Beberapa saat kemudian Dirga dan Agam melepaskan rangkulan mereka.
"Sekretaris Lee..bagaimana kabarmu?"
Agam beralih ke Sekretaris Lee.
"Baik Tuan Agam.. terimakasih..!"
Jawab Lee seraya membungkuk, dan mereka berjabat tangan.
"Kenalkan..ini sekretaris saya, nona Almayra..!"
Agam sedikit enggan akhirnya memperkenalkan Mayra pada Dirga dan sekretaris Lee.
Mayra sedikit membungkuk dan tersenyum manis.
Dia mengatupkan tangan nya di depan dadanya, sebagai tanda perkenalan.
Sekretaris Lee membalas dengan sedikit membungkuk. Sementara Dirga nampak menatap tajam menusuk ke arah wajah cantik Mayra.
Agam tidak suka dengan tatapan Dirga.
Akhirnya mereka berempat duduk di kursi masing-masing. Dirga duduk tepat di hadapan Mayra hingga membuat dia sedikit tidak nyaman.
Dan Agam tampaknya paham akan hal itu.
"May..kau duduklah disini.."
Ucapnya sambil berdiri berganti posisi dengan Mayra.
Dan Dirga terlihat semakin dingin saja tatapan nya.
Pembahasan pun di mulai. Agam dengan lihai mempresentasikan detail projek iklan yang akan di garapnya bersama Moolay Group.
Projek ini adalah rencana pengembangan perumahan dan hotel besar dalam satu kawasan.
Sebenarnya kerjasama ini juga melibatkan satu perusahaan besar lagi, yakni perusahaan ternama yang bergerak di bidang property, yaitu perusahaan
'CSA Group'.
Namun Agam sengaja membuat janji pertemuan yang berbeda. Kalau semuanya sudah deal baru akan di adakan pertemuan bersama.
Mayra juga sesekali membantu Agam menerangkan detail dari projek ini. Cara bicara dan pembawaan materi yang sangat profesional serta luwes dari Mayra sontak saja membius Dirga juga sekretaris Lee.
Mereka terpaku pada Mayra yang sedang berbicara dengan intonasi yang sangat enak di dengar.
Mata Dirga seakan terhipnotis, dia terdiam menatap wajah Mayra dengan perasaan yang berkecamuk.
Bibir ranum Mayra yang tengah berbicara tampak begitu menggoda, pikiran Dirga kembali melayang pada malam pertama kali dia mencicipi bibir itu.
Begitu manis, lembut dan memabukan.
Agam yang melihat kekonyolan dua lelaki di hadapannya segera mengambil alih pembicaraan dari Mayra. Dia benar-benar tidak suka akan situasi ini dan ingin segera mengakhiri nya.
Sekretaris Lee memberikan tanggapan atas apa yang telah dipaparkan oleh Agam.
Sementara Dirga hanya terdiam menyimak.
*****
Akhirnya pembicaraan pun selesai, bersamaan dengan kedatangan manajer restoran dan beberapa pelayan yang membawakan hidangan makan siang untuk mereka.
"Silahkan tuan Raymond..tuan Agam..selamat menikmat..Kalau ada yang anda perlukan lagi, saya bersiap di depan.."
Ucap sang manajer sambil membungkuk.
Agam mengangguk, sementara Dirga hanya melambaikan tangan saja.
Mereka memulai makan siang nya dengan tenang.
Agam terlihat memilihkan beberapa menu makanan dan menaruhnya di piring Mayra.
Mayra hanya tersenyum manis dan mengangguk sopan tanda berterimakasih. Melihat hal itu wajah Dirga tampak semakin dingin.
"Sepertinya nona Almayra bukan hanya sekedar sekretaris bagimu tuan Agam..!"
Ucap Dirga dengan suara sedikit berat.
"Itu benar..dia seseorang yang sangat spesial bagi saya tuan Moolay..!"
Sahut Agam dengan sedikit penekanan untuk meyakinkan orang2 didepannya bahwa tidak boleh ada yang berani macam2 pada sekretaris nya itu.
Dia melirik kearah Mayra yang terlihat semakin kikuk dan salah tingkah.
Dia seperti ingin terbang menjauh dari situasi ini.
Namun ada rasa bahagia yang tidak dipungkirinya mendengar ucapan Agam. Wajahnya bersemu merah.
Bagaimanapun Agam adalah laki-laki yang selama ini menjadi dambaannya.
Dan hal itu sayang nya terlihat jelas oleh Dirga.
Entah kenapa ada hawa panas yang menjalar keseluruh tubuh Dirga. Tangannya terkepal.
"Maaf..saya permisi ke belakang..!"
Ucap Mayra yang tiba2 berdiri dan mengakhiri makannya yang masih tersisa banyak.
"Tapi May.. kau baru makan sedikit..!"
Sergah Agam dengan tatapan khawatir.
Dirga juga terlihat menatap tidak suka dengan tindakan Mayra.
"Saya sudah kenyang pak..saya permisi mau sembahyang Dzuhur..takut kehabisan waktu..
Permisi semuanya..!"
Mayra tak menggubris, dia harus cepat lari dari situasi ini. Dengan tak melihat lagi kebelakang dia cepat berlalu keluar dari ruangan itu.
Agam melihat kepergian Mayra dengan berat, kemudian mendesah dan setelahnya melanjutkan makan siangnya yang tersisa.
Setelah selesai diapun berpamitan pada Dirga dan Lee untuk menyusul Mayra ke belakang dan menjalankan sholat Dzuhur yang hampir telat.
