Adzan subuh berkumandang.
Mayra membuka mata perlahan, mengumpul kan kesadaran, kemudian mengucap syukur karena Tuhan masih memberi nya kesempatan bernapas hingga hari ini. Dia menggeliat kan badan meregangkan otot, namun sejenak termenung melihat suasana kamar yang berbeda dari biasanya.
Mayra melirik ke samping, matanya terbelalak melihat sesosok laki-laki yang tertidur di sebelahnya.
Ingatan Mayra kembali pada kesadarannya yang penuh, bahwa sekarang dia sudah menikah dan berada di kamar barunya, tertidur bersama dengan laki2 yang berstatus suaminya itu.
"Astaghfirullah.."
Mayra mengusap dadanya pelan.
Kembali melihat kearah Dirga, menatapnya dalam diam. Dia terlihat tenang, tampan dan mempesona.
Malah terkesan sangat menggemaskan.
"Sangat tampan.."
Bisik Mayra tanpa sadar, tapi kemudian dia menutup mulut nya sendiri dengan wajah sudah memerah.
"Apa yang aku pikirkan.. Maafkan hamba mu yang hina ini ya Allah.."
Lirih Mayra malu sendiri, kemudian menarik napas.
Dia segera bangkit dan turun dari tempat tidur bergegas masuk ke kamar mandi.
Membersihkan dirinya, setelah itu menjalankan kewajiban ibadah sholat subuh.
Sekitar pukul tujuh Mayra mencoba menyiapkan keperluan Dirga. Dari mulai satu set pakaian kerja, tas dan sepatu. Terserahlah mau dipakai atau tidak, yang penting dia sudah mencoba memulai perannya sebagai istri..
Hahaa..ya hanya istri kedua.. Mayra seakan geli sendiri mengingat hal itu.
Tapi itulah kenyataan pahit yang harus di terima nya.
Mayra beranjak keluar kamar, dia tidak mencoba membangunkan Dirga, karena belum tahu kebiasaan bangun laki2 itu.
Dia bermaksud untuk membuat sarapan pagi untuknya, yaa.. untuk suaminya juga kalau dia berkenan memakannya..!
Sampai di lantai bawah sudah berdiri seorang wanita sekitar umur 35 tahunan, tubuhnya tinggi, berwajah bersih, berpakaian khas asisten rumah tangga, terlihat rapi dan sopan.
"Selamat pagi nyonya.."
"Pagi..anda siapa?"
Mayra berdiri sambil menatap wanita itu.
"Perkenalkan..saya Tina nyonya, asisten rumah tangga yang Tuan siapkan untuk melayani anda..!"
Wanita itu menjawab sambil menundukan wajahnya.
"Ohh..hai mbak Tina, dalam kenal..semoga kita cocok ya.."
Sambut Mayra dengan tersenyum sumringah.
"Panggil saja saya Tina nyonya..tidak perlu sungkan.."
"Ohh..begitu ya.. baiklah Tina.."
Ucap Mayra kemudian sambil tersenyum manis.
Dia berjalan kearah dapur diikuti Tina.
"Anda mau sarapan apa nyonya, biar saya siapkan."
"Tidak perlu Tina, biar aku sendiri yang memasak sarapan kali ini.."
"Tapi nyonya, ini adalah tugas saya.."
Sergah Tina tidak enak.
"Tidak apa, kebetulan aku masih punya libur cuti dua hari lagi, jadi aku free.."
Potong Mayra dengan tersenyum meyakinkan
pada Tina.
Tina pun tidak bisa apa-apa lagi.
Dia kemudian mengikuti Mayra,membantu menyiapkan segala yang dibutuhkan majikan nya itu.
Sekitar setengah jam Mayra berkutat dengan agenda membuat sarapan paginya.
Tidak banyak yang dia buat, hanya nasi goreng seefod, salad sayur dan jus mangga saja.
Setelah semua selesai dia menata hidangannya diatas meja makan yang tidak terlalu besar, hanya ada 4 kursi .Bersamaan kemunculan Dirga yang sedang menuruni tangga.
Dia memakai setelan pakaian yang disiapkan oleh Mayra, terlihat memukau.
Mayra terpaku terpesona dengan kemunculan Dirga, lki2 yang berstatus suaminya itu memang benar2 tampan luar biasa, bukan lah isu belaka.
"Ehemmm..!"
Dirga berdehem untuk menyadarkan Mayra yang masih menatapnya itu.
Mayra tersentak dan segera menundukan wajahnya yang seketika memerah, dia beristighfar dalam hati.
"Tuan mau sarapan apa..?"
Tiba-tiba Tina muncul menghampiri Dirga yang sudah duduk di samping Mayra yang masih berdiri kaku.
Dirga melihat hidangan di atas meja makan
"Yang ada saja..!"
Ucapnya sambil sedikit melonggarkan dasinya.
Mayra tersadar. Tina bergerak maju mau melayani tuan nya, namun cepat ditahan oleh Mayra.
"Biar aku saja Tina.." ucap nya lembut.
Tina mengangguk kemudian berlalu menuju kearah dapur. Mayra mengambilkan nasi goreng ditaruh diatas piring didepan Dirga.
Setelah itu diapun duduk berhadapan dengan Dirga menemaninya sarapan.
Mereka berdua sarapan dengan tenang tanpa suara.
