Welcome to Raudhah
(Selamat datang di Raudhah)
--------------------
Anggi
Ia memandangi sekeliling kamar dengan perasaan puas. Setelah hampir seharian berbenah. Kini sebagian besar barang sudah berada di tempat yang seharusnya. Meski masih terdapat beberapa kotak kardus, berisi buku-buku kuliah dan pernak pernik lain yang belum sempat dibongkar.
Direkamnya keadaan sekeliling kamar, hingga keluar jendela -meski mulai gelap karena jelang senja-. Termasuk deretan tanaman bunga mawar, melati, dan lavender di bawah jendela. Lalu ia kirimkan ke Mala.
Anggi : 'Finally.'
Mala. : 'Na ini, kamu banget.'
Anggi. : -emoticon tertawa- 'Besok habis rakor mampir, ya.'
Mala. : 'Sabi sabi.'
Setelah itu, ia membuka grup Romansa. Berniat mengirim video yang baru saja direkamnya. Tapi grup sepi seperti kuburan. Chat terakhir bahkan tadi siang. Hmm, sepertinya semua sedang sibuk. Ia akhirnya mengurungkan niat untuk berbagi video.
Tok Tok Tok
"Ya?"
Di depan pintu telah berdiri Nila yang sudah rapi mengenakan mukena. "Waktunya sholat Maghrib, Nggi."
"Belum adzan, kan?" tanyanya bingung. Sebab waktu adzan masih beberapa menit lagi.
"Sebentar lagi. Kamu udah baca tata tertib kost ini, kan?"
Ia melirik selembar kertas fotokopian yang tadi disimpan di atas meja belajar. Terus terang belum sempat dibaca, karena ia keburu berbenah kamar.
"Ada program sholat Maghrib berjamaah, tilawah, holaqoh sama Mba Salsa. Baca, deh."
Usai sholat Maghrib, Salsa mengenalkannya pada seluruh penghuni kost yang belum lengkap jumlahnya. Karena sebagian masih menghabiskan liburan semester di rumah masing-masing.
First impression lumayan menyenangkan, semua berwajah welcome. Total baru tujuh orang yang ikut berjamaah termasuk dirinya. Mereka adalah Salsa, Nila, Siska, Sari, Jenny, dan Ira. Hanya Nila dan Ira yang seangkatan dengannya, lainnya adalah kating.
"Selamat datang di Raudhah, di sini kita semua bersaudara, anggap sebagai keluarga kedua setelah keluarga inti kita masing-masing. Semoga betah di sini, ya," Salsa tersenyum menutup sesi perkenalan.
"Makasih, Mba," ia balas tersenyum. Baru kali ini ia masuk ke kost baru yang ada sesi perkenalan resmi segala.
Usai perkenalan, mereka masih berkumpul di ruang tengah untuk tilawah bersama.
"Tilawah itu tadarus?" ia berbisik pada Nila, sekedar memastikan.
Nila mengangguk. "Tilawah membaca masing-masing sesuai tahsin. Kalau tadarus biasanya barengan, baca satu-satu, yang lain ngedengerin."
Ia pun harus mencari-cari Al-Qur'an yang terlupa entah disimpan di mana. Ia bahkan sampai harus membongkar-bongkar rak buku yang telah disusun rapi sebelumnya.
Namun begitu berhasil menemukan Al Qur'an, ternyata waktu tilawah sudah selesai. Kini dilanjutkan dengan Salsa yang sedang membuka forum holaqoh.
"Kalau holaqoh?" ia kembali berbisik kearah Nila. Ia belum familiar dengan istilah-istilah tersebut.
"Secara harfiah duduk melingkar. Intinya duduk melingkar untuk mendengarkan ilmu," Nila tersenyum.
"Dengerin pengajian?" ia kembali bertanya.
"Ya ...." Nila mengangguk. "Semacam itu."
Ia mendengarkan holaqoh yang diisi oleh Salsa. Yang mengambil tema, mengisi liburan dengan amal soleh.
Namun sambil menahan kantuk. Sesekali Nila yang duduk di sebelah harus memperingatkannya dengan tepukan ringan di kaki.
Hoaaammm, kenapa ya setiap mendenger pidato atau ceramah, ia selalu mengantuk. Ia pun berusaha keras membelalakkan mata yang terasa berat.
Holaqoh ditutup tepat sebelum adzan Isya berkumandang. Seusai sholat Isya berjamaah, beberapa masih berkumpul di ruang tengah. Ada yang melanjutkan tilawah, ada yang mengobrol dengan Salsa -sepertinya sesi curhat-.
Bersama Nila, ia lebih memilih untuk kembali ke kamar.
Baru juga berdiri, sebuah ketukan terdengar. Disusul suara pintu yang terbuka dengan cukup kasar. Membuat semua kepala menengok ke arah pintu masuk.
"Samlekom," ucap seorang berwajah kusut cenderung jutek muncul dari balik pintu.
"Assalamualaikum," tegur Salsa lembut. "Bilang salamnya yang bener dong, biar dapat pahala."
"Iya ... iya, Assalamu'alaikum," ralat orang tersebut dengan nada malas.
"Wa'alaikumusalam," jawab semuanya hampir bersamaan.
