, sang Prabu turun dari kudanya, dan mengikat kudanya agar tidak melarikan diri nantinya.

"Apa yang kalian inginkan dariku?." Sang Prabu masih bersikap biasa saja. "Hingga kalian mencegat perjalananku kisanak?."

Dan mereka saling bertatapan satu sama lain, setelah itu mereka tertawa keras?. Tentunya membuat sang Prabu kebingungan, apa yang mereka tertawakan?. Apakah ada yang lucu dengan ucapannya tadi?. Namun kebingungan sang prabu terjawab karena ucapan salah satu dari mereka.

"Kami menginginkan kematianmu!."

"Kau harus segera mati di sini!."

Suara itu semakin tinggi, apalagi saat mengatakan menginginkan kematian sang prabu, setelah itu mereka kembali tertawa aneh.

"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa aneh dengan sikap mereka, sang Prabu sedikit menghela nafasnya dengan pelan. "Allah SWT yang telah menciptakan aku." Ucap sang Prabu. "Namun belum menginginkan kematianku." Lanjut sang Prabu. "Tapi mengapa? Manusia seperti kalian? Malah menginginkan kematianku?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menatap mereka dengan aneh. "Apa salahku pada kalian?."

"Banyak bicara kau!." Balasnya. "Prabu asmalaraya arya ardhana." Ucap salah satu dari mereka dengan nada membentak. "Banyak yang akan kami tuntut darimu!."

"Ya Allah, siapa mereka?." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat waspada. "Mengapa mereka mengenali hamba?." Dalam hati sang Prabu sangat heran. "Bahkan ketika hamba mengenakan topeng seperti ini?." Dalam hati prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa cemas.

Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak mengerti, padahal tujuannya mengenakan topeng ini adalah agar dirinya tidak dikenali, namun siapa sangka ada yang mengenalinya?. Apakah mereka orang yang sengaja membututi dirinya dari istana?.

"Siapa yang kalian maksudkan?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana masih terlihat tenang. A"ku ini hanyalah seorang pengembara." Lanjut sang Prabu. "Yang ingin meneruskan perjalanannya." Senyuman ramah masih terlihat darinya, walaupun setengah dari wajahnya tertutup oleh topeng hitam. "Sepertinya kalian salah orang."

Prabu Asmalaraya Arya mencoba mengelabui mereka, akan tetapi. Tetap saja mereka tidak percaya, dan malah semakin menertawakan sang prabu?.

"Kami tahu kau siapa?!." Mereka malah semakin membentak Prabu Asmalaraya Arya Ardhana?. "Tidak usah berlagak lagi!." Lanjutnya. "Karena sebentar lagi, kau akan mati ditangan kami."

"Serang saja dia!."

"Kau akan mati di sini cakara casugraha!."

Setelah berkata seperti itu, mereka berdua malah menyerang sang Prabu, beruntung Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang menyadari serangan itu, dengan cepat menghindarinya, bahkan membalas serangan kedua pendekar itu.

"Aku rasa mereka ini adalah orang suruhan." Dalam hati sang Prabu. "Jika tidak? Mana mungkin mereka mengenali aku." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memikirkan kemungkinan itu, mengapa mereka menyerang dirinya, sementara belum banyak mengetahui sosoknya yang sekarang. prabu Asmalaraya Arya Ardhana  kembali menyerang dengan jurus-jurusnya, karena ia sedang terburu-buru.

"Jaya Satria." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana semakin gelisah. "Tunggulah aku barang sebentar." Sang Prabu berusaha melawan mereka. "Aku akan segera ke sana, setelah aku berhasil mengalahkan mereka!." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memainkan jurus Cakar Naga Cakar Petir, untuk mempercepat pertarungan, disertai dengan pedang pelebur Sukma. "Jadi aku mohon, bertahanlah."

Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana berusaha, agar tidak membuang-buang waktu, hanya untuk meladeni kedua penjahat itu. Tapi sayangnya, tidak semudah itu melewati kedua orang itu karena mereka memiliki ilmu kanuragan yang cukup mempuni.

Berbagai serangan yang ia terima. Mulai hantaman, tendangan, baik pukulan ia terima dari keduanya disaat yang bersamaan. Seakan mereka ingin memecahkan konsentrasi prabu Asmalaraya Arya Ardhana.

Pertarungan itu terasa cukup lama, membuat sang Prabu merasa gusar, karena memikirkan keadaan Jaya Satria. Apakah ia masih bisa bertahan, sebelum ia sampai ke sana?. Pikiran buruknya mendadak keluar begitu saja.