Hanya denting sendok dan garpu yang mewarnai suasana. Sesekali Dirga tampak memperhatikan Mayra yang berada didepan nya. Tatapan nya datar dan kembali fokus pada sarapannya.
"Ada beberapa hal yang akan aku sampaikan untuk kau pahami.."
Dirga buka suara memecah keheningan.
Mayra terdiam menghentikan makannya, bersiap mendengarkan.
"Agar kau ketahui..aku menikahimu hanya untuk mendapatkan keturunan, sebab untuk saat ini Eveliyn belum siap untuk itu.."
Deg..
Jantung Mayra seakan berhenti berdetak.
Tubuhnya kaku, badannya mendadak lemas.
"Orang tuaku ingin segera memperoleh cucu, dan Ev belum bisa mengabulkannya. Oleh karena itu orang tuaku memberi saran agar aku mencari wanita lain yang bisa segera memberikan keturunan..!"
Dada Mayra bergemuruh, air mata sudah terkumpul di pelupuk matanya memaksa ingin segera tertumpah.
Namun Mayra menahannya sekuat tenaga.
Bibirnya benar2 kelu tak sanggup mengeluarkan suara.
"Kalau bukan karena hal ini, aku juga tidak mungkin mau menduakan Ev..aku sangat mencintai istriku.."
Perihhh...!!
Sakitt..!!
Sakit sekali rasanya sampai menusuk relung hati Mayra.
Jadi inilah alasannya Tuan Dirgantara Moolay yang terhormat itu menikahi dirinya.
Dia hanya dijadikan wanita pendamping bagi istri tercintanya, dia hanyalah wanita yang diharapkan bisa segera memberi keturunan, selain itu...tidak ada..!!!
Tuhan...begitu berat cobaan yang Engkau berikan..
Apakah Engkau yakin aku sanggup melewati semua ini Tuhan..??
Mayra hanya bisa menjerit dalam hati.
"Lalu..kenapa harus saya??"
Mayra memaksakan berucap dengan suara gemetar menahan kepedihan yang menghimpit dadanya.
Dirga menatap Mayra datar dan terkesan dingin.
"Itu hanya kebetulan..!"
Ucapnya tanpa perasaan.
Hati Mayra makin terasa perih. Enak banget laki2 ini berucap dengan santai nya tanpa sedikit pun memikirkan perasaan nya yang seakan tercabik2.
Yaa harga diri Mayra yang sangat terluka saat ini.
Mayra menggigit bibir nya menahan rasa sakit, sakit karena merasa takdir Tuhan begitu tidak adil.
"Saat kau sudah mengandung serta melahirkan, anak itu akan di asuh olehku..dan kalau tidak ada yang perlu dipertahankan..kita akan berpisah..!"
Air mata Mayra sudah tidak bisa ditahan lagi, meluncur deras membasahi pipi mulusnya.
Mayra memejamkan mata mencoba untuk tidak terisak.
Dirga yang melihat sekilas hal itu seakan tidak peduli.
"Kau bebas menentukan masa depanmu setelah itu..!"
Kembali ucap Dirga benar2 tak berperasaan.
Masa depan katanya??
Sangat ironi sekali, sekarang ini bahkan Mayra merasa sudah tidak memiliki masa depan lagi.
Mayra diam seribu bahasa. Dia tak ingin berkomentar lagi, dia akan melihat sampai mana keangkuhan dan arogansi laki2 ini akan diperlihatkan padanya.
Dirga menyudahi sarapan nya, dia meneguk sisa jus di gelasnya nya, kemudian berdiri.
Mengambil jas yang tersampir di kursi, setelah itu melangkah menuju ruang depan apartemen.
Mayra ikut berdiri, sudah tak ada selera lagi untuk meneruskan sarapannya.
Sampai di ruang depan ternyata Lee sudah menunggu nya disana.
"Untuk saat ini sebelum kamu hamil, kamu bebas melakukan apapun yang kamu inginkan.
Tapi ingat..kamu punya batasan. Kamu adalah wanita yang sudah bersuami, jadi jangan coba2 mendekati laki2 lain..!"
Dirga berkata sambil menatap tajam kearah Mayra yang berdiri di samping nya.
"Lee akan memberikanmu kartu dan kunci mobil untuk kau pakai..!"
Kembali ucap Dirga
Tak lama ponselnya berdering dan ternyata Eveliyn yang menelpon.
Dirga menerima telpon dari Eveliyn seraya mencoba membenarkan letak dasinya yang kurang pas.
Namun dia sepertinya sedikit kesusahan karena satu tangan memegang ponsel.
Tanpa diminta Mayra beranjak kehadapan Dirga membantu membenahi letak dasi yang dipakai Dirga, dan hal itu membuat Dirga diam terpaku.
Wajah cantik nan sendu Mayra berada di depannya, begitu dekat dan sangat elok dipandang mata.
Bibir ranumnya tampak menggoda terpampang didepan matanya, dia kembali mengingat kejadian semalam, dimana bibir itu begitu manis, membuai bahkan sangat memabukkan..
Dirga seakan kehilangan kesadaran sesaat, dia tidak mendengarkan ucapan Eveliyn..
Mata tajamnya tertuju kesatu titik,bibir merah jambunya Mayra yang seperti memiliki candu itu..
******
TBC..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Nur Aini
membaca ber kali2 GK bosen,knp gk ada karya baru y
2025-02-14
0
Riris
seruu
2024-04-12
1
andi hastutty
sakitnya di posisi Mayra
2023-10-09
1