Mayra sampai ke kantornya dan segera berkutat dengan kesibukannya.
Sebenarnya kalau bisa dia tidak ingin bertemu dulu dengan Agam. Kejadian tadi malam masih membuat dia sedikit canggung untuk berhadapan dengan Agam.
Namun tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi, karena posisi dia sebagai sekretaris Agam yang memaksanya untuk selalu bersinggungan dengannya.
Seperti saat ini, dia sedang berada di ruangannya Agam untuk membahas kontrak dengan perusahaan CSA Group. Dan hari ini Presdir perusahaan itu rencananya akan mengajak Mayra untuk mengunjungi lokasi pembuatan iklan tersebut.
"May..soal tadi malam, aku minta maaf kalau membuatmu tidak nyaman.."
Agam berucap seraya menatap lembut wajah Mayra yang duduk di hadapannya.
Saat ini perasaan Agam sulit sekali untuk dijabarkan, dia sangat berharap wanita yang ada dihadapannya ini bisa memberikan respon seperti yang diharapkan, agar dia bisa segera mengikatnya dan menjadikan miliknya selamanya.
Namun dia juga tidak ingin terburu-buru hingga membuat Mayra tidak nyaman apalagi menjauhinya.
Mayra mengangkat wajahnya, bertatapan dengan mata Agam yang penuh ketulusan.
"Tidak apa-apa mas..aku hanya butuh waktu."
Ucap Mayra lembut.
"Aku akan selalu menunggu jawabanmu May..
Aku akan sabar menunggu.."
Sahut Agam. Keduanya bertatapan dalam diam.
Kemudian mereka saling menundukkan wajah.
*****
Mayra turun ke loby kantor saat diberitahu oleh resepsionis bahwa Presdir CSA Group menunggu nya di sana. Kenapa dia tidak naik saja sih..!
Gumam Mayra sedikit kesal dengan kebiasaan bos besar CSA Group itu.
Dia sampai ke loby dan telah disambut senyum sumringah Crish.
"Nona Mayra..akhirnya anda datang juga.."
Ucapnya dengan nada yang lembut. Mayra hanya tersenyum manis.
"Tuan Crish..kenapa tidak langsung saja ke kantor nya tuan Agam."
Sambut Mayra sambil berdiri manis didepan Crish.
"Maaf nona Mayra..tapi saya tidak ingin buang-buang waktu dengan basa basi yang tidak penting. Saya kesini hanya ingin menjemput anda saja..!"
Ucap Crish lagi sambil tetap tersenyum manis.
Para pegawai wanita yang ada di sekitar loby nampak kasak kusuk menggosipkan kehadiran Presdir tampan itu. Mereka begitu terpesona dengan ketampanan Crish yang menawan.
"Baiklah..kalau begitu kita langsung berangkat saja, saya juga masih banyak pekerjaan setelah ini..!"
Sahut Mayra. Crish mengangguk semangat.
Keduanya akhirnya berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di pelataran depan loby kantor.
Dua orang lelaki berbadan tinggi besar yang selalu mengawal Crish kemana-mana tampak membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.
Dan mobil yang membawa merekapun melaju meninggalkan loby kantor 'Royal Entertainment'.
Para pegawai wanita itu kembali berdiskusi, membicarakan tentang Mayra yang beruntung bisa pergi bersama dengan Crish, ada juga yang merasa iri akan hal itu.
Mayra dan Crish sampai ke lokasi yang akan menjadi tempat shooting pembuatan iklan nanti. Ini merupakan lokasi outdoor yang akan menjadi fokus utama nantinya.
Keduanya terlihat serius melihat setiap detail lokasi.
Disana juga ada beberapa orang tim produksi yang akan memegang projek iklan ini.
Mereka asik berdiskusi. Namun kebanyakan dari tim produksi tampak sedikit ragu pada Mayra dan Crish, mengingat mereka bukanlah orang-orang ahli di bidang ini.
Semula mereka mengira bahwa Evelyin lah yang akan membintangi iklan ini. Tapi ternyata sekretaris Bos mereka yang terpilih. Sebenarnya mereka cukup antusias, mengingat betapa cantiknya Mayra, memang akan sangat cocok untuk iklan ini, apalagi bintang pria nya adalah Crish, keduanya begitu cocok dan serasi.
Tapi mereka akan melihat saja nanti bagaimana hasil akhirnya.
Setelah cukup lama berkeliling dan berdiskusi, juga melihat studio indoor yang menjadi tempat kedua pembuatan iklan ini, akhirnya Crish dan Mayra beristirahat sejenak di sebuah ruangan yang cukup nyaman didekat studio.
Crish menyodorkan minuman yang dibawa pengawalnya pada Mayra.
"Minumlah..kau terlihat haus..!"
Ucap Crish dengan senyum manisnya.
"Terimakasih tuan Crish.."
"Crish saja..tidak perlu terlalu formal, kita kan akan menjadi partner kerja..!"
Sergah Crish, mereka berpandangan sekilas dan akhirnya tersenyum canggung.
Mayra meminum air mineral yang diberikan Crish karena memang sangat haus.
"Sudah lama bekerja di perusahaan Agam..?"
Tanya Crish tanpa melirik ke arah Mayra, keduanya asik memperhatikan tim produksi yang sedang sibuk memindahkan beberapa property untuk shooting.
"Baru sekitar setahunan tuan.."
"Nona Mayra..panggil saja aku Crish..!"
Crish menyela, mereka kembali saling berpandangan sekilas, Mayra tersenyum malu.
