19. Welcome to Raudhah

Welcome to Raudhah

(Selamat datang di Raudhah)

 --------------------

Anggi

Ia memandangi sekeliling kamar dengan perasaan puas. Setelah hampir seharian berbenah. Kini sebagian besar barang sudah berada di tempat yang seharusnya. Meski masih terdapat beberapa kotak kardus, berisi buku-buku kuliah dan pernak pernik lain yang belum sempat dibongkar.

Direkamnya keadaan sekeliling kamar, hingga keluar jendela -meski mulai gelap karena jelang senja-. Termasuk deretan tanaman bunga mawar, melati, dan lavender di bawah jendela. Lalu ia kirimkan ke Mala.

Anggi : 'Finally.'

Mala. : 'Na ini, kamu banget.'

Anggi. : -emoticon tertawa- 'Besok habis rakor mampir, ya.'

Mala. : 'Sabi sabi.'

Setelah itu, ia membuka grup Romansa. Berniat mengirim video yang baru saja direkamnya. Tapi grup sepi seperti kuburan. Chat terakhir bahkan tadi siang. Hmm, sepertinya semua sedang sibuk. Ia akhirnya mengurungkan niat untuk berbagi video.

Tok Tok Tok

"Ya?"

Di depan pintu telah berdiri Nila yang sudah rapi mengenakan mukena. "Waktunya sholat Maghrib, Nggi."

"Belum adzan, kan?" tanyanya bingung. Sebab waktu adzan masih beberapa menit lagi.

"Sebentar lagi. Kamu udah baca tata tertib kost ini, kan?"

Ia melirik selembar kertas fotokopian yang tadi disimpan di atas meja belajar. Terus terang belum sempat dibaca, karena ia keburu berbenah kamar.

"Ada program sholat Maghrib berjamaah, tilawah, holaqoh sama Mba Salsa. Baca, deh."

Usai sholat Maghrib, Salsa mengenalkannya pada seluruh penghuni kost yang belum lengkap jumlahnya. Karena sebagian masih menghabiskan liburan semester di rumah masing-masing.

First impression lumayan menyenangkan, semua berwajah welcome. Total baru tujuh orang yang ikut berjamaah termasuk dirinya. Mereka adalah Salsa, Nila, Siska, Sari, Jenny, dan Ira. Hanya Nila dan Ira yang seangkatan dengannya, lainnya adalah kating.

"Selamat datang di Raudhah, di sini kita semua bersaudara, anggap sebagai keluarga kedua setelah keluarga inti kita masing-masing. Semoga betah di sini, ya," Salsa tersenyum menutup sesi perkenalan.

"Makasih, Mba," ia balas tersenyum. Baru kali ini ia masuk ke kost baru yang ada sesi perkenalan resmi segala.

Usai perkenalan, mereka masih berkumpul di ruang tengah untuk tilawah bersama.

"Tilawah itu tadarus?" ia berbisik pada Nila, sekedar memastikan.

Nila mengangguk. "Tilawah membaca masing-masing sesuai tahsin. Kalau tadarus biasanya barengan, baca satu-satu, yang lain ngedengerin."

Ia pun harus mencari-cari Al-Qur'an yang terlupa entah disimpan di mana. Ia bahkan sampai harus membongkar-bongkar rak buku yang telah disusun rapi sebelumnya.

Namun begitu berhasil menemukan Al Qur'an, ternyata waktu tilawah sudah selesai. Kini dilanjutkan dengan Salsa yang sedang membuka forum holaqoh.

"Kalau holaqoh?" ia kembali berbisik kearah Nila. Ia belum familiar dengan istilah-istilah tersebut.

"Secara harfiah duduk melingkar. Intinya duduk melingkar untuk mendengarkan ilmu," Nila tersenyum.

"Dengerin pengajian?" ia kembali bertanya.

"Ya ...." Nila mengangguk. "Semacam itu."

