Mayra membuka matanya perlahan, mengumpulkan kesadarannya. Semalam dia tidak ingat lagi apakah Dirga tidur di apartemen nya ataukah pergi, karena kelelahan dan tegang dengan suasana dia dengan cepat menutup matanya hingga akhirnya terlelap.
Sebelum tertidur dia melihat Dirga keluar kamar entah pergi kemana.
Mayra memperhatikan sekeliling, tidak ada jejak keberadaan Dirga di kamar itu.
Mayra menarik napas lega. Dia cepat beranjak masuk ke kamar mandi.
Hari ini jadwalnya padat. Banyak pertemuan penting yang harus dilakukan Agam, dan tentunya dia harus selalu mendampingi bos nya itu.
Mayra turun ke ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu, Tina sudah menunggunya di dekat meja makan.
"Silahkan Nyonya.."
Ucap Tina seraya memundurkan kursi untuk Mayra duduki.
"Terimakasih Tina.."
Sambut Mayra lembut dengan senyum manis tersungging di bibir indahnya.
Dia memulai sarapannya, memilih roti bakar dan segelas susu putih.
"Tina..apakah semalam kau melihat tuan Dirga pergi dari sini.?
"Iya nyonya.. Tuan lama berdiam di ruang kerjanya, sampai tengah malam baru pergi.."
"Ohh.. begitu ya.." Ucap Mayra pelan seakan berbisik pada dirinya sendiri.
Dia akhirnya menyudahi sarapan nya dan bergegas pergi menuju kantor nya.
Seperti biasa menggunakan transportasi online.
*****
Agam dan Mayra berangkat menuju perusahaan 'CSA Group' untuk bertemu langsung dengan Presdir nya.
Mereka berangkat seperti biasa selalu diantar sopir, karena Agam tahu Mayra sedikit enggan kalau mereka hanya berdua saja di dalam mobil.
Sesampainya di loby kantor megah CSA Group mereka sudah di tunggu oleh asisten pribadi sang Presdir.
"Selamat datang tuan Agam..silahkan ikuti saya..!"
Ucap laki2 bertubuh kurus itu. Mereka bertiga masuk ke dalam lift khusus yang akan langsung membawa mereka ke ruangan pimpinan.
Akhirnya pintu lift terbuka di lantai 30, dan sang asisten membimbing mereka masuk lorong khusus yang terhubung langsung dengan ruangan Presdir.
Di luar ruangan kantor utama, terlihat berjajar 3 buah meja sekretaris yang semuanya di isi oleh 3 orang gadis cantik berpenampilan sexi.
Melihat kedatangan Agam ketiga wanita cantik itu tampak terpesona dan berdiri serempak menyambut seraya menundukan wajah. Mereka memang sudah tahu siapa Agam, dan tentu saja suatu hal yang menyenangkan bisa melihat nya langsung.
"Selamat datang tuan Agam.." serempak ketiganya.
Agam membalas mereka dengan tersenyum manis, yang tentu saja hal itu membuat hati ketiga sekretaris itu berbunga-bunga. Mayra hanya terdiam memperhatikan. Agam melirik Mayra dan tersenyum penuh arti, seakan ingin meyakinkan sesuatu.
Hatiku ini hanya milikmu May..
Seperti itulah kira-kira isi hati Agam.
Akhirnya mereka bertiga memasuki ruangan megah Sang Presdir. Terlihat interior yang mewah dan elegan menghiasi keseluruhan ruangan itu.
"Maaf Tuan Crish..Tuan Agam sudah datang..!"
Ucap asisten yang bernama Kenzo itu sambil membungkuk hormat.
Seseorang yang sedang duduk di kursi dengan terbalik itu tampak memutar kursi nya dan menghadap kearah mereka bertiga.
Tampaklah seorang laki-laki muda kira2 seusia dengan Dirga duduk dengan gaya elegan di atas kursi kebesarannya. Dialah Presdir 'CSA Group' yang bernama *Crish Antonio Cullen* .
Kaki kirinya menumpang diatas kaki kanan, tangannya memainkan pena dekat bibir nya.
Pria itu memiliki wajah yang sangat lah tampan, tubuh tinggi tegap dengan sorot mata yang tajam namun terkesan hangat.
Dia tersenyum manis seraya melangkah menghampiri Agam dan Mayra. Anehnya sekilas tadi pria muda itu tampak terpaku melihat kemunculan Mayra. Matanya terlihat begitu terpesona dengan keelokan wanita yang ada dihadapannya.
"Aahh..selamat datang tuan Agam.. Terimakasih anda telah repot-repot datang kesini.. Kebetulan saya sedang tidak bisa melakukan pertemuan di luar karena kesibukan..!"
Ucap Crish dengan suara khas yang sangat berkharisma. Senyum tak henti tersungging di bibir menawannya.
"Terimakasih tuan Crish..tidak apa-apa kebetulan saya ada waktu luang.."
Sambut Agam, mereka berdua berjabat tangan hangat.
Mata elang pria itu beralih ke arah Mayra. Dia kembali tersenyum memikat.
"Kenalkan ini sekretaris saya, nona Almayra..!"
Sambung Agam.. Mayra mengangguk pelan seraya tersenyum manis. Crish juga sedikit membungkuk kearah Mayra melihat gadis itu hanya mengatupkan tangan di dada.
Ada sesuatu yang menabrak dada Crish, jantung nya berdetak kencang.
"Mari..silahkan duduk..!"
