3. Kenapa jadi gugup?

Dirga masih tertegun melihat apa yang dilakukan Mayra, namun sesaat kemudian dia tersadar.

"Aku takut hujan..aku benar-benar takut. Tolong jangan tinggalkan aku sendiri..!"

Rengek Mayra di tengah Isak tangis nya.

Bibir Dirga tersenyum tipis, ragu-ragu dia balik memeluk tubuh Mayra.

Dia memejamkan matanya, ada perasaan aneh yang membuat dia sedikit canggung.

Tubuh Mayra menguarkan aroma harum membuat Dirga makin memperat pelukannya. Dia mencoba menghirup wangi lembut dari tubuh Mayra.

Begitu wangi dan menenangkan.

Pikiran liar nya tiba2 menyeruak membuat dia pelan2 membelai rambut Mayra yang tergerai indah.

Napas Dirga sedikit berat, ada dorongan aneh yang membuat jiwa lelakinya bangkit.

Wangi tubuh Mayra yang membuai serta posisi tubuh Mayra dengan kaki melingkar di pinggang nya juga membuat Dirga tidak bisa mengontrol hasrat aneh yang tiba2 mendesak menggedor jiwanya.

Dirga tidak tahan, kalau lama2 dalam posisi seperti ini dia tidak yakin akan bisa mengendalikan dirinya.

"Apa kau masih takut? atau masih ingin lama-lama memelukku seperti ini..?"

Ucap Dirga dengan suara serak dan berat.

Napasnya kian berat dan tak teratur, kelembutan tubuh Mayra membuat Dirga makin tidak bisa mengendalikan hasrat aneh nya.

Deg..!!

Mayra menegang, kaku.

Dia baru tersadar dengan apa yang tengah terjadi.

Wajahnya langsung memerah, malu bukan main.

Pelan2 dia merosot turun dari pelukan Dirga.

Wajahnya menunduk menahan malu.

"Maaf kalau saya lancang.."

Bisiknya sedikit gemetar. Dia mencoba menjauhkan dirinya dari rengkuhan Dirga, namun pinggang ramping nya masih tertahan oleh lengan kokoh Dirga yang masih melingkarinya.

Dirga kembali menarik tubuh Mayra hingga wajah Mayra menabrak dada bidang Dirga.

Jantung Mayra berdegup kencang, dadanya berdebar tak menentu. Dia kembali gugup dan mencoba berontak ingin keluar dari rengkuhan Dirga.

"Apa kau hanya mencari alasan saja denganku?"

Tanya Dirga dengan suara yang semakin berat.

Napasnya sedikit memburu. Tangan kiri nya bergerak meraup dagu lancip Mayra dan mengangkat nya, hingga kini keduanya kembali bertatapan, sangat dekat hampir tak berjarak.

"Ti.. tidak..saya benar-benar takut, maaf kalau saya lancang.."

Mayra tergagap menyela ucapan Dirga, bibir nya bergetar karena tegang, namun malah terlihat makin menggiurkan di mata Dirga. Hembusan napas yang keluar dari mulut Mayra beraroma mint segar yang memikat membuat Dirga makin tidak tahan.

Mayra mencoba menjauhkan wajahnya, namun sangat sulit karena kini tangan Dirga sudah berpindah ke tengkuk leher nya, menekan, hingga dia tidak bisa lagi menjauh..

Dalam sekali gerakan Dirga menyergap bibir ranum Mayra dan ******* nya dengan rakus.

Dia terhenyak sesaat, bibir Mayra begitu lembut dan manis, benar2 memabukan.

Dirga semakin menggila, dia menghisap, ******* dan menekan kedalam mulut Mayra.

Namun karena Mayra bertahan dan mencoba berontak dia menggigit kecil bibir Mayra hingga karena kaget Mayra membuka mulut nya.

Akhirnya Dirga dengan leluasa bisa mengeksplor keseluruhan bibir Mayra, dia benar2 kalap.

Hingga ketika Mayra hampir kehabisan napas dia baru melepaskan nya memberi jeda sebentar.

Mereka saling mengatur napas dalam masih bertatapan panas, kening saling menempel.

Beberapa detik kemudian Dirga kembali melancarkan aksinya, kali ini lebih lembut dan intim, hingga membuat Mayra sedikit demi sedikit bisa menerima dan mulai membalas ciuman lembut Dirga.

Ini adalah ciuman pertama Mayra, dia benar-benar kaget dan tak menyangka Dirga akan menciumnya begitu saja tanpa aba-aba.

Sensasi aneh merambat kedalam sel2 darah dalam tubuh Mayra membuat dia sedikit gemetaran.

