15. "Ketika Senyummu Hadir"

Anggi

Bonding cluster dimulai tepat setelah kenyang acara makan bersama. Dibuka oleh Zaki sebagai korsubdiv (koordinator sub divisi). Dilanjutkan sambutan dari Damas korcofas (koordinator co fasilitator), mewakili kordum (koordinator umum) yang terlambat, sebab masih harus menghadiri acara di tempat lain.

Bonding kali ini termasuk spesial, karena kehadiran panitia lintas divisi yang lumayan lengkap. Jadilah usai sambutan, acara dilanjutkan dengan perkenalan. Ada Rayyan PSDM (pengembangan sumber daya manusia), Kahfi DDD (desain, dekorasi, dan dokumentasi), Angky keamanan, Maya dan Okta medis, serta Johan materi.

Meski yang hadir hampir full team, tapi acara malam ini no spaneng spaneng club. Usai perkenalan, agenda selanjutnya diisi dengan games seru.

Dimulai dengan games tebak nama, tebak kata, lalu tebak karakter orang -ini yang paling seru-. Dan seperti biasa, kelompok yang kalah akan mendapat hukuman. Apalagi kalau bukan menyanyi dangdut.

'Hei sayangku

hari ini aku syantik

syantik bagai bidadari

bidadari di hatimu'

'Hei, sayangku

Perlakukanlah diriku

Seperti seorang ratu

Kuingin dimanja kamu'

(Siti Badriah, Lagi Syantik)

Elva dengan semangat 45 memimpin kelompoknya yang mendapat hukuman.

Bahkan Angky yang memiliki setelan angker khas anak Menwa, ternyata bocor banget dan hafal lagu Konco Mesra.

'Yen tak sawang sorote mripatmu

jane ku ngerti ono ati sliramu

nanging onone mung sewates konco

podo ra wanine ngungkapke tresno'

'Yen ku pandang gemerlap nyang mripatmu

Terpampang gambar waru ning atimu

Nganti kapan abot iku ora mok dukung

Mung dadi konco mesra mergo kependem cinta'

(Nella Kharisma, Konco Mesra)

Tak kalah semangat dari Elva, Angky tanpa ragu menuntaskan Konco Mesra dengan suara lumayan merdu. Angky bahkan ingin kembali menyanyikan lagu Sayang. Namun langsung ditolak mentah-mentah oleh seluruh audiens. Sebab, semua juga ingin mendapat hukuman, untuk seru-seruan bernyanyi dangdut.

Semua terbahak-bahak menertawakan mereka yang mendapat hukuman. Melepas penat tenaga dan pikiran yang terforsir. Guna mempersiapkan agenda terbesar tahunan, yaitu Ospek Universitas.

"Hatsyii ... hatsyii ...." sambil tertawa, ia sering tak mampu menahan bersin. Membuat Jihan dan Difa yang sekelompok dengannya beberapa kali menoleh.

"Maaf, dingin ...." ia meringis sambil menyusut hidung menggunakan tissue. Untungnya, ia telah membekali diri dengan tissue yang cukup banyak.

Usai saling menertawakan satu sama lain, games dilanjut dengan simulasi ice breaking, yang akan dipakai saat hari H.

Ini pun tak kalah seru, beberapa ice breaking adalah yang terbaru dan pastinya sangat mengasyikkan.

Keriaan tak berhenti di sini, karena acara dilanjutkan dengan api unggun dan barbekyu di halaman villa.

Terlihat Zaki dan teman-teman telah mempersiapkan api unggun lumayan besar, yang mampu menghangatkan mereka di tengah suasana dingin yang menusuk.

Tak lupa dilengkapi dengan hidangan jagung dan sosis, untuk menemani mereka bermalam panjang.

Ia masih bergabung dengan Ayu, Dini, dan beberapa cofas teknik yang dikenalnya lumayan dekat. Sedang bersama-sama mengupas jagung, dan mempersiapkan bumbu olesan. Ketika terdengar petikan gitar dari arah api unggun.

Rupanya Zaki dan Rayyan berduet memetik nada Cinta dan Rahasia nya Yura dan Glenn. Alunan nada yang apik, otomatis mengalihkan perhatian mereka semua. Membuat konsentrasi berpindah ke tengah api unggun. Mengitari duet gitar yang mengalunkan nada enerjik.

Untunglah acara kupas mengupas telah selesai. Usai mencuci tangan, ia pun bergabung di antara Ayu dan Elva, yang kali ini sedang menikmati lagu Sayang dari Angky. Wah, belum tuntas rupanya ndan menwa yang satu ini. Yah, daripada penasaran yekan.

'Sayang, opo kowe krungu jerite atiku?

Mengharap engkau kembali

Sayang, nganti memutih rambutku

Ra bakal luntur tresnoku'

'Wes tak cobo nglalekke jenengmu soko atiku

Sak tenane ra ngapusi isih tresno sliramu

Pepuja neng ati nanging kowe ora ngerti

Kowe sing tak wanti-wanti malah jebul saiki'

'Kowe mblenjani janji

Jare sehidup semati nanging opo bukti

Kowe medot tresnoku demi wedokan liyo

Yowes ora popo Insya Allah aku iso, lilo'

'Meh sambat kalih sinten

Yen sampun mekaten

Merana uripku

Aku welasno, kangmas

Aku mesakno, aku

Aku nangis

Nganti metu eluh getih putih'

(Via Valen, Sayang)

Setelah Angky puas unjuk gigi, kini giliran Elva menyumbang puisi.

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana ...."

Semua terhanyut dalam romantisme. Kalimat puisi yang syahdu ditambah petikan gitar nan lembut yang seolah tercipta khusus untuk mengiringi. Membuatnya otomatis mengencangkan pelukan pada diri sendiri. Yang telah berbalut jaket warna biru terfavorit. Jaket berinisial DK.

Bukan Elva namanya jika tak semangat, satu puisi manalah cukup. Elva pun menutup performnya dengan lantunan puisi berjudul Hanya. Dengan diringi petikan gitar apik nan syahdu, duet kece dari Zaki dan Rayyan.

'Hanya doaku yang bergetar malam ini,

dan tak pernah kau lihat siapa aku,

tapi yakin aku ada dalam dirimu ....'

(Sapardi Joko Darmono, Hanya)

Semua bertepuk tangan. Beberapa orang bahkan memberikan standing ovation, bagai menyaksikan gol kemenangan tim favorit di laga final Liga Champions Eropa.

Acara terus berlanjut mengisi malam yang dingin. Beberapa penampilan tak kalah apik disuguhkan para peserta bonding.

Kini, ia baru saja menghabiskan jagung bakarnya. Ketika alunan gitar break sesaat dan Zaki angkat suara.

"Hampir semua yang mewakili kelompoknya udah tampil. Beberapa dengan partner masing-masing. Partner aku mana nih ...."

Wah, ia jelas menolak mentah-mentah usul Zaki.

"Anggi, ayo kita tampilkan sesuatu untuk teman-teman semua ...." Zaki melihat ke arahnya.

Ia meringis kesal sambil memberi kode BIG NO. Tapi Zaki tak peduli. Terus saja memanggil namanya.

"Come on ...." Zaki tertawa.

"Anggi! Anggi!" Elva si jahil malah menjadi kompor meleduk.

"Nih orangnya nih!" dengan entengnya Elva menunjuk hidungnya. Membuat semua mata tertuju padanya, dan tepuk tangan mulai menggema.

"Ayo ... kapan lagi ...." Zaki makasih berusaha membujuknya. "Hitung-hitung latihan buat hari H."

Akhirnya, dengan berat hati ia pun bangkit. Setelah sebelumnya kembali bersin-bersin.

"Semangkaaa! Semangat kaka!" Elva dan Ayu memasang senyum dari telinga ke telinga. Sementara ia hanya mencibir.

"Nggak bener, deh," gerutunya setelah duduk di antara Zaki dan Rayyan.

"Kenapa sik ... takut amat?" Zaki tertawa. "Kemarin debat sama kating ... segarang harimau."

Kalimat terakhir Zaki jelas sedang meledeknya. Membuatnya mencibir sambil memutar bola mata.

"Debat sama siapa?" di sela-sela petikan gitar, Rayyan tertarik ingin tahu.

"Siapa lagi ...." Zaki kembali tertawa. Senang pancingannya berhasil. Sementara Rayyan mengangkat alis meminta clue.

"Aku balik lagi, nih," ancamnya kesal.

"Pisss ...." Zaki meringis sambil mengacungkan tanda V.

"Yuk, Nggi, favorit kamu, ya," Rayyan yang sekelas dengannya, tentu hapal betul setelan show time andalannya. Jika dipaksa tampil di acara kampus.

Namun ia berpendapat lain. Suasana malam yang dingin, angin berhembus perlahan menerpa wajah, api unggun yang menghangatkan, serta wajah-wajah ceria penuh tawa, mengingatkannya pada suatu masa.

"Lagu jadul nggak apa-apa?" ia tersenyum dengan hati berbunga.

"Siaapppp," Zaki dan Rayyan menjawab bersamaan.

'Detik-detik tlah berlalu

aku sabar menantinya

sampai nanti kan saatnya ....'

(Tika Bisono, Ketika Senyummu Hadir)

***

Rendra

Malam ini jelas menjadi malam panjang baginya. Bersama dengan Aji dan Faisal, mereka harus menghadiri empat acara bonding sekaligus, di empat tempat yang berbeda.

Mereka akhirnya harus memetakan rencana, agar semua bisa terakomodasi dengan baik. Dan memilih rute dari jarak yang terdekat.

Hingga sekarang, tempat bonding dengan jarak yang terjauh mendapat giliran terakhir. Sekaligus menjadi tempat mereka menginap malam ini.

"Udah api unggun," komentar Faisal yang pertama keluar dari mobil, saat melihat jilatan api yang menyala-nyala di halaman villa.

"Asyiiik, nih!" Aji menyusul keluar sambil menarik resleting jaketnya. "Dingin banget."

Ia menjadi yang terakhir keluar. Setelah memakai jaket favorit, jaket hijau, sekaligus menenteng sebuah gitar.

"Wah, siapa yang lagi nampil, tuh?" Faisal penasaran, dan mulai berjalan dengan langkah cepat memasuki halaman villa.

"Boljug, serasa acara golden memories," Aji mengikuti langkah Faisal. Disusul dirinya yang setengah berlari.

"Ketika senyummu hadir

ketika hati bicara

dan saling bertegur sapa

terlintas bahagia....."

(Tika Bisono, Ketika Senyummu Hadir)

Faisal dan Aji langsung mengambil duduk, di tempat yang kosong di antara barisan peserta laki-laki. Sementara ia masih berdiri terpaku di barisan paling belakang. Dengan dada yang mendadak berdesir aneh. Demi mendengar suara lembut, yang kini tengah memenuhi udara di atas api unggun.

"Ketika senyummu hadir

ketika mata bicara

dan saling memandang mesra

di dalam cintamu...."

(Tika Bisono, Ketika Senyummu Hadir)

Ia sampai harus menelan ludah untuk mengatur degup jantung yang mendadak tak beraturan. Kemudian menyipitkan mata dengan rahang mengeras. Sembari memperhatikan lekat-lekat, gadis yang kini sedang duduk di antara Zaki dan Rayyan. Bernyanyi sambil memejamkan mata. Seolah begitu menikmati setiap nadanya.

She's beautiful (dia cantik). Really (sungguh).

***

Anggi

Ia tak pernah lupa waktu itu, kemah Persami ambalan Pandawa Srikandi di lapangan sekolah. Saat api unggun, tak ada yang bersedia tampil untuk mewakili sangga kelas mereka. Semua mundur kebelakang. Bahkan Chris yang bocor pun menggelengkan kepala dengan malas.

Dan siapa lagi yang tampil kalau bukan ketua sangga, Dio. Yang mau tak mau harus maju sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang pemimpin. Ceile.

"Sama kamu, ya," tanpa basa-basi Dio telah menarik tangannya.

Ia yang sedang bengong tak sempat menghindar. Mau- mau saja ditarik ke tengah lapangan. Jika orang lain yang menariknya, bisa dipastikan ia akan marah-marah, tapi ini Dio ....

"Aku nggak bisa," bisiknya antara grogi dan malu. Grogi karena berdiri di tengah lapangan atau grogi karena ditarik Dio, nah ini yang rancu.

"Kita nyanyi yang kayak waktu dulu," bisik Dio. "Waktu anniv ayah sama bundaku."

"Tapi kan dulu kamu pakai piano ...."

"Anggap aja ini piano," Dio terkekeh sambil meraih gitar yang diangsurkan kakak pembina.

"Tapi suaraku jelek," ia jelas tak percaya diri dengan suaranya yang sangat standar. Bagai remahan rengginang di dasar toples.

"Suara kamu lumayan, kok," Dio, seperti biasa, tersenyum menenangkan.

Tanpa harus menunggu lama, alunan lembut petikan gitar mulai terdengar.

"Kamu bisa main gitar?" ia jelas terkejut. Sepanjang pengetahuannya, Dio lebih dikenal jago bermain piano. Tak pernah sekalipun terlihat memegang gitar, apalagi memainkannya.

"Kalau salah-salah dikit ... harap maklum, ya," lagi-lagi Dio terkekeh. "Masih hapal liriknya?"

Ia mengangguk sambil tersipu malu. Karena terpesona dengan gaya elegan Dio. Pipinya bahkan mendadak memanas dengan sendirinya.

Kemudian Dio mengedipkan sebelah mata, membuatnya semakin terpana dengan wajah yang semakin memanas, pertanda apakah itu? Jangan jangan ....

"Mulai," bisik Dio.

Oh, ternyata kedipan tadi artinya mulai bernyanyi. Baiklah. Ia pikir ....

'Detik-detik tlah berlalu

Aku sabar menantinya

Sampai nanti kan saatnya

Hadirnya apa yang kudamba

Dalam cinta

Kutunggu isyarat matamu

Adakah perhatianmu

Sementara hati ini telah bicara

Menanti saat...

Ketika senyummu hadir

Ketika hati bicara

Dan saling bertegur sapa

Terlintas bahagia

Ketika senyummu hadir

Ketika mata bicara

Dan saling memandang mesra

Di dalam cintamu

Cintaku...

(Tika Bisono, Ketika Senyummu Hadir)

***

Catatan :

Bonding cluster : kebersamaan gugus

Korsubdiv. : koordinator subdivisi

Korcofas : koordinator cofas

DDD. : desain, dekorasi, dokumentasi

Terpopuler

Comments

ShuChade🌈

ShuChade🌈

Segini aku faham❤️❤️❤️

2024-11-20

0

Syarifah Ainun

Syarifah Ainun

g pernah gagal novel mom sephi... aq baca lgi utk kesian klaeeeee

2024-10-13

0

Rubi Pranaja Putra

Rubi Pranaja Putra

baca untuk yang kesekian kali, tp selalu syuuukaaaa

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dio, The First Love Never Die
2 2. Di Pasir Putih
3 3. Mencari Kost Baru
4 4. How They Met
5 5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6 6. When It All Began
7 7. What A Morning!
8 8. Terrible Things
9 9. Deadly Nightmare
10 10. Rengganis, Girl From Nowhere
11 11. Their First Fight
12 12. Mba Suko
13 13. Salah Paham
14 14. Bad Senior, Ever
15 15. "Ketika Senyummu Hadir"
16 16. Bad Smoker, Ever
17 17. Mimisan di Depan Rendra
18 18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19 19. Welcome to Raudhah
20 20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21 21. Sekaleng Bear Brand
22 22. "Sleep Tight"
23 23. D-Day
24 24. Kiriman Makan Siang
25 25. End of Days
26 26. Eyes on You
27 27. "Maaf"
28 28. "I Just Simply Love You"
29 29. "You're Every Reason"
30 30. "Sorry, I Can't"
31 31. Kejutan di Akhir Pekan
32 32. Senja Yang Indah di Malioboro
33 33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34 34. Blue Night, Broken Heart
35 35. Tak Bisa ke Lain Hati
36 36. All is Well, Love You More
37 37. Iam A Fighter!
38 38. Senior's Eyes
39 39. Who's The Boss?
40 40. Indescribable Feeling
41 41. The Rising Star
42 42. Young and Dangerous
43 43. Deepest Pain
44 44. Deepest Sadness
45 45. Rapuh dalam Langkah
46 46. Pergilah Kasih
47 47. Always Here For You
48 48. Setelah Kau Pergi
49 49. Being Someone's 2nd
50 50. Really Deadly Disaster
51 51. Tell Me How To Win Your Heart
52 52. Kisah dari Masa Lalu
53 53. Family Portrait
54 54. The World We Have To Live In
55 55. Achilles Heel
56 56. Hi Heart, How Are You Today?
57 57. "Now You See Me?"
58 58. Trully, Madly, Deeply
59 59. Moshimo Mata Itsuka*
60 60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61 61. Boys Gonna Be Boys
62 62. River Flows in You
63 63. Tell Me We Belong Together
64 64. Kiss The Rain
65 65. Still Fall For You Everyday
66 66. Daun-Daun Gugur
67 67. Judgement Day
68 68. Loving Too Much Always Kills You
69 69. Berdiri di Tengah Badai
70 70. Luluh Lantak
71 71. Lemme be Yours
72 72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73 73. Don't Look Back In Anger
74 74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75 75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76 END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77 Teruntuk Readers Tersayang
78 From Author with Love
79 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Dio, The First Love Never Die
2
2. Di Pasir Putih
3
3. Mencari Kost Baru
4
4. How They Met
5
5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6
6. When It All Began
7
7. What A Morning!
8
8. Terrible Things
9
9. Deadly Nightmare
10
10. Rengganis, Girl From Nowhere
11
11. Their First Fight
12
12. Mba Suko
13
13. Salah Paham
14
14. Bad Senior, Ever
15
15. "Ketika Senyummu Hadir"
16
16. Bad Smoker, Ever
17
17. Mimisan di Depan Rendra
18
18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19
19. Welcome to Raudhah
20
20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21
21. Sekaleng Bear Brand
22
22. "Sleep Tight"
23
23. D-Day
24
24. Kiriman Makan Siang
25
25. End of Days
26
26. Eyes on You
27
27. "Maaf"
28
28. "I Just Simply Love You"
29
29. "You're Every Reason"
30
30. "Sorry, I Can't"
31
31. Kejutan di Akhir Pekan
32
32. Senja Yang Indah di Malioboro
33
33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34
34. Blue Night, Broken Heart
35
35. Tak Bisa ke Lain Hati
36
36. All is Well, Love You More
37
37. Iam A Fighter!
38
38. Senior's Eyes
39
39. Who's The Boss?
40
40. Indescribable Feeling
41
41. The Rising Star
42
42. Young and Dangerous
43
43. Deepest Pain
44
44. Deepest Sadness
45
45. Rapuh dalam Langkah
46
46. Pergilah Kasih
47
47. Always Here For You
48
48. Setelah Kau Pergi
49
49. Being Someone's 2nd
50
50. Really Deadly Disaster
51
51. Tell Me How To Win Your Heart
52
52. Kisah dari Masa Lalu
53
53. Family Portrait
54
54. The World We Have To Live In
55
55. Achilles Heel
56
56. Hi Heart, How Are You Today?
57
57. "Now You See Me?"
58
58. Trully, Madly, Deeply
59
59. Moshimo Mata Itsuka*
60
60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61
61. Boys Gonna Be Boys
62
62. River Flows in You
63
63. Tell Me We Belong Together
64
64. Kiss The Rain
65
65. Still Fall For You Everyday
66
66. Daun-Daun Gugur
67
67. Judgement Day
68
68. Loving Too Much Always Kills You
69
69. Berdiri di Tengah Badai
70
70. Luluh Lantak
71
71. Lemme be Yours
72
72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73
73. Don't Look Back In Anger
74
74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75
75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77
Teruntuk Readers Tersayang
78
From Author with Love
79
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!