"Jaya Satria, bertahanlah!."

Teriaknya sekuat tenaga, hingga tanpa sadar tubuh itu terbangun?. Terbangun dengan cepat?. Apakah yang terjadi?. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana terkejut, hingga terbangun?.

Begitu juga dengan raga Jaya Satria yang tadinya duduk malah mendadak bangun karena terkejut. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana melihat ke samping kanannya, namun tidak menemukan siapapun.

Saat menoleh ke arah kiri, matanya melihat sosok yang mengenakan topeng, juga duduk disampingnya. Entah mengapa hatinya merasa lega melihat sosok itu, hingga tanpa sadar memeluknya, membuat Jaya Satria sedikit heran.

"Gusti Prabu?!."

"Jaya Satria?!."

Apa yang akan terjadi berikutnya?. Baca terus ceritanya.

...***...

Putri Agniasari Ariani dan Rangga Ulung kembali beraksi, keduanya benar-benar melakukan tugas itu dengan sangat baik, tidak mereka beri kesempatan pada para pendekar jahat itu melawan.

"Kurang ajar!." Dengan keadaan yang hampir sekarat?. Ia masih melihat musuhnya. "Kalian memang pengecut!." Suaranya hampir tidak bisa didengar.

"Maaf saja." Balasnya. "Kami tidak memiliki waktu yang banyak." Lanjutnya. "Untuk bertarung dengan kalian." Putri Agniasari Ariani mencoba menekan perasaan iba di hatinya.

"Itu adalah hukuman yang pantas! Untuk kalian." Rangga Ulung menatap tajam ke arah mereka. "Kalian yang telah melanggar perjanjian!." Ucapnya keras. "Dengan mendiang Gusti Prabu kawiswara arya ragnala!." Tegasnya. "Maka terima hukuman ini dari kami!."

Namun setelah itu tidak ada lagi tanggapan dari mereka, karena racun asap itu sangat ganas, bukan hanya menggerogoti pakaian, racun itu juga menggerogoti tubuh mereka. Sehingga mereka tidak dapat melawan, tenaga mereka terkuras habis oleh racun ganas itu.

"Dengan ini tugas kita telah selesai." Ia tersenyum puas. "Dan penduduk desa akan kembali aman." Rangga Ulung menatap mereka yang sudah pindah alam?.

"Kalau begitu." Balasnya. "Kita panggil kepala desa." Ia tersenyum kecil. "Kita kubur mereka malam ini juga."

"Ya, tidak baik menunggu sampai besok." Responnya. "Akan berbahaya, jika anak-anak melihat pemandangan mengerikan ini."

"Kalau begitu?." Balasnya. "Mari kita segera ke rumah kepala desa."

"Mari Gusti Putri."

Keduanya segera pergi meninggalkan perbatasan desa, mereka tidak mau berlama-lama.

"Sepertinya ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama." Ucapnya. "Hamba harap Gusti langsung istirahat saja." Rangga Ulung melirik ke arah Putri Agniasari Ariani. "Sisanya serahkan pada hamba." Lanjutnya lagi. "Karena ini sudah tengah malam." Ia mengamati keadaan sekitarnya. "Hamba akan mengantar Gusti, menuju tempat penginapan di desa."

"Baiklah kalau begitu." Putri Agniasari Ariani tersenyum kecil. "Mohon bantuannya rangga ulung."

"Sandika Gusti Putri."

"Kau juga istirahat lah." Balasnya. "Setelah melakukan semua pekerjaan merepotkan itu."

"Tentu saja Gusti Putri, hehehe!." Rangga Ulung malah terkekeh geli mendengarkan ucapan Putri Agniasari Ariani. "Gusti Putri agniasari ariani ternyata bisa diajak bercanda." Dalam hatinya tidak menduga itu, ia pikir akan berbicara kaku dengan Putri Agniasari Ariani.

Hanya itu yang bisa dilakukan untuk melindungi desa, apakah tidak apa-apa?. Hanya waktu yang akan menjawab semua pertanyaan itu.

Bagaimana kisah selanjutnya?. Apa yang akan dilakukan Putri Agniasari Ariani selanjutnya?. Simak dengan baik kisahnya..

...***...