Namun Mayra merasa, ciuman ini begitu hangat, begitu lembut dan menyenangkan. Perasaan yang belum pernah dia kenali sebelumnya. Dia merasakan bibir Dirga sangatlah manis dan membuat nya ketagihan, menginginkan yang lebih.

Hasrat Dirga semakin tak terkendali, sesaat dia sempat berpikir saat berciuman dengan Eveliyn dia tidak pernah merasakan sensasi nikmat nya berciuman seperti sekarang ini. Seakan sudah menjadi candu baginya.

Ini benar-benar gila, dia tidak ingin melepaskan ciuman ini sedetik pun.

Tangan nya mulai merambat naik mengelus punggung dan bergerak ke bagian depan tubuh Mayra.

shit..!!

Dirga merasakan ada satu serangan aneh di sekujur tubuhnya, seperti terkena aliran listrik.

Tubuh bagian bawahnya sudah menegang sedari tadi.

Baru menyentuh luar nya saja sudah begitu tegang, bagaimana kalau lebih.

Dirga jadi gugup sendiri, apa yang terjadi denga nya?

Mayra seperti punya magnet yang membuat dia lupa diri dan tidak terkendali.

Kesadaran Mayra kembali, dia tersentak mendorong keras tubuh Dirga saat tangan Dirga menyentuh dada nya. Dirga juga sama2 tersentak.

Ciuman panas mereka terlepas. Wajah mereka merah padam dan tegang. Sesaat keduanya masih bertatapan kaku. Ada kegugupan dimata mereka.

Mayra menunduk.

"Maaf..saya harus ke kamar mandi..!"

Ucapnya kemudian, tubuhnya lemas dan gemetar.

Setengah berlari Mayra berlalu dari hadapan Dirga dan kemudian masuk ke kamar mandi.

Dirga terdiam sambil mengatur napas yang masih memburu. Dia melirik kepergian Mayra. Ada kehampaan yang tiba2 dirasakan saat Mayra lepas dari rengkuhannya..

Tiba-tiba ponselnya berdering. Dirga mengambilnya dari balik saku jas yang tersimpan diatas sofa.

Nama Eveliyn tertera di layar, Dirga mencoba menetralkan pernapasannya agar kembali normal.

" Hai baby..apa kau merindukanku?"

"Tentu saja honey..kamu dimana sekarang?

Apa kau bersama wanita itu?"

" Heumm.. hanya mampir sebentar..!"

"Apa kau berniat untuk menghabiskan malam ini dengan nya?"

"Tidak..aku akan tidur di rumah.."

"Honey..sesuai perjanjian kita, aku hanya akan memberimu waktu semalam saja dengan wanita itu, tidak lebih..!"

"Iya aku mengerti..kau jangan khawatir baby..!"

"Heumm..baiklah..besok aku kembali. Aku sudah sangat merindukan belaianmu, dan cumbuanmu yang memabukan itu..Tunggu aku honey.."

"Baiklah..aku tunggu baby..!"

Percakapan pun berakhir, dan saat Dirga berbalik Mayra telah berdiri di belakang nya di dekat ranjang.

Mayra tampak sedikit gugup. Dia melangkah mengambil bantal dan beranjak hendak tidur di sofa.

Dia tidak mungkin tidur sekasur dengan Dirga kan?

Itu akan sangat membuat nya canggung.

Walaupun jelas-jelas Dirga adalah laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya, namun dia belum terbiasa terlalu dekat. Dia membutuhkan waktu untuk mengenal suaminya itu lebih jauh.

Dia belum siap untuk berdekatan dengan nya.

Lebih baik dia tidur di sofa saja, lagipula sofa itu sangat besar, lebih dari cukup untuk memuat tubuhnya yang mungil, bahkan sangat leluasa.

Mayra bergerak menuju ke ruang santai.

"Mau kemana kamu?"

Suara Dirga yang berat menghentikan langkahnya.

Mayra berdiri mematung, memeluk bantal didepan dadanya.

"Saya mau tidur di sofa.."

Ucap Mayra pelan nyaris berbisik.

Dirga menatap tajam kearah Mayra

"Siapa yang menyuruhmu tidur di sofa?"

Suara Dirga sedikit meninggi, wajahnya mengeras.

"Saya.. saya takut menggangu tidur anda, jadi..sebaiknya saya..."

"Tidur disini..! aku tidak akan mengganggumu malam ini..!"

Suara Dirga makin tinggi, kesal dan sedikit emosi.

"Ta.. tapi tuan...saya..!"

"Jangan membantah..! cepat tidur..!"

Kali ini suara Dirga benar2 naik satu oktaf.

Mayra beku di tempat. Akhir nya dia berbalik dan berjalan pelan menuju kembali ke tempat tidur.