Ia mendengarkan holaqoh yang diisi oleh Salsa. Yang mengambil tema, mengisi liburan dengan amal soleh.

Namun sambil menahan kantuk. Sesekali Nila yang duduk di sebelah harus memperingatkannya dengan tepukan ringan di kaki.

Hoaaammm, kenapa ya setiap mendenger pidato atau ceramah, ia selalu mengantuk. Ia pun berusaha keras membelalakkan mata yang terasa berat.

Holaqoh ditutup tepat sebelum adzan Isya berkumandang. Seusai sholat Isya berjamaah, beberapa masih berkumpul di ruang tengah. Ada yang melanjutkan tilawah, ada yang mengobrol dengan Salsa -sepertinya sesi curhat-.

Bersama Nila, ia lebih memilih untuk kembali ke kamar.

Baru juga berdiri, sebuah ketukan terdengar. Disusul suara pintu yang terbuka dengan cukup kasar. Membuat semua kepala menengok ke arah pintu masuk.

"Samlekom," ucap seorang berwajah kusut cenderung jutek muncul dari balik pintu.

"Assalamualaikum," tegur Salsa lembut. "Bilang salamnya yang bener dong, biar dapat pahala."

"Iya ... iya, Assalamu'alaikum," ralat orang tersebut dengan nada malas.

"Wa'alaikumusalam," jawab semuanya hampir bersamaan.

Kecuali dirinya, yang masih terkagum-kagum melihat penampakan gadis yang baru saja masuk. Meski berkerudung kaos simple, gadis itu memakai kemeja flanel gombrong, lengkap dengan jeans yang sedikit sobek di bagian dengkul.

"Iqobnya jangan lupa, ya," Nila mengingatkan saat mereka berpapasan.

"Iya," jawab gadis itu ketus. Langsung masuk ke kamar dengan sedikit membanting pintu.

"Siapa, Nil?" ia jadi penasaran.

"Oh ... Shelly," Nila tersenyum. "Nanti aku kenalin kalau dia udah mood."

Ia mengangguk. "Aku ke kamar dulu, ya."

Di dalam kamar, ia langsung melemparkan diri ke atas tempat tidur. Badannya terasa pegal setelah seharian berbenah.

Hmmm akhirnya, sekarang ia bisa bertemu dengan kasurnya sendiri. Terfavorit. Meski tak seempuk kasur di kostan Niken.

Lalu diraihnya ponsel. Wah, baru juga ditinggal sebentar, ternyata sudah penuh dengan notifikasi masuk.

Grup Cofas Teknik

34 Unread Messages

Grup Subdiv Cofas

76 Unread Messages

Grup Ilkom

17 Unread Messages

Namun sayang, grup yang diharapkan ternyata masih sepi. Grup Romansa, pada ke mana anak-anak, ya?

Karena sudah kepalang rindu, kini jempolnya mulai bergerak sendiri dengan menyentuh chat bagian bawah, chat dari Dio.

Dio : 'How's ur day?'

Chat dua hari lalu yang belum sempat dibalas. Karena seorang moderator sengak keburu meneriakinya -ia spontan memutar bola mata begitu mengingat Rendra-. Apa sekarang ia harus membalas pesan dari Dio?

Saat bingung menimbang-nimbang balas-tidak, balas-tidak. Terdengar suara pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.

Tok Tok Tok

"Ya?"

Lagi-lagi Nila yang berdiri di balik pintu. "Makan, yuk. Kamu belum makan malam, kan?"

Ia menengok jam dinding dengan heran. "Jam segini mau keluar nyari makan?"

"Ish, ngapain keluar, kita kan masak sendiri."

"Masak?"

"Tuh," Nila menunjuk dapur di mana Ira dan Siska terlihat sedang menggoreng sesuatu.

"Makan bareng, yuk," Jenny lewat di depan mereka sambil membawa sepiring capcay yang masih mengepulkan uap panas. Terlihat begitu menggoda.