Ajak Crish akhirnya, dan mereka berempat duduk di sofa mewah yang ada di ruangan itu.
Kemudian pembicaraan pun di mulai.
Seperti biasa Agam yang mempresentasikan projek iklan nya terlebih dahulu, di sambung oleh Mayra menerangkan detail nya. Selama Mayra berbicara, mata Crish tak berpaling sedikit pun dari wajah cantik Mayra yang begitu mempesona.
Dan.. seperti biasa, Agam tidak nyaman dengan tatapan setiap klien yang bertemu dengan nya.
Mayra seakan memiliki magnet yang bisa menarik perhatian setiap lawan jenisnya, hingga mereka tidak bisa berpaling dari hadapannya.
Agam juga melihat ada tatapan berbeda yang terlukis dari sorot mata Crish..Hati Agam semakin gelisah.
Kalau begini, akan lebih baik baginya tidak lagi mengajak Mayra setiap ada pertemuan dengan klien laki2, daripada berisiko.
Setelah pembicara yang cukup lama, Crish akhirnya setuju dengan konsep iklan yang ditawarkan oleh Agam. Tapi dengan sarat dia yang harus menentukan bintang iklan untuk projek ini.
"Baiklah..semua keputusan ada di tangan anda tuan Crish, pihak Moolay Group sebagai penanam modal tertinggi sudah menyetujui semuanya.
Perusahaan anda yang memegang kendali dalam pelaksanaan projek ini berhak menentukan yang terbaik untuk pemasaran..!"
Ucap Agam sambil menyandarkan tubuhnya kebelakang sofa, meregangkan otot-ototnya.
Crish mengangguk mantap.
"Tentu saja..!! baiklah.. aku putuskan..aku sendiri yang akan membintangi iklan ini..!"
Ucap Crish dengan yakin. Agam dan Mayra termasuk Kenzo nampak terkejut.
"Apa..?? kenapa harus anda tuan Crish.. bukankah itu sudah menjadi urusan perusahaan kami untuk menentukan siapa yang akan membintangi iklan ini..!!"
Ucap Agam sedikit keberatan.
"Saya berhak menentukan bukan..Kalau tidak bisa, saya bisa mencari agen yang lain.."
Ucap Crish ngotot dengan sedikit mengancam.
Agam saling pandang dengan Mayra, dia sedikit bimbang, tapi projek iklan ini beromset besar, sangat sayang kalau di lepas begitu saja. Lagipula tidak ada salahnya kalau Crish sendiri yang akan membintanginya, justru itu akan menghemat pengeluaran.
"Baiklah..terserah anda saja.. untuk bintang wanitanya mungkin Eveliyn akan cocok dengan anda.."
"Tidak..saya punya pilihan lain..!"
Sergah Crish dengan cepat. Tatapannya kini tertuju ke arah Mayra.
"Saya ingin nona Mayra yang jadi bintang wanitanya..!"
Ucap Crish kemudian penuh keyakinan.
"Apa..???!!"
Agam dan Mayra berteriak bersamaan.
Crish malah tersenyum cerah.
Mata Mayra dan Crish saling bertatapan tajam, Mayra benar2 di buat tidak percaya dengan keinginan Presdir CSA Group ini.
"Maaf tuan Crish..tapi saya bukanlah aktris yang bisa berakting, saya hanya seorang sekretaris saja, tidak lebih..!"
Sanggah Mayra dengan perasaan dongkol.
Crish malah tertawa senang, dia kembali menatap wajah Mayra dengan sorot mata yang lembut.
"Aku juga tidak bisa berakting nona Mayra..kita akan sama2 belajar..cocok bukan..?"
Ucapnya renyah dengan masih tertawa ringan.
Agam menatap Crish dengan kesal.
Laki-laki ini benar-benar menjengkelkan.. berani2nya dia mencari kesempatan untuk dekat dengan Mayra.
Walau dengan perasaan kesal dan marah, namun Agam akhirnya setuju dengan keinginan Crish.
Mayra awalnya terus menentang hal itu, karena dia tidak punya bakat dalam hal ini..Tapi karena Crish yang terus mengancam akan membatalkan kontrak nya jika ini tidak di setujui, akhirnya Mayra terpaksa menerima keputusan ini.
Dalam perjalanan pulang Mayra tampak masih termenung, dia kesal bukan main dengan bos perusahaan CSA Group itu, bagaimana bisa punya ide konyol di luar konsep yang menjadikan seorang sekretaris menjadi bintang iklan.
Ini benar-benar konyol. Agam yang melihat wajah Mayra termenung tampak merasa bersalah.
"Maafkan aku May..ini memang keterlaluan..kalau kamu memang tidak bisa, aku akan membatalkan kontrak ini denganya.."
Mayra melirik Agam, keduanya berpandangan penuh perasaan yang sudah saling terbaca bagaimana isi hati mereka, dia menggeleng lemah.
"Tidak mas..biar aku coba dulu.."
Ucap nya kemudian..Mata mereka kembali terpaut dalam sebuah tatapan yang dalam, diakhiri senyum canggung penuh kebimbangan..
*******
TBC..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
luiya tuzahra
laah tambah galau niih timnya nambah lgi...
tpi knp hrus dirga yg udah beristri sangat disayangkan mayranya
2023-11-26
0
andi hastutty
aduh Mayra kamu memikat 3 laki2 dan yg menjadi suamimu orang beristri
2023-10-09
0
Putri Minwa
👍👍👍
2023-01-29
0