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

apakah kembar mereka

2024-09-03

0

SoVay

SoVay

masih nunggu konfirmasi dr editor lg

2021-12-18

1

lihat semua
Episodes
1 KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2 RAJA BARU
3 TERPILIHNYA RAJA BARU
4 PERDEBATAN
5 RACUN
6 SOSOK MISTERIUS
7 TUDUHAN
8 PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9 MENYELESAIKAN MASALAH
10 KEPUTUSAN SANG PRABU
11 HUTAN TARING BELATI RAGA
12 PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13 KABAR DUKA
14 KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15 KEPULANGAN SANG PRABU
16 KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17 SIDANG DI ISTANA
18 RASA PENASARAN
19 SYAIR PEMIKAT
20 PERTARUNGAN SENGIT
21 RENCANA JAHAT
22 KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23 TULUS DAN KESUNGGUHAN
24 PUTRI ANDHINI ANDITA
25 PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26 KEJAHATAN GAIB
27 JAMUAN
28 KECURANGAN PERTARUNGAN
29 TAHTA YANG SAH
30 KEPUTUSAN YANG BERAT
31 PERSIAPAN PERANG
32 PERANG DIMULAI
33 SITUASI PERANG
34 YANG BERPERANG
35 KEMARAHAN DAN BENCI
36 KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38 PRABU RAHWANA BIMANTARA
39 MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40 BERSABAR DALAM KESAKITAN
41 KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42 KAKEK MISTERIUS
43 KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44 PERASAAN CEMAS
45 KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46 JAYA SATRIA DISERANG
47 KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48 KEADAAN JAYA SATRIA
49 KESEMBUHAN DUA INSAN
50 JAYA SATRIA
51 PERSIAPAN
52 PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54 PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55 DIBALIK ALASAN
56 KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57 KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58 RENCANA DAN INGATAN
59 JANJI DAN KEINGINAN
60 DENDAM MASA LALU
61 KESESATAN YANG NYATA
62 KESALAHAN MASA LALU
63 PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64 PATUH PADA ORANGTUA
65 PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66 ANCAMAN SANG PRABU
67 KEMARAHAN JAYA SATRIA
68 BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69 PEMBERONTAKAN
70 JALAN KELUAR
71 ILMU YANG BERMANFAAT
72 KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73 PERASAAN HATI
74 KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75 MASALAH YANG TERJADI
76 MIMPI
77 DILUAR DUGAAN
78 PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79 PEDANG PANGGILAN JIWA
80 RATU ARDININGRUM BINTARI
81 KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82 GEJOLAK HATI
83 DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84 PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85 JAYA SATRIA?
86 PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87 AMARAH DIHATI
88 KEGELAPAN TELAH DATANG
89 PEDANG PELEBUR SUKMA
90 PERTARUNGAN BATIN
91 LUKA YANG SAMA?
92 KELEMAHAN SANG PRABU?.
93 PERTARUNGAN DAHSYAT
94 RISIKO
95 KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96 GUNDAH KARENA SESUATU
97 PERASAAN CEMAS
98 KABAR BURUK
99 KENAPA SEPERTI ITU?
100 PETUNJUK
101 PANGGILAN
102 JAWABAN
103 MENEKAN PERASAAN HATI
104 USAHA MEREKA
105 KASIH SAYANG YANG TULUS
106 KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107 SANGAT MENGEJUTKAN
108 INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109 PERUBAHAN SIKAP
110 TUJUAN
111 KEMARAHAN
112 KETETAPAN HATI
113 KEKUATAN BANTUAN
114 KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115 HATI YANG GELISAH
116 BERUSAHA DENGAN BAIK
117 TEKAD YANG KUAT
118 MEMANCING AMARAH
119 SEMAKIN MARAH
120 BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121 INGIN BERUBAH
122 HASRAT YANG MENGGEBU
123 JANGAN SOMBONG
124 PERASAAN CEMAS
125 ADA YANG ANEH
126 HAL YANG TERSEMBUNYI
127 JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128 MEMASTIKAN SEMUA
129 PERLAWANAN YANG KUAT
130 SUASANA PERTARUNGAN
131 MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132 MEREKA YANG BERMASALAH
133 PILIHAN YANG SULIT
134 MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135 DAPAT MELIHATNYA?
136 HANYA ITU SAJA
137 SAUDARA?
138 YANG DIBAYANGKAN
139 KEMBALI KE ISTANA
140 KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141 KERUSUHAN DAN LAMARAN
142 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143 UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144 MENGALAHKAN DAN ANEH
145 KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146 HAL YANG SANGAT PENTING
147 WASPADA TERHADAP SESUATU
148 GETARAN AMARAH
149 PERASAAN YANG KUAT
150 AIR MATA KESEDIHAN
151 PIKIRAN DAN CINTA?
152 KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153 KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154 TANGISAN KESEDIHAN
155 TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156 TIDAK PERLU DIPERJELAS
157 HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158 PELAJARAN YANG BERHARGA
159 RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160 ALASAN MENJADI RAJA?
161 MASALAH BARU?
162 HATI YANG KUAT
163 TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164 DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165 RASAKAN KEMARAHANKU
166 JANGAN DENGARKAN MEREKA
167 MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168 KENAPA BERBOHONG?
169 INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170 TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171 KERESAHAN HATI YANG LARA
172 KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173 KESEDIHAN HATI
174 HUBUNGAN YANG TERJALIN
175 DIJODOHKAN?
176 SUASANA HATI
177 MASA YANG TELAH DILALUI
178 GEJOLAK PERANG DI HATI
179 JIKA KAU INGIN ITU
180 HILANGNYA PERASAAN HATI
181 APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182 SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183 KABAR YANG MENGEJUTKAN
184 KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185 KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186 RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187 HUKUMAN MATI
188 MENGUATKAN HATI YANG LARA
189 SUASANA HATI MEREKA
190 KENAPA BISA?
191 PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192 RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193 KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194 PERTANDA APA ITU?
195 SIAPA ORANG ASING ITU?
196 MIMPI YANG SANGAT BURUK
197 APA YANG KAU KETAHUI?
198 MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199 KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200 APAKAH ITU BENAR?
201 MASIH MENJADI MISTERI
202 JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203 INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204 GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205 PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206 JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207 TERUS BERUSAHA
208 RASANYA BUKAN DIA
209 NAMA JAYA SATRIA
210 MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211 BENARKAH BISA KEMBALI?
212 RASA SAKIT DI HATI
213 SUDAH DITENTUKAN