"Aku agak ngantuk, nih," makan malam bersama mungkin seru. Tapi sebagai anak baru, ia sama sekali belum memiliki persiapan sembako atau frozen foods yang bisa dimasak. Hanya beberapa bungkus mie instan bawaan dari kost Niken. Dan untuk saat ini, ia sedang tak ingin makan mie.

"Kayaknya aku nggak ikutan makan, deh," ia juga merasa cape dan ingin me time dengan leyeh leyeh di atas kasur sembari mendengarkan musik.

"Besok-besok lagi, ya," lagipula, baru kali ini ia mendapati kost yang penghuninya masak dan makan bersama. Guyub rukun sekali. Kost kost sebelumnya selalu model membeli masakan jadi, lalu dimakan dengan beberapa yang kenal dekat saja, tidak semua.

"Oh ... ya udah," Nila mengangguk mengiyakan.

Sepeninggal Nila, ia benar-benar langsung terkapar di atas kasur. Niat hati ingin mendengarkan musik pun gagal total karena keburu terlelap. Sepertinya berbenah kamar hari ini benar-benar menguras energi.

Tengah malam, ia terbangun karena haus. -Ah ya, kenapa ia selalu merasa haus di tengah waktu tidur, menyebalkan sekali bukan?-.

Dilihatnya jam dinding menunjukkan tepat pukul 01.50 WIB. Sambil meneguk air dari tumbler, sayup-sayup terdengar suara orang sedang membaca Al Qur'an di kejauhan. Suaranya merdu dengan bacaan yang bagus.

Hmmm, definisi lain dari kutub utara dan selatan, from nay to yay. Jika di Pitaloka dulu semakin malam semakin ramai suara canda tawa. Maka di Raudhah, yang terdengar justru lantunan ayat-ayat suci.

Hoaaammm, ia pun semakin terbuai dengan nada syahdu, yang seolah memang bertujuan untuk membuatnya kembali terlelap. Beranjak tidur dengan diiringi suara orang mengaji, ternyata sungguh menenangkan.

***

Catatan :

Raudhah. : nama kost baru Anggi, yang artinya taman syurga.

Tilawah. : membaca Al Qur'an sesuai tajwid yang benar.

Holaqoh. : duduk melingkar untuk mendengarkan ilmu.

Iqob. : sanksi bagi yang melanggar kesepakatan.

