Selesai membetulkan letak dasi Dirga, Mayra mengambil jas di lengan Dirga dan membantu memakaikannya.
Dirga yang kembali berbicara mesra dengan Eveliyn di telpon hanya menurut saja sembari tatapannya kembali jatuh di wajah cantik Mayra.
Ada getaran aneh yang menguasai hati Dirga saat Mayra begitu telaten membantunya memakai jas.
Lee yang berdiri tak jauh dari mereka berdua tampak memperhatikan interaksi pasangan suami istri tersebut. Bibirnya tersenyum tipis.
Dirga segera mengakhiri percakapannya dengan Eveliyn.
Mayra juga selesai, dia kembali berdiri di samping Dirga dengan menundukan wajahnya.
"Untuk beberapa malam kedepan mungkin aku tidak akan datang mengunjungi mu.
Tina akan menemanimu disini."
Ucap Dirga tanpa melirik, kemudian berjalan kearah pintu. Tapi Mayra menghentikan langkahnya, kemudian mengambil tangan kanan Dirga dan mencium punggung tangannya.
Dirga kembali tertegun mendapat perlakuan begitu dari Mayra. Selama pernikahannya dengan Eveliyn dia tidak pernah melakukan hal seperti itu.
Namun sesaat kemudian dia kembali berjalan acuh dengan wajah dinginnya.
Mayra terdiam memperhatikan kepergian Dirga.
Hatinya memang sakit, tapi dia berusaha melakukan sedikit kewajiban nya sebagai seorang istri.
Lee menghampiri Mayra.
"Nyonya..ini kunci mobil dan kartu unlimited yang bisa anda gunakan sesuka hati. Untuk saat ini anda boleh melakukan apapun yang anda inginkan. Namun tentu saja dengan batasan..!"
Ucap Lee sambil menyodorkan sebuah kunci dan kartu warna hitam. Mayra menerimanya, dia hanya mengangguk saja.
Setelah itu Lee bergegas pergi menyusul Tuan nya.
Mayra menjatuhkan dirinya diatas sofa yang ada diruang depan tersebut.
Air mata nya terjun bebas tanpa hambatan.
Hatinya pedih, inikah jalan yang harus dia lalui ke depan??
Tapi hati Mayra tidak selemah itu, dia adalah gadis yang kuat dan tegar.
Dia bertekad akan menjalani semua ini dengan ikhlas dan menyerahkan semuanya pada Tuhan.
*****
Dirga selesai meeting dengan klien yang menghabiskan waktu cukup lama. Dia kembali kedalam ruangan nya untuk beristirahat dan makan siang. Sesampai di ruang kerja dia melepas jas dan melonggarkan sedikit dasinya.
Dia terdiam sejenak karena bayangan wajah sendu Mayra tiba2 saja melintas dalam pikirannya.
Rasa aneh itu kembali merayapi hatinya.
Dirga memejamkan matanya mencoba menepis bayangan wajah Mayra yang terus menggoda di pelupuk matanya.
Tiba2 saja terdengar keributan di luar ruangan, dan tak lama di pintu muncul sesosok wanita cantik nan memukau, tubuhnya tinggi semampai, kulit putih berkilau dengan rambut coklat kemerahan yang terlihat elegan. Dia memakai dress warna maroon diatas lutut, sangat ketat, hingga lekuk tubuhnya yang indah tercetak dengan jelas.
Senyum merekah dibibir merah nya sudah tersungging sedari dia masuk kedalam ruangan kerja Dirga.
Dia adalah Eveliyn, istri tercintanya Dirga.
"Honey...aku sangat merindukanmu..!"
Seru Eveliyn dengan suara merdunya, dia berlari menyerbu Dirga dan langsung masuk kedalam rengkuhan pelukan hangat Dirga.
Mereka berdua berpelukan erat melepas rasa rindu yang selama beberapa hari ini tertahan.
"Baby..kapan kau datang.."
Dirga berucap, namun tertahan karena Eveliyn sudah membungkam bibir nya dengan ciuman panas yang memburu. Keduanya larut dalam ciuman penuh kerinduan dan hasrat yang melambung.
Dirga langsung membopong tubuh Eveliyn masuk kedalam kamar pribadi yang ada di ruang kerjanya.
Tak menunggu waktu lama, mereka langsung melucuti pakaian yang menempel di tubuh mereka dan larut dalam cumbuan yang panas.
Kerinduan yang memuncak membuat hasrat mereka seakan sudah mencapai ubun-ubun.
Mereka bercinta dengan ganas tanpa melihat waktu dan situasi. Yang terdengar kini hanya desahan dan erangan kenikmatan memenuhi ruangan.
Evelyn menjerit kecil beberapa kali karena permainan Dirga yang sangat ganas dan liar, tidak seperti biasanya.
Benar-benar gila, Dirga seakan ingin melepaskan gejolak hasrat yang benar2 menyiksanya.
Mereka melakukan percintaan panas nya hingga lebih dari dua jam.
Sampai makan siang Dirga pun terlewatkan.
Mereka berdua seusai mengakhiri adegan panasnya,
membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan yang baru yang selalu tersedia di lemari.
Kini keduanya duduk di sofa menikmati makan siang yang sudah kadaluarsa.
Evelyn tampak menyuapi Dirga penuh kemesraan.
"Honey..kapan kamu akan menghabiskan waktu semalam mu dengan wanita itu..?"