214 PENJELASAN YANG ANEH
215 ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216 SANGAT PEMARAH SEKALI
217 KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218 TAMU JAUH
219 PERMASALAHAN SUASANA HATI
220 PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221 PENDENGAR YANG BAIK
222 ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223 PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224 JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225 KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226 MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227 MARAH YANG BERLEBIHAN
228 BERHASIL DENGAN BAIK
229 KYAI YANG DIBURU
230 MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231 PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232 SANGAT MENYENTUH HATI
233 MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234 BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235 PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236 DENGARKAN DENGAN BAIK
237 GAGAL UNTUK BERSAMA
238 SAKIT, MEMANG SAKIT
239 KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240 SEMAKIN PARAH
241 MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242 SEDANG BERUSAHA
243 SIAPA DIA?
244 KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245 ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246 APAKAH ITU BENAR?
247 GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248 JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249 BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250 PEMBUKTIAN?
251 APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252 SALAM PERPISAHAN
253 MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254 MENERAPKAN PILIHAN HATI
255 JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256 SIKAP KERAS HATI
257 SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258 PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259 BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260 TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261 TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262 ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263 PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264 KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265 BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266 IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267 MALAH JADI TAKUT
268 MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269 SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270 MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271 GONCANGAN HATI
272 SAKIT YANG MENUSUK HATI
273 KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274 MEMANG TIDAK BISA
275 MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276 UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277 MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278 PERASAAN YANG KUAT
279 GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280 HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281 KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282 MARI KITA BICARA
283 MENGUJI KESABARAN HATI?
284 HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285 BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286 BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287 MENURUTI KEINGINAN HATI
288 BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289 KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291 SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292 MEMASUKI ALAM SUKMA
293 MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294 MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295 DESA GAIB
296 KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297 MENGGANJAL DI HATI
298 KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299 SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300 KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301 DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302 TAKDIR YANG DIJALANI
303 KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304 YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305 PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306 HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307 PERMOHONAN
308 PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309 PASAR KOTA RAJA
310 KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311 AKAR PERMASALAHANNYA
312 HATI YANG INGIN BERONTAK
313 DENGARKAN DENGAN BAIK
314 MASIH ADA HARAPAN
315 MEMPERSIAPKAN DIRI
316 HATI YANG MENENTUKAN
317 TIDAK MUDAH GOYAH
318 APA YANG DICEMASKAN?
319 APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320 APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321 AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322 MENGATUR EMOSI JIWA
323 APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324 MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325 KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326 PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327 PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328 KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329 KEKUATAN YANG DAHSYAT
330 KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331 MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332 SIAPA YANG BERANI?
333 GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334 GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335 PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336 KETANGGUHAN HATI
337 PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338 TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339 KENAPA MEREKA BISA ADA?
340 KARMA YANG DIDAPATKAN
341 SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342 AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343 KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344 JANGAN TANYA KENAPA?
345 MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346 MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347 HATI YANG TERLUKA
348 KUATKAN HATI SANG PRABU
349 TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350 PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351 APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352 TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353 HARAPAN YANG BAIK
354 LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355 HARUSKAH SEPERTI ITU?
356 ADA YANG TIDAK BERES
357 HATI YANG TERLUKA PARAH
358 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359 MENJAGA PERASAAN HATI
360 APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361 ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362 DIA SEORANG RAJA?
363 GEJOLAK AMARAH
364 KASIH SAYANG YANG DALAM
365 SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366 MENGERIKAN SEKALI
367 HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368 APA YANG KAU LIHAT?
369 MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370 AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371 KAU MAU APA SEBENARNYA?
372 MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI
Episodes

