Almayra menguatkan hati dan jiwanya untuk menjalani hari ini..
Kebaya putih yang sederhana namun tetap terlihat elegan telah melekat ditubuh indah nya, riasan tipis juga telah melengkapi penampilan nya hari ini.
Ya hari ini Mayra akan melaksanakan ijab kabul pernikahannya dengan orang yang telah dipilihkan oleh Ayah nya itu.
Tidak ada siapapun yang akan menemani nya hari ini, hari yang seharusnya sangat lah penting baginya.
Hanya Pak Bima selaku wali nikahnya yang akan pergi bersamanya.
Pernikahan ini memang sengaja di sembunyikan dari publik oleh pihak laki-laki.
Pa Bima keluar rumah dengan menggandeng Mayra menuju mobil yang sedari pagi sudah terparkir di halaman rumahnya.
Supir yang sengaja dikirim oleh pihak mempelai pria membukakan pintu mobil dengan hati2.
Kemudian Mayra dan pak Bima masuk dan mereka pun meluncur menuju kantor urusan agama yang letak nya lumayan jauh dari rumah pak Bima.
Sesampainya di KUA, Pak Bima keluar menuntun Mayra memasuki gedung berlantai 3 itu.
Wajah Pak Bima datar, kalau Mayra..jangan ditanya lagi, wajahnya walau pun aura kecantikannya begitu memukau, namun tidak ada kebahagiaan disana.
Dia hanya pasrah dan terlihat tertekan.
Di pintu masuk mereka disambut oleh seorang laki2 muda bertubuh tinggi tegap namun terlihat dingin, dialah sekretaris Lee, asisten CEO Moolay Group.
Ya.. mempelai pria yang akan menikah dengan Mayra hari ini tiada lain dan tiada bukan adalah Raymon Dirgantara Moolay.
"Silahkan ikuti saya..!"
Ucap sekretaris Lee sambil menyodorkan tangan memberi isyarat agar mereka mengikutinya.
Sekretaris Lee membimbing mereka memasuki sebuah ruangan, disitu telah duduk seorang laki2 tampan dan gagah dengan tuxedo putihnya.
Di depannya juga telah bersiap 2 orang penghulu dan dua orang pencatat akta pernikahan, serta seorang pengacara yang telah Dirga siapkan.
Mayra duduk disamping Dirga, dia menundukkan kepalanya tanpa mau melirik atau sekedar melihat calon suaminya itu.
Dirga juga sama, tak melirik sedikit pun, dia tetap duduk tegap bersiap melakukan ijab kabul.
Dia tidak banyak waktu, dan ingin segera menyelesaikan urusannya kali ini.
Dan akhirnya ijab kabul pun dilangsungkan. Semuanya berjalan lancar tanpa ada hambatan.
Kata SAH..keluar dari mulut orang2 yang berada ditempat itu, Pak Bima menarik napas panjang.
Mayra hanya bisa memejamkan matanya.
Kini dia sudah sah menjadi istri seseorang, seseorang yang bahkan tidak dikenalnya.
Tak ada lagi harapan baginya untuk bisa merajut mimpi, hidup bahagia bersama laki2 yang selama ini ada di dalam hatinya.
"Tuan..silahkan anda mencium kening istrinya.!"
Ucapan pak penghulu membuyarkan isi pikiran Mayra.
Dia sedikit menegang.
Dirga melirik kearah wanita yang kini sudah menjadi istri keduanya itu. Dan Mayra yang mendapat isyarat dari sang ayah pun melirik dengan ragu dan tetap menunduk. Dia tetap memejamkan matanya.
Dengan perlahan Dirga memegang dahi Mayra dan menyingkap sedikit hijab putih yang menghalangi keningnya.Dia tidak bisa leluasa melihat wajah istrinya itu karena terus menunduk. kemudian dengan sedikit ragu2 dia mencium kening nya lembut, dan lama...
Deg..
Darah Mayra serasa berdesir merambat keseluruh pori2nya. Ada perasaan aneh yang melingkupi dirinya.
Hangat namun juga tak menentu.
Mereka terdiam beberapa saat dalam posisi itu, Dirga menatap wajah lembut istrinya yang terpejam. Dia terpaku dalam diam.
Setelah beberapa saat keduanya mengakhiri kegiatan itu, dan Mayra mengambil tangan Dirga kemudian mencium punggung tangan nya lembut.
Dirga tertegun melihat apa yang dilakukan Mayra, ada perasaan aneh yang menggelitik jiwanya.
Namun keduanya kembali terfokus setelah mendengar suara pak penghulu yang bersiap membacakan nasihat pernikahan.