"Saya tidak enak. terlalu lancang tuan..."
"Crish..."
"Iya oke..Crish.."
"Nah gitu dong.."
Sambung Crish, mereka tertawa kecil akhirnya.
Terlihat raut wajah tampan Crish tampak sangat bahagia berada di dekat Mayra.
trrrrtt..trrrrtt..trrrrtt..
Ponsel Mayra bergetar, dia melihat nama Agam tertera di layar, dan segera mengangkatnya.
"Assalamualaikum Pak.."
"Waalaikumsalam May..kau sudah selesai..?"
"Sudah..sebentar lagi saya kembali ke kantor..!"
"Tidak usah May..aku akan menjemputmu kesitu, sekalian kita akan langsung pergi ke suatu tempat..!"
"Oohh.. baiklah kalau begitu, saya tunggu disini pak."
"...."
"Waalaikumsalam..."
Mayra menutup telponnya. Dia melirik kearah Crish yang tampak berubah raut mukanya, terlihat kesal.
"Aku akan mengantarmu kembali ke kantor..!"
Ucap Crish kemudian.
"Tidak usah tuan Crish, pak Agam akan kesini, kami akan sekalian pergi ke tempat lain.."
"Kamu pergi denganku..kenapa tuan Agam itu tidak membiarkan aku mengantar mu kembali ke kantor nya.! sepertinya dia sangat protektif sekali ya padamu..!"
Ketus Crish dengan kekesalan yang sangat kentara.
"Bukan begitu, kami benar-benar akan langsung pergi ke tempat lain tuan.."
Sergah Mayra tidak enak dengan Crish. Mereka kembali berpandangan, tatapan Crish kali ini terlihat begitu tajam.
"Baiklah..aku percaya kali ini..!"
Ucap Crish kemudian. Keduanya kembali terdiam,
Menunggu kedatangan Agam ke tempat itu.
******
Mobil yang membawa Agam dan Mayra berhenti di sebuah butik mewah yang terkenal mahal dan hanya biasa di kunjungi oleh kalangan terbatas saja.
"Ayo turun May..!"
Ucap Agam seraya membuka pintu.
Mayra masih terdiam melihat keluar jendela. Dia bingung kenapa Agam membawa nya kesini.
"Kenapa kita kesini mas..?"
"Turunlah.. besok malam kita harus menghadiri Gala Dinner nya Moolay Group..Aku ingin kau datang mendampingiku bukan sebagai sekretaris, tapi sebagai Mayra.. partner pestaku..!"
Agam sudah turun duluan, dengan cepat memutari mobil dan telah berdiri membukakan pintu mobil bagian tempat duduk Mayra.
Wajah Mayra merah merona, dia tersipu dengan apa yang dilakukan Agam.
Mereka masuk ke dalam butik elite itu, di pintu masuk sudah di sambut oleh dua orang pelayan dengan senyum ramah ke arah Agam.
"Tuan Agam selamat datang..silahkan..!"
Ucap salah seorang dengan ramahnya.
"Apa Amanda ada disini?"
Tanya Agam sambil melangkah masuk diikuti Mayra.
Sebenarnya Agam ingin sekali menggandeng tangan Mayra, menggenggamnya erat supaya dia dapat menjaganya dengan posesif, tapi sayang..itu tidak bisa dilakukannya sekarang. Tunggu saja nanti kalau sudah halal, bisik hati Agam.
"Kebetulan Miss Amanda ada di sini tuan, saya akan memberitahu kalau anda datang.."
Ucap pelayan itu seraya membungkuk kemudian berlalu menuju ke lantai atas.
Agam mengajak Mayra untuk duduk di ruang tunggu butik yang sangat nyaman dan wangi.
"Mas..buat apa kamu membawaku kesini..?"
Mayra kembali bertanya pada Agam karena dia merasa tidak perlu ke tempat ini.
"Untuk mencari gaun lah May.."
"Iya..tapi buat siapa mas?"
"Buat kamu tentunya May.."
Ucap Agam, Mayra menatap Agam heran.
"Tapi buat apa mas, aku tidak butuh..lagipula disini pasti tidak ada pakaian muslim, lihat saja semua pakaian itu, semuanya hanya baju pesta biasa.."
Ucap Mayra sambil menunjuk kearah deretan pakaian pesta yang semuanya model minim dan terbuka.
"Adaa...kau tenang saja..!"
Sergah Dirga tersenyum miring.
"Tapi mas..aku benar2 tidak memerlukan nya, aku akan memakai yang ada saja di rumah.."
" Sudah May..dengarkan aku kali ini saja.. please..yaa.. kumohon..?!"
Agam kembali melakukan jurus andalannya, yaitu merajuk dan memohon.
Dan..yaa itu selalu berhasil membuat Mayra tidak bisa lagi membantah nya. Mayra hanya mengangkat bahu kesal dengan sikap memaksa Agam.
Agam tersenyum puas..
*********
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
vit
Kasian mayra, sayang aja agam lambat bergerak..
2024-02-03
0
andi hastutty
Mayra kenapa ngga jujur sih klo kamu sudah punya suami. klo bgini kan orang berharap
2023-10-09
0
Djie Marwati Laissa
kW tw Dirga duo lelaki tampan siap mnjadikan Mayra sebagai ratu satu2x d sisi mereka lahhh dirimu malah mnjadikanx yg k 2...sedangkan Mayra wanita berklas n berpendidikan cmn satu kekurangn Krn miskin hadehhh
2022-11-11
0