Updated 372 Episodes

1
KEPERGIAN PRABU KAWISWARA ARYA RAGNALA
2
RAJA BARU
3
TERPILIHNYA RAJA BARU
4
PERDEBATAN
5
RACUN
6
SOSOK MISTERIUS
7
TUDUHAN
8
PERTARUNGAN JAYA SATRIA
9
MENYELESAIKAN MASALAH
10
KEPUTUSAN SANG PRABU
11
HUTAN TARING BELATI RAGA
12
PRABU ASMALARAYA ARYA DAN JAYA SATRIA
13
KABAR DUKA
14
KESEMBUHAN SANG PRABU?.
15
KEPULANGAN SANG PRABU
16
KERUSUHAN DI KOTA RAJA
17
SIDANG DI ISTANA
18
RASA PENASARAN
19
SYAIR PEMIKAT
20
PERTARUNGAN SENGIT
21
RENCANA JAHAT
22
KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG
23
TULUS DAN KESUNGGUHAN
24
PUTRI ANDHINI ANDITA
25
PENGLIHATANNYA TENTANG RAJA
26
KEJAHATAN GAIB
27
JAMUAN
28
KECURANGAN PERTARUNGAN
29
TAHTA YANG SAH
30
KEPUTUSAN YANG BERAT
31
PERSIAPAN PERANG
32
PERANG DIMULAI
33
SITUASI PERANG
34
YANG BERPERANG
35
KEMARAHAN DAN BENCI
36
KEBENCIAN DAN KASIH SAYANG
37
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
38
PRABU RAHWANA BIMANTARA
39
MEMAAFKAN DAN KEBAIKAN HATI
40
BERSABAR DALAM KESAKITAN
41
KEPULANGAN RATU DEWI ANINDYASWARI
42
KAKEK MISTERIUS
43
KEGELISAHAN DAN KEJADIAN
44
PERASAAN CEMAS
45
KEADAAN SANG PRABU DAN JAYA SATRIA
46
JAYA SATRIA DISERANG
47
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
48
KEADAAN JAYA SATRIA
49
KESEMBUHAN DUA INSAN
50
JAYA SATRIA
51
PERSIAPAN
52
PERTARUNGAN DI KERAJAAN KEGELAPAN
53
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
54
PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA DAN JAYA SATRIA
55
DIBALIK ALASAN
56
KASIH SAYANG DAN KERINDUAN
57
KEKUATAN BATIN SEORANG IBU
58
RENCANA DAN INGATAN
59
JANJI DAN KEINGINAN
60
DENDAM MASA LALU
61
KESESATAN YANG NYATA
62
KESALAHAN MASA LALU
63
PERTARUNGAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
64
PATUH PADA ORANGTUA
65
PENDEKAR PEMBURU BENDA PUSAKA
66
ANCAMAN SANG PRABU
67
KEMARAHAN JAYA SATRIA
68
BENDA PUSAKA DAN TUANNYA
69
PEMBERONTAKAN
70
JALAN KELUAR
71
ILMU YANG BERMANFAAT
72
KEDATANGAN PUTRI AMBARSARI
73
PERASAAN HATI
74
KEADAAN KERAJAAN MEKAR JAYA
75
MASALAH YANG TERJADI
76
MIMPI
77
DILUAR DUGAAN
78
PERTARUNGAN DI KOTA RAJA
79
PEDANG PANGGILAN JIWA
80
RATU ARDININGRUM BINTARI
81
KEPULANGAN PRABU RAHWANA BIMANTARA
82
GEJOLAK HATI
83
DIMENSI WAKTU, PEDANG PELEBUR SUKMA
84
PERTARUNGAN TANPA AMPUN
85
JAYA SATRIA?
86
PESAN DARI LANGITYA SUKMANA
87
AMARAH DIHATI
88
KEGELAPAN TELAH DATANG
89
PEDANG PELEBUR SUKMA
90
PERTARUNGAN BATIN
91
LUKA YANG SAMA?
92
KELEMAHAN SANG PRABU?.
93
PERTARUNGAN DAHSYAT
94
RISIKO
95
KONDISI SETELAH PERTARUNGAN
96
GUNDAH KARENA SESUATU
97
PERASAAN CEMAS
98
KABAR BURUK
99
KENAPA SEPERTI ITU?
100
PETUNJUK
101
PANGGILAN
102
JAWABAN
103
MENEKAN PERASAAN HATI
104
USAHA MEREKA
105
KASIH SAYANG YANG TULUS
106
KEBAHAGIAAN DAN DENDAM
107
SANGAT MENGEJUTKAN