Perlahan dia naik keatas tempat tidur dan mulai membaringkan tubuhnya, menarik selimut dan menutupi nya sampai batas leher.

Dirga berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dan mendinginkan suhu tubuhnya.

Dia harus mandi air dingin kali ini.

Setelah sekitar setengah jam, akhirnya dia kembali dengan sudah memakai piyama tidur nya.

Kemudian naik keatas tempat tidur di sebelah Mayra.

Mereka berjarak, Mayra yang masih belum bisa memejamkan matanya bergerak mepet sampai kepinggir ranjang.

"Tidak usah berlebihan..Aku tidak akan menerkam mu..!!"

Ucap Dirga sambil melirik Mayra kesal.

Mayra kembali beringsut agak ke tengah. Dia membalikan badan membelakangi Dirga dan mulai berdoa.

"Selamat malam...semoga mimpi indah.."

Ucapnya kemudian dan mulai memejamkan matanya.

Dirga hanya mendengus, diapun mulai menarik selimut dan memejamkan matanya.

Tak lama dengkuran halus terdengar dari keduanya, mereka sudah terlelap.

Hari ini mereka berdua begitu kelelahan.

Mereka butuh istirahat untuk melepaskan segala kepenatan dan beban pikiran yang seharian telah menghimpit dan menguras tenaga..

*******

TBC...

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

ngga jadi malam pertama

2023-10-09

0

Putri Minwa

Putri Minwa

👍👍👍

2023-01-27

0

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Gw paling gedek ni sma cwe yg tipe² kya si evelyn ini