Tanya Eveliyn sambil tetap menyuapi Dirga.
Dirga menatap wajah cantik Eveliyn, pikirannya kembali melayang pada sosok lain. Perasaan nya tiba2 menjadi resah, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Dia meneguk air putih dan mengakhiri makan siang nya,mengusap mulut nya dengan tisu.
"Aku belum tahu baby..aku rasa aku tidak bisa..!"
"Kenapa honey..apa wanita itu sangat tidak menarik?"
Eveliyn menatap Dirga, hatinya harap-harap cemas.
Dia tidak ingin wanita yang menjadi madu nya memiliki wajah yang cukup menarik, tapi juga jangan jelek-jelek banget, karena itu akan mempersulit Dirga untuk melakukan satu malam dengan wanita itu.
Dirga meraup wajah Eveliyn dan menarik napas panjang. Dia tampak ragu dan bimbang.
"Aku tidak bisa baby...karena bayangan mu selalu menganggu pikiranku. Aku tidak mengenal wanita itu, bagaimana mungkin aku melakukan hal itu dengannya.." Ucap Dirga pelan.
Eveliyn tersenyum puas. Dia mengecup bibir sexi Dirga dan mengelus pipinya yang putih ditumbuhi jambang halus di sekitar dagunya. Sangat maskulin.
"Honey...aku tahu, hanya aku yang akan selalu ada di hatimu, karena aku mencintai mu, dan kau juga sangat mencintaiku..Tapi..ini demi kelancaran hubungan pernikahan kita.."
Mereka bertatapan dalam, bibir Eveliyn tersenyum manis.
"Kau tahu kan, aku sangat berat membiarkan hal ini terjadi..tapi demi kamu, demi kita..aku rela menerima semua keadaan ini..Aku sangat mencintai mu, tapi aku belum siap melepas karirku..!"
Ucap Eveliyn sedih, matanya juga mulai berkaca-kaca.
Dirga tak tega, dia segera meraih tubuh Eveliyn kedalam dekapannya. Dia mencium puncak kepala Eveliyn penuh sayang.
"Maafkan aku baby..baiklah nanti akan aku coba.."
Lirihnya pelan. Evelyin mengangguk sedih.
Dia mengangkat wajahnya bersentuhan dengan wajah Dirga, mata mereka kembali bertatapan.
"Tapi ingat honey..aku hanya mengijinkanmu menghabiskan waktu semalam saja dengan wanita itu. Tidak ada yang kedua kalinya..!"
Ucap Eveliyn memberi ultimatum.
Dirga terdiam tak bisa berkata-kata.
"Itu pun kalau aku sedang tidak bersamamu.."
Kembali ucap Eveliyn. Dirga termangu menatap Eveliyn yang merajuk.
"Tapi baby.. bagaimana pun wanita itu juga tanggungjawab ku.."
"Tidak ada negosiasi..! berikan saja apa yang dibutuhkan wanita itu, tapi tidak dengan dirimu..!"
Sergah Eveliyn tidak suka. Dirga kembali terdiam, dan akhir nya menarik napas berat.
Dia memeluk tubuh Eveliyn erat.
"Baiklah baby..semua demi kamu..apapun akan ku lakukan.." Ucapnya kemudian.
Mereka kembali berpelukan mesra, dan tak lama ciuman panas pun kembali dilancarkan.
Namun kini di alam bawah sadar Dirga, pikirannya seakan risau, wajah Mayra berkali kali terlintas menganggu fokusnya. Padahal sekarang ini dia sedang mencumbu istrinya, istri yang sangat di cintai nya. Ini benar-benar membuat Dirga kacau.
Setelah puas bermesraan, Eveliyn berniat pergi untuk mendatangi perusahaa agen nya yang menaungi profesinya sebagai artis dan model.
Sebelum keluar dia menatap Dirga yang sudah kembali duduk di kursi kerjanya, terlihat gagah dan berwibawa, hal inilah yang membuat Eveliyn begitu tergila-gila pada Dirga.
"Honey..kapan kau akan pertemukan aku dengan wanita itu..?"
Tanya Eveliyn mengagetkan Dirga yang langsung terhenyak. Wajah Dirga terlihat ragu.
"Tidak usah buru-buru baby..kita akan bertemu nanti di pertemuan keluarga. Kita tunggu mom and Daddy pulang dari England.."
Ucap Dirga akhirnya.
Eveliyn tersenyum manis.
"Baiklah..aku sangat menantikan hari itu.."
Ucapnya dengan senyum penuh arti.
Dirga mengangguk.
"Baikah..aku pergi honey..sampai jumpa nanti malam di rumah ya..!"
Eveliyn mengakhiri percakapan nya kemudian berlalu, berjalan lenggak-lenggok dengan anggunnya.
Dirga menatap kepergian Eveliyn dengan perasaan campur aduk. Dia mengusap kasar wajahnya.
Kemudian akhirnya kembali fokus pada pekerjaan nya yang sudah menumpuk.
******
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
andi hastutty
Dirga ih klo saya dapat istri cantik dan Sholehah kaya Mayra tak pertahankan Mayra. Dirga mah ngga perjaka lagi
2023-10-09
2
Putri Minwa
mantap thor
2023-01-29
0
Rahmawaty❣️
Cih istri kya gini di prtahanin.. Palingan si evelyn mh kpngen hrta nya si dirga doang
2022-11-20
0