Dirga masih tertegun melihat apa yang dilakukan Mayra, namun sesaat kemudian dia tersadar.
"Aku takut hujan..aku benar-benar takut. Tolong jangan tinggalkan aku sendiri..!"
Rengek Mayra di tengah Isak tangis nya.
Bibir Dirga tersenyum tipis, ragu-ragu dia balik memeluk tubuh Mayra.
Dia memejamkan matanya, ada perasaan aneh yang membuat dia sedikit canggung.
Tubuh Mayra menguarkan aroma harum membuat Dirga makin memperat pelukannya. Dia mencoba menghirup wangi lembut dari tubuh Mayra.
Begitu wangi dan menenangkan.
Pikiran liar nya tiba2 menyeruak membuat dia pelan2 membelai rambut Mayra yang tergerai indah.
Napas Dirga sedikit berat, ada dorongan aneh yang membuat jiwa lelakinya bangkit.
Wangi tubuh Mayra yang membuai serta posisi tubuh Mayra dengan kaki melingkar di pinggang nya juga membuat Dirga tidak bisa mengontrol hasrat aneh yang tiba2 mendesak menggedor jiwanya.
Dirga tidak tahan, kalau lama2 dalam posisi seperti ini dia tidak yakin akan bisa mengendalikan dirinya.
"Apa kau masih takut? atau masih ingin lama-lama memelukku seperti ini..?"
Ucap Dirga dengan suara serak dan berat.
Napasnya kian berat dan tak teratur, kelembutan tubuh Mayra membuat Dirga makin tidak bisa mengendalikan hasrat aneh nya.
Deg..!!
Mayra menegang, kaku.
Dia baru tersadar dengan apa yang tengah terjadi.
Wajahnya langsung memerah, malu bukan main.
Pelan2 dia merosot turun dari pelukan Dirga.
Wajahnya menunduk menahan malu.
"Maaf kalau saya lancang.."
Bisiknya sedikit gemetar. Dia mencoba menjauhkan dirinya dari rengkuhan Dirga, namun pinggang ramping nya masih tertahan oleh lengan kokoh Dirga yang masih melingkarinya.
Dirga kembali menarik tubuh Mayra hingga wajah Mayra menabrak dada bidang Dirga.
Jantung Mayra berdegup kencang, dadanya berdebar tak menentu. Dia kembali gugup dan mencoba berontak ingin keluar dari rengkuhan Dirga.
"Apa kau hanya mencari alasan saja denganku?"
Tanya Dirga dengan suara yang semakin berat.
Napasnya sedikit memburu. Tangan kiri nya bergerak meraup dagu lancip Mayra dan mengangkat nya, hingga kini keduanya kembali bertatapan, sangat dekat hampir tak berjarak.
"Ti.. tidak..saya benar-benar takut, maaf kalau saya lancang.."
Mayra tergagap menyela ucapan Dirga, bibir nya bergetar karena tegang, namun malah terlihat makin menggiurkan di mata Dirga. Hembusan napas yang keluar dari mulut Mayra beraroma mint segar yang memikat membuat Dirga makin tidak tahan.
Mayra mencoba menjauhkan wajahnya, namun sangat sulit karena kini tangan Dirga sudah berpindah ke tengkuk leher nya, menekan, hingga dia tidak bisa lagi menjauh..
Dalam sekali gerakan Dirga menyergap bibir ranum Mayra dan ******* nya dengan rakus.
Dia terhenyak sesaat, bibir Mayra begitu lembut dan manis, benar2 memabukan.
Dirga semakin menggila, dia menghisap, ******* dan menekan kedalam mulut Mayra.
Namun karena Mayra bertahan dan mencoba berontak dia menggigit kecil bibir Mayra hingga karena kaget Mayra membuka mulut nya.
Akhirnya Dirga dengan leluasa bisa mengeksplor keseluruhan bibir Mayra, dia benar2 kalap.
Hingga ketika Mayra hampir kehabisan napas dia baru melepaskan nya memberi jeda sebentar.
Mereka saling mengatur napas dalam masih bertatapan panas, kening saling menempel.
Beberapa detik kemudian Dirga kembali melancarkan aksinya, kali ini lebih lembut dan intim, hingga membuat Mayra sedikit demi sedikit bisa menerima dan mulai membalas ciuman lembut Dirga.
Ini adalah ciuman pertama Mayra, dia benar-benar kaget dan tak menyangka Dirga akan menciumnya begitu saja tanpa aba-aba.
Sensasi aneh merambat kedalam sel2 darah dalam tubuh Mayra membuat dia sedikit gemetaran.
Namun Mayra merasa, ciuman ini begitu hangat, begitu lembut dan menyenangkan. Perasaan yang belum pernah dia kenali sebelumnya. Dia merasakan bibir Dirga sangatlah manis dan membuat nya ketagihan, menginginkan yang lebih.
Hasrat Dirga semakin tak terkendali, sesaat dia sempat berpikir saat berciuman dengan Eveliyn dia tidak pernah merasakan sensasi nikmat nya berciuman seperti sekarang ini. Seakan sudah menjadi candu baginya.
Ini benar-benar gila, dia tidak ingin melepaskan ciuman ini sedetik pun.
Tangan nya mulai merambat naik mengelus punggung dan bergerak ke bagian depan tubuh Mayra.
shit..!!
Dirga merasakan ada satu serangan aneh di sekujur tubuhnya, seperti terkena aliran listrik.