2022-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. KUA
3 2. Siapa suamiku?
4 3. Kenapa jadi gugup?
5 4. Berikan aku keturunan
6 5. Hatimu Hanya Milikku
7 6. Pertemuan
8 7. Kikuk
9 8. Jangan Main-Main Di Belakangku
10 9. Permintaan Aneh Crish
11 10. Kesal
12 11.Aku Benci Kamu
13 12. Frustasi
14 13. Berangkat Bareng
15 14. Pergi Dengan Crish
16 15. Bertemu Amanda
17 16. Amarah Evelyin
18 17. Gala Dinner
19 18. Malam Ini Kamu Bintangnya
20 19. Serangan Evelyin
21 20. Jangan Tinggalkan Aku
22 21. Syuting
23 22. Kamu Berbakat May
24 23. Berkunjung
25 24. Jangan Menyentuhku
26 25. Kedatangan Vanessa
27 26. Shock
28 27. Makan Malam
29 28. Minuman Aneh
30 29. Hari Yang Berat
31 30. Rekaman Cctv
32 31. Cuti Kerja
33 32. Pagi Yang Hangat
34 33. Heboh
35 34. Lunch
36 35. Di Pecat
37 36. Keputusan
38 37. Hari Pertama
39 38. Pemotretan
40 39. Hampir Saja
41 40. Pengawal Baru
42 41. Di jemput Malam-Malam
43 42. Nginep Di Hotel
44 43. Kekacauan
45 44. Laporan Jhon
46 45. Kehebohan Baru
47 46. Tersingkap
48 47. Mengunjungi Dokter
49 48. Saudari Ipar
50 49. Penyerangan
51 50. Kesibukan Di Pagi Hari
52 51. Kabur
53 52. Villa Di Atas Bukit
54 53. Kembali Ke Kota
55 54. Malam Perayaan
56 55. Kejutan Mayra
57 56. Terjatuh
58 57. Gosip Terhangat
59 58. Di Datangin Evelyin
60 59. Rumah Baru
61 60. Pengakuan
62 61. Menjenguk Evelyin
63 62 . Agam Patah Hati
64 63. Makan Malam Romantis
65 64. Serangan Lagi
66 65. Hadiah Baru
67 66. Kepulangan Sang Mertua
68 67. Tuan Aneh
69 68. Bertemu Mertua
70 69. Tidur Di Rumah Mertua
71 70. Morning Sickness
72 71. Ragu
73 72. Pernyataan
74 73. Ngidam
75 74. Kehilangan
76 75. Mencoba Berdiri
77 76. Mengunjungi Pameran
78 77. Pulau Pribadi
79 78. Kapal Pesiar
80 79. Di Tinggal Pergi
81 80. Jalan-Jalan
82 81. Penyelamatan
83 82. Aaron Terluka
84 83. Menembus badai
85 84. Kembali
86 85. Hari Terakhir
87 86. Masih Di Hari Terakhir
88 87. Pulang Ke Rumah
89 88. Kiriman Fhoto
90 89. Gebrakan Evelyin
91 90. Kemelut
92 91. Pergi
93 92. Menenangkan Diri
94 93. Pesona Mayra
95 94. Melepas Rindu
96 95. Ikut Ke Kantor
97 96. Kritis
98 97. Dibawa pergi
99 98. Penthouse
100 99. Ganjaran Setimpal
101 100. Tuan Berharga
102 101. Dilema
103 102. Kabar Mengejutkan
104 103. Mimpi atau Nyata
105 104. Akhir Penantian
106 105. Kepulangan
107 106. Periksa Kandungan
108 107. Persiapan Resepsi
109 108. Resepsi
110 109. Penculikan
111 110. Di Sekap
112 111. Akhir Sebuah Tragedi
113 112. Lahir Prematur
114 113. Kehilangan Kendali
115 114. Pangeran Kecil
116 115. Ulang Tahun Pernikahan
117 Epilog
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Prolog
2
1. KUA
3
2. Siapa suamiku?
4
3. Kenapa jadi gugup?
5
4. Berikan aku keturunan
6
5. Hatimu Hanya Milikku
7
6. Pertemuan
8
7. Kikuk
9
8. Jangan Main-Main Di Belakangku
10
9. Permintaan Aneh Crish
11
10. Kesal
12
11.Aku Benci Kamu
13
12. Frustasi
14
13. Berangkat Bareng
15
14. Pergi Dengan Crish
16
15. Bertemu Amanda
17
16. Amarah Evelyin
18
17. Gala Dinner
19
18. Malam Ini Kamu Bintangnya
20
19. Serangan Evelyin
21
20. Jangan Tinggalkan Aku
22
21. Syuting
23
22. Kamu Berbakat May
24
23. Berkunjung
25
24. Jangan Menyentuhku
26
25. Kedatangan Vanessa
27
26. Shock
28
27. Makan Malam
29
28. Minuman Aneh
30
29. Hari Yang Berat
31
30. Rekaman Cctv
32
31. Cuti Kerja
33
32. Pagi Yang Hangat
34
33. Heboh
35
34. Lunch
36
35. Di Pecat
37
36. Keputusan
38
37. Hari Pertama
39
38. Pemotretan
40
39. Hampir Saja
41
40. Pengawal Baru
42
41. Di jemput Malam-Malam
43
42. Nginep Di Hotel
44
43. Kekacauan
45
44. Laporan Jhon
46
45. Kehebohan Baru
47
46. Tersingkap
48
47. Mengunjungi Dokter
49
48. Saudari Ipar
50
49. Penyerangan
51
50. Kesibukan Di Pagi Hari
52
51. Kabur
53
52. Villa Di Atas Bukit
54
53. Kembali Ke Kota
55
54. Malam Perayaan
56
55. Kejutan Mayra
57
56. Terjatuh
58
57. Gosip Terhangat
59
58. Di Datangin Evelyin
60
59. Rumah Baru
61
60. Pengakuan
62
61. Menjenguk Evelyin
63
62 . Agam Patah Hati
64
63. Makan Malam Romantis
65
64. Serangan Lagi
66
65. Hadiah Baru
67
66. Kepulangan Sang Mertua
68
67. Tuan Aneh
69
68. Bertemu Mertua
70
69. Tidur Di Rumah Mertua
71
70. Morning Sickness
72
71. Ragu
73
72. Pernyataan
74
73. Ngidam
75
74. Kehilangan
76
75. Mencoba Berdiri
77
76. Mengunjungi Pameran
78
77. Pulau Pribadi
79
78. Kapal Pesiar
80
79. Di Tinggal Pergi
81
80. Jalan-Jalan
82
81. Penyelamatan
83
82. Aaron Terluka
84
83. Menembus badai
85
84. Kembali
86
85. Hari Terakhir
87
86. Masih Di Hari Terakhir
88
87. Pulang Ke Rumah
89
88. Kiriman Fhoto
90
89. Gebrakan Evelyin
91
90. Kemelut
92
91. Pergi
93
92. Menenangkan Diri
94
93. Pesona Mayra
95
94. Melepas Rindu
96
95. Ikut Ke Kantor
97
96. Kritis
98
97. Dibawa pergi
99
98. Penthouse
100
99. Ganjaran Setimpal
101
100. Tuan Berharga
102
101. Dilema
103
102. Kabar Mengejutkan
104
103. Mimpi atau Nyata
105
104. Akhir Penantian
106
105. Kepulangan
107
106. Periksa Kandungan
108
107. Persiapan Resepsi
109
108. Resepsi
110
109. Penculikan
111
110. Di Sekap
112
111. Akhir Sebuah Tragedi
113
112. Lahir Prematur
114
113. Kehilangan Kendali
115
114. Pangeran Kecil
116
115. Ulang Tahun Pernikahan
117
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!