Dirga meletakan sendok dan garpu diatas piringnya sedikit kencang.
Wajahnya terlihat kesal dan tak bersahabat.
"Cari tahu hubungan Agam dan wanita itu Lee..!"
"Baik Tuan..!"
Lee mengangguk paham.Dia juga tadi menyaksikan sendiri bagaimana perlakuan Agam terhadap istri kedua Tuan nya itu.
Mereka melanjutkan santap siang nya dengan hidangan penutup sembari menunggu kembalinya Mayra dan Agam.
*****
Mayra dan Agam sudah kembali ke kantor.
Akhirnya Mayra bisa bernapas dengan lega, terlepas dari situasi tidak mengenakan tadi.
Dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk.
Saat sedang asik berkutat dengan kesibukan nya, tiba2 di pintu lift terdengar suara ribut. Ada dua orang wanita dan seorang pria berjalan menuju kantor Agam.
Wanita cantik yang berjalan dengan elegan itu adalah Eveliyn yang didampingi manajer dan asisten pribadinya.
Deg..!
Jantung Mayra berdetak cepat, dia sedikit tegang mengingat wanita yang banyak di idolakan orang2 ini sekarang telah menjadi madu nya..
Hahaa...ya madu.. itupun kalau dirinya diakui sebagai istri kedua Tuan Dirga itu.
Tanpa disadari, Eveliyn telah berdiri di hadapan Mayra dengan senyum memikatnya.
"Mayra..apakah Agam ada di ruangannya..?"
Ya...mereka memang sudah saling mengenal, karena Eveliyn adalah artis utama yang bernaung dibawah perusahan Agam. Dalam kata lain.. Eveliyn adalah artis nya Agam. Tentu saja dia kenal Eveliyn, begitupun sebaliknya, karena mereka sering berinteraksi.
"Oohhh..aa..ada nona..silahkan langsung saja masuk..!" jawab Mayra tergagap.
"Kau ini.. seperti baru bertemu saja..santai aja kali.."
Ucap Eveliyn merasa lucu dengan tingkah kikuk Mayra.
Siska si asisten tampak tersenyum miring.
Sementara Gery sang manajer memasang senyum termanisnya menatap wajah merah merona Mayra yang terlihat begitu cantik dan menggemaskan di mata laki2 berkacamata itu.
Gery memang salah satu pengagum Mayra.
"Permisi nona Mayra..tidak perlu canggung begitu..!"
Godanya sambil tersenyum manis kemudian berlalu menyusul Eveliyn masuk ke dalam ruangan Agam.
Mayra hanya menundukan muka dengan tersipu malu.
Di dalam ruangan, Agam tampak sedang berbincang dengan Eveliyn mengenai projek film baru yang akan di bintangi Eveliyn dan beberapa kontrak fashion show serta pemotretan yang sudah rampung.
"Aku akan istirahat dulu beberapa waktu setelah ini.
Waktuku dengan suamiku benar2 tersita.."
Ucap Eveliyn sambil tersenyum manis karena membayangkan akan menghabiskan waktu nya bersama Dirga.
"Itu bagus Ev..kau harus menggunakan waktu istirahat mu sebaik mungkin..!"
Sambut Agam setuju, dan Eveliyn mengangguk.
"Terus saya ngapain nih.." sahut Siska dengan wajah yang dibuat seakan akan bersedih.
"Kelaut aja lo..ya ngapain kek..masa iya nguntitin Eveliyn terus..!"
Serbu Gery di sambut pukulan keras Siska di pundak nya.
"Sialan Lo..! lo aja sana yang mati sendirian..!"
Ucap Siska kesal. Mereka tertawa juga akhirnya.
"Aku juga tadi habis bertemu dengan suamimu Ev.."
Sambung Agam kemudian.
"Oyaa..?? ngapain..??"
"Membahas projek iklan buat pembangunan hotel di kawasan xx itu.."
"Heumm..seru dong.. pasti aku kan yang membintangi iklan ini, ini projek besar loh..!"
"Belum sampai ke pembahasan itu..baru ke konsep iklanya saja..!"
"Ohh begitu ya.. sayang sekali.. Kamu harus pastikan aku yang akan mengambil projek ini..! ini sangat penting bagiku..!"
Ucap Eveliyn penuh harap.
"Ini tergantung persetujuan dari perusahaan 'CSA Group' dulu..Karena dia yang memegang kendali di lapangan..!"
"Apa..?? CSA Group..??"
"Iya..ini projek kerjasama antara Moolay dan CSA Group..!"
Jawab Agam dengan menatap heran wajah Eveliyn yang tampak begitu sumringah.
"Kenapa memang nya..?? apa ini karena bos nya yang terkenal playboy itu..? Ev..jangan macam-macam kamu..!"
Agam memperingatkan dengan wajah sedikit mengeras.
"Apaan sih Gam..bukan itu..aku hanya excited aja karena ini adalah projek besar antar dua perusahaan hebat..!"
Agam menatap tajam mencari kejujuran di wajah Eveliyn.
"Aku kira apaan..Ingat kamu sudah punya Dirga..!"
"Tentu saja..dia adalah segalanya bagiku.."
Ucap Eveliyn dengan senyum yang mengembang sempurna dibibir sexinya.
******
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
luiya tuzahra
si dirga belum apa2 aja udah kepanasan
2023-11-26
0
andi hastutty
heem kenapa tuh Evelin
2023-10-09
0
Putri Minwa
lanjut
2023-01-29
0