Setelah semua selesai, Mayra di suruh istirahat dan menunggu di sebuah ruangan.
Sementara Dirga berbicara dengan Lee dan pengacaranya serta orang-orang dari kantor urusan agama.
Mereka membicarakan masalah administrasi dan lain hal yang bersangkutan dengan pernikannya.
Tidak menunggu lama, Dirga kemudian pergi bersama supirnya menuju kantor perusahaan nya karena sebentar lagi ada meeting yang sangat penting.
*****
Akhirnya setelah segala urusan selesai, mereka keluar dari gedung KUA itu.
Wajah Mayra terlihat mendung.
"Pak Bima bisa tenang. Silahkan anda kembali ke rumah diantar supir kami.
Nyonya Mayra akan menjadi urusan saya..!''
Ucap Lee dengan sedikit menunduk hormat.
Pak Bima mendesah, dia menarik Mayra kedalam dekapannya, mencium keningnya penuh kasih.
"Baik baiklah kamu di rumah baru mu nak..Ayah hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu.
Maafkan ayah karena tidak memberimu pilihan..!"
Ucapnya pelan dan bergetar menahan tangis.
Mayra hanya bisa terisak dalam dekapan sang ayah, sungguh sulit baginya untuk menerima kenyataan ini, tapi semua sudah terjadi, dan dia harus tetap menjalani semua ini.
"Ayah hati2..jaga kesehatan..!"
Hanya itu yang bisa Mayra ucapkan.
Pa Bima mengangguk, mengusap kepala putrinya itu.
Mereka berpisah, Pak Bima pulang diantar supir yang tadi pagi membawa mereka.
Dan kini Mayra sudah berada di mobil yang dibawa oleh Lee. Dia hanya bisa menangis dalam diam sepanjang perjalanan.
Entah kemana Lee akan membawanya, dia hanya bisa pasrah saja.
Setelah menempuh perjalan sekitar 30 menit, akhirnya mobil Lee memasuki pelataran sebuah apartemen mewah dikawasan elite yang tidak jauh dari pusat kota. Mayra terdiam memperhatikan keadaan.
Lee menghentikan mobilnya di loby depan apartemen.
Kemudian dia membukakan pintu belakang dimana Mayra terduduk dengan lesu.
Mayra keluar dengan hati2 dan berdiri melihat kesekeliling.
Apartemen ini adalah apartemen dengan tingkat keamanan yang tinggi dan menjaga privasi penghuninya dengan sangat ketat.
"Mari nyonya, silahkan ikuti saya..!"
Ucap Lee seraya membungkuk dan membimbing Mayra agar mengikutinya.
Mereka masuk kedalam lift dan Lee menekan angka 30, yang merupakan lantai tertinggi di gedung apartemen ini.
*****
Mayra sudah berada di unit apartemen yang akan menjadi tempat tinggal nya.
Tempat nya sangat luas dengan interior yang sangat modern serta mewah.
Semua perabotan di apartemen ini serba canggih dan lux. Mayra hanya bisa bengong melihat semua fasilitas yang ada di apartemen ini.
Ada ruang kerja sekaligus ruang baca, ada dapur yang sangat luas dengan kitchen set yang canggih, ada sebuah kamar yang cukup besar di dekat tangga menuju lantai atas. Kemudian ke belakang ada sebuah ruangan tempat berolahraga yang menyatu dengan kolam renang yang cukup besar.
Lee mengantar Mayra ke lantai atas, terdapat sebuah kamar utama yang membuat Mayra kembali melongo.
"Silahkan Nyonya..ini adalah kamar anda dengan Tuan..!"
Ucap Lee menjelaskan.
Kamar itu sangatlah luas, ada ruang santai dengan televisi besar, kemudian walk in closet yg luas menyatu dengan kamar mandi yang sangat mewah.
Masuk ke ruang utama terdapat tempat tidur ukuran king dengan model dan warna yang sangat elegan..Menyambung dengan ruang tidur terdapat balkon dengan pemandangan kota yang sangat memukau.
Satu kata untuk kamar tidurnya itu adalah, mewah dan sangat indah..
*******
TBC....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
ayi fujiarti
setelah membaca ulang" menikahi wanita tangguh" sekarang balik lagi ke sini.Semua karya kak Shan ngangenin🥰
2024-12-04
0
Naimatul Jannati
kangen sm mas dirga dn mayra balik baca lg❤
2024-09-28
1
Riris
awal pertama kali baca novel ya almayra ini. ngk tahu knp kok skrg pengen baca LG. kangen
2024-04-12
2