8. Jangan Main-Main Di Belakangku

Mayra sudah bersiap untuk tidur setelah menyelesaikan segala kewajibannya. Dia juga sudah mengecek segala keperluan pekerjaannya esok hari.

Dia melepas hijab dan membiarkan rambut nya tergerai bebas semalam.

Mayra hendak naik ke tempat tidur ketika ponselnya tiba2 berdering. Ternyata pak Bima yang menelpon.

"Assalamualaikum ayah..apa kabar?"

Sambut Mayra dengan wajah bahagia.

"Waalaikumsalam..ayah baik nak.. bagaimana dengan kamu, apa kamu baik disana?"

"Alhamdulillah..sejauh ini May baik-baik saja Ayah.

Ayah tidak usah menghawatirkan May.."

"Syukurlah ayah lega mendengarnya.."

Mereka terdiam sejenak.

"May..ayah sudah tidak bekerja lagi sekarang.. Tuan Dirga menyuruh ayah berhenti..karena ayah sudah tua."

"Bagus dong kalau gitu yah..itu yang May harapkan selama ini..Ayah tidak usah khawatir May akan mengirimkan uang tiap bulannya pada Ayah.."

"Tidak perlu nak.."

"Kenapa yah?"

"Tuan Dirga sudah menjamin masa tua ayah..Jadi

sekarang kamu fokuslah pada dirimu sendiri nak..!"

"Ohh begitu ya..baiklah kalau gitu..May harap ayah selalu sehat, jangan cape-cape..Kalau May ada waktu nanti May akan berkunjung.."

"Baiklah nak..jaga dirimu baik-baik..Ayah tutup dulu telpon nya, istirahatlah.. Assalamualaikum..!"

"Waalaikumsalam.."

Lirih Mayra mengakhiri percakapan teleponnya dengan sang Ayah.

Mayra beranjak melangkah menuju tempat tidur.

Namun tertahan ketika pintu tiba2 dibuka dari luar, dan sosok Dirga muncul dihadapan nya.

Mereka terdiam di tempat dan hanya saling melihat.

Namun kemudian Mayra cepat tersadar, dia berjalan menghampiri Dirga.

"Tuan.. anda datang?"

Ucapnya seraya mengambil tas kerja ditangan Dirga, ditaruhnya di sofa. Lalu membantu membuka jas yang dipakai Dirga.

Dirga hanya terdiam memperhatikan apa yang dilakukan istrinya itu.

"Kenapa..apa kau tidak suka aku datang?"

Ketus Dirga melonggarkan dasinya.

Mayra terdiam, mereka saling menatap.

Malam ini Mayra memakai gaun tidur sutra warna peach bermotif bunga warna abu yang sedikit pas ditubuhnya. Terlihat cantik dan menawan.

"Bukan begitu Tuan..Aku hanya tidak menyiapkan makan malam untukmu.."

"Aku tidak lapar..!"

Sergah Dirga sambil merangsek maju mendekati Mayra yang otomatis mundur.

Dirga mengernyitkan alis melihat reaksi Mayra.

"Apa tuan ingin mandi..saya akan siapkan air hangat dulu sebentar.."

Ucap Mayra mencoba mengalihkan perhatian dan akan melangkah menuju kamar mandi.

"Tidak perlu aku bisa sendiri..!"

Potong Dirga dengan wajah mulai mengeras.

Tatapannya tidak bisa diartikan, seperti nya suasana hatinya sedang buruk.

Detik berikutnya tangan Mayra ditarik kencang oleh Dirga hingga tubuh Mayra otomatis berbalik menabrak dada bidang Dirga. Tangan Dirga mengunci pinggang ramping nya dan memeluk nya erat.

Tubuh Mayra menegang..wajah mereka kini begitu dekat, mata mereka bertemu saling menatap mencoba membaca apa yang ada dalam pikiran masing-masing

Mayra mencoba berontak dengan mendorong dada bidang Dirga, namun itu seakan sia-sia saja karena Dirga tak bergeser sedikitpun malah kini rengkuhannya semakin kuat.