Kecuali dirinya, yang masih terkagum-kagum melihat penampakan gadis yang baru saja masuk. Meski berkerudung kaos simple, gadis itu memakai kemeja flanel gombrong, lengkap dengan jeans yang sedikit sobek di bagian dengkul.
"Iqobnya jangan lupa, ya," Nila mengingatkan saat mereka berpapasan.
"Iya," jawab gadis itu ketus. Langsung masuk ke kamar dengan sedikit membanting pintu.
"Siapa, Nil?" ia jadi penasaran.
"Oh ... Shelly," Nila tersenyum. "Nanti aku kenalin kalau dia udah mood."
Ia mengangguk. "Aku ke kamar dulu, ya."
Di dalam kamar, ia langsung melemparkan diri ke atas tempat tidur. Badannya terasa pegal setelah seharian berbenah.
Hmmm akhirnya, sekarang ia bisa bertemu dengan kasurnya sendiri. Terfavorit. Meski tak seempuk kasur di kostan Niken.
Lalu diraihnya ponsel. Wah, baru juga ditinggal sebentar, ternyata sudah penuh dengan notifikasi masuk.
Grup Cofas Teknik
34 Unread Messages
Grup Subdiv Cofas
76 Unread Messages
Grup Ilkom
17 Unread Messages
Namun sayang, grup yang diharapkan ternyata masih sepi. Grup Romansa, pada ke mana anak-anak, ya?
Karena sudah kepalang rindu, kini jempolnya mulai bergerak sendiri dengan menyentuh chat bagian bawah, chat dari Dio.
Dio : 'How's ur day?'
Chat dua hari lalu yang belum sempat dibalas. Karena seorang moderator sengak keburu meneriakinya -ia spontan memutar bola mata begitu mengingat Rendra-. Apa sekarang ia harus membalas pesan dari Dio?
Saat bingung menimbang-nimbang balas-tidak, balas-tidak. Terdengar suara pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
Tok Tok Tok
"Ya?"
Lagi-lagi Nila yang berdiri di balik pintu. "Makan, yuk. Kamu belum makan malam, kan?"
Ia menengok jam dinding dengan heran. "Jam segini mau keluar nyari makan?"
"Ish, ngapain keluar, kita kan masak sendiri."
"Masak?"
"Tuh," Nila menunjuk dapur di mana Ira dan Siska terlihat sedang menggoreng sesuatu.
"Makan bareng, yuk," Jenny lewat di depan mereka sambil membawa sepiring capcay yang masih mengepulkan uap panas. Terlihat begitu menggoda.
"Aku agak ngantuk, nih," makan malam bersama mungkin seru. Tapi sebagai anak baru, ia sama sekali belum memiliki persiapan sembako atau frozen foods yang bisa dimasak. Hanya beberapa bungkus mie instan bawaan dari kost Niken. Dan untuk saat ini, ia sedang tak ingin makan mie.
"Kayaknya aku nggak ikutan makan, deh," ia juga merasa cape dan ingin me time dengan leyeh leyeh di atas kasur sembari mendengarkan musik.
"Besok-besok lagi, ya," lagipula, baru kali ini ia mendapati kost yang penghuninya masak dan makan bersama. Guyub rukun sekali. Kost kost sebelumnya selalu model membeli masakan jadi, lalu dimakan dengan beberapa yang kenal dekat saja, tidak semua.
"Oh ... ya udah," Nila mengangguk mengiyakan.
Sepeninggal Nila, ia benar-benar langsung terkapar di atas kasur. Niat hati ingin mendengarkan musik pun gagal total karena keburu terlelap. Sepertinya berbenah kamar hari ini benar-benar menguras energi.
Tengah malam, ia terbangun karena haus. -Ah ya, kenapa ia selalu merasa haus di tengah waktu tidur, menyebalkan sekali bukan?-.
Dilihatnya jam dinding menunjukkan tepat pukul 01.50 WIB. Sambil meneguk air dari tumbler, sayup-sayup terdengar suara orang sedang membaca Al Qur'an di kejauhan. Suaranya merdu dengan bacaan yang bagus.
Hmmm, definisi lain dari kutub utara dan selatan, from nay to yay. Jika di Pitaloka dulu semakin malam semakin ramai suara canda tawa. Maka di Raudhah, yang terdengar justru lantunan ayat-ayat suci.
Hoaaammm, ia pun semakin terbuai dengan nada syahdu, yang seolah memang bertujuan untuk membuatnya kembali terlelap. Beranjak tidur dengan diiringi suara orang mengaji, ternyata sungguh menenangkan.
***
Catatan :
Raudhah. : nama kost baru Anggi, yang artinya taman syurga.
Tilawah. : membaca Al Qur'an sesuai tajwid yang benar.
Holaqoh. : duduk melingkar untuk mendengarkan ilmu.
Iqob. : sanksi bagi yang melanggar kesepakatan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Putri Dhamayanti
keren banget kos"annya 🤍
2024-01-21
0
Agna
Aden banget no Kost²an
2023-11-11
0
Lusiana_Oct13
Kok Assalamualaikum ny kayak umy di singkat2 😂😂😂 jadi kagen sama umy
2023-03-13
3