14. Bad Senior, Ever

Bad Senior, Ever

(Senior terburuk yang pernah ada)

--------------------- 

Rendra dan Frida

"Taraaaa ...." Frida tersenyum lebar, sembari merentangkan sebuah kaos oblong berwarna hitam.

Namun Rendra tetap acuh sambil terus memainkan game Xbox di depan layar televisi.

"Kaos baru. Pakai ya ... nanti pas ke villa," Frida menyampirkan kaos ke leher Rendra, lalu memeluknya dari belakang.

"Biasa deh, kalau ngegame langsung ansos," Frida merajuk sambil mencium pipi Rendra.

Tapi Rendra bergeming, masih tetap berkonsentrasi dengan gamenya. Sama sekali tak memedulikan rajukan Frida.

"Aku ikut aja ke villa kenapa, sih? Bosen tahu ... di sini sendirian," kali ini Frida beralih tidur di pangkuan Rendra.

"Nggak bisa. Ini acara kampus," jawab Rendra acuh. Konsentrasinya tetap tertuju ke depan layar televisi.

"Iya tahuu ... kemarin juga si Claris ikut waktu Arjun makrab di villa. Padahal beda kampus. Masa sih aku enggak bisa. Kamu kan bosnya."

Mulut Rendra berdecak kesal karena jagoannya kalah. Namun sedetik kemudian sudah beralih memainkan game lain. Kali ini balap MotoGP.

"Nggak bener!" Rendra menggelengkan kepala.

"Ih ... emang kamu bener?" Frida tersenyum menggoda sambil mengusap dagu Rendra.

Spontan membuat Rendra menarik wajah sekaligus melepas kaos, yang Frida sampirkan ke lehernya. "Awas, gua lagi main!"

Frida merengut, memilih bangkit karena Rendra mengacuhkannya. Lalu berjalan menuju kulkas dan membukanya. Berusaha mencari-cari red velvet in jar favoritnya.

Menghadapi kelakuan kekasih seperti seorang Rendra, jelas memerlukan asupan energi yang banyak.

Syailendra Darmastawa, most wanted to die for hampir seluruh gadis normal di muka bumi ini.

Frida hampir putus asa mengejar cinta seorang Rendra. Tapi dewi keberuntungan rupanya masih berpihak.

Setelah usaha keras pendekatan, bersikap manis, sedikit caper, modal wajah di atas rata-rata, dan mau diperlakukan sesuai dengan keinginan Rendra. Akhirnya ia berhasil dekat dengan Rendra.

Karena, tak sembarang orang bisa berada di sekitar Rendra. Meski womanizer sejati, Rendra terkenal sangat selektif memilih siapa saja yang bisa masuk ke dalam ring 1 kehidupannya. Begitulah.

"Yaaah!"

Teriakan kesal karena jagoannya kalah kembali keluar dari mulut Rendra. Tapi Rendra tak kapok, kembali memilih jenis game yang lain lagi. Kali ini sepakbola.

Frida tersenyum sendiri memperhatikan tingkah kekanakan Rendra. Padahal di kampus, Rendra termasuk sosok yang paling menonjol dari sekian banyak bintang kampus.

Selain menjadi mahasiswa cerdas kesayangan para dosen. Rendra juga termasuk kating yang paling disegani. Sejak pertama masuk kuliah, jabatan ketua, koordinator, dan sebangsanya seolah melekat pada diri Rendra.

Tapi, tak ada kesempurnaan di dunia ini kecuali Sang Pencipta. No body's perfect. Kesuksesan di bidang akademik dan keorganisasian, berbanding terbalik dengan perilaku individu dan kepribadian Rendra. Playboy, womanizer, player sejati, brengsek, ba ji ngan, you name it, menjadi label yang melekat sempurna di dahi Rendra.

Kadang Frida berpikir, apakah lingkungan yang membentuk Rendra menjadi demikian. Ia tahu betul bagaimana para gadis berlomba 'menyodorkan' diri pada seorang Rendra. Termasuk dirinya.

Sad but true yeah.

Bayangkan, benteng prinsip dan iman sekuat apa yang harus dimiliki oleh tipe orang seperti Rendra, agar mampu menolak 'sodoran nikmat menggiurkan' di dunia yang sudah gila ini. Siapapun tak bakal lolos jika mendapat ujian semenyenangkan ini bukan?

Tek tek

Sendok kecil yang dipegang Frida menyentuh sisi jar tanpa ada satupun red velvet yang tersisa. Hmmm, melamun membuat ngemil jadi tak terasa, dan cake habis dalam waktu yang lebih cepat. Ia pun bangkit untuk mengambil air putih.

"Babe, gua mau juga dong, haus nih," teriak Rendra sembari tetap berkutat di depan layar televisi. Masih memainkan game sepakbola.

Frida menurut, mengambilkan sebotol air mineral dingin dari dalam kulkas.

"Nggak bosen apa ... main game terus?" rajuknya sambil menyerahkan botol air mineral.

Rendra menerima botol tanpa menoleh, dan langsung meneguk isinya sampai habis.

Rendra menurut dengan memilih exit game. Lalu mematikan televisi dari remote. Tapi sebelum perhatian Rendra tertuju penuh padanya, ponsel di atas nakas menggelepar-gelepar tanda ada panggilan masuk.

"Jangan diangkat," ancam Frida demi melihat Rendra bangkit.

Namun Rendra sama sekali tak menghiraukan rengekan Frida. Tetap bangkit, lalu berjalan menuju nakas untuk mengangkat ponsel.

Sementara di layar ponsel Rendra, muncul nama Tommy sebagai penelepon.

"Halo?"

"Bro, ada yang nyariin nih."

"Siapa?"

"Cewek," sepertinya Tommy sedang menjauhkan ponsel.

"Cakep, man," Tommy terdengar bertanya pada seseorang. "Katanya ... cuma mau ngasihin amplop isi laporan sama uang. Terima jangan?"

"Dari?" Rendra mengernyit. Sebab merasa tak memiliki janji dengan seseorang.

Tommy terdengar kembali bertanya pada orang lain.

"Anggi, Ilkom," bisik Tommy. Lalu melanjutkan dengan suara setengah berbisik, "Terima man."

Rendra terbahak, "Terima, tengkiu bro."

"Siapa yang nelpon? Kok senyum-senyum?" telisik Frida curiga, demi melihat Rendra tersenyum-senyum sendiri dengan wajah sumringah.

"Tommy, anak sekre."

Rendra mengangguk sambil tersenyum penuh arti. Entah senyum kepada siapa atau karena apa. Who knows (siapa yang tahu).

***

Anggi

Ia girang bukan main begitu mengetahui Mba Suko berhasil menjual tujuh dari delapan kaos yang tersisa.

"Mba Sukooo terlaaafffff ...." ia tak berhenti berterima kasih.

"Sisa satu, Mba."

"Nggak apa-apa, yang satu biar dibeli sama saya," ia terus-terusan tersenyum senang.

"Mba ini lucu, masa beli dagangan sendiri."

Membuatnya tertawa. "Yang penting kan ... udah terjual semua. Makasih banyak ya, Mba Suko."

"Saya juga makasih loh Mba, jadi dapet untung," Mba Suko ikut tertawa.

"Oiya, sekalian pamit. Habis ini saya mau pergi. Ada acara kampus di Kaliurang."

"Oh, ya ... monggo, hati-hati di jalan, Mba Anggi."

Ia mengangguk.

Begitu Mba Suko berlalu, ia segera mengetik Line chat untuk dikirim ke Zaki.

Anggi : 'Pakoor, kaos udah terjual semua. Uangnya di kemanain?'

Zaki : 'Koordinasi sama Bang Rendra.'

Anggi : 'Nggak punya nomornya.'

Zaki : 'Sent Line id @RendraD'

Anggi dalam hati : ogah -sambil mengomel-

Anggi : 'Titip di mana, ya?'

Ia harus menunggu beberapa saat sebelum Zaki kembali memberikan balasan.

Zaki : 'Titip di sekre taekwondo, plus laporan keuangannya.'

APA?

Ia kembali mengomel dalam hati. Itu orang ya, seolah tak ada puasnya. Maunya apa, sih?! Cari masalah?

Namun meski kesal, tetap diturutinya permintaan Rendra. Dengan membuat laporan keuangan paling simple, di atas selembar kertas HVS, hanya memakai tulisan tangan.

Puas, batinnya sambil membayangkan, kira-kira bagaimana reaksi Rendra. Ketika membaca laporan keuangan ala kadarnya itu.

Dan begitu urusan laporan selesai, ia langsung memasukkan laporan tersebut ke dalam amplop cokelat, lengkap dengan uang hasil penjualan kaos.

Selanjutnya, ia mulai berbenah mempersiapkan barang yang hendak dibawa ke villa.

Saking sibuknya mencari kost dan persiapan ospek, ia sampai lupa kalau belum pernah mencuci baju sejak pertama pindah ke Pitaloka.

Jadilah baju yang ada terbatas. Karena sebagian besar masih dititip di kost Sinta. Mau mengambil ke sana dulu jelas tak memungkinkan. Akhirnya ia memilih untuk membawa baju yang ada saja.

Berbenah selesai. Ia pun mulai bersiap untuk berangkat. Anak-anak yang mendapat jatah menumpang mobil Ayu, janjian kumpul di Mirota kampus.

Ia melirik jam dinding, hmm, masih ada 30 menitan lagi. Cukup untuk sampai tepat waktu di tempat janjian.

***

Terpopuler

Comments

✨️ɛ.

✨️ɛ.

komenan warga adalah jalan ninjaku..

2024-12-03

0

Zi❤Cakra❤Rendra❤️Dean❤Zico

Zi❤Cakra❤Rendra❤️Dean❤Zico

Bang Rendra i love you full😍😍

2024-12-30

0

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

eh apanie apanie .... celap celup keq oreo kah ? 😒

2024-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dio, The First Love Never Die
2 2. Di Pasir Putih
3 3. Mencari Kost Baru
4 4. How They Met
5 5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6 6. When It All Began
7 7. What A Morning!
8 8. Terrible Things
9 9. Deadly Nightmare
10 10. Rengganis, Girl From Nowhere
11 11. Their First Fight
12 12. Mba Suko
13 13. Salah Paham
14 14. Bad Senior, Ever
15 15. "Ketika Senyummu Hadir"
16 16. Bad Smoker, Ever
17 17. Mimisan di Depan Rendra
18 18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19 19. Welcome to Raudhah
20 20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21 21. Sekaleng Bear Brand
22 22. "Sleep Tight"
23 23. D-Day
24 24. Kiriman Makan Siang
25 25. End of Days
26 26. Eyes on You
27 27. "Maaf"
28 28. "I Just Simply Love You"
29 29. "You're Every Reason"
30 30. "Sorry, I Can't"
31 31. Kejutan di Akhir Pekan
32 32. Senja Yang Indah di Malioboro
33 33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34 34. Blue Night, Broken Heart
35 35. Tak Bisa ke Lain Hati
36 36. All is Well, Love You More
37 37. Iam A Fighter!
38 38. Senior's Eyes
39 39. Who's The Boss?
40 40. Indescribable Feeling
41 41. The Rising Star
42 42. Young and Dangerous
43 43. Deepest Pain
44 44. Deepest Sadness
45 45. Rapuh dalam Langkah
46 46. Pergilah Kasih
47 47. Always Here For You
48 48. Setelah Kau Pergi
49 49. Being Someone's 2nd
50 50. Really Deadly Disaster
51 51. Tell Me How To Win Your Heart
52 52. Kisah dari Masa Lalu
53 53. Family Portrait
54 54. The World We Have To Live In
55 55. Achilles Heel
56 56. Hi Heart, How Are You Today?
57 57. "Now You See Me?"
58 58. Trully, Madly, Deeply
59 59. Moshimo Mata Itsuka*
60 60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61 61. Boys Gonna Be Boys
62 62. River Flows in You
63 63. Tell Me We Belong Together
64 64. Kiss The Rain
65 65. Still Fall For You Everyday
66 66. Daun-Daun Gugur
67 67. Judgement Day
68 68. Loving Too Much Always Kills You
69 69. Berdiri di Tengah Badai
70 70. Luluh Lantak
71 71. Lemme be Yours
72 72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73 73. Don't Look Back In Anger
74 74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75 75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76 END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77 Teruntuk Readers Tersayang
78 From Author with Love
79 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Dio, The First Love Never Die
2
2. Di Pasir Putih
3
3. Mencari Kost Baru
4
4. How They Met
5
5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6
6. When It All Began
7
7. What A Morning!
8
8. Terrible Things
9
9. Deadly Nightmare
10
10. Rengganis, Girl From Nowhere
11
11. Their First Fight
12
12. Mba Suko
13
13. Salah Paham
14
14. Bad Senior, Ever
15
15. "Ketika Senyummu Hadir"
16
16. Bad Smoker, Ever
17
17. Mimisan di Depan Rendra
18
18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19
19. Welcome to Raudhah
20
20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21
21. Sekaleng Bear Brand
22
22. "Sleep Tight"
23
23. D-Day
24
24. Kiriman Makan Siang
25
25. End of Days
26
26. Eyes on You
27
27. "Maaf"
28
28. "I Just Simply Love You"
29
29. "You're Every Reason"
30
30. "Sorry, I Can't"
31
31. Kejutan di Akhir Pekan
32
32. Senja Yang Indah di Malioboro
33
33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34
34. Blue Night, Broken Heart
35
35. Tak Bisa ke Lain Hati
36
36. All is Well, Love You More
37
37. Iam A Fighter!
38
38. Senior's Eyes
39
39. Who's The Boss?
40
40. Indescribable Feeling
41
41. The Rising Star
42
42. Young and Dangerous
43
43. Deepest Pain
44
44. Deepest Sadness
45
45. Rapuh dalam Langkah
46
46. Pergilah Kasih
47
47. Always Here For You
48
48. Setelah Kau Pergi
49
49. Being Someone's 2nd
50
50. Really Deadly Disaster
51
51. Tell Me How To Win Your Heart
52
52. Kisah dari Masa Lalu
53
53. Family Portrait
54
54. The World We Have To Live In
55
55. Achilles Heel
56
56. Hi Heart, How Are You Today?
57
57. "Now You See Me?"
58
58. Trully, Madly, Deeply
59
59. Moshimo Mata Itsuka*
60
60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61
61. Boys Gonna Be Boys
62
62. River Flows in You
63
63. Tell Me We Belong Together
64
64. Kiss The Rain
65
65. Still Fall For You Everyday
66
66. Daun-Daun Gugur
67
67. Judgement Day
68
68. Loving Too Much Always Kills You
69
69. Berdiri di Tengah Badai
70
70. Luluh Lantak
71
71. Lemme be Yours
72
72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73
73. Don't Look Back In Anger
74
74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75
75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77
Teruntuk Readers Tersayang
78
From Author with Love
79
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!