10. Kesal

Di ruangan kantor CEO Moolay Group, Agam terlihat sedang berkutat dengan segala kesibukannya.

Membolak balikan berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya.

Namun walau dengan sejuta kesibukan yang menyita waktunya dia masih tetap terlihat tampan dan gagah seperti biasa. Bahkan terlihat lebih macho dan gentle.

Suara pintu di ketuk, tidak lama Lee muncul menghampiri Dirga, dan berdiri dihadapannya.

"Kau sudah dapatkan informasi nya Lee?"

Tanya Dirga, tapi masih tetap dengan kesibukannya.

"Sudah Tuan.."

"Bagaimana hasilnya..?"

"Tuan Agam..memang memiliki perasaan khusus pada nyonya tuan..sudah sejak lama..!"

Dirga menghentikan aktifitas nya. Wajahnya terlihat berubah dingin.

"Bagaimana dengan wanita itu?"

"Nyonya...nyonya juga sepertinya punya perhatian lebih pada tuan Agam..mereka hanya belum saling terbuka saja..!"

Ucap Lee terlihat ragu. Dia menundukkan kepalanya.

Wajah Dirga mengeras. Entah mengapa dia merasa seakan dadanya ada yang menghantam.

"Sejak kapan mereka dekat?"

Suara Dirga terdengar berat. Tangannya terkepal.

"Sudah sejak mereka kuliah Tuan..tuan Agam adalah senior nyonya di fakultasnya.."

Jawab Lee, dia melirik sedikit ke arah bos nya, melihat reaksi tak biasa dari bos nya itu.

Dirga meremas kertas yang ada diatas meja.

Raut mukanya terlihat kelam.

"Pastikan mereka tidak macam2 di belakangku..

Aku tidak ingin orang tuaku mengetahui bahwa wanita yang dipilih untuk melahirkan keturunan ku mempunyai hubungan dengan laki2 lain..apalagi laki2 itu adalah Agam...!"

Ucap Dirga dengan suara penuh penekanan.

Lee mengangguk.

"Baik Tuan..!"

"Tempatkan dua orang agen terbaik untuk mengawasi wanita itu..!"

"Siap tuan..!"

Ucap Lee tegas. Dirga mengibaskan tangan, dan Lee pun paham, dia bergegas pergi keluar dari ruangan bos nya itu.

Dirga memijit pelipis nya, kemudian meremas kepalanya melepas desakan perasaan aneh yang membelenggu hatinya. Entah kesal, marah atau apalah dia tidak tahu pasti apa yang tengah di rasakannya.

Dalam keadaan yang kacau seperti itu, di pintu muncul Eveliyn dengan wajah merajuk dan cemberut.

Dia menghampiri Dirga kemudian langsung duduk diatas pangkuan Dirga.

"Honey..Aku sedang kesal..!"

Ucapnya merajuk. Dirga mencoba tersenyum manis sambil memeluk pinggang ramping Eveliyn.

Kemudian mengelus wajah cantik istrinya itu dan mengecup bibirnya yang merah merekah menggoda.

"Ada apa baby...kenapa marah-marah?"

Tanya Dirga menatap lembut wajah Eveliyn.

"Itu loh honey..Agam mengatakan, bukan aku yang akan membintangi iklan projek barumu..padahal aku sangat berharap bisa ikut berkontribusi dalam projek ini..!"

Jawab Eveliyn dengan suara mendesah manja .

Dirga terdiam, alisnya tampak bertaut.

"Kenapa..apa ada masalah?"

"Dia bilang bos CSA menginginkan orang lain yang membintanginya..! dia merendahkan aku honey.. jelas2 tidak ada yang lebih pantas dari aku..Lagipula aku adalah istri dari pemilik proyek besar ini.."

Ucap Eveliyn kesal. Dirga menatap Eveliyn.

"Dia mengatakan siapa yang akan menggantikan mu?"

"Tidak..! katanya itu rahasia Bos CSA itu, karena dia sendiri yang akan memilihnya..!"

Dirga menarik napas. Dia kembali mengelus wajah Eveliyn yang berada di depannya. menarik posisi tubuh Eveliyn untuk duduk berhadapan denganya dengan posisi yang sangat intim.

"Itu adalah urusan tim pemasaran..aku tidak berhak ikut campur.. perusahaan CSA adalah pelaksana projek ini..jadi ini tanggung jawab mereka..!"

"Tapi honey..aku sangat menginginkan ikut andil dalam projek ini.."

"Baby..kau sudah sangat sibuk akhir2 ini sampai tidak ada waktu buatku, untuk apa kau ikut terjun dalam iklan ini..sudahlah biar itu jadi urusan mereka..!"

"Honey...eemm..!"

Bibir Dirga sudah ******* bibir lembut Eveliyn.

Dan Eveliyn pun tidak berkutik lagi, mereka terhanyut dalam ciuman mesra penuh hasrat..

Keduanya bercumbu panas di atas kursi kerja Dirga hingga menerbangkan beberapa berkas diatas meja..

******

Hari ini Mayra harus lembur sampe jam 8 karena banyaknya kerjaan yang harus di selesaikan.

Hingga akhirnya jam pulang pun tiba, Mayra segera mengemasi barang pribadinya. Tubuhnya sudah sangat lelah karena seharian bepergian menemani Agam bertemu beberapa klien.

"May..apa boleh aku mengantarmu pulang?"

Suara Agam mengagetkan Mayra yang sedang sibuk berkemas. Mayra tampak terdiam bingung.

"Tidak usah Mas..aku sudah memesan taxi barusan..!"

Kilahnya, dia bingung, kalau diantar Agam nanti dia curiga karena sekarang dia pulang bukan ke rumah ayahnya.

"Batalkan saja..sudah lama aku tidak mengantarmu pulang..ada yang ingin ku bicarakan.."

Ucap Agam. Mayra semakin bingung.

"Please May..jarang2 juga kan aku mengantarmu pulang..?"

Agam merajuk setengah memaksa.

"Lagipula ini sudah sangat malam..aku takut terjadi apa-apa sama kamu.."

Kembali Agam memaksa. Mayra mendesah, dia menatap Agam yang juga menatapnya penuh harap.

"Baiklah..tapi aku tidak pulang ke rumah Ayah sekarang mas.."

"Kenapa ? apa kau sudah pindah ? kemarin waktu aku tawarin fasilitas kantor kamu menolaknya?"

Agam mengernyitkan alisnya.

"Aku tinggal di apartemen temanku mas..Ada sedikit masalah dengan ayah.."

Ucap Mayra pelan. Dia menarik napas resah.

Agam menatap lembut wajah Mayra.

"Baiklah..ayoo..!"

Ucap Agam kemudian. Dan merekapun akhirnya berjalan beriringan meninggalkan ruangan.

Agam ternyata membawa mobilnya sendiri tanpa sopir, Mayra terlihat sedikit risih untuk masuk kedalam mobil Agam, namun karena Agam meyakinkan dengan senyum manis nya, akhir nya dia nurut juga.

Mereka kini sudah diperjalanan pulang, suasana hening, hanya suara halus mobil yang terdengar.

Agam tampak melirik memperhatikan Mayra yang sedang melihat keluar jendela.

Hati Agam sudah tak kuat lagi untuk terus menyembunyikan perasaan nya pada Mayra.

Dia takut Mayra di gaet laki2 lain..Mengingat hampir semua lelaki yang bertemu dengan Mayra sepertinya memiliki perhatian khusus padanya.

"May..kita mampir dulu ke kafe ya untuk makan malam.."

Ucap Agam ragu-ragu. Mayra tersentak, dia menatap Agam yang sedang terfokus ke jalan.

"Maaf gk bisa mas..ini sudah malam..aku malu sama temanku kalau sampai telat pulang..!"

Sergah Mayra cepat. Sebenarnya saat inipun Mayra sedang resah, dia takut kalau Dirga mengetahui dirinya diantar pulang oleh Agam.

Wajah Agam tampak kecewa.

"Tapi aku lapar banget May..apa kau mau kalau aku kelaparan.."

"Tapi Mas aku gak bisa.."

"Baiklah..biarkan saja bos mu ini kelaparan..!"

Agam kembali merajuk dengan wajah dibuat sedih.

Mayra kembali menatap Agam, dia tidak tega..

Apapun yang terjadi sekarang, Agam adalah laki-laki yang pernah di impikannya, dan sekarang pun perasaan itu masih tersimpan rapi di hatinya.

"Anggap saja kamu menemani bos mu makan May.."

Kembali ucap Agam mencoba menggoyahkan pendirian Mayra..

Mayra mendesah pelan.

"Yasudah..ayo kita kesana..!"

"Yess..!" Agam berseru girang.

"Maass iihhh..."

"Hee..maaf kelepasan.."

Agam tersipu, wajahnya memerah.

Akhirnya mobil Agam pun meluncur menuju kafe elite langganan nya.

Agam mengajak Mayra duduk di tempat yang agak privat di kafe itu.

Ruangan ini biasa di pake oleh orang-orang dari kalangan atas saja .

Mereka memesan makanan yang tak terlalu berat.

Tidak menunggu lama akhirnya makanan yang dipesan pun datang.

Dan mereka menyantap nya dengan tenang.

Selama menikmati makanannya Agam sesekali menatap wajah Mayra yang tenang sedang menikmati makan malamnya.

Agam memantapkan hati untuk melepaskan segala beban perasaan nya malam ini juga.

Tidak jauh dari tempat duduk mereka, yang berada di sebrang ruangan dan hanya terhalang oleh dinding kaca, terlihat ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan tajam dan sorot mata yang tidak bisa dibaca.

"Honey..apa yang kau lihat, ayoo cepat makan, atau mau aku suapin..?"

Suara merdu di samping nya menyadarkan sosok yang sedang memperhatikan interaksi antara Mayra dan Agam tersebut.

Yaa..mereka adalah dan Dirga dan Eveliyn yang juga tengah makan malam di kafe tersebut.

Agam melirik Eveliyn dan tersenyum canggung.

"Aku makan sendiri saja..!"

Ucapnya sambil kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya.

Tapi kok.. rasanya benar-benar tidak enak ya..?

tidak berselera sama sekali..

Dirga seakan malas melanjutkan makan malam ini, entah kenapa pikirannya langsung kacau saat melihat kebersamaan Mayra dan Agam..

Wanita itu benar2 mengabaikan peringatannya, awas saja nanti, lihat apa yang akan di terimanya.

Gumam Dirga dalam hati penuh kekesalan..

******

TBC...

Terpopuler

Comments

Khadijah Nafisah

Khadijah Nafisah

baru ni ketemu typo.. /Facepalm//Facepalm/

2024-11-08

0

luiya tuzahra

luiya tuzahra

sebenernya yg dilakukan mayra tdk dibenarkan siih tpi liat posisi mayra cm dijadikan alat utk keturunan kasian jg,dirga udah salah dr awal bilang ke mayra klw menikahi hanya utk pnya ank.

2023-11-26

0

🌹Fina Soe🌹

🌹Fina Soe🌹

Egoisnya dirimu tuan Dirga...

2023-10-13

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. KUA
3 2. Siapa suamiku?
4 3. Kenapa jadi gugup?
5 4. Berikan aku keturunan
6 5. Hatimu Hanya Milikku
7 6. Pertemuan
8 7. Kikuk
9 8. Jangan Main-Main Di Belakangku
10 9. Permintaan Aneh Crish
11 10. Kesal
12 11.Aku Benci Kamu
13 12. Frustasi
14 13. Berangkat Bareng
15 14. Pergi Dengan Crish
16 15. Bertemu Amanda
17 16. Amarah Evelyin
18 17. Gala Dinner
19 18. Malam Ini Kamu Bintangnya
20 19. Serangan Evelyin
21 20. Jangan Tinggalkan Aku
22 21. Syuting
23 22. Kamu Berbakat May
24 23. Berkunjung
25 24. Jangan Menyentuhku
26 25. Kedatangan Vanessa
27 26. Shock
28 27. Makan Malam
29 28. Minuman Aneh
30 29. Hari Yang Berat
31 30. Rekaman Cctv
32 31. Cuti Kerja
33 32. Pagi Yang Hangat
34 33. Heboh
35 34. Lunch
36 35. Di Pecat
37 36. Keputusan
38 37. Hari Pertama
39 38. Pemotretan
40 39. Hampir Saja
41 40. Pengawal Baru
42 41. Di jemput Malam-Malam
43 42. Nginep Di Hotel
44 43. Kekacauan
45 44. Laporan Jhon
46 45. Kehebohan Baru
47 46. Tersingkap
48 47. Mengunjungi Dokter
49 48. Saudari Ipar
50 49. Penyerangan
51 50. Kesibukan Di Pagi Hari
52 51. Kabur
53 52. Villa Di Atas Bukit
54 53. Kembali Ke Kota
55 54. Malam Perayaan
56 55. Kejutan Mayra
57 56. Terjatuh
58 57. Gosip Terhangat
59 58. Di Datangin Evelyin
60 59. Rumah Baru
61 60. Pengakuan
62 61. Menjenguk Evelyin
63 62 . Agam Patah Hati
64 63. Makan Malam Romantis
65 64. Serangan Lagi
66 65. Hadiah Baru
67 66. Kepulangan Sang Mertua
68 67. Tuan Aneh
69 68. Bertemu Mertua
70 69. Tidur Di Rumah Mertua
71 70. Morning Sickness
72 71. Ragu
73 72. Pernyataan
74 73. Ngidam
75 74. Kehilangan
76 75. Mencoba Berdiri
77 76. Mengunjungi Pameran
78 77. Pulau Pribadi
79 78. Kapal Pesiar
80 79. Di Tinggal Pergi
81 80. Jalan-Jalan
82 81. Penyelamatan
83 82. Aaron Terluka
84 83. Menembus badai
85 84. Kembali
86 85. Hari Terakhir
87 86. Masih Di Hari Terakhir
88 87. Pulang Ke Rumah
89 88. Kiriman Fhoto
90 89. Gebrakan Evelyin
91 90. Kemelut
92 91. Pergi
93 92. Menenangkan Diri
94 93. Pesona Mayra
95 94. Melepas Rindu
96 95. Ikut Ke Kantor
97 96. Kritis
98 97. Dibawa pergi
99 98. Penthouse
100 99. Ganjaran Setimpal
101 100. Tuan Berharga
102 101. Dilema
103 102. Kabar Mengejutkan
104 103. Mimpi atau Nyata
105 104. Akhir Penantian
106 105. Kepulangan
107 106. Periksa Kandungan
108 107. Persiapan Resepsi
109 108. Resepsi
110 109. Penculikan
111 110. Di Sekap
112 111. Akhir Sebuah Tragedi
113 112. Lahir Prematur
114 113. Kehilangan Kendali
115 114. Pangeran Kecil
116 115. Ulang Tahun Pernikahan
117 Epilog
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Prolog
2
1. KUA
3
2. Siapa suamiku?
4
3. Kenapa jadi gugup?
5
4. Berikan aku keturunan
6
5. Hatimu Hanya Milikku
7
6. Pertemuan
8
7. Kikuk
9
8. Jangan Main-Main Di Belakangku
10
9. Permintaan Aneh Crish
11
10. Kesal
12
11.Aku Benci Kamu
13
12. Frustasi
14
13. Berangkat Bareng
15
14. Pergi Dengan Crish
16
15. Bertemu Amanda
17
16. Amarah Evelyin
18
17. Gala Dinner
19
18. Malam Ini Kamu Bintangnya
20
19. Serangan Evelyin
21
20. Jangan Tinggalkan Aku
22
21. Syuting
23
22. Kamu Berbakat May
24
23. Berkunjung
25
24. Jangan Menyentuhku
26
25. Kedatangan Vanessa
27
26. Shock
28
27. Makan Malam
29
28. Minuman Aneh
30
29. Hari Yang Berat
31
30. Rekaman Cctv
32
31. Cuti Kerja
33
32. Pagi Yang Hangat
34
33. Heboh
35
34. Lunch
36
35. Di Pecat
37
36. Keputusan
38
37. Hari Pertama
39
38. Pemotretan
40
39. Hampir Saja
41
40. Pengawal Baru
42
41. Di jemput Malam-Malam
43
42. Nginep Di Hotel
44
43. Kekacauan
45
44. Laporan Jhon
46
45. Kehebohan Baru
47
46. Tersingkap
48
47. Mengunjungi Dokter
49
48. Saudari Ipar
50
49. Penyerangan
51
50. Kesibukan Di Pagi Hari
52
51. Kabur
53
52. Villa Di Atas Bukit
54
53. Kembali Ke Kota
55
54. Malam Perayaan
56
55. Kejutan Mayra
57
56. Terjatuh
58
57. Gosip Terhangat
59
58. Di Datangin Evelyin
60
59. Rumah Baru
61
60. Pengakuan
62
61. Menjenguk Evelyin
63
62 . Agam Patah Hati
64
63. Makan Malam Romantis
65
64. Serangan Lagi
66
65. Hadiah Baru
67
66. Kepulangan Sang Mertua
68
67. Tuan Aneh
69
68. Bertemu Mertua
70
69. Tidur Di Rumah Mertua
71
70. Morning Sickness
72
71. Ragu
73
72. Pernyataan
74
73. Ngidam
75
74. Kehilangan
76
75. Mencoba Berdiri
77
76. Mengunjungi Pameran
78
77. Pulau Pribadi
79
78. Kapal Pesiar
80
79. Di Tinggal Pergi
81
80. Jalan-Jalan
82
81. Penyelamatan
83
82. Aaron Terluka
84
83. Menembus badai
85
84. Kembali
86
85. Hari Terakhir
87
86. Masih Di Hari Terakhir
88
87. Pulang Ke Rumah
89
88. Kiriman Fhoto
90
89. Gebrakan Evelyin
91
90. Kemelut
92
91. Pergi
93
92. Menenangkan Diri
94
93. Pesona Mayra
95
94. Melepas Rindu
96
95. Ikut Ke Kantor
97
96. Kritis
98
97. Dibawa pergi
99
98. Penthouse
100
99. Ganjaran Setimpal
101
100. Tuan Berharga
102
101. Dilema
103
102. Kabar Mengejutkan
104
103. Mimpi atau Nyata
105
104. Akhir Penantian
106
105. Kepulangan
107
106. Periksa Kandungan
108
107. Persiapan Resepsi
109
108. Resepsi
110
109. Penculikan
111
110. Di Sekap
112
111. Akhir Sebuah Tragedi
113
112. Lahir Prematur
114
113. Kehilangan Kendali
115
114. Pangeran Kecil
116
115. Ulang Tahun Pernikahan
117
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!