Lelaki itu berdiri mondar-mandir tak tentu arah, dia cemas setengah mati dengan apa yang terjadi kepada istrinya. Jadwal penerbangan masih beberapa jam lagi, dan kini dia diliputi kecemasan yang nyata. Apalagi sejak tadi panggilan teleponnya diabaikan oleh perempuan itu.
"Kamu bisa tenang tidak? Papa tidak bisa bekerja melihatmu mondar-mandir seperti ini."
Papa Agus menggeleng, kesal dengan perilaku Alvaro yang justru membuatnya ikut bingung. Dia juga cemas, tetapi bisa bersikap tenang dan dewasa, sangat berbeda dengan Alvaro.
"Gimana bisa tenang, dia di sana sendiri, Pa. Tidak ada yang menjaga dan merawat. Aaah! Tahu begini Varo tidak usah pulang saat itu." Dia mengacak rambutnya, merasa menyesal meninggalkan Azlina sendiri di sana.
"Alvaro, cukup! Hubungi orangmu lagi, apakah kamu sudah bertanya sakit apa istrimu?" Merasa tak sabar dengan sikap putranya, lelaki itu akhirnya mengambil sikap.
Alvaro menggeleng, dia tak sempat menanyakannya karena terlampau panik akan kabar bahwa Azlina telah pingsan di kampus. Dia bergegas menghubungi utusannya itu, dan hanya dalam hitungan detik, panggilan Alvaro terjawab sudah.
"Bagaimana kondisi istriku sekarang?"
"Nyonya sudah diantar pulang setelah melakukan serangkaian tes di klinik kesehatan kampus."
"Serangkaian tes?" Kerutan terlihat seperti gelombang-gelombang kecil di dahi Alvaro. Sebegitu parahkah yang terjadi pada Azlina sehingga melakukan banyak tes untuk memeriksa kondisinya? Perasaannya semakin tidak enak mendengar kabar itu.
"Ya, dan Nyonya dinyatakan positif ... hamil."
"A-pa? Hamil?"
Alvaro tak salah mendengar, bukan? Azlina hamil, dia akan menjadi seorang ayah. Dia menatap langit-langit dengan mata yang sudah berembun akan rasa haru itu. Dadanya terasa membuncah diliputi kebahagiaan. Dia akan menjadi ayah. Dia akan menjadi seorang lelaki yang sesungguhnya, laki-laki yang berhasil berumah tangga membentuk keluarga kecilnya sendiri.
Alvaro hanya termenung dengan bibir tersenyum bingung. Papa Agus yang melihat eksp…
Pengantin Kecil Alvaro
143. Pria Melankolis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 147 Episodes
Comments
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
sabar zi babang varo siap meluncur,beruntung bangt punya papa mertua sangat baik hati☺️
2023-04-13
0
Fauziah Putri
suamiku pas tau aku hamil malah dikiran prank 😅 dia belum siap punya baby, tapi dia paling sigap kalau ada apa2 waktu aku hamil, pas lahir dia rela begadang gantiin aku walaupun pagi sampai malem dia kerja 🥺🥺 jadi mellow 😭
2023-03-04
0
sunu prosanti
aah bahagianya 😍
Semangat trus Kak AleeNa 😘😘😘
2022-03-01
2