Tubuh bagian bawahnya sudah menegang sedari tadi.
Baru menyentuh luar nya saja sudah begitu tegang, bagaimana kalau lebih.
Dirga jadi gugup sendiri, apa yang terjadi denga nya?
Mayra seperti punya magnet yang membuat dia lupa diri dan tidak terkendali.
Kesadaran Mayra kembali, dia tersentak mendorong keras tubuh Dirga saat tangan Dirga menyentuh dada nya. Dirga juga sama2 tersentak.
Ciuman panas mereka terlepas. Wajah mereka merah padam dan tegang. Sesaat keduanya masih bertatapan kaku. Ada kegugupan dimata mereka.
Mayra menunduk.
"Maaf..saya harus ke kamar mandi..!"
Ucapnya kemudian, tubuhnya lemas dan gemetar.
Setengah berlari Mayra berlalu dari hadapan Dirga dan kemudian masuk ke kamar mandi.
Dirga terdiam sambil mengatur napas yang masih memburu. Dia melirik kepergian Mayra. Ada kehampaan yang tiba2 dirasakan saat Mayra lepas dari rengkuhannya..
Tiba-tiba ponselnya berdering. Dirga mengambilnya dari balik saku jas yang tersimpan diatas sofa.
Nama Eveliyn tertera di layar, Dirga mencoba menetralkan pernapasannya agar kembali normal.
" Hai baby..apa kau merindukanku?"
"Tentu saja honey..kamu dimana sekarang?
Apa kau bersama wanita itu?"
" Heumm.. hanya mampir sebentar..!"
"Apa kau berniat untuk menghabiskan malam ini dengan nya?"
"Tidak..aku akan tidur di rumah.."
"Honey..sesuai perjanjian kita, aku hanya akan memberimu waktu semalam saja dengan wanita itu, tidak lebih..!"
"Iya aku mengerti..kau jangan khawatir baby..!"
"Heumm..baiklah..besok aku kembali. Aku sudah sangat merindukan belaianmu, dan cumbuanmu yang memabukan itu..Tunggu aku honey.."
"Baiklah..aku tunggu baby..!"
Percakapan pun berakhir, dan saat Dirga berbalik Mayra telah berdiri di belakang nya di dekat ranjang.
Mayra tampak sedikit gugup. Dia melangkah mengambil bantal dan beranjak hendak tidur di sofa.
Dia tidak mungkin tidur sekasur dengan Dirga kan?
Itu akan sangat membuat nya canggung.
Walaupun jelas-jelas Dirga adalah laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya, namun dia belum terbiasa terlalu dekat. Dia membutuhkan waktu untuk mengenal suaminya itu lebih jauh.
Dia belum siap untuk berdekatan dengan nya.
Lebih baik dia tidur di sofa saja, lagipula sofa itu sangat besar, lebih dari cukup untuk memuat tubuhnya yang mungil, bahkan sangat leluasa.
Mayra bergerak menuju ke ruang santai.
"Mau kemana kamu?"
Suara Dirga yang berat menghentikan langkahnya.
Mayra berdiri mematung, memeluk bantal didepan dadanya.
"Saya mau tidur di sofa.."
Ucap Mayra pelan nyaris berbisik.
Dirga menatap tajam kearah Mayra
"Siapa yang menyuruhmu tidur di sofa?"
Suara Dirga sedikit meninggi, wajahnya mengeras.
"Saya.. saya takut menggangu tidur anda, jadi..sebaiknya saya..."
"Tidur disini..! aku tidak akan mengganggumu malam ini..!"
Suara Dirga makin tinggi, kesal dan sedikit emosi.
"Ta.. tapi tuan...saya..!"
"Jangan membantah..! cepat tidur..!"
Kali ini suara Dirga benar2 naik satu oktaf.
Mayra beku di tempat. Akhir nya dia berbalik dan berjalan pelan menuju kembali ke tempat tidur.
Perlahan dia naik keatas tempat tidur dan mulai membaringkan tubuhnya, menarik selimut dan menutupi nya sampai batas leher.
Dirga berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dan mendinginkan suhu tubuhnya.
Dia harus mandi air dingin kali ini.
Setelah sekitar setengah jam, akhirnya dia kembali dengan sudah memakai piyama tidur nya.
Kemudian naik keatas tempat tidur di sebelah Mayra.
Mereka berjarak, Mayra yang masih belum bisa memejamkan matanya bergerak mepet sampai kepinggir ranjang.
"Tidak usah berlebihan..Aku tidak akan menerkam mu..!!"
Ucap Dirga sambil melirik Mayra kesal.
Mayra kembali beringsut agak ke tengah. Dia membalikan badan membelakangi Dirga dan mulai berdoa.
"Selamat malam...semoga mimpi indah.."
Ucapnya kemudian dan mulai memejamkan matanya.
Dirga hanya mendengus, diapun mulai menarik selimut dan memejamkan matanya.
Tak lama dengkuran halus terdengar dari keduanya, mereka sudah terlelap.
Hari ini mereka berdua begitu kelelahan.
Mereka butuh istirahat untuk melepaskan segala kepenatan dan beban pikiran yang seharian telah menghimpit dan menguras tenaga..
*******
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
andi hastutty
ngga jadi malam pertama
2023-10-09
0
Putri Minwa
👍👍👍
2023-01-27
0
Rahmawaty❣️
Gw paling gedek ni sma cwe yg tipe² kya si evelyn ini
2022-11-20
0