Terpopuler

Comments

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

keren banget kos"annya 🤍

2024-01-21

0

Agna

Agna

Aden banget no Kost²an

2023-11-11

0

Lusiana_Oct13

Lusiana_Oct13

Kok Assalamualaikum ny kayak umy di singkat2 😂😂😂 jadi kagen sama umy

2023-03-13

3

lihat semua
Episodes
1 1. Dio, The First Love Never Die
2 2. Di Pasir Putih
3 3. Mencari Kost Baru
4 4. How They Met
5 5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6 6. When It All Began
7 7. What A Morning!
8 8. Terrible Things
9 9. Deadly Nightmare
10 10. Rengganis, Girl From Nowhere
11 11. Their First Fight
12 12. Mba Suko
13 13. Salah Paham
14 14. Bad Senior, Ever
15 15. "Ketika Senyummu Hadir"
16 16. Bad Smoker, Ever
17 17. Mimisan di Depan Rendra
18 18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19 19. Welcome to Raudhah
20 20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21 21. Sekaleng Bear Brand
22 22. "Sleep Tight"
23 23. D-Day
24 24. Kiriman Makan Siang
25 25. End of Days
26 26. Eyes on You
27 27. "Maaf"
28 28. "I Just Simply Love You"
29 29. "You're Every Reason"
30 30. "Sorry, I Can't"
31 31. Kejutan di Akhir Pekan
32 32. Senja Yang Indah di Malioboro
33 33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34 34. Blue Night, Broken Heart
35 35. Tak Bisa ke Lain Hati
36 36. All is Well, Love You More
37 37. Iam A Fighter!
38 38. Senior's Eyes
39 39. Who's The Boss?
40 40. Indescribable Feeling
41 41. The Rising Star
42 42. Young and Dangerous
43 43. Deepest Pain
44 44. Deepest Sadness
45 45. Rapuh dalam Langkah
46 46. Pergilah Kasih
47 47. Always Here For You
48 48. Setelah Kau Pergi
49 49. Being Someone's 2nd
50 50. Really Deadly Disaster
51 51. Tell Me How To Win Your Heart
52 52. Kisah dari Masa Lalu
53 53. Family Portrait
54 54. The World We Have To Live In
55 55. Achilles Heel
56 56. Hi Heart, How Are You Today?
57 57. "Now You See Me?"
58 58. Trully, Madly, Deeply
59 59. Moshimo Mata Itsuka*
60 60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61 61. Boys Gonna Be Boys
62 62. River Flows in You
63 63. Tell Me We Belong Together
64 64. Kiss The Rain
65 65. Still Fall For You Everyday
66 66. Daun-Daun Gugur
67 67. Judgement Day
68 68. Loving Too Much Always Kills You
69 69. Berdiri di Tengah Badai
70 70. Luluh Lantak
71 71. Lemme be Yours
72 72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73 73. Don't Look Back In Anger
74 74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75 75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76 END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77 Teruntuk Readers Tersayang
78 From Author with Love
79 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Dio, The First Love Never Die
2
2. Di Pasir Putih
3
3. Mencari Kost Baru
4
4. How They Met
5
5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6
6. When It All Began
7
7. What A Morning!
8
8. Terrible Things
9
9. Deadly Nightmare
10
10. Rengganis, Girl From Nowhere
11
11. Their First Fight
12
12. Mba Suko
13
13. Salah Paham
14
14. Bad Senior, Ever
15
15. "Ketika Senyummu Hadir"
16
16. Bad Smoker, Ever
17
17. Mimisan di Depan Rendra
18
18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19
19. Welcome to Raudhah
20
20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21
21. Sekaleng Bear Brand
22
22. "Sleep Tight"
23
23. D-Day
24
24. Kiriman Makan Siang
25
25. End of Days
26
26. Eyes on You
27
27. "Maaf"
28
28. "I Just Simply Love You"
29
29. "You're Every Reason"
30
30. "Sorry, I Can't"
31
31. Kejutan di Akhir Pekan
32
32. Senja Yang Indah di Malioboro
33
33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34
34. Blue Night, Broken Heart
35
35. Tak Bisa ke Lain Hati
36
36. All is Well, Love You More
37
37. Iam A Fighter!
38
38. Senior's Eyes
39
39. Who's The Boss?
40
40. Indescribable Feeling
41
41. The Rising Star
42
42. Young and Dangerous
43
43. Deepest Pain
44
44. Deepest Sadness
45
45. Rapuh dalam Langkah
46
46. Pergilah Kasih
47
47. Always Here For You
48
48. Setelah Kau Pergi
49
49. Being Someone's 2nd
50
50. Really Deadly Disaster
51
51. Tell Me How To Win Your Heart
52
52. Kisah dari Masa Lalu
53
53. Family Portrait
54
54. The World We Have To Live In
55
55. Achilles Heel
56
56. Hi Heart, How Are You Today?
57
57. "Now You See Me?"
58
58. Trully, Madly, Deeply
59
59. Moshimo Mata Itsuka*
60
60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61
61. Boys Gonna Be Boys
62
62. River Flows in You
63
63. Tell Me We Belong Together
64
64. Kiss The Rain
65
65. Still Fall For You Everyday
66
66. Daun-Daun Gugur
67
67. Judgement Day
68
68. Loving Too Much Always Kills You
69
69. Berdiri di Tengah Badai
70
70. Luluh Lantak
71
71. Lemme be Yours
72
72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73
73. Don't Look Back In Anger
74
74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75
75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77
Teruntuk Readers Tersayang
78
From Author with Love
79
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!