108
INGATAN NYAI BESTARI DHATU
109
PERUBAHAN SIKAP
110
TUJUAN
111
KEMARAHAN
112
KETETAPAN HATI
113
KEKUATAN BANTUAN
114
KEGUNDAHAN DAN KASIH SAYANG
115
HATI YANG GELISAH
116
BERUSAHA DENGAN BAIK
117
TEKAD YANG KUAT
118
MEMANCING AMARAH
119
SEMAKIN MARAH
120
BUKAN KEPUTUSAN BIASA
121
INGIN BERUBAH
122
HASRAT YANG MENGGEBU
123
JANGAN SOMBONG
124
PERASAAN CEMAS
125
ADA YANG ANEH
126
HAL YANG TERSEMBUNYI
127
JANGAN TERLALU BERPIKIRAN BURUK
128
MEMASTIKAN SEMUA
129
PERLAWANAN YANG KUAT
130
SUASANA PERTARUNGAN
131
MAHA PEMILIK KEKUASAAN
132
MEREKA YANG BERMASALAH
133
PILIHAN YANG SULIT
134
MENGOBATI PRABU MAHESWARA JUMANTA
135
DAPAT MELIHATNYA?
136
HANYA ITU SAJA
137
SAUDARA?
138
YANG DIBAYANGKAN
139
KEMBALI KE ISTANA
140
KEGELISAHAN DAN HARAPAN
141
KERUSUHAN DAN LAMARAN
142
KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
143
UCAPAN YANG MENYAKITKAN
144
MENGALAHKAN DAN ANEH
145
KETAKUTAN AKAN KEHILANGAN
146
HAL YANG SANGAT PENTING
147
WASPADA TERHADAP SESUATU
148
GETARAN AMARAH
149
PERASAAN YANG KUAT
150
AIR MATA KESEDIHAN
151
PIKIRAN DAN CINTA?
152
KESEDIHAN RATU DEWI ANINDYASWARI
153
KUTUKAN RADEN CAKARA CASUGRAHA
154
TANGISAN KESEDIHAN
155
TIDAK ADA PERASAAN KAH?
156
TIDAK PERLU DIPERJELAS
157
HANYA RAHASIA DI DALAM HATI
158
PELAJARAN YANG BERHARGA
159
RADEN CAKARA CASUGRAHA KEMBALI
160
ALASAN MENJADI RAJA?
161
MASALAH BARU?
162
HATI YANG KUAT
163
TIDAK GOYAH BEGITU SAJA
164
DALAM AMARAH YANG DIRASAKAN
165
RASAKAN KEMARAHANKU
166
JANGAN DENGARKAN MEREKA
167
MASA LALU YANG PERNAH DILALUI
168
KENAPA BERBOHONG?
169
INGATAN MASA LALU YANG TIDAK BISA DILUPAKAN
170
TIDAK BISA SEPERTI ITU.
171
KERESAHAN HATI YANG LARA
172
KEPERCAYAAN YANG SANGAT KUAT
173
KESEDIHAN HATI
174
HUBUNGAN YANG TERJALIN
175
DIJODOHKAN?
176
SUASANA HATI
177
MASA YANG TELAH DILALUI
178
GEJOLAK PERANG DI HATI
179
JIKA KAU INGIN ITU
180
HILANGNYA PERASAAN HATI
181
APAKAH AKU MELAKUKANNYA
182
SAKIT, SAMPAI KE ULU HATI
183
KABAR YANG MENGEJUTKAN
184
KERAGUAN, SIAPA YANG BERHAK
185
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
186
RATU AGUNG KERAJAAN MEKAR JAYA
187
HUKUMAN MATI
188
MENGUATKAN HATI YANG LARA
189
SUASANA HATI MEREKA
190
KENAPA BISA?
191
PERTEMUAN YANG MENGEJUTKAN
192
RASA PENASARAN YANG MENGGELITIK HATI
193
KISAH PUTRI AGNIASARI ARIANI
194
PERTANDA APA ITU?
195
SIAPA ORANG ASING ITU?
196
MIMPI YANG SANGAT BURUK
197
APA YANG KAU KETAHUI?
198
MENGUAK RAHASIA SANG PRABU
199
KATAKAN SELAMAT TINGGAL
200
APAKAH ITU BENAR?
201
MASIH MENJADI MISTERI
202
JANGAN COBA-COBA BERKHIANAT
203
INGIN MENDENGARKAN KISAH TENTANGNYA
204
GEJOLAK AMARAH YANG DIRASAKAN
205
PEDANG SUKMA MAGA PEMBELAH BUMI
206
JURUS CAKAR NAGA CAKAR PETIR
207
TERUS BERUSAHA
208
RASANYA BUKAN DIA
209
NAMA JAYA SATRIA
210
MUSTIKA NAGA MERAH DELIMA
211
BENARKAH BISA KEMBALI?
212
RASA SAKIT DI HATI
213
SUDAH DITENTUKAN
214
PENJELASAN YANG ANEH
215
ADA KECEMASAN DI DALAM HATI
216
SANGAT PEMARAH SEKALI
217
KERESAHAN HATI YANG MENDALAM
218
TAMU JAUH
219
PERMASALAHAN SUASANA HATI
220
PENGEMBARAAN JAYA SATRIA
221
PENDENGAR YANG BAIK
222
ALASAN KENAPA SEPERTI ITU?
223
PENYATUAN RAGA YANG MENYAKITKAN
224
JANGAN MEMBANTAH, TURUTI SAJA
225
KENYATAAN YANG TIDAK BISA DIBANTAH
226
MASIH DALAM MASA PENYESUAIAN
227
MARAH YANG BERLEBIHAN
228
BERHASIL DENGAN BAIK
229
KYAI YANG DIBURU
230
MEMBUNCAH BEGITU SAJA
231
PERASAAN DILEMA PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
232
SANGAT MENYENTUH HATI
233
MENCOBA BERSIKAP TEGAR
234
BERDEBAR-DEBAR KARENA APA?
235
PERTARUNGAN BATIN YANG DAHSYAT
236
DENGARKAN DENGAN BAIK
237
GAGAL UNTUK BERSAMA
238
SAKIT, MEMANG SAKIT
239
KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
240
SEMAKIN PARAH
241
MEREDAM SEGALA BENTUK EMOSI JIWA
242
SEDANG BERUSAHA
243
SIAPA DIA?
244
KEYAKINAN HATI YANG KUAT
245
ADA KECEMASAN YANG TIDAK BIASA
246
APAKAH ITU BENAR?
247
GEJOLAK HATI YANG TAK TERSAMPAIKAN
248
JANJI YANG PERNAH DIUCAPKAN
249
BAHAGIA? TAPI MASIH BINGUNG
250
PEMBUKTIAN?
251
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
252
SALAM PERPISAHAN
253
MENCARI PETUNJUK DARI MASALAH YANG TERJADI
254
MENERAPKAN PILIHAN HATI
255
JIKA TELAH MEMILIKI TEKAD
256
SIKAP KERAS HATI
257
SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI
258
PERMINTAAN PRABU ASMALARAYA ARYA ARDHANA
259
BERTEMU DENGAN SANG PRABU
260
TIDAK PERNAH DIDUGA SEBELUMYA
261
TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN
262
ADA YANG HARUS DIKETAHUI
263
PERTARUNGAN DI SUMBER MATA AIR DEWA
264
KEKUATAN YANG SANGAT DAHSYAT
265
BAGAIMANA BISA? KEKUATAN KERIS KEMBAR?
266
IDENTITAS ASLI JAYA SATRIA
267
MALAH JADI TAKUT
268
MEMAHAMI SITUASI YANG TERJADI
269
SESUATU YANG TIDAK BISA DIMENGERTI
270
MASALAH YANG CUKUP RUMIT
271
GONCANGAN HATI
272
SAKIT YANG MENUSUK HATI
273
KISAH LAMA YANG TELAH TERJADI
274
MEMANG TIDAK BISA
275
MEMBEBASKAN SUKMA YANG TERSESAT
276
UCAPAN YANG MENCEMASKAN HATI
277
MUNGKIN INI ALASAN YANG TEPAT
278
PERASAAN YANG KUAT
279
GEJOLAK API KEBENCIAN YANG TERTANAM DI HATI
280
HADIAH DARI KELUARGA ISTANA
281
KALIAN BERANI MENANTANG AKU?
282
MARI KITA BICARA
283
MENGUJI KESABARAN HATI?
284
HAL YANG TIDAK TERDUGA SEBELUMNYA
285
BERKOMUNIKASI DENGAN PENGHUNI ALAM SUKMA
286
BUKAN BERMAKSUD MENGHAKIMI SATU PIHAK SAJA
287
MENURUTI KEINGINAN HATI
288
BUKAN PENGLIHATAN BIASA
289
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI
290
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
291
SESUATU YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA
292
MEMASUKI ALAM SUKMA
293
MENGUATKAN HATI YANG GELISAH
294
MENGATASI MASALAH TEKANAN BATIN
295
DESA GAIB
296
KETAKUTAN YANG MENYIKSA BATIN
297
MENGGANJAL DI HATI
298
KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN
299
SUASANA HATI YANG TIDAK KARUAN
300
KEPUTUSAN YANG SANGAT KUAT DARI HATI
301
DAPAT MELIHAT DENGAN JELAS
302
TAKDIR YANG DIJALANI
303
KEGELAPAN YANG MENGUSIK JIWA
304
YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN
305
PENCARIAN SUKMA DEWI SUARABUMI
306
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT
307
PERMOHONAN
308
PERTARUNGAN TIGA SUKMA
309
PASAR KOTA RAJA
310
KENAPA TIDAK BISA MENERIMANYA?
311
AKAR PERMASALAHANNYA
312
HATI YANG INGIN BERONTAK
313
DENGARKAN DENGAN BAIK
314
MASIH ADA HARAPAN
315
MEMPERSIAPKAN DIRI
316
HATI YANG MENENTUKAN
317
TIDAK MUDAH GOYAH
318
APA YANG DICEMASKAN?
319
APAKAH SEMUA ITU BENAR?
320
APA YANG INGIN KAU BUKTIKAN?
321
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA
322
MENGATUR EMOSI JIWA
323
APAKAH MEMANG SEPERTI ITU?
324
MASALAH YANG SANGAT SERIUS
325
KEGELISAHAN YANG MENDALAM
326
PENGLIHATAN YANG TIDAK BIASA
327
PERASAAN HATI YANG TIDAK BISA BERBOHONG
328
KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI
329
KEKUATAN YANG DAHSYAT
330
KEJADIAN YANG TIDAK MASUK AKAL
331
MEMIKIRKAN KEMUNGKINAN YANG AKAN DILAKUKAN
332
SIAPA YANG BERANI?
333
GEJOLAK HATI DALAM KEMARAHAN
334
GANASNYA SUASANA HATI RADEN CAKARA CASUGRAHA
335
PERASAAN YANG KUAT SEKALI
336
KETANGGUHAN HATI
337
PERTARUNGAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI
338
TERIMA ATAU TIDAK? SEGERA TENTUKAN PILIHANNYA
339
KENAPA MEREKA BISA ADA?
340
KARMA YANG DIDAPATKAN
341
SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI INI
342
AMARAH YANG SEMAKIN MEMBUNCAH
343
KEPUTUSAN, DAN MASA LALU
344
JANGAN TANYA KENAPA?
345
MAU MENGUJI KESABARAN KU?
346
MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN
347
HATI YANG TERLUKA
348
KUATKAN HATI SANG PRABU
349
TERHUBUNGNYA PERASAAN MEREKA
350
PERASAAN YANG LEBIH KUAT
351
APA YANG TERJADI SEBENARNYA?
352
TEKAD UNTUK MELAKUKANNYA
353
HARAPAN YANG BAIK
354
LAMARAN DARI DUA PANGERAN?
355
HARUSKAH SEPERTI ITU?
356
ADA YANG TIDAK BERES
357
HATI YANG TERLUKA PARAH
358
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN BATIN
359
MENJAGA PERASAAN HATI
360
APAKAH ITU SUDAH TEPAT?
361
ADA YANG DISEMBUNYIKAN?
362
DIA SEORANG RAJA?
363
GEJOLAK AMARAH
364
KASIH SAYANG YANG DALAM
365
SANGAT BERBAHAYA SEKALI
366
MENGERIKAN SEKALI
367
HANYA BISA BERBUAT DEMIKIAN SAJA
368
APA YANG KAU LIHAT?
369
MAU MENGUJI AKU? BOLEH SAJA
370
AKAN AKU TUNJUKKAN KEBENARANNYA
371
KAU MAU APA SEBENARNYA?
372
MASALAH YANG SEAKAN TIADA HENTI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!