"Tuan..sebaiknya anda membersihkan diri dulu..saya akan siapkan pakaian anda.."

"Ada hubungan apa antara kau dengan bos mu itu..!"

Sentak Dirga, tatapannya berubah tajam dan menusuk.

Mayra gugup dan makin tegang.

"Ti..tidak ada apa-apa Tuan.."

"Bohong..kau jangan coba-coba bermain di belakang ku..!"

Sentak Dirga dengan suara sedikit meninggi.

Dia mengangkat dagu Mayra hingga kini wajah mereka benar2 tanpa jarak.

"Aku tidak bohong..anda bisa mencari tahu sendiri kebenarannya.."

"Aku tidak percaya..Kau sudah berani bermain2 di belakangku.. bukankah sudah aku peringatkan..! Kau harus tahu batasanmu..!!"

Dirga berucap sambil tangannya membelai wajah Mayra, napasnya kian memburu.

"Tidak..itu tidak benar..Hubunganku dengan pak Agam hanya sebatas atasan dan bawahan semata..!"

"Kau sudah menghinaku dengan berani bermain di belakangku..!"

"Anda juga sudah menghinaku dengan menuduhku tanpa bukti.."

Suara Mayra tercekat, terdesak oleh rasa marah dan kesal yang menghimpit dadanya. Air mata mulai menetes dipipi mulusnya.

"Baiklah..kita akan buktikan itu sekarang juga.."

Ucap Dirga kemudian sambil tiba2 membopong tubuh Mayra berjalan menuju tempat tidur.

"Tuan..lepaskan aku..apa yang akan kau lakukan..!"

Mayra panik, dia mencoba meronta dari pelukan Dirga yang pada detik berikutnya sudah menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.

Mayra bangkit beringsut mundur menyentuh kepala ranjang, dia menarik selimut ingin menutupi tubuhnya.Tapi Dirga lebih dulu menariknya dan membuangnya ke sembarang arah.

Dirga naik ke atas tempat tidur, melepaskan dasi dari lehernya dan membuka kancing kemeja bagian atasnya. Mayra makin panik, dia mencoba beranjak ingin turun dari tempat tidur.

Tapi Dirga mengurung nya dengan meletakan kedua telapak tangannya disisi kanan kiri tubuh Mayra.

"Tuan..kita bisa bicarakan ini baik-baik.."

Mayra berucap dengan suara bergetar takut.

Tatapan Dirga mengunci di wajah Mayra, intens dan matanya sedikit berkabut.

"Baiklah..ayoo kita bicarakan ini..Apa yang ingin kau katakan..?"

Ucap Dirga dengan suara semakin berat dan serak.

Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Mayra, membuat Mayra memalingkan muka kearah lain, tubunya makin tegang.

"Ayo..kau mau bicara apa?"

Ucap Dirga ditelinga Mayra, darah Mayra berdesir, tubunya seketika merinding mendapatkan sentuhan Dirga di telinganya.

"Tuan..tidak..dengan cara seperti ini.. a-aku.."

"Tapi aku suka dengan cara seperti ini..!"

Suara Dirga tiba2 melembut membuat Mayra makin merinding. Bibir Dirga bergerak perlahan mengecup daun telinga Mayra, kemudian berpindah ke tengkuk lehernya, menghirup aroma wangi menenangkan dari tubuh Mayra. Bibirnya bergerak lagi ke leher jenjang Mayra yang sudah mulai berkeringat karena tegang dan juga takut.

"Tuan..aku mohon..jangan begini..kita..!"

"Jangan banyak bicara..aku berhak melakukan apapun pada dirimu..aku ini suami mu..!"

Ucapan Dirga yang membuat Mayra terdiam, dia sadar sekarang akan posisinya. Ya..laki2 ini memang berhak atas apapun yang ada dalam dirinya...

Tapi..tidak..!! dia belum siap untuk menyerahkan diri seutuhnya pada laki2 ini.

Walau bagaimanapun mereka belum saling mengenal satu sama lain.

"Aku ingin mengambil hak ku malam ini..!"

Ucap Dirga berbisik pelan di telinga Mayra.

Deg

Jantung Mayra berdetak kencang. Dadanya berdebar hebat..seluruh tubunya seakan terbakar.

Tidak..itu tidak bisa..!! dia belum bisa merelakan kehormatan nya diambil begitu saja. Setidaknya dia harus dengan sadar dan ikhlas saat menyerahkan dan memberikan satu2nya hal berharga yang dia jaga selama ini pada suaminya itu.

Bibir Dirga sudah bergerak mencium lembut leher jenjang Mayra, menghisap, menggigit dan meningalkan jejak kepemilikan disana. Kemudian naik ke bibir Mayra, melumatnya lembut, menyesap, dan menjilat penuh hasrat. Napasnya makin berat.

Mayra masih meronta dan melawan memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan. Namun kini tangan Dirga bergerak menekan tengkuk Mayra memaksa Mayra menerima ciuman nya.

Akhirnya Mayra pasrah, dia membuka mulut dan mulai membalas ciuman panas Dirga walau masih terkesan kaku. Untuk beberapa saat mereka melepaskan ciumannya dan menghirup oksigen sebanyak2nya.

Mata Dirga makin berkabut, napasnya kian memburu terdorong hasrat yang mulai menguasai tubunya.

Dia kembali ******* bibir ranum Mayra penuh napsu, sudah sedari siang dia ingin sekali mencicipi bibir ini disaat mereka bertemu di restoran xx..

Sejenak Dirga melepas kan ciumannya, dia menatap wajah Mayra yang masih terlihat tegang, dan ada tetesan air mata yang turun membasahi pipinya.

Dirga melepaskan kemeja yang dipakai nya.

Dan kini nampaklah sudah bentuk tubuh sempurna Dirga yang begitu sexi, polos dan menggoda.

Mayra menutup matanya melihat tubuh bagian atas Dirga yang telah polos itu. Wajahnya merah padam.

"Aku ingin memiliki mu malam ini.."

Ucap Dirga yang mulai menindih tubuh Mayra.

Mayra menggeleng dan tapi dia tidak kuasa bergerak.

Dirga menenggelamkan wajahnya di bagian atas dada Mayra, aroma harum dari tubuh Mayra makin menguar membangkitkan napsunya yang langsung melonjak. Dia mencoba melepaskan kancing baju tidur Mayra yang mati2an di tahan oleh tangan Mayra..

Tubuh Mayra makin bergetar..

"Jangan Tuan..kumohon..aku belum siap.."

Suara Mayra bergetar, air mata jatuh bercucuran..

Dirga terdiam menatap Mayra, ada perasaan tak tega dalam hatinya. Walau hasrat nya hampir membuat dia meledak, namun perasaan tak tega melihat ketakutan Mayra lebih menguasai hatinya.

Dia tidak ingin Mayra merasa terpaksa.

Akhirnya Dirga mengalah, Dia bangkit dari atas tubuh Mayra dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan suhu tubunya yang kini hampir terbakar.

Sementara Mayra menarik napas lega sambil masih terisak. Dia cepat2 menarik selimut sampai ke ujung kepala menenggelamkan tubuh di dalam nya..

*****

TBC....

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

Mayra salah klo menolak tapi prihatin berada di posisi Mayra cuman jadi madu dan penampung benih

2023-10-09

0

Putri Minwa

Putri Minwa

💪💪💪

2023-01-29

0

Lesly Manurung

Lesly Manurung

jngn mau Mayra, tunggu sampai hatimu iklas

2022-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. KUA
3 2. Siapa suamiku?
4 3. Kenapa jadi gugup?
5 4. Berikan aku keturunan
6 5. Hatimu Hanya Milikku
7 6. Pertemuan
8 7. Kikuk
9 8. Jangan Main-Main Di Belakangku
10 9. Permintaan Aneh Crish
11 10. Kesal
12 11.Aku Benci Kamu
13 12. Frustasi
14 13. Berangkat Bareng
15 14. Pergi Dengan Crish
16 15. Bertemu Amanda
17 16. Amarah Evelyin
18 17. Gala Dinner
19 18. Malam Ini Kamu Bintangnya
20 19. Serangan Evelyin
21 20. Jangan Tinggalkan Aku
22 21. Syuting
23 22. Kamu Berbakat May
24 23. Berkunjung
25 24. Jangan Menyentuhku
26 25. Kedatangan Vanessa
27 26. Shock
28 27. Makan Malam
29 28. Minuman Aneh
30 29. Hari Yang Berat
31 30. Rekaman Cctv
32 31. Cuti Kerja
33 32. Pagi Yang Hangat
34 33. Heboh
35 34. Lunch
36 35. Di Pecat
37 36. Keputusan
38 37. Hari Pertama
39 38. Pemotretan
40 39. Hampir Saja
41 40. Pengawal Baru
42 41. Di jemput Malam-Malam
43 42. Nginep Di Hotel
44 43. Kekacauan
45 44. Laporan Jhon
46 45. Kehebohan Baru
47 46. Tersingkap
48 47. Mengunjungi Dokter
49 48. Saudari Ipar
50 49. Penyerangan
51 50. Kesibukan Di Pagi Hari
52 51. Kabur
53 52. Villa Di Atas Bukit
54 53. Kembali Ke Kota
55 54. Malam Perayaan
56 55. Kejutan Mayra
57 56. Terjatuh
58 57. Gosip Terhangat
59 58. Di Datangin Evelyin
60 59. Rumah Baru
61 60. Pengakuan
62 61. Menjenguk Evelyin
63 62 . Agam Patah Hati
64 63. Makan Malam Romantis
65 64. Serangan Lagi
66 65. Hadiah Baru
67 66. Kepulangan Sang Mertua
68 67. Tuan Aneh
69 68. Bertemu Mertua
70 69. Tidur Di Rumah Mertua
71 70. Morning Sickness
72 71. Ragu
73 72. Pernyataan
74 73. Ngidam
75 74. Kehilangan
76 75. Mencoba Berdiri
77 76. Mengunjungi Pameran
78 77. Pulau Pribadi
79 78. Kapal Pesiar
80 79. Di Tinggal Pergi
81 80. Jalan-Jalan
82 81. Penyelamatan
83 82. Aaron Terluka
84 83. Menembus badai
85 84. Kembali
86 85. Hari Terakhir
87 86. Masih Di Hari Terakhir
88 87. Pulang Ke Rumah
89 88. Kiriman Fhoto
90 89. Gebrakan Evelyin
91 90. Kemelut
92 91. Pergi
93 92. Menenangkan Diri
94 93. Pesona Mayra
95 94. Melepas Rindu
96 95. Ikut Ke Kantor
97 96. Kritis
98 97. Dibawa pergi
99 98. Penthouse
100 99. Ganjaran Setimpal
101 100. Tuan Berharga
102 101. Dilema
103 102. Kabar Mengejutkan
104 103. Mimpi atau Nyata
105 104. Akhir Penantian
106 105. Kepulangan
107 106. Periksa Kandungan
108 107. Persiapan Resepsi
109 108. Resepsi
110 109. Penculikan
111 110. Di Sekap
112 111. Akhir Sebuah Tragedi
113 112. Lahir Prematur
114 113. Kehilangan Kendali
115 114. Pangeran Kecil
116 115. Ulang Tahun Pernikahan
117 Epilog
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Prolog
2
1. KUA
3
2. Siapa suamiku?
4
3. Kenapa jadi gugup?
5
4. Berikan aku keturunan
6
5. Hatimu Hanya Milikku
7
6. Pertemuan
8
7. Kikuk
9
8. Jangan Main-Main Di Belakangku
10
9. Permintaan Aneh Crish
11
10. Kesal
12
11.Aku Benci Kamu
13
12. Frustasi
14
13. Berangkat Bareng
15
14. Pergi Dengan Crish
16
15. Bertemu Amanda
17
16. Amarah Evelyin
18
17. Gala Dinner
19
18. Malam Ini Kamu Bintangnya
20
19. Serangan Evelyin
21
20. Jangan Tinggalkan Aku
22
21. Syuting
23
22. Kamu Berbakat May
24
23. Berkunjung
25
24. Jangan Menyentuhku
26
25. Kedatangan Vanessa
27
26. Shock
28
27. Makan Malam
29
28. Minuman Aneh
30
29. Hari Yang Berat
31
30. Rekaman Cctv
32
31. Cuti Kerja
33
32. Pagi Yang Hangat
34
33. Heboh
35
34. Lunch
36
35. Di Pecat
37
36. Keputusan
38
37. Hari Pertama
39
38. Pemotretan
40
39. Hampir Saja
41
40. Pengawal Baru
42
41. Di jemput Malam-Malam
43
42. Nginep Di Hotel
44
43. Kekacauan
45
44. Laporan Jhon
46
45. Kehebohan Baru
47
46. Tersingkap
48
47. Mengunjungi Dokter
49
48. Saudari Ipar
50
49. Penyerangan
51
50. Kesibukan Di Pagi Hari
52
51. Kabur
53
52. Villa Di Atas Bukit
54
53. Kembali Ke Kota
55
54. Malam Perayaan
56
55. Kejutan Mayra
57
56. Terjatuh
58
57. Gosip Terhangat
59
58. Di Datangin Evelyin
60
59. Rumah Baru
61
60. Pengakuan
62
61. Menjenguk Evelyin
63
62 . Agam Patah Hati
64
63. Makan Malam Romantis
65
64. Serangan Lagi
66
65. Hadiah Baru
67
66. Kepulangan Sang Mertua
68
67. Tuan Aneh
69
68. Bertemu Mertua
70
69. Tidur Di Rumah Mertua
71
70. Morning Sickness
72
71. Ragu
73
72. Pernyataan
74
73. Ngidam
75
74. Kehilangan
76
75. Mencoba Berdiri
77
76. Mengunjungi Pameran
78
77. Pulau Pribadi
79
78. Kapal Pesiar
80
79. Di Tinggal Pergi
81
80. Jalan-Jalan
82
81. Penyelamatan
83
82. Aaron Terluka
84
83. Menembus badai
85
84. Kembali
86
85. Hari Terakhir
87
86. Masih Di Hari Terakhir
88
87. Pulang Ke Rumah
89
88. Kiriman Fhoto
90
89. Gebrakan Evelyin
91
90. Kemelut
92
91. Pergi
93
92. Menenangkan Diri
94
93. Pesona Mayra
95
94. Melepas Rindu
96
95. Ikut Ke Kantor
97
96. Kritis
98
97. Dibawa pergi
99
98. Penthouse
100
99. Ganjaran Setimpal
101
100. Tuan Berharga
102
101. Dilema
103
102. Kabar Mengejutkan
104
103. Mimpi atau Nyata
105
104. Akhir Penantian
106
105. Kepulangan
107
106. Periksa Kandungan
108
107. Persiapan Resepsi
109
108. Resepsi
110
109. Penculikan
111
110. Di Sekap
112
111. Akhir Sebuah Tragedi
113
112. Lahir Prematur
114
113. Kehilangan Kendali
115
114. Pangeran Kecil
116
115. Ulang Tahun Pernikahan
117
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!