Dirga keluar dari ruang ganti pakaian dan sudah siap dengan pakaian kerjanya.
Dia melirik kearah Eveliyn yang masih terlelap, sepertinya istrinya itu kelelahan setelah mereka bertarung penuh gairah menjelang dini hari tadi saat Eveliyn terjaga.
Wanita itu memintanya untuk melayaninya menyalurkan hasrat yang senantiasa bergelora disaat berada dekat dengan suaminya itu.
Walau sedikit terpaksa akhirnya Dirga melayani keinginan istrinya tersebut, dan merekapun larut dalam luapan gairah yang memabukan.
Dirga turun ke ruang bawah, langsung menuju ke ruang makan. Di sana Pak Agus sudah menunggu beserta beberapa pelayan wanita yang selalu siap melayani tuan nya itu.
Hari ini Dirga seperti biasa selalu memukau di mata semua orang, tak terkecuali semua pelayan yang ada di rumah besarnya.
Dia duduk dengan elegan menikmati sarapan paginya dengan tenang. Bak seorang pangeran yang selalu tampak sempurna dalam segala tingkah lakunya.
Setelah selesai dia mengambil serbet
dan mengelap mulut nya dengan santai.
" Antarkan sarapan untuk Ev ke kamar..!"
Perintahnya pada Pak Agus, kemudian berdiri dan Pak Agus dengan sigap memakaikan jas yang tersampir di kursi.
"Baik Tuan.."
Pak Agus berucap dan masih sibuk merapihkan jas tuannya itu.
Dia memang pelayan terpercaya yang sudah mengabdi kepada keluarga Moolay sejak Dirga kecil.
Jadi dia sudah seperti pengasuh pribadi bagi Dirga.
Dari kecil segala kebutuhan Dirga pak Agus lah yang selalu menyiapkan nya, hingga setelah Dirga menikah dan pindah rumah pun dia tetap setia mendampingi tuan mudanya tersebut.
Dirga melangkah keluar ruangan dan langsung menuju ke luar rumah, Pak Agus dengan setia mengikuti membawakan tas kerja Tuan nya.
Lee sudah menunggu dekat mobil, dia segera membukakan pintu untuk Dirga.
Dan merekapun berangkat menuju ke kantor.
*****
Dirga sedang sibuk dengan tumpukan berkas diatas mejanya dan laptop di hadapannya.
Pintu di ketuk dari luar, tidak lama Lee masuk bersama dengan seorang pria tinggi berwajah tampan menawan didampingi seorang laki-laki bertubuh tinggi kurus berkacamata.
Pria itu adalah Crish dan Kenzo asisten nya.
"Silahkan tuan Crish..!"
Ucap Lee mempersilahkan Crish untuk duduk di sofa yang khusus diperuntukkan buat tamu.
Crish tersenyum manis seraya duduk santai tumpang kaki diatas sofa, sementara Kenzo dan Lee berdiri tidak jauh dari hadapannya.
Dirga yang melihat kehadiran Crish hanya menatap datar ke arahnya, kemudian berjalan menghampiri nya dan duduk santai seperti Crish.
"Apa semua berjalan lancar tuan Crish..? Ada urusan apa kau kemari.? Aku sedang tidak punya banyak waktu..!"
Ucap Dirga ketus. Crish menatap Dirga dan tersenyum kecut melihat wajah Dirga yang datar.
"Aku tahu kau sibuk.! Tidak ada masalah, semua baik-baik saja..!"
Ucap Crish santai setenang air di kolam. Dia malah memainkan ponselnya.
Kenzo maju mendekat, kemudian membungkuk hormat ke arah Dirga seraya menyodorkan beberapa berkas di atas meja di depan Dirga.
"Itu berkas yang harus kau tandatangani..!"
Sambung Crish acuh.
Persaingan bisnis diantara mereka sudah berlangsung sejak lama, sekarang inipun mereka terpaksa kerjasama agar projek ini tidak di ambil alih oleh pihak lain yakni perusahaan yang lebih besar dan lebih berkompeten di bidangnya.
Dirga meraih berkas2 itu dan mengamatinya dengan seksama. Di situ juga ada berkas kontrak pembuatan iklan yang di bintangi Crish dan Mayra.
Mata Dirga terbelalak saat melihat berkas itu.
"Apa ini..?!"
Sentak Dirga melempar berkas ke hadapan Crish.
Crish meliriknya dan melihat berkas itu, bibirnya tersenyum miring.
"Seperti yang kau lihat..!"
"Apa maksudmu menjadikan seorang sekretaris sebagai bintang iklan untuk projek ini.! Apa kau tidak punya ide yang lebih baik lagi.?!"
Suara Dirga sedikit meninggi. Dia berdiri dari duduknya.
"Itu sudah kuputuskan.! Dan kurasa nona Almayra sangat cocok untuk iklan ini.! Dia sangat serasi untuk berdampingan denganku hahaa..!"
"Kau sudah gila tuan Cullen..!"
"Yaa..aku gila karena wanita itu hahaa..!"
Crish tertawa renyah, matanya tampak berbinar.
Wajah Dirga tampak dingin. Dia berjalan menuju meja kerjanya.
Lee beranjak membawakan berkas2 itu ke meja kerja Dirga.
"Abaikan yang satu itu..!"
Seru Dirga kesal. Crish berdiri dan berjalan santai mendekati Dirga dengan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
"Apa kau marah karena bukan istri cantikmu itu yang bermain di iklan ini..?!"
Ucap Crish pelan sambil mengedipkan matanya jahil, tersenyum penuh arti.
Dirga acuh saja, sibuk menandatangani berkas2 yang tadi dibawa Crish.
"Hahh..harusnya kau beruntung karena tidak harus melihat istrimu itu bermesraan denganku hahaa..!"
Ucap Crish sambil kembali tertawa puas kemudian berlalu keluar ruangan kantor Dirga.
Kenzo yang sudah menerima kembali berkas2 itu segera membungkuk pada Dirga dan cepat2 menyusul bos nya itu yang sudah berjalan terlebih dahulu dengan tetap tersenyum puas.
Sementara Dirga hanya menatap kesal berkas tersisa yang tidak ditandatangani nya. Dengan jelas dia melihat disitu tertera nama Almayra sebagai bintang wanita untuk iklan projek nya .
"Bagaimana bisa wanita itu menerima tawaran ini, apa dia tidak punya otak..?!"
Gerutu Dirga sambil melempar berkas itu ke sembarang arah.
Lee memungut berkas2 itu dan melihatnya, dia juga terlihat terkejut akan hal itu.
"Tuan.. sepertinya nyonya tidak punya pilihan, anda tahu sendiri tuan Crish itu punya banyak cara untuk mendapatkan keinginannya..!"
Ucap Lee menganalisa hal ini.
"Heumm..kita lihat saja sejauh mana wanita itu akan mengindahkan peringatan ku..!"
Gumam Dirga. Dia kembali fokus pada pekerjaan nya.
"Sebentar lagi kita ada meeting dengan perusahaan Asaba tuan.."
"Aku tahu, siapkan saja semuanya..!"
Ucap Dirga, Lee mengangguk kemudian berlalu keluar ruangan.
Sesaat Dirga tampak termenung, melihat kembali berkas yang tadi, kemudian meremasnya dan melemparnya kedalam tong sampah.
Entah kenapa dia benar-benar kesal bukan main.
******
Sementara itu Evelyin yang sudah mendengar kabar dari Siska asistennya tentang Crish yang menjadikan Mayra lawan mainnya dalam iklan projeknya langsung mendatangi kantor Agam.
Di ruang depan tempat meja sekretaris berada, dia melihat Mayra sedang sibuk dengan laptopnya.
Evelyin langsung mendatangi meja Mayra dan menggebraknya.
"Hehh..Apa yang kau lakukan hingga Crish lebih memilihmu menjadi lawan mainnya dalam iklan ini..!
Apa kau merayunya Mayra.?"
Sentak Evelyin tanpa aba-aba. Mayra terlonjak kaget mendengar bentakan Evelyin yang tiba-tiba.
Dia langsung berdiri dan mendapati Evelyin yang sedang menatapnya penuh amarah.
"A-aku..tidak melakukan apapun nona..itu semua di luar kendali kami..!"
Ucap Mayra tergagap saking kagetnya.
"Aku tidak percaya..!! Kau hanya seorang sekretaris biasa, mana bisa di sejajarkan denganku..ini benar-benar penghinaan untukku..!"
Kembali bentak Evelyin makin keras. Untung ruangan itu sepi karena memang hanya di khususkan untuk ruang direktur utama saja.
"Aku juga sudah menolak nona..ini bukan bidang ku, mana bisa disandingkan dengan anda..!"
"Tapi kenapa Crish ngotot memilihmu hahh..?!"
"Aku tidak mengerti nona..!"
"Kau pasti sudah merayunya, ya kan..?!"
"Ev..cukup..!!"
Suara berat tiba2 datang melerai percekcokan di antara Evelyin dan Mayra .
Dan Agam sudah berdiri di pintu ruangannya berjalan menghampiri mereka..
"Ikut aku..!"
Titah Agam sambil menatap tajam kearah Evelyin yang wajahnya tampak merah padam.
Kemudian melirik ke arah Mayra yang tertunduk
"Lanjutkan pekerjaan mu May..!"
Ucapnya lembut, Mayra mengangguk lalu kemudian duduk kembali dan melanjutkan pekerjaannya.
Evelyin melengos , dadanya naik turun.
Siska sang asisten hanya menatap tidak suka kearah Mayra yang kembali fokus pada kesibukannya.
Akhirnya Evelyin mengikuti Agam masuk kedalam ruangannya.
Sesampainya didalam mereka terdengar terus berdebat, dan beberapa kali terdengar suara Evelyin yang berteriak kesal.
Dia benar-benar tidak terima kalau Crish malah memilih Mayra yang hanya seorang sekretaris untuk menjadi lawan mainnya, bukan dirinya yang lebih pantas segala-galanya.
Tanpa diketahui siapapun Evelyin memang sangat excited tentang iklan ini, sebab dia ingin memanfaatkan moment ini untuk memanas manasi Crish, dia ingin Crish jatuh kedalam pesonanya.
Sebab dulu dia pernah di tolak Crish saat dia mati-matian mengejarnya, sebelum dia bertemu Dirga yang lebih sempurna di banding Crish.
Namun rasa sakit dan kecewa itu masih saja tertanam dalam benaknya.
Dia sangat ingin membalas Crish..!
********
TBC....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
luiya tuzahra
hmm trnyata evelyin punya maksud
2023-11-26
0
🌹Fina Soe🌹
eve terlalu ambisius makanya sampai lupa statusnya sbg seorang istri..malah suruh suami nikah lagi supaya punya anak...rela aja suaminya begitu sama perempuan lain..ini baru awal eve..entah gimana lagi ketika nanti tau bahwa mayralah istri kedua suami tercintamu itu...
2023-10-14
0
andi hastutty
istrinya pertamanya dipegang sampai luar negeri dipotret santai ajha dan membiarkan tapi giliran Mayra mau jadi model marah2 ngga jelas
2023-10-09
0