Jelas Alvaro merasa kecewa karena usahanya membuat bubur itu sia-sia belaka. Azlina hanya makan beberapa suap saja dan tak berminat menghabiskannya lagi. Namun, pikiran buruk segera ditepis olehnya. Lelaki itu yakin jika Azlina tak bermaksud berbuat seperti itu. Perempuan itu hanya tak bisa makan banyak karena kondisi perutnya yang sedikit rewel.
"Itu bawaan bayi, Al! Turuti saja apa maunya Zizi. Mama dulu juga begitu. Jangan marah jika dia bertingkah aneh." Perkataan dari Mama Rani masih terngiang-ngiang di telinga Alvaro.
Bahkan, sebulan ini dia sudah tak lagi menjamah istrinya. Alvaro harus sabar menahan diri agar tak membuat Azlina semakin mual. Ya, perempuan itu selalu mual jika dia mendekat dalam jarak begitu dekat. Azlina benar-benar anti Alvaro.
Apa benar anaknya akan menyebalkan? Bukankah dirinya menggemaskan? Mengapa semua orang mengatakan jika anaknya nanti akan menyebalkan sama seperti dirinya?
Alvaro hanya menggeleng saja mengingat semua ucapan orang-orang yang sedang ia curhati masalah kehamilan Azlina. Dan tanggapan semua orang tetap sama.
Mereka tertawa.
...***...
Detik jam terus berputar, seolah waktu bergerak semakin lambat. Peluh bercucuran di dahi Alvaro mengingat pagi tadi Azlina sudah menangis menahan sakit di perutnya. Kedua orang tuanya telah mendampingi lelaki itu, menunggu di ruang tunggu yang mana di dalam sang istri telah berjuang keras mengeluarkan anak pertamanya.
Teriakan Azlina akan rasa sakit yang dirasakannya terasa meremukkan hati Alvaro. Sebegitu sakitnya kah? Alvaro tak tahan mendengar semua itu. Dia segera menerobos ruang bersalin, dan mendapati perempuan itu menangis menahan sakit.
"Belum keluar juga?"
"Pak, tunggu di luar, ya?"
Seorang perawat meminta Alvaro keluar, tetapi lelaki itu enggan melakukannya. "Saya mau menamani istri saya!"
Kekeh lelaki itu dalam pendiriannya, sehingga membuat si perawat menyerah dan mengizinkan Alvaro untuk menemani persalinan Azlina.
Setiap teriakan dan kesakitan perempuan itu di kala berjuang m…
Pengantin Kecil Alvaro
147. Laki-laki Sesungguhnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 147 Episodes
Comments
Reetha
kapan nih krlnjutannya...🤔🤔
2024-08-06
0
Indah Utammi Dapoer MakYong
sudah januari 2024 ex chapter nya mana kak e?
2024-01-04
0
Aning Kusumo
sudah setahun lebih belum jd di update kak?
2023-05-18
0