Di ruangan kantor CEO Moolay Group, Agam terlihat sedang berkutat dengan segala kesibukannya.
Membolak balikan berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya.
Namun walau dengan sejuta kesibukan yang menyita waktunya dia masih tetap terlihat tampan dan gagah seperti biasa. Bahkan terlihat lebih macho dan gentle.
Suara pintu di ketuk, tidak lama Lee muncul menghampiri Dirga, dan berdiri dihadapannya.
"Kau sudah dapatkan informasi nya Lee?"
Tanya Dirga, tapi masih tetap dengan kesibukannya.
"Sudah Tuan.."
"Bagaimana hasilnya..?"
"Tuan Agam..memang memiliki perasaan khusus pada nyonya tuan..sudah sejak lama..!"
Dirga menghentikan aktifitas nya. Wajahnya terlihat berubah dingin.
"Bagaimana dengan wanita itu?"
"Nyonya...nyonya juga sepertinya punya perhatian lebih pada tuan Agam..mereka hanya belum saling terbuka saja..!"
Ucap Lee terlihat ragu. Dia menundukkan kepalanya.
Wajah Dirga mengeras. Entah mengapa dia merasa seakan dadanya ada yang menghantam.
"Sejak kapan mereka dekat?"
Suara Dirga terdengar berat. Tangannya terkepal.
"Sudah sejak mereka kuliah Tuan..tuan Agam adalah senior nyonya di fakultasnya.."
Jawab Lee, dia melirik sedikit ke arah bos nya, melihat reaksi tak biasa dari bos nya itu.
Dirga meremas kertas yang ada diatas meja.
Raut mukanya terlihat kelam.
"Pastikan mereka tidak macam2 di belakangku..
Aku tidak ingin orang tuaku mengetahui bahwa wanita yang dipilih untuk melahirkan keturunan ku mempunyai hubungan dengan laki2 lain..apalagi laki2 itu adalah Agam...!"
Ucap Dirga dengan suara penuh penekanan.
Lee mengangguk.
"Baik Tuan..!"
"Tempatkan dua orang agen terbaik untuk mengawasi wanita itu..!"
"Siap tuan..!"
Ucap Lee tegas. Dirga mengibaskan tangan, dan Lee pun paham, dia bergegas pergi keluar dari ruangan bos nya itu.
Dirga memijit pelipis nya, kemudian meremas kepalanya melepas desakan perasaan aneh yang membelenggu hatinya. Entah kesal, marah atau apalah dia tidak tahu pasti apa yang tengah di rasakannya.
Dalam keadaan yang kacau seperti itu, di pintu muncul Eveliyn dengan wajah merajuk dan cemberut.
Dia menghampiri Dirga kemudian langsung duduk diatas pangkuan Dirga.
"Honey..Aku sedang kesal..!"
Ucapnya merajuk. Dirga mencoba tersenyum manis sambil memeluk pinggang ramping Eveliyn.
Kemudian mengelus wajah cantik istrinya itu dan mengecup bibirnya yang merah merekah menggoda.
"Ada apa baby...kenapa marah-marah?"
Tanya Dirga menatap lembut wajah Eveliyn.
"Itu loh honey..Agam mengatakan, bukan aku yang akan membintangi iklan projek barumu..padahal aku sangat berharap bisa ikut berkontribusi dalam projek ini..!"
Jawab Eveliyn dengan suara mendesah manja .
Dirga terdiam, alisnya tampak bertaut.
"Kenapa..apa ada masalah?"
"Dia bilang bos CSA menginginkan orang lain yang membintanginya..! dia merendahkan aku honey.. jelas2 tidak ada yang lebih pantas dari aku..Lagipula aku adalah istri dari pemilik proyek besar ini.."
Ucap Eveliyn kesal. Dirga menatap Eveliyn.
"Dia mengatakan siapa yang akan menggantikan mu?"
"Tidak..! katanya itu rahasia Bos CSA itu, karena dia sendiri yang akan memilihnya..!"
Dirga menarik napas. Dia kembali mengelus wajah Eveliyn yang berada di depannya. menarik posisi tubuh Eveliyn untuk duduk berhadapan denganya dengan posisi yang sangat intim.
"Itu adalah urusan tim pemasaran..aku tidak berhak ikut campur.. perusahaan CSA adalah pelaksana projek ini..jadi ini tanggung jawab mereka..!"
"Tapi honey..aku sangat menginginkan ikut andil dalam projek ini.."
"Baby..kau sudah sangat sibuk akhir2 ini sampai tidak ada waktu buatku, untuk apa kau ikut terjun dalam iklan ini..sudahlah biar itu jadi urusan mereka..!"
"Honey...eemm..!"
Bibir Dirga sudah ******* bibir lembut Eveliyn.
Dan Eveliyn pun tidak berkutik lagi, mereka terhanyut dalam ciuman mesra penuh hasrat..
Keduanya bercumbu panas di atas kursi kerja Dirga hingga menerbangkan beberapa berkas diatas meja..
******
Hari ini Mayra harus lembur sampe jam 8 karena banyaknya kerjaan yang harus di selesaikan.
Hingga akhirnya jam pulang pun tiba, Mayra segera mengemasi barang pribadinya. Tubuhnya sudah sangat lelah karena seharian bepergian menemani Agam bertemu beberapa klien.
"May..apa boleh aku mengantarmu pulang?"
Suara Agam mengagetkan Mayra yang sedang sibuk berkemas. Mayra tampak terdiam bingung.
"Tidak usah Mas..aku sudah memesan taxi barusan..!"
Kilahnya, dia bingung, kalau diantar Agam nanti dia curiga karena sekarang dia pulang bukan ke rumah ayahnya.
"Batalkan saja..sudah lama aku tidak mengantarmu pulang..ada yang ingin ku bicarakan.."
Ucap Agam. Mayra semakin bingung.
"Please May..jarang2 juga kan aku mengantarmu pulang..?"
Agam merajuk setengah memaksa.
"Lagipula ini sudah sangat malam..aku takut terjadi apa-apa sama kamu.."
Kembali Agam memaksa. Mayra mendesah, dia menatap Agam yang juga menatapnya penuh harap.
"Baiklah..tapi aku tidak pulang ke rumah Ayah sekarang mas.."
"Kenapa ? apa kau sudah pindah ? kemarin waktu aku tawarin fasilitas kantor kamu menolaknya?"
Agam mengernyitkan alisnya.
"Aku tinggal di apartemen temanku mas..Ada sedikit masalah dengan ayah.."
Ucap Mayra pelan. Dia menarik napas resah.
Agam menatap lembut wajah Mayra.
"Baiklah..ayoo..!"
Ucap Agam kemudian. Dan merekapun akhirnya berjalan beriringan meninggalkan ruangan.
Agam ternyata membawa mobilnya sendiri tanpa sopir, Mayra terlihat sedikit risih untuk masuk kedalam mobil Agam, namun karena Agam meyakinkan dengan senyum manis nya, akhir nya dia nurut juga.
Mereka kini sudah diperjalanan pulang, suasana hening, hanya suara halus mobil yang terdengar.
Agam tampak melirik memperhatikan Mayra yang sedang melihat keluar jendela.
Hati Agam sudah tak kuat lagi untuk terus menyembunyikan perasaan nya pada Mayra.
Dia takut Mayra di gaet laki2 lain..Mengingat hampir semua lelaki yang bertemu dengan Mayra sepertinya memiliki perhatian khusus padanya.
"May..kita mampir dulu ke kafe ya untuk makan malam.."
Ucap Agam ragu-ragu. Mayra tersentak, dia menatap Agam yang sedang terfokus ke jalan.
"Maaf gk bisa mas..ini sudah malam..aku malu sama temanku kalau sampai telat pulang..!"
Sergah Mayra cepat. Sebenarnya saat inipun Mayra sedang resah, dia takut kalau Dirga mengetahui dirinya diantar pulang oleh Agam.
Wajah Agam tampak kecewa.
"Tapi aku lapar banget May..apa kau mau kalau aku kelaparan.."
"Tapi Mas aku gak bisa.."
"Baiklah..biarkan saja bos mu ini kelaparan..!"
Agam kembali merajuk dengan wajah dibuat sedih.
Mayra kembali menatap Agam, dia tidak tega..
Apapun yang terjadi sekarang, Agam adalah laki-laki yang pernah di impikannya, dan sekarang pun perasaan itu masih tersimpan rapi di hatinya.
"Anggap saja kamu menemani bos mu makan May.."
Kembali ucap Agam mencoba menggoyahkan pendirian Mayra..
Mayra mendesah pelan.
"Yasudah..ayo kita kesana..!"
"Yess..!" Agam berseru girang.
"Maass iihhh..."
"Hee..maaf kelepasan.."
Agam tersipu, wajahnya memerah.
Akhirnya mobil Agam pun meluncur menuju kafe elite langganan nya.
Agam mengajak Mayra duduk di tempat yang agak privat di kafe itu.
Ruangan ini biasa di pake oleh orang-orang dari kalangan atas saja .
Mereka memesan makanan yang tak terlalu berat.
Tidak menunggu lama akhirnya makanan yang dipesan pun datang.
Dan mereka menyantap nya dengan tenang.
Selama menikmati makanannya Agam sesekali menatap wajah Mayra yang tenang sedang menikmati makan malamnya.
Agam memantapkan hati untuk melepaskan segala beban perasaan nya malam ini juga.
Tidak jauh dari tempat duduk mereka, yang berada di sebrang ruangan dan hanya terhalang oleh dinding kaca, terlihat ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan tajam dan sorot mata yang tidak bisa dibaca.
"Honey..apa yang kau lihat, ayoo cepat makan, atau mau aku suapin..?"
Suara merdu di samping nya menyadarkan sosok yang sedang memperhatikan interaksi antara Mayra dan Agam tersebut.
Yaa..mereka adalah dan Dirga dan Eveliyn yang juga tengah makan malam di kafe tersebut.
Agam melirik Eveliyn dan tersenyum canggung.
"Aku makan sendiri saja..!"
Ucapnya sambil kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya.
Tapi kok.. rasanya benar-benar tidak enak ya..?
tidak berselera sama sekali..
Dirga seakan malas melanjutkan makan malam ini, entah kenapa pikirannya langsung kacau saat melihat kebersamaan Mayra dan Agam..
Wanita itu benar2 mengabaikan peringatannya, awas saja nanti, lihat apa yang akan di terimanya.
Gumam Dirga dalam hati penuh kekesalan..
******
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Khadijah Nafisah
baru ni ketemu typo.. /Facepalm//Facepalm/
2024-11-08
0
luiya tuzahra
sebenernya yg dilakukan mayra tdk dibenarkan siih tpi liat posisi mayra cm dijadikan alat utk keturunan kasian jg,dirga udah salah dr awal bilang ke mayra klw menikahi hanya utk pnya ank.
2023-11-26
0
🌹Fina Soe🌹
Egoisnya dirimu tuan Dirga...